GEA

GEA
bekerja


__ADS_3

Jonathan menatap tajam Jihan,"katakan siapa gadis itu kenapa dia sangat mirip dengan Qanaya?"tanyanya dengan menekan Ucapan nya.


Jihan berbalik ingin pergi tak ingin melanjutkan berbicara dengan Jonathan. Karna ia sendiri masih bingung apakah ia harus mengatakan nya sekarang atau tidak,tapi Jonathan lagi-lagi menahan tangannya.


"katakan padaku apakah dia putri Qanaya?"tanya nya mencekal kuat tangan Jihan.


"tidak dia bukan putri Qanaya,dia adalah putri saudara ku!aku sudah mengatakan kalau aku tidak tahu dimana keberadaan Qanaya bagaimana bisa putrinya ada bersama ku!", ucapnya dengan tegas,ia tidak akan mengatakan nya karna ia takut Qanaya yang tidak ia tahu dimana keberadaan nya akan semakin marah padanya.


"jadi bisakah kau melepaskan tangan mu"ucapnya menghempas kan kuat tangan Jonathan hingga terlepas dan segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Jika sampai kau berbohong padaku,kau akan tahu sendiri resiko nya!!"ucapnya dengan suara dingin membuat Jihan yang mendengar nya sedikit takut tapi ia seolah tak peduli ia terus berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


***


pukul 10 malam Gea baru bisa pulang,ia pulang dengan menggunakan sepeda dayung nya.


di bawah bulan yang redup dan gerimis dan hanya di terangi lampu jalan dan Begitu sepi sepanjang perjalanan tapi hal itu tak membuat Gea takut sama sekali.


"Bagaimana pun beratnya kehidupan di kota,aku tidak akan menyerah aku harus sukses dan membuat ibu bangga padaku!"ucapnya dengan tersenyum lebar membayangkan bagaimana ibunya akan bahagia jika ia sudah sukses bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang tinggi.


saat mengingat wajah ibunya hal itu memberikan kekuatan tersendiri,"Ibu!"ucapnya menatap bulan yang berada di depan nya dan terus bergerak,ia mempercepat mendayung sepedanya mengejar bulan agar berada di atas kepalanya tapi sama sekali tidak bisa hal itu membuat nya tertawa karna kebodohan nya sendiri tentu saja hal itu tidak akan bisa.


namun tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di samping nya,hal itu membuat nya cukup takut dan lebih cepat mendayung sepeda nya tapi mobil itu langsung mengikuti nya.


pemilik mobil itu menurunkan jendelanya tapi Gea sama sekali tidak menoleh nya ia terus mendayung cepat sembari berdoa agar di lindungi


"Gea berhentilah aku adalah putra tante Jihan"panggil seseorang dari dalam mobil itu membuat Gea menoleh dan melihat pria yang pernah ia temui saat bersama dengan Jihan.

__ADS_1


"aku tidak salah ingat orang itu memang putra tante Jihan yang waktu itu"pikirnya kemudian berhenti membuat mobil itu juga langsung berhenti.


"maaf pak ada apa mengikuti saya ya?"tanyanya dengan sopan.


mendengar Gea memanggil nya pak membuat Deon tertawa,"naiklah kami akan mengantar mu pulang"ucapnya.


Gea yang sudah turun dari sepeda nya membungkuk berterima kasih,"terima kasih banyak atas tawaran nya tapi saya bisa pulang sendiri pak"ucapnya membungkuk enam puluh derajat.


"Jalan sudah begitu sepi,disekitar sini sering terjadi pembegalan"ucap Deon dengan meyakinkan membuat Gea menjadi sedikit takut.


begitu susah meyakinkan Gea membuat Deon menelfon ibunya untuk menyuruh Gea ikut dengan nya,setelah berbicara dengan Jihan Gea tak mempunyai alasan untuk menolak.


"bagaimana dengan sepedaku?", tanyanya.


Deon tertawa melihat ekspresi kebingungan Gea,"letakkan saja di sana tidak akan ada yang mengambil nya!", ucapnya lagi pula mobil itu tak mempunyai bagasi,ia keluar dan berpindah posisi menjadi menyetir sedangkan pria yang cukup tampan yang tadinya menyetir pindah duduk ke belakang.


Gea tidak memperhatikan lagi karena ia bisa merasakan aura pria itu sangat tidak biasa bahkan bulu kuduk nya langsung naik saat pria itu akan menatap nya,ia langsung mengalihkan pandangannya sebelum pria itu melihat nya dan duduk di samping Deon.


Deon tahu kalau Gea merasa merinding dan takut berada di dalam mobil itu."santai saja tidak ada yang akan memakan mu kok!"ucapnya membuat pria yang sedari tadi diam bak patung es itu tersindir namun sedikit pun eskpresi atau suaranya keluar.


"kenapa kau malam-malam keluar?", tanyanya untuk membuat Gea merasa nyaman.


"aku bekerja sampai pukul 10 malam"ucapnya membuat Deon terkejut.


"kenapa kau bekerja?", tanyanya.


"karna aku butuh uang"jawab Gea dengan polos dan seriusnya.

__ADS_1


"Gadis ini memang sangat menarik"gumam nya mencuri Padang pada Gea dan tersenyum tipis.


"lalu kenapa kau tadi tertawa sendiri di atas sepeda?",tanya nya lagi agar pembicaraan mereka tidak terputus.


Gea terkejut mendengar nya,"kau melihat nya?",tanyanya merasa sedikit malu sehingga membuat wajah nya merona.


Deon terkekeh melihat Gea yang malu,"tidak perlu malu justru kau terlihat sangat lucu tadi meski entah apa yang membuat mu tertawa!",ucapnya yang membuat justru Gea semakin malu.


"sebenarnya aku merasa kesepian tadi dan mencoba mengejar bulan yang terus bergerak di depan ku sekalian agar terasa cepat sampai ke rumah...jadi aku tertawa karna kebodohan ku itu!", Ucapnya menjelaskan agar ketiga orang di dalam mobil itu tidak menganggap nya gila.


ketiga pria itu di buat terkejut dengan ucapan Gea,ternyata ada orang yang ingin mengejar bulan,Deon langsung terkekeh saat mendengar ucapan Gea sedangkan pria yang tadinya menyetir sekuat tenaga menahan tawanya karna bosnya yang duduk disebelah nya begitu sensitif.


namun Bos nya itu sendiri terkejut mendengar ucapan Gea tapi tidak menunjukkan ekspresi apapun,ia hanya mengatakan stupid pada Gea dalam hati.


Gea mencuri pandang melihat pria yang sedari tadi diam dan tak bergerak melalui kaca spion tapi pria itu seakan begitu peka bahkan baru saja ia melihat spion pria itu sudah lebih dulu melihat nya melalui kaca spion dengan tajam.


Gea dengan cepat mengalihkan pandangannya karena ketakutan bahkan ia belum melihat jelas wajah pria itu tapi satu hal yang ia tahu Kalau pria itu sangat menyeramkan hanya dengan sekilas tatapan nya saja.


setelah sampai di depan rumah Gea segera turun tak lupa ia berterima kasih.


"Gerald bagaimana menurut mu gadis itu?",tanya Deon pada teman sekaligus bos nya itu.


"apanya yang bagaimana?"tanyanya balik dengan begitu dingin.


"Bukankah dia gadis yang sangat cantik dan menggemaskan?"ucap Deon sengaja.


"tapi aku tahu itu percuma saja karena kau mempunyai kelainan!hahaha!!!"tawa Deon yang mencoba membuat suasana lucu tapi justru semakin dingin dan mencengkam.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2