
"terimakasih banyak pak sudah mengantar saya pulang"ucap Gea setelah ia sampai di depan rumahnya.
Robert mengangguk,"maaf dengan ucapan saya tadi,saya benar-benar tidak bermaksud untuk mengatakan itu"ucap Robert lagi-lagi minta maaf.
"akh benar tidak apa-apa pak", ucapnya lagi tersenyum,kemudian turun dari dalam mobil membawa renteng makanan yang di berikan padanya untuk ibu dan adiknya.
Setelah Robert pergi Gea baru ia berbalik untuk masuk,ia mengetuk pintu dengan cepat pintu dibuka oleh Qanaya yang ternyata tertidur di sofa.
"Kenapa kau begitu lama?apa terjadi sesuatu?"tanya Qanaya setelah mereka masuk.
"tidak Bu,Aku lama karena nenek itu meminta ku untuk tinggal sebentar lagi,dia sangat kesepian di rumah besarnya oh iya dia juga memberiku makanan untuk ku bawa,apa ibu sudah makan?"tanyanya.
Awalnya Qanaya tidak ingin makan lagi,tapi setelah melihat dalam rantang Gea ia tertegun dan menjadi lapar.
"Aku tahu Ibu pasti lapar kan,aku akan memanaskan nya untuk Ibu"ucapnya kemudian langsung pergi ke dapur.
lima belas menit kemudian Makanan sudah terhidang Windi yang terbangun ikut bergabung bersama ibunya untuk makan.
Qanaya begitu menyukai makanan yang di bawa Gea,karena itu adalah makanan kesukaan nya dulu namun karna hidup di kampung dan keuangan yang tak mampu membeli makanan mahal akhirnya ia hanya memakan nya selama 1 kali setahun itupun rasanya tidak seperti buatan ibunya.
Namun saat sudah masuk ke dalam mulutnya,ia Terkejut dan langsung berhenti.
"Rasanya sangat enak kan Bu,Nenek itu sendiri yang memasakkan nya"ucap Gea melihat sang ibu yang terdiam.
Qanaya tersadar dan tersenyum mengangguk kemudian kembali melanjutkan makan, rasanya air matanya akan keluar karena masakan itu yang sama persis seperti masakan sang ibu."Mama"gumam nya dengan mata yang berair.
***
ke esokan harinya setelah selesai kampus,Gea langsung pulang dan seperti biasa dan berusaha menghindari taxi yang terus mengintainya sejak tadi pagi bahkan sekarang untung saja ada taxi lain sehingga ia bisa kabur dari pandangan pemilik taxi mewah itu.
Begitu leganya ia bisa menghindari pemilik taxi aneh itu, dan bisa kembali ke rumah.
__ADS_1
tapi saat ia kembali ke rumah betapa terkejut ia saat mendengar dari Windi kalau ibunya tiba-tiba menghilang.
"Kak Gea!!Ibu pergi!"Ucap Windi dengan panik dan tampak menangis.
seketika hati Gea terasa runtuh,ia langsung takut terjadi apa-apa pada sang ibu,"bagaimana ibu bisa hilang?"tanyanya dengan mata yang merah.
Windi terisak,"beberapa jam yang lalu aku menyuci pakaian di belakang dan saat selesai aku tidak melihat ibu di rumah dan aku sudah mencari ibu disekitar sini tapi aku tidak menemukan nya"
"Aku sudah menelfon ibu bekali-kali tapi tidak di angkat dan saat ku cek di kamar ternyata ponsel ibu tidak di bawa"
Gea langsung terduduk,dadanya naik turun begitu takut terjadi apa-apa pada ibunya terlebih ia tidak tahu harus mencari kemana.
Gea tak bisa berfikir dengan baik,ia langsung berlari ke depan untuk mendapatkan taxi,Windi juga langsung mengejar nya namun ia tak lupa mengunci pintu.
Karna tak mendapat kan taxi Gea berlari di pinggir jalan, sungguh ia tak bisa memikirkan apapun lagi ia hanya berfikir untuk menemukan sang ibu.
Windi terus berlari mengikuti nya karna ia juga begitu khawatir.
Ia menghampiri Gea yang berlari ke arahnya,namun Gea begitu saja melewati nya hingga ia mengejar nya dan menangkap tangan nya, barulah Gea sadar kalau itu adalah supir taxi aneh.
"apa yang terjadi?"tanya Gerald yang seketika khawatir melihat Gea menangis terlebih berlarian di pinggir jalan.
"Aku mencari ibu ku!dia hilang"Ucap Gea begitu panik dan ketakutan hingga ia tiba-tiba memeluk pria bermasker itu.
deg...
jantung pria yang tak lain adalah Gerald itu langsung berdegup begitu kencang,darah nya seperti mengalir dengan cepat dan hatinya menghangat dan memberi getaran yang aneh dan perasaan yang tak bisa di jelaskan hanya dengan beberapa kata.
Windi yang melihat itu mengira kalau pria itu adalah kekasih Gea,ia berdiri di belakang mereka.
"Kita akan mencari ibumu"ucapnya kemudian menarik tangan Gea masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Karna tidak tahu Windi mengikuti nya ditambah pikiran nya yang kacau,ia langsung masuk dan pergi begitu saja bersama Gerald.
Windi berdiri dengan lemas karna begitu lelah mengikuti Gea dan pada akhirnya ia di tinggalkan,ia memilih untuk kembali.
***
di sisi lain
Qanaya berdiri tidak jauh dari mansion keluarga Zenith yang Begitu besar dan megah tempat dimana dulu ia tinggal bersama kedua orang tuanya dan kedua saudaranya.
Tiba-tiba ia melihat dirinya yang di keluarkan dari rumah di paksa ibunya untuk keluar dari gerbang dan begitu saja gerbang di tutup.
rasa sakit hatinya pada saat itu kembali terasa lagi,itu adalah hal yang paling menyakitkan di saat ia sedang begitu kacau dan butuh tempat berlindung dan berbicara ia malah di usir tanpa di beri kesempatan untuk menjelaskan.
"aku merindukan kalian Bu,Aku merindukan kalian semu tapi aku juga membenci mu!"Ucapnya menghapus air matanya
"Bu,sudah sejam lebih kita disini,apa ibu tidak mau turun atau kalau tidak saya turun kan ibu di sini saja"Ucap supir taxi itu yang sudah mulai tidak sabar karna sedari tadi wanita paruh baya itu hanya diam di samping taxi nya tanpa membiarkan nya pergi dengan terus Melihat ke mansion besar dan mewah.
Qanaya tak menjawab, padahal sejak tadi ia di sana tak ada siapapun yang keluar atau masuk sehingga ia bisa melihat mereka meskipun sebentar.
Hingga tak lama kemudian sebuah mobil keluar dari balik gerbang besar dan mewah itu,ia menantikan siapa yang keluar hingga ia tak bisa menahan tangisnya saat melihat Robert adiknya yang sudah 23 tahun tidak di lihat nya karna dulu saat ia masih berada di rumah itu Robert pergi menyelesaikan pendidikan nya di luar negeri selama 5 tahun.
meskipun Robert kini sudah bertumbuh menjadi pria dewasa dan berusia hampir tiga puluh tahun ia masih bisa mengenalinya.
Ia menutup mulut nya sembari menangis melihat Robert yang duduk di dalam mobil dengan kaca terbuka,air matanya tak bisa di kontrol nya adik yang dulu ia lindungi dari perundungan dan pembulian kini tumbuh menjadi pria tampan.
karna jarak Qanaya yang memang tak jauh sehingga Robert yang begitu peka terhadap sekitar merasa di perhatikan seseorang sehingga ia menoleh ke sekitarnya hingga matanya berhenti pada Qanaya yang juga tersadar dan langsung masuk ke dalam taxi dan segera menyuruh taxi itu pergi.
Robert begitu tertegun karna ia seperti melihat sosok yang sangat ia kenal tapi ia tidak begitu yakin, namun ia langsung menghentikan mobilnya.
bersambung...
__ADS_1