
"jangan hukum Ibu Gea!!!ibu minta maaf!!tolong bangun nak ibu minta maaf,ibu tahu ibu salah tapi jangan hukum Ibu dengan seperti ini!!ibu tidak akan sanggup"teriak Qanaya dengan menangis terisak-isak hatinya begitu teriris-iris dan tak terima.
ia memeluk tubuh Gea dan menangis di dadanya namun percuma saja hal itu sama sekali tak membuat Gea terbangun.
"Tolong!!!tolong bangun kan putri saya"Qanaya tiba-tiba bangun dan seperti orang gila berlutut di depan sang dokter memukul-mukul kan kepalanya di lantai tepat di depan sang dokter.
Jihan ingin membantu nya berdiri tapi tangan nya langsung di tepis,"jangan sentuh aku!!!aku hanya ingin putri ku kembali!!aku ingin Gea ku kembali"isaknya dengan terus memukul-mukul kan kepala nya di lantai.
Dokter itu membantu nya berdiri dan berusaha memberikan pengertian tapi Qanaya seperti kehilangan akal nya sekarang ia memukul-mukul dada dokter itu dengan keras.
Jonathan yang tak tahan melihat Qanaya menangis seperti itu ingin memeluk Qanaya yang ia yakini kalau wanita itu begitu hancur sekarang begitu pun dirinya.
Tapi Qanaya segera mendorong nya kuat dan menunjuk-nunjuk Wajahnya,"jangan sentuh aku pria sialan!!!"umpat nya dengan penuh kebencian.
"Qanaya aku tahu kau sangat membenci ku..."
"Diam!!!aku hanya ingin putri ku kembali"tangis nya kembali ambruk di brankar Gea dan memeluk nya seperti bayi.
__ADS_1
"bangun nak ibu belum menebus kesalahan ibu,ibu akan ikut pergi jika kau pergi"ucapnya dengan suara yang melemah.
Isak tangis yang memenuhi ruangan itu yang begitu pilu,hingga Gea yang berada di bawah alam Sadarnya mendengar itu.
tak beberapa langkah lagi ia akan masuk ke pintu Cahaya terang itu,ia langsung menghentikan langkahnya dan langsung berbalik melihat siapa yang terus memanggil nya dengan begitu menyedihkan.
"ibu"ucapnya dengan begitu tak percaya,tapi saat ia akan melangkah pergi ke arah ibunya yang menangis dengan begitu sedih orang asing berpakaian serba putih itu menahan nya.
"kau mau pergi kemana?"tanyanya.
"Lihat,ibu ku menangis untuk ku dia meminta ku kembali"ucap Gea dengan begitu senang nya,tapi di saat ia ingin berlari lagi-lagi seseorang itu menahan nya.
Gea terdiam beberapa saat kemudian ia mengangkat wajahnya dengan percaya diri,"aku tidak peduli aku akan menghadapi nya,aku tidak ingin pergi aku ingin bersama ibu ku"ucapnya kemudian melepaskan tangan wanita yang menggenggam nya itu kemudian berlari ke arah sang ibu.
tiiiiit....
patien monitor Gea tiba-tiba kembali berfungsi,garis nafasnya yang tadi sudah lurus tiba-tiba kembali bergerak bergelombang dan tiga garis di pasien monitor itu kembali berfungsi.
__ADS_1
melihat itu semua orang sangat terkejut dan begitu tak percaya,semua tatapan mengarah pada patien monitor itu hingga Gea tiba-tiba saja bernafas dengan panjang.
buru-buru dokter itu memasang Alat oksigen dengan benar.
"mukjizat ini adalah sebuah mukjizat,saya sangat yakin dia benar-benar tidak bernafas lagi jantung nya juga tak berdetak lagi"ucap Dokter itu dengan begitu tak percayanya.
Qanaya menangis dengan terharu ia mengusap-usap tangan Gea yang begitu dingin dengan terus mengatakan terimakasih.
Windi langsung memeluknya karna begitu bahagia dengan itu."Ibu kak Gea mendengar suara ibu"ucapnya membuat Qanaya semakin menangis,apakah Gea benar-benar mendengar suaranya?.
Jihan menutup mulut tak percaya namun juga begitu bahagia.
"terimakasih tuhan!! terimakasih"Jonathan tak hentinya berterima kasih karna begitu bahagia dan bersyukur.
dokter dan suster itu begitu tak percaya dengan itu semua,ini adalah kali pertama ada hal semacam itu di rumah sakit itu.
namun Meski Gea sudah memilih untuk tetap hidup di dunia,ia masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih karna jahitan di perutnya memang sudah infeksi sebelum nya dan jahitan yang begitu lebar terlepas tentu saja itu bukan hal yang kecil.
__ADS_1
bersambung....
maaf cuma bisa up pendek besok author update lagi deh🙏🤗