
Hanya mobil dan mobil yang selalu Keluar dari balik pagar itu, bahkan ia tidak tahu siapa yang berada di dalam mobil itu.
entah kenapa ia tak bisa menahan diri untuk bertemu dengan sang ibu,ya meskipun ia membenci nya dan menekuni dirinya untuk tidak akan pernah memaafkan keluarganya.
Hari ini setelah kembali dari rumah orang tuanya,ia berniat untuk mampir di toko kue yang dulu sering ia kunjungi bersama Jihan, bahkan ia juga pernah mengunjungi toko kue itu bersama mantan kekasihnya beberapa kali namun itu semua telah sirna tersisa dirinya yang menderita.
wanita tua yang berada di sana sangat terkejut melihat nya saat masuk,"Qanaya kau kah itu?!!"tanya wanita tua itu membuat Qanaya sendiri terkejut dan langsung melihat wanita tua itu.
"Ooh ya tuhan!! setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihat mu lagi"ucap wanita tua itu hampir menangis ia juga langsung menghampiri Qanaya dan memeluknya.
Hal itu membuat hati dingin Qanaya menghangat ternyata ada orang yang mengingat nya setelah Setelah 18 tahun lamanya.
"Kemana saja kau selama ini?kenapa tidak pernah datang lagi untuk membeli kue ku?", tanya wanita tua itu kini terlihat matanya berkaca-kaca.
"maafkan aku nyonya Anna"ucap Qanaya tersenyum.
"akh aku begitu merindukan mu dan uang mu"ucap wanita tua itu membuat Qanaya terkejut mendengar nya membuat nya tertawa.
"haha aku hanya bercanda tidak perlu seserius itu!ayo duduk bersama ku sudah lama kau tidak datang"ucap wanita tua itu menarik Qanaya duduk.
kedua nya terus berbicara hingga sore hari datang,banyak hal yang ditanyakan wanita tua itu namun Qanaya sendiri tidak tahu apa yang harus ia katakan pada wanita itu jadi ia hanya mengatakan sebagian masalalunya pada wanita tua itu.
Ia berani menceraikan masa lalu kelam nya itu, karna wanita tua yang sekarang duduk di depan nya itu dulunya tempat dirinya curhat setelah Jihan bahkan ia dulu sangat terbuka pada wanita tua itu.
setelah mendengar cerita Qanaya wanita tua itu benar-benar terkejut bahkan ia mengngis mendengar cerita pilu gadis yang dulunya begitu ceria dan baik hati.
Namun meskipun menceritakan masa lalu kelamnya,Qanaya tak mengatakan kalau dalangnya adalah Jihan yang dikenal wanita tua itu sebagai sahabat baiknya.
"Aku ingin bertemu dengan putrimu itu,aku ingin mengatakan padanya kalau aku akan menjadi nenek nya dan aku ingin mengatakan padanya kalau tanpa seorang ayah pun bisa hidup dengan jauh lebih baik", wanita tua itu menangis sambil mengatakan nya.
"Putri ku tumbuh menjadi gadis kuat dan berani dia tidak peduli sosok seorang ayah atau keluarga lainnya dia hanya memerlukan ku disisinya"ucap Qanaya dengan air mata yang berlinang.
__ADS_1
Wanita tua itu menghapus air matanya kemudian memeluk Qanaya dengan erat,"Aku tidak yakin wanita sesempurna dulu ternyata bernasib tragis seperti ini", ucapnya tak berhenti menangis menepuk-nepuk punggung Qanaya.
Siapapun yang mendengar cerita hidup Qanaya pasti tidak akan bisa menahan tangis.
setelah beberapa saat Qanaya akhirnya pamit pulang,dengan membeli beberapa macam roti untuk Windi dirumah namun wanita tua itu menolak uang nya bahkan memberikan lebih banyak macam kue untuk di bawa nya meskipun ia memaksa untuk membayar nya wanita tua itu berisi kokoh untuk tidak menerima uangnya.
"Ingat mulai besok datanglah kemari"ucap wanita tua itu membuat Qanaya mengangguk dengan tersenyum.
ya,Qanaya memutuskan untuk bekerja di toko itu untuk memenuhi kebutuhan mereka karna uang nya mulai menipis untuk bertahan hidup di kota itu.
Tapi setelah kembali dari toko itu,ia sedikit lega setelah menceritakan keluh kesah hidup nya yang ia simpan sendiri selama 18 tahun lamanya, ingin sekali ia menceritakan Keluh kesah nya pada sang ibu agar beban hatinya yang membuatnya berat dan sakit selama ini sedikit sembuh.
namun setelah ia keluar tanpa sengaja ia berpapasan dengan Jonathan yang akan masuk ke dalam toko itu.
"Qanaya"ucap Jonathan cukup tertegun melihat Qanaya ada di sana.
Qanaya mengabaikan nya,ia berlalu melewati nya seolah tak menganggap nya.
"Jangan menyentuh ku pria menjijikkan"geramnya dengan cepat pergi dengan taxi yang terparkir di sana.
Jonathan tak bisa menghentikan nya,ia tahu kalau Qanaya pasti begitu benci dan jijik melihat nya.
ia menghela nafas panjang kemudian masuk ke dalam,tanpa di sadari nya ternyata Tania melihat semua itu yang membuat nya merasa begitu geram dan marah.
"Ternyata benar dugaan ku! wanita ja**Ng itu kembali ke kota dan bermaksud merebut Jonathan dari ku! tidak akan pernah ku biarkan dasar wanita licik!"geramnya memukul setir.
*****
"Jonathan hari ini mama bertemu dengan mertua kamu,dia mengatakan ada hal penting yang ingin dikatakan jadi ia ingin kita semua besok malam datang ke rumah nya"Ucap nyonya tua yang tak lain ibu Jonathan.
Jonathan mendegus ia yakin Tania sudah mengatakan pada orang tuanya mengenai perceraian mereka,jadi ia tahu kalau yang ingin di bahas adalah hal itu,"Iya"jawabnya singkat kemudian pergi begitu saja.
__ADS_1
saat ia sampai di kamar nya ia terkejut melihat Syella putrinya berada di depan kamarnya dengan wajah murung dan menunduk.
"Syella sayang ada apa?kenapa wajah mu ditekuk seperti itu?"tanya Jonathan dengan nada lembut mengangkat wajah putrinya itu.
"Apa benar Daddy sama Mommy ingin bercerai?"tanya nya dengan nada sedih.
Jonathan menghela nafas,ia tahu hal itu akan menyakiti hati putri nya tapi ia tak bisa menahan lebih lama lagi bersama dengan Tania yang selalu mengkhianati nya terus menerus.
"Maafkan papa,itu semua adalah hal yang terbaik untuk mommy dengan Daddy"ucap Jonathan memeluk putrinya itu.
"Kenapa Daddy?aku tidak ingin kalian berpisah tolong jangan ceraikan mommy Dad,aku ingin kita bertiga selamanya bersama"ucap Syella didalam pelukan Jonathan.
"Syella mohon mengerti lah dengan Daddy"
Syella mendorongnya,"Daddy egois!!Daddy tidak memikirkan perasaan Syella"ucapnya dengan menangis kemudian berlari kembali ke kamarnya.
"Syella tunggu"Jonathan bermaksud ingin mengejar Syella tapi Tania tiba-tiba menyahut dari belakang.
"ternyata kamu ingin bercerai dengan ku Karna wanita itu kan?!",
Mendengar itu Jonathan berbalik dengan tatapan tajam,"apa maksud mu?"tanyanya.
"tidak perlu mengelak lagi,aku tahu kau bermaksud menceraikan ku dan kembali dengan wanita ja**Ng itu kan?!kau tidak perlu mengelak lagi aku melihat mu bersamanya di depan toko sore ini"sinis Tania.
"Jaga mulut mu Tania!!Qanaya bukan wanita seperti itu yang ada kaulah wanita ja**Ng yang sebenarnya yang bisa berhubungan dengan banyak pria cih"decih Jonathan.
"dan jika memang aku ingin mengejar nya itu bukan urusan mu,cepat atau lambat kita juga akan bercerai"lanjut nya lagi setelah itu langsung masuk kedalam kamarnya.
Tania mengepal tangannya begitu marah,"cepat atau lambat?hah itu tidak akan pernah terjadi"sinisnya.
bersambung....
__ADS_1