GEA

GEA
tinggal bersama


__ADS_3

Setelah menaiki taxi dan beberapa menit di perjalanan Mereka akhirnya sampai di sebuah rumah yang tak begitu besar namun tampak begitu nyaman di komplek yang ramah lingkungan,seperti pedesaan di tengah kota.


"untuk sementara Ibu Hanya bisa memberikan tempat tinggal ini"ucap Qanaya sedikit tidak enak pada Gea dan Windi.


melihat wajah masam sang ibu Gea langsung memeluk nya,"tidak apa-apa Bu, tempat ini terlihat sangat nyaman untuk di tinggali dan akan sangat nyaman dan bahagia jika tinggal bersama ibu"ucapnya membuat Qanaya menitikkan air matanya.


"Benar Bu"ucap Jihan memeluk sang ibu.


hal itu membuat Qanaya menjadi lebih hangat,"Terimakasih kalian sudah mengerti ibu"ucap nya.


"kalau begitu kita masuk,kita harus bebersih sebelum malam"ucap sang ibu membuat Gea dan Windi tertawa karna masih setia memeluk wanita paruh baya itu.


meskipun baru sembuh Gea tetap begitu cekatan membersihkan rumah itu bahkan tidak membiarkan sang ibu untuk ikut membantu mereka.


Rumah itu hanya terdiri dari dua kamar,ruang tengah,dapur dan satu kamar mandi juga sedikit halaman belakang dan di depan karna dipadati penduduk di sekitar.


perabotan di rumah itu lengkap meskipun tempat tidur nya tidak terlihat begitu nyaman Namun untuk mereka yang sudah lama tinggal di desa itu cukup bagus.


setelah selesai membersihkan rumah dan beres-beres Windi memutuskan untuk memasak untuk makan malam mereka dengan membeli sayuran dan lauk tidak jauh dari rumah mereka.


Ia sebenarnya tidak tega melihat Gea yang baru sakit harus membersihkan rumah tapi Gea berisi keras dan menyuruh nya untuk tidak perlu khawatir.


Rumah itu menjadi sangat rapi dan bersih,dan setelah malam tiba ketiga orang itu duduk di meja makan dan menikmati makan malam yang di sajikan Windi.


tampak seperti keluarga bahagia menikmati makanan yang sederhana.


"Darimana ibu tahu tempat ini? aku sudah tinggal dua bulan di sini dan baru tahu ada perkampungan di dekat perkotaan besar"Ucap Gea berhenti makan sebentar.


"Ibu sudah lama tinggal di kota saat kuliah dulu dan tentu saja ibu tahu"jawab Qanaya membuat Gea paham.


"besok aku akan menjemput barang-barang ku kemari"ucap Gea kemudian kembali melahap makanan nya.


"Jika saja dulu aku tidak pernah Melakukan hubungan yang salah, mungkin kau tidak akan pernah mendapat kan kehidupan yang sulit"gumam nya melihat Gea dengan tersenyum sedih.


...


ke esokan harinya,Gea pergi ke kampus namun ia pergi dengan begitu cepat karena semua buku-buku dan pakaian nya ada di rumah sebelum nya.


"Ibu aku pergi dulu"ucapnya mencium tangan sang ibu.

__ADS_1


"Iya jaga diri baik-baik"


"Pasti Bu"jawabnya tersenyum lebar.


"Windi jaga ibu ya"Ucapnya.


"Iya kak,hati-hati bawakan aku jajanan kampus ya"ucapnya dengan cengengesan membuat Gea tertawa.


"oke!"jawabnya kemudian berjalan ke depan untuk mendapatkan taxi online yang sudah di pesan nya.


"Windi,bagaimana dengan sekolah mu?"tanya Qanaya sembari masuk bersama Windi.


"Aku tidak ingin melanjutkan sekolah lagi Bu,aku ingin menjaga ibu saja biarkan kak Gea yang sekolah kemudian ia juga akan bekerja dan kita bisa bertahan hidup di kota"ucapnya.


"Tidak,jika kau masih ingin sekolah ibu akan mendaftar kan mu"Ucapnya tapi Windi menggelengkan kepala nya ia sadar kalau mereka pasti tidak mempunyai cukup uang untuk sekolah nya.


"Aku akan memikirkan nya Bu,tapi untuk sekarang biarkan aku menjaga ibu hingga pulih total baru aku akan memikirkan nya"jawabnya agar tidak membuat sang ibu terlalu memikirkan.


***


Di kampus Gea di sambut bahagia oleh Hani yang begitu merindukan nya dan seperti biasa selalu menanyakan kemana ia pergi,karna tak pernah masuk kuliah dalam waktu yang lama.


Kedua nya terus berbincang-bincang hingga dosen Robert datang membuat kelas itu seketika menjadi hening.


Tatapan pria tampan berkacamata itu langsung terfokus pada Gea saat masuk ke kelas itu,tatapan nya seperti mempunyai pikiran tertentu.


hingga setelah pulang dari kampus Gea ingin pergi ke rumah yang ia tempati sebelum nya untuk membawa barang-barang nya.


"Gea aku duluan ya"ucap Hani melambaikan tangan nya dari dalam mobil.


Gea menunggu taxi yang sudah ia pesan,ia sengaja naik taxi untuk sekalian membawa barang-barang nya.


tapi tiba-tiba mobil dosen Robert berhenti di depan nya,"naiklah aku akan mengantar kan mu"ucapnya dengan nada datar.


"terimakasih pak,tapi saya sudah memesan Taxi"ucapnya dengan sopan.


"batalkan saja,saya akan mengantar kan mu sekalian ada yang ingi saya katakan"ucapnya membuat Gea bingung.


jika ia berisi keras menolak ia akan di anggap sombong tidak sopan dan sok jual mahal,ia masuk kedalam mobil itu dan menyuruh taxi untuk tetap datang namun ke alamat rumah.

__ADS_1


"besok malam ibu ku mengundang mu untuk makan malam di rumah"ucap Robert dengan mengendarai mobil nya.


"Aku..."Gea sedikit ragu.


"ku harap jangan membuat wanita tua sakit hati dengan jawaban mu"ucapnya membuat Gea Mendesah kasar.


"baiklah,saya pasti akan datang"jawabnya setelah memikirkan beberapa saat.


"tapi saya tidak tahu alamat nya dimana"ucapnya lagi.


"Saya yang akan menjemput mu"jawab dosen itu langsung.


"oh terimakasih pak"ucapnya dengan sopan.


Robert menatap Gea sekilas,wajah cantik dan manis dan garis wajah yang tegas dan ketenangan nya membuat dirinya terlihat sangat menarik, terlebih Gea begitu mirip dengan kakak nya hal itu membuat Robert sulit mengalihkan pandangannya.


Gea tersenyum tipis menyadari kalau Robert sedang memperhatikan nya,hal itu membuat Robert berdehem karna Gea mengetahui kalau ia sedang memperhatikan nya.


setelah beberapa saat mereka sampai di depan rumah Gea, Setelah mengucapkan terimakasih Gea baru keluar.


"saya akan menjemput mu besok malam"Ucapnya sebelum Gea menutup pintu.


"iya pak"Ucapnya dengan sopan setelah itu menutup pintu dengan perlahan.


***


"Ada seorang pria yang mengantarkan nya tuan,saya pikir itu adalah Dosen karna mobil nya datang dari dalam kampus"


pria tampan nan sempurna yang duduk di kursi kebesaran nya itu berputar,tatapan nya begitu tenang namun sangat dingin"cari tau siapa pria itu"ucapnya datar tanpa ekspresi apapun.


"baik tuan"


"Ingat tugas kalian hanya mengawasi dan melindungi nya dari kejauhan,untuk sementara waktu jangan sampai dia tahu kalau kalian mengawasi nya"


"Baik tuan"


"pergilah"ucapnya membuat beberapa suruhan nya itu keluar.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2