GEA

GEA
tidak akan berdamai


__ADS_3

empat orang itu sekarang berada di luar ruangan Gea,karna dokter meminta mereka untuk keluar.


Windi memeluk Qanaya dengan menangis terharu,ia benar-benar tidak siap jika Gea pergi secara dia begitu merasa bersalah dan belum bisa berbuat baik pada Gea,dan ia juga tidak sanggup jika melihat Qanaya yang meskipun seorang ibu tirinya tapi begitu baik padanya.


tak lain dengan Qanaya yang jauh lebih bahagia,ia bahkan terus menangis karna begitu bahagia,ia sama sekali tak memperdulikan dua orang masa lalunya yang berada di ruangan itu.


Jonathan begitu tak berani berbicara atau menegur Qanaya yang tampak begitu membencinya,ia menjadi lebih takut jika sampai Qanaya tahu penyebab Gea seperti sekarang entah bagaimana kemarahan Qanaya padanya.


sama dengan Jihan,ia begitu ingin memeluk Qanaya saat itu juga dan berlutut di depannya untuk meminta maaf tapi ia tak berani melakukan nya karena melihat Qanaya yang begitu tak menyukai nya.


"Ibu jangan menangis lagi,Kak Gea sudah baik-baik saja"ucap Windi pada Qanaya yang masih menangis dengan tubuh bergetar karena begitu syok saat tahu Gea tak bernafas lagi bahkan sampai sekarang ia belum bisa tenang sampai Gea membuka matanya dan berbicara padanya.


***


Di sisi lain


Gerald masih tidak percaya dengan kejadian di rumah sakit,ia terus mondar-mandir di ruang kerjanya memikirkan kejadian itu.


"Gadis itu,aku bisa menyentuh nya tanpa menimbulkan alergi"ucapnya melihat tangan nya kemudian duduk di mejanya dengan terus memperhatikan tangan nya.


Ia bahkan belum memberitahu Deon dan Nick,karna begitu tak percayanya karena hal itu begitu mustahil karna sejak ia berusia 7 tahun ia tak bisa menyentuh wanita manapun selain ibu nya yang sudah meninggal saat usianya 7 tahun.


Bayangan-bayangan Wajah gadis yang ia gendong itu bermunculan di memori nya membuat degup jantung nya berdebar begitu cepat membuat nya langsung memegang dadanya."aku sudah menemukan wanita yang membuat ku tidak Alergi"gumam nya dengan tersenyum tipis.


hingga telfon nya tiba-tiba berdering, membuat nya mengangkat telfon saat melihat Nick yang menelfon nya.


"Aku tidak akan kembali"ucapnya tahu kalau Nick ingin menanyakan hal itu.


Benar saja Nick memang ingin bertanya hal itu,karna waktu sudah menunjukkan pukul 7 dan janji keberangkatan sudah di tentukan jam 6 pertemuan dengan keluarga Wilson juga sudah selesai,jadi ia Bingung kenapa Gerald tidak datang juga.

__ADS_1


Namun sekarang tiba-tiba di batalkan? yang benar saja Gerald memang begitu Sulit di tebak oleh nya meskipun sudah berteman dengan waktu cukup lama.


"kenapa?"tanyanya.


"tidak ada,aku hanya ingin menetap di Negera ini"jawabnya dengan dingin.


"bukankah tuan besar yang meminta mu untuk kembali?"


"aku akan menghubungi nya nanti"jawab Gerald.


"memang nya kenapa kau tidak ingat kemb..."belum sempat Nick menyelesaikan ucapannya Gerald sudah menutup telfonnya.


Gerald meletakkan ponselnya kemudian duduk di kursinya, kemudian menelfon seseorang yang tak lain adalah ayahnya untuk memberitahu hal itu dan tentu saja ayah nya sangat setuju setelah mendengar alasan Gerald tidak akan kembali bahkan ia langsung bertanya kapan Gerald akan menikahi nya.


***


"Qanaya,aku akan pulang besok aku akan kembali"Jihan dengan ragu-ragu pamit pada Qanaya,namun Qanaya Sama sekali tidak menggubris nya.


hingga tiba-tiba pintu terbuka,dan begitu terkejut nya Jonathan saat melihat Syella bersama ibunya datang.


"Daddy"panggil Syella membuat Jonathan langsung menghampiri nya.


"Syella kenapa kau datang?ini sudah larut malam?"tanya nya duduk di depan Syella yang masih duduk di kursi roda, kemudian ia berdiri melihat ibunya.


"kenapa membawa Syella kemari padahal sudah larut malam begini?",tanya Nya.


wanita tua namun terlihat cantik itu berdecak,"Syella memaksa kemari,kamu juga!Syella baru kembali ke rumah kamu malah pergi entah kemana sudah tahu istri kamu lagi tidak di rumah!kalian ini orang tua macam apa anak baru pulang di tinggalkan gitu aja di rumah"omel wanita itu dengan begitu ketus pada Jonathan.


"Aku tahu ma,ini aku juga udah mau pulang barusan,ayo kita keluar kita pulang"ucap Jonathan berusaha agar Ibunya itu cepat keluar.

__ADS_1


namun wanita tua itu tidak mau keluar begitu saja,"lagipula untuk apa kamu di sini terus dia juga hanya pendon...."belum sempat ia menyelesaikan ucapannya Jonathan langsung memotong nya.


"Maaaa kita pergi sekarang"ucapnya dengan suara meninggi,dengan sedikit melirik ke arah Qanaya yang masih setia membelakangi nya duduk di kursi roda samping tempat tidur Gea,ia berharap Qanaya tidak curiga padanya tentang hal itu.


"Daddy jangan bentak Oma,akulah yang meminta Oma untuk membawa ku kemari"ucap Syella membela Wanita tua itu.


Jihan juga langsung begitu gugup saat ibu dari Jonathan akan melanjutkan ucapannya,ia tidak tahu kalau Qanaya sampai tahu hal itu sekarang juga.


Windi melihat Ke arah Syella yang berkulit putih dan berwajah cantik,ia yang seorang gadis desa begitu takjub bukan hanya karna kecantikan nya karna jika soal kecantikan Kakak nya Gea tidak kalah bahkan dulu ia sering iri bagaimana Gea bisa secantik itu.tapi ia takjub pada Syella karena ia terlihat seperti orang yang sangat kaya raya karena memanggil ayah dengan sebutan Daddy dan nenek di sebut sebagai Oma,belum lagi dengan pakaian nya.


"kita keluar"ucap Jonathan lagi langsung mendorong kursi roda Syella kemudian menarik tangan mama nya keluar dari sana.


Jihan juga ikut keluar dan pergi, meski ia sangat ingin berada di sana menjaga Gea dan bersama Qanaya tapi ia masih tidak punya keberanian untuk berbicara pada Qanaya.


Qanaya begitu merasa damai setelah mereka pergi,karna melihat kedua orang itu terus membuatnya begitu marah menggebu-gebu,ia adalah seorang yang pendendam dan keras kepala.


Ia masih belum bisa berdamai dengan masa lalunya yang begitu menyakitkan untuk nya,dan sampai kapan pun ia tidak akan pernah memaafkan Jihan sebagai seorang pengkhianat dalam hidupnya dan Jonathan yang menghancurkan kehidupan nya.


flashback on


Seorang wanita cantik dengan gaya begitu elegan yang mampu memikat semua orang dengan paras nya dan tubuh nya yang bak model.


malam itu ia akan berkencan dengan pacarnya,ia di jemput dengan sebuah mobil mewah dengan beberapa pengawal yang mengikuti mobil itu hingga membuat siapapun akan iri melihat nya yang mempunyai pacar begitu kaya raya termasuk Jihan sahabat wanita itu yang tak lain adalah Qanaya.


bahkan malam itu sang kekasih mengosongkan sebuah kafe terkenal di negara itu hanya untuk mereka berdua.


dan malam itu menjadi malam paling bahagia dan terharu untuk Qanaya karna malam itu ia di lamar oleh sang kekasih dengan suasana yang begitu romantis dan berkesan.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2