
Gea di ajak masuk oleh wanita tua itu, membuat Gea tak berhenti kagum dengan keindahan dan kemewahan rumah itu yang benar-benar sangat mengagumkan dan sangat besar.
Saat Robert akan ikut masuk pria tua itu langsung menahan nya,"Siapa gadis itu?",tanya nya masih dengan ketertegunannya.
Robert menatap sang ayah dengan malas,"apakah kau merasa dia mirip dengan kak Qanaya?"tanyanya balik.
pria tua itu tak menjawabnya,jika bicara dengan putra nya itu memang akan selalu adu mulut dan pertanyaan nya tak akan terjawab,jadi ia langsung pergi meninggalkan Robert yang melihat nya dengan tatapan tajam.
***
di sisi lain Gea di ajak masuk dan semakin kagum dengan dalam rumah itu yang begitu mewah dengan bergaya khas Eropa yang melekat, benar-benar terlihat seperti istana.
"Jangan panggil saya bibi,saya sudah tua dan sudah punya cucu panggil saja saya nenek"ucap wanita tua itu karna Gea yang terus memanggil nya bibi.
"akh iya baik nek"ucapnya dengan tersenyum.
"Yah tapi meskipun sudah punya cucu,mereka sangat jauh dan sangat jarang kembali di rumah ini nenek selalu sendiri jika suami ku dan Robert pergi bekerja bahkan mereka akan kembali malam hari"ucap wanita tua itu dengan menghela nafas sedih.
"Kenapa Cucu nenek tidak tinggal di sini saja,rumah nya begitu besar dan luas bahkan bisa menampung banyak keluarga?"tanya Gea.
Lagi-lagi wanita tua itu menghela nafas panjang,"Dia ikut dengan suaminya di luar negeri,dan mereka tidak mau meninggalkan putri dan putra mereka disini"
"ternyata meskipun dia kaya,dia sangat kesepian"gumam Gea pandangan nya tentang kekayaan adalah segalanya sedikit berubah.
"apakah nenek hanya mempunyai dua anak saja?"tanya Gea lagi.
mendengar itu wajah wanita tua itu menjadi murung dan terlihat sangat sedih,"Sebenarnya Nenek punya tiga anak,di antara nya ada dua putri dan satu putra"ucapnya dengan mata yang tampak mulai berkaca-kaca.
"Jika putri nenek ada dua,kenapa tidak meminta yang satu lagi untuk tinggal?"
"Dia sudah pergi,dia meninggal kan rumah ini dan sampai sekarang kami tidak tahu dimana dia sekarang entah dia masih hidup atau tidak"air mata berjatuhan dari pelupuk matanya.
__ADS_1
Melihat itu Gea buru-buru minta maaf,"maafkan nek,aku tidak bermaksud membuat Nenek sedih"ucapnya menjadi merasa bersalah.
wanita tua itu tersenyum dan menghapus air matanya,"tidak apa-apa,nenek tahu kau tidak senagaja lagi pula kau mana tahu"ucapnya.
"sudah ayo duduk,kita akan makan malam nenek sudah menyiapkan banyak makanan,nenek tidak tahu kau suka makanan apa jadi masak banyak dan bermacam-macam"ucap wanita tua itu menarik kursi untuk Gea.
Gea tidak enak dilayani seperti itu,"terimakasih banyak"ucapnya.
kemudian suami dari wanita tua itu yang sudah masuk bergabung bersama mereka,Ia menatap Gea dengan tatapan yang begitu sulit di jelaskan.
Meskipun sudah berumur wajah dan kharisma nya tak hilang bahkan ia masih terlihat gagah masih pantas jika disebut paman.
"Robert kemarilah kita makan bersama"ajak wanita tua itu Melihat putranya yang akan menaiki tangga untuk pergi ke kamar nya.
"Aku belum lapar ma,kalian makan lah"ucap Robert kembali melangkah kakinya.
"Bagaimana bisa kau seperti itu,Mama sengaja mengundang Gea agar kau juga ikut makan malam bersama,sudah sangat lama kita tidak pernah makan malam bersama"ucap wanita tua itu menjadi sangat sedih di wajah nya.
Ia duduk di samping Gea berhadapan dengan sang ibu dan di samping nya sang ayah yang memang selalu berada di ujung meja makan.
Melihat itu wanita tua itu tersenyum bahagia,rasanya ia seperti melihat Qanaya berada di rumah itu,"sudah ayo makan"ajaknya kemudian menyiapkan piring dan makanan Gea.
"nak Gea pilih lah makanan yang kau suka"ucapnya mengabaikan suami dan putranya yang mengambil makanan sendiri.
"saya bukan pemilih makanan nek,saya bisa makan apapun"ucapnya.
Gea mengambil makanan yang ia sukai dan sangat jarang ia dapatkan saat dirumahnya dulu,namun ketiga orang itu begitu tertegun dengan makanan yang di ambil Gea.
"Em Gea apakah makanan itu kesukaan mu?",tanya wanita tua itu dengan pelan.
Gea tersenyum malu karna ia mengambil begitu banyak lauk itu,"Benar,ini adalah makanan kesukaan ku tapi meskipun tidak ada ini tidak apa-apa saya bisa makan apapun"ucapnya kemudian mulai melahap makana yang sudah ada di piring nya.
__ADS_1
Ketiga orang itu menjadi lebih tertegun dengan ucapan Gea.
"Makanan kesukaan nya bahkan sama dengan Qanaya putri ku"Gumam wanita tua itu melihat Gea dengan tatapan penuh kasih,sama hal nya dengan kedua pria itu yang berfikiran sama.
Robert yang duduk di samping Gea memperhatikan nya,tampak memang sangat suka dengan makanan itu,hal itu membuat nya teringat dengan sang kakak yang dulunya juga akan sangat marah jika ia menghabiskan makanan itu dan juga tidak mau makan jika tidak ada makanan kesukaan nya dan juga akan menghabiskan nya sebanyak apapun itu.
hal itu membuat nya tersenyum kecil,begitu rindunya ia dengan sang kakak teman nya bertengkar dan temannya kemana-mana saat dan akan selalu melindungi dirinya dari orang-orang yang usil dan menganggu nya,tidak bisa di pungkiri dulu dirinya sangat sering di bully dan di kucilkan.
Namun setelah ia berubah menjadi pria gagah dan siap melindungi balik kakaknya yang sangat sering di ganggu pria-pria sang kakak malah menghilang entah kemana.
Setetes air matanya jatuh tapi dengan cepat ia menghapus nya, sungguh ia sangat menyayangi kakaknya dan ia begitu hancur dan terluka saat mengetahui sang kakak hilang dan tak pernah ia bisa temukan.
Ia kembali melihat Gea yang sekarang hampir menghabiskan makanan nya,dan akan mengambil nya lagi,"dasar rakus"ucapnya membuat Gea terkejut dan menghentikan tangan nya yang akan mengambil makanan itu lagi.
bukan hanya Gea yang terkejut tapi kedua orang tua itu.
Robert tersadar dengan ucapannya,"maafkan aku,maksud bukan seperti itu"ucapnya meminta maaf dengan sungguh-sungguh pada Gea bahkan menyatukan tangan nya seperti orang menyembah dan hal itu hanya pernah ia lakukan pada sang kakak.
Ia juga selalu mengatakan hal yang sama pada sang kakak saat melihat nya makan makanan kesukaan nya itu dengan sangat lahap dan banyak,dan tadi ia seperti melihat sang kakak makan jadi kata-kata itu keluar sendiri dari mulut nya.
Gea tentu saja sedikit malu karna ucapan Robert barusan,ia mengigit sedikit bibir bawahnya.
Melihat ekspresi Gea Robert menjadi sangat merasa bersalah.
"Robert kau ini apa-apaan"Ucap pria tua itu dengan suara sedikit meninggi dan marah.
"Robert,mama mengundang Gea di rumah ini memang untuk makan bahkan mama berharap dia banyak makan masakan mama"tambah wanita tua itu ikut memarahi Robert.
Robert menjadi merasa serba salah.
"tidak apa-apa,saya memang sedikit rakus dengan makanan kesukaan saya"ucap Gea dan mengambil lebih banyak makanan itu ke piring nya dan melahap nya cepat.
__ADS_1
bersambung....