
ke esokan paginya Gea kembali ke rutinitas nya,ia pergi ke kampus jam 8 pagi karna ia sudah mengambil kelas pagi untuk semua mata kuliahnya agar ia bisa bekerja paruh waktu.
Jihan seperti biasa datang untuk membawanya ke kampus,ia melihat ke rumah Hani masih sama seperti semalam yang sangat sepi gerbang nya juga di kunci.
"semoga paman cepat sembuh, sangat sepi rasanya setiap hari aku tidak mempunyai teman berbicara bahkan Hani juga sudah jarang ke kampus"gumam nya.
Jihan menoleh ke arah Gea yang memang seperti biasa sangat pendiam dan wajah nya yang tanpa ekspresi sehingga sangat sulit baginya untuk mengetahui apakah Gea ada masalah atau tidak.
"Gea,apakah kau mempunyai masalah di tempat kerja mu?"tanyanya membuat Gea menoleh ke arahnya dengan menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"tidak ada semuanya berjalan lancar Tante"jawabnya membuat Jihan lega mendengar nya.
"apakah kau sering bertemu dengan Deon di sana?"
Gea menggelengkan kepalanya lagi,"tidak"jawabnya.
"Gea sayang kau tampak pucat sekali!"Jihan tertegun saat menyadari kalau wajah Gea tampak sangat pucat.
"tidak apa-apa Tante aku baik-baik saja"jawabnya cepat.
karena mereka sudah sampai di depan kampus,Jihan dengan cepat menahan tangan Gea yang akan keluar kemudian meletakkan telapak tangan nya di dahi Gea,ia sangat terkejut karna dahinya begitu panas.
"tidak!kau tidak baik-baik saja tubuh mu sangat panas!lebih baik kita ke rumah sakit"ucapnya panik.
"tidak bisa Tante,aku mempunyai kelas yang sangat padat hari ini!aku takut akan ketinggalan,Tante tidak perlu khawatir"ucapnya meyakinkan Jihan dengan tersenyum dan memperlihatkan dirinya baik-baik saja.
Jihan tak bisa menahannya ia menghela nafas panjang berharap Gea baik-baik saja.
tapi setelah Jihan meninggalkan kampus,mobil Bentley milik Jonathan datang memasuki kampus melewati Gea yang masih berjalan di gerbang besar itu.
Gea yang sudah mengenal mobil itu semakin mempercepat langkahnya,ia tidak ingin bertemu lagi dengan pria paruh baya itu.
Tapi bukan nya Jonathan yang turun dari mobil itu melainkan Tania istrinya,ia memperhatikan Gea yang berjalan dengan cepat,"aku yakin dia adalah putri papa dari wanita bernama Qanaya itu"gumam nya melepaskan kaca mata hitamnya menatap punggung Gea dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"ternyata istrinya"gumam Gea sedikit tenang tapi ia tetap berjalan cepat.
"berhenti!",ucap Tania menghalangi langkah Gea.
Tania memperhatikan Gea dari atas hingga bawah dan langsung tersenyum mengejek,"benar-benar tidak bisa di bandingkan dengan Syella"gumam nya melipat tangan di depan dada.
"nama kamu Gea kan?"
"benar,nama saya Gea"
"saya ingin berbicara dengan mu"
"tapi saya mempunyai kelas sebentar lagi"ucapnya yang memang benar adanya.
mendengar itu membuat Tania sedikit tidak senang,beraninya gadis berpakaian sederhana itu tidak menuruti kemauannya,tapi ia berusaha menahan kesabaran nya.
"hanya sebentar"
***
Gea duduk di depan Tania yang sekarang menatapnya dengan serius.
"saya akan langsung ke intinya"ucap Tania mengeluarkan sebuah cek.
Gea bingung memperhatikan kertas selembar kecil itu di letakkan di depannya,tentu saja ia tidak tahu apa itu dengan bingung ia mengambil nya dan membaca nya.
"didalam cek itu ada uang 3 miliar,dan itu akan menjadi milik mu dengan satu syarat"ucapnya membuat Gea terkejut dan langsung melihat ke arahnya.
"donor kan satu ginjal mu untuk putri saya"ucapnya dengan berbicara tenang seolah itu adalah hal sepele.
"saya tidak mengerti apa maksud Tante"ucapnya begitu sulit menerima ucapan Tania.
"maksud saya,saya membeli satu ginjal kamu dan uang 3 miliar akan di berikan untuk kamu bersih"ulang Tania dengan jelas.
__ADS_1
Gea tak mampu berkata-kata,ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa kecil berfikir bahwa itu hanya candaan.
"oh jika itu masih kurang saya bisa menambah kan nominal nya,atau kau ingin uang cash?"tanya Tania lagi dengan begitu tenang dan tersenyum meyakinkan.
"apa tante ini sedang bercanda?"tanyanya dengan tak percaya.
"saya bukan orang miskin yang suka bercanda!uang segitu bukan apa-apa untuk saya bahkan jika kau ingin lebih akan saya berikan"ucap Tania berfikir kalau maksud Gea memberikan uang 3 miliar sangat banyak hanya untuk satu ginjal nya.
"kalau begitu saya tidak bisa,saya tidak menjual organ tubuh saya mungkin yang Tante bisa mencari pendonor lain!"ucap Gea dengan cepat berdiri hendak pergi,wanita itu terlalu menakutkan untuk nya.
"tidak!!dia harus mendonorkan ginjalnya Syella satu-satunya putri ku aku tidak ingin kehilangan nya! bagaimana pun caranya"Tania mulai merasa panik.
dengan sigap ia menahan tangan Gea yang akan pergi,"bagaimana pun kau harus setuju!!jika tidak aku bisa mencabut beasiswa mu"ucapnya dengan tatapan kejam namun begitu merah karna Sangat takut jika sampai putrinya tidak mendapatkan pendonor ginjal yang hanya mempunyai tiga hari lagi.
Gea sangat terkejut mendengar nya, apakah bisa beasiswa nya di cabut oleh wanita itu tentu saja itu bukan hal yang di inginkan nya.
"kau bisa tidak mau!tapi aku akan mencabut beasiswa mu dan mengeluarkan mu dari kampus ini dan kau akan di blacklist dari semua kampus di negara ini sehingga kau tidak akan bisa masuk kampus apapun selamanya!!!"ucap Tania menekan Ucapannya dan sangat bersungguh-sungguh.
melihat Gea yang begitu syok dan hanya diam Tania melepas kan tangan nya,"aku akan memberimu waktu dua hari untuk mempertimbangkan nya lagi dan ingat jangan mencoba kabur jika tidak aku bisa mencari keluarga mu dan menghancurkan mereka semua!!saya adalah Tania Wilson saya mempunyai kekuasaan di negeri ini dan saya tidak main-main dengan ucapan saya kamu mengerti!!"ucapnya dengan menekan Gea hingga tak memberikan nya pilihan lain.
setelah mengatakan itu ia langsung pergi meninggalkan Gea yang masih bengong karena begitu syok.
"apa ini?apa lagi yang akan kau berikan untuk ku hadapi tuhan?"gumam nya menangis dalam hati.
***
Setelah menyelesaikan seluruh mata kuliah nya hari ini Gea tak langsung keluar dari kelas,ia duduk sebentar memikirkan ucapan wanita yang berbicara padanya tadi pagi sepanjang mata kuliah nya hari ini ia sangat terganggu dan takut dengan ucapan wanita itu.
"apakah ada mahasiswa yang berencana untuk bermalam di sini?!"tanya seorang pria dari arah pintu membuat Gea yang melamun terkejut dan langsung memasukkan buku-buku nya kedalam tas.
"maaf pak!"ucapnya tanp basa-basi pergi melewati pria tampan berkacamata itu.
"gadis ini tampak mempunyai banyak pikiran!"gumam nya memperhatikan langkah Gea yang berjalan cepat,sebenarnya ia sudah berdiri cukup lama di depan pintu namun Gea tak menyadari nya dan hanya termenung di sana sehingga ia menegurnya.
__ADS_1
bersambung.....