GEA

GEA
Tidak asing


__ADS_3

"memutuskan apa?!"tanya Qanaya dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Pada saat itu aku memutuskan untuk mencari mu dan membatalkan pernikahan ku!"ucap Jonathan dengan bersungguh-sungguh.


Qanaya mengatupkan giginya,"tapi pada akhirnya kau tetap menikah bukan?jadi sudahlah lupakan saja semua nya anggap tidak ada yang terjadi di antara kita dan anggap saja anak dari benih mu itu meninggal pada saat kau dengan tegas menolak ku dan meminta ku untuk menjadi simpanan!!"tegas Qanaya kemudian langsung berbalik pergi.


"Qanaya tunggu!"ucap Jonathan menahan tangan nya.


Qanaya yang sudah di selimuti amarah mengambil pot bunga kecil di depan nya dan langsung berbalik dan memukul kan ke dahi Jonathan hingga pot yang terbuat dari tanah liat itu pecah.


Jonathan tentu saja sangat terkejut dan begitu kesakitan apalagi saat ia memegang dahinya yang mengeluarkan darah,ia melihat Qanaya dengan tatapan tak percaya.


"Aku bisa melakukan hal yang lebih jika kau masih berbicara padaku!!"Ucap Qanaya dengan pancaran mata yang tak ada rasa bersalah sama sekali, kemudian langsung masuk tanpa mengatakan sepatah kata apapun lagi.


"Gadis lugu dan ceria yang dulu sudah tidak ada lagi pada dirinya sekarang,Qanaya yang dulu ku kenal bukan lagi Qanaya yang sekarang"ucap Jonathan bergumam mengingat tatapan dan bagaimana Qanaya berbicara.


"Ibu,apa yang di katakan nya?"tanya Windi ia memang tidak mendengar nya karna ia berada di dapur.


"Tidak ada,bukan hal yang penting lain kali jika orang itu datang suruh saja dia pergi"ucap Qanaya kemudian masuk ke dalam kamar nya.


Windi bingung kenapa Sang ibu tampak begitu emosi dan matanya berkaca-kaca,"siapa sebenarnya orang itu? sebelum-sebelumnya Ibu juga tidak menyukai nya"ucap Windi dalam hati.


...


pukul tiga sore Gea sudah selesai kelas,ia ingin segera pulang karna ia ingat ada janji makan malam bersama wanita tua yang entah kenapa perasaan nya begitu dekat dengan wanita tua itu.


"Gea kemana kau pindah?kau tahu aku begitu kesepian karena kau tidak di sana lagi"ucap Hani dengan cemberut,karna saat pulang dari rumah sakit kemarin ia tahu kalau Gea sudah pindah.


"Aku tinggal bersama Ibu dan adik ku sekarang,kami tinggal tidak jauh dari sini juga lain kali datang lah"ucap Gea.


"Ibu mu sudah pindah ke kota?tanya Hani membuat Gea mengangguk dengan tersenyum.


"pantas saja dua hari ini kau begitu cerah"ucap Hani.


"haha benar"

__ADS_1


"kalau begitu aku akan sering ke rumah mu jika kau mengijinkan ku"ucap Hani dengan bersemangat.


"datang saja"


"Hani ayo!"ajak Al yang tiba-tiba menghampiri mereka.


"eh iya aku duluan ya Ge"ucap Hani.


"iya"jawab Gea.


Alden Menoleh ke arah Gea sedikit kemudian langsung pergi bersama Hani.


Gea duduk di tempat biasa untuk menunggu Taxi dengan memeluk beberapa bukunya yang besar,hingga Dosen Robert datang dan menghampiri nya dengan mobil nya.


"Saya akan mengantar kan mu"Ucapnya.


"akh tidak perlu pak,saya sudah memesan Taxi"ucap Gea merasa tidak nyaman karena semua orang di sekitar nya tampak memperhatikan nya.


"naik"ucap dosen itu dengan nada memaksa membuat Gea menghela nafas dan akhirnya mengalah,tapi baru saja ia akan melangkah kan kakinya tiba-tiba mobil yang ia naiki tadi pagi datang dan berhenti tepat di depan mobil Robert.


tidak ingin orang-orang melihat nya dengan tatapan aneh Gea memilih untuk naik mobil mewah berkedok taxi itu,"taxi pesanan saya sudah datang pak,saya naik taxi saja?"ucapnya dengan cepat naik ke mobil itu.


pria bermasker itu melajukan mobilnya meninggal kan gedung kampus itu,"siapa itu?apa dia mengajak mu pulang"tanyanya seperti biasa dingin dan datar.


"...Dia adalah Dosen ku dia mengatakan akan mengantar kan ku"jawab Gea meskipun bingung kenapa supir itu harus bertanya seperti itu.


Mendengar itu pria bermasker itu sangat terkejut,"apakah dia sering mengantar mu pulang"tanyanya.


"tidak,hanya beberapa kali atau mungkin hanya dua kali"jawab Gea dengan begitu saja menjawabnya.


entah kenapa pria bermasker itu menjadi panas mendengar nya,"lain kali jika dia menawarkan mu tumpangan tolak saja"


"ke..kenapa?"tanya Gea.


"biasanya dosen-dosen seperti itu mempunyai niat yang tidak baik pada mahasiswi nya"jawabnya dengan serius dan cepat.

__ADS_1


"oh...mm Terimakasih sudah mengingatkan"lanjut Gea tak ingin berbicara panjang lebar lagi dengan pria bermasker itu.


Ia diam saja berharap segera sampai,"pria ini sangat aneh,dan mana mungkin ada mobil mewah seperti ini menjadi taxi di tambah supir nya yang berpakaian tidak seperti biasanya",gumam nya.


"Mulai sekarang dan seterusnya aku akan menjadi taxi pribadi mu,kemana pun kau ingin pergi kau boleh memanggil ku"Ucapnya lagi.


"akh..iya terimakasih"ucap Gea.


"ambillah ini nomor ku"ucapnya memberikan nomor ponsel nya pada Gea.


"terimakasih"ucap Gea mengambil kertas itu meskipun ia tidak tahu itu untuk apa karna ia tidak akan pernah memanggil nya.


pria bermasker itu menoleh ke arah Gea yang hanya berwajah datar dan begitu tenang,"Apa spesial nya gadis kecil ini sehingga aku bisa menyentuh nya?"gumam nya melihat telapak tangan nya.


hingga tak berapa lama mereka sampai di depan gang menuju rumah Gea,bukan nya menurunkan Gea pria itu masuk sampai ke dalam.


"tidak perlu mengantar kan ku sampai ke dalam"Ucapnya tapi pria bermasker itu tak mendengar kan ucapannya,hingga sampai tepat di depan rumah Gea ia baru berhenti dan langsung turun membukakan pintu untuk Gea.


"terimakasih"Ucap Gea menatap sekilas wajah pria bermasker lengkap dengan topi itu.


"Ingat untuk memanggil ku kemana pun kau pergi mengerti!"ucap Pria itu dengan tegas.


"maaf tapi itu terserah saya!!saya bisa pergi dengan taxi lain yang saya mau"ucap Gea tak kalah tegas dengan tatapan tenang namun tajam membuat pria bermasker itu cukup tertegun.


Gea langsung pergi dari hadapan pria itu dengan sedikit kesal.


"Ibu aku pulang"ucapnya menyalam tangan sang ibu dan memeluk nya.


"siapa yang mengantarkan mu ini?"tanya Qanaya memperhatikan pria bermasker itu dengan tatapan lekat.


"Hanya taxi biasa Bu"jawab Gea dengan polosnya benar-benar menganggap itu adalah taxi.


"taxi?kau yakin?"tanya Qanaya dengan tidak percaya berfikir kalau putrinya itu sudah mempunyai pacar dan pria bermasker itu adalah pacarnya.


"Iya Bu"jawab Gea dengan meyakinkan.

__ADS_1


pria bermasker itu berhenti saat akan kembali masuk ke dalam mobilnya ia tiba-tiba terdiam melihat Qanaya,tatapan nya bahkan menipis dan dahi nya berkerut memperhatikan wanita paruh baya yang di panggil Gea dengan sebutan IBU itu."kenapa wajah nya terlihat tidak asing?"gumam nya berbicara dalam hati.


bersambung....


__ADS_2