
Syella tidak bisa fokus mendengar kan dosen yang mengajar karna ia selalu kepikiran dengan masalah keluarga nya saat ini yang membuatnya begitu syok dan tidak bisa menerima atas kedua orang tuanya yang berpisah.
sebenarnya ingin sekali rasanya ia mengatakan keburukan Ibu Gea di depan orang-orang tadi agar ia bisa sedikit Tenang dan lega.
Namun ia harus menahan nya karna Ayahnya dan keluarga besar Wilson lainnya sudah memperingatkan nya untuk tidak melakukan nya lagi,karna masalah di toko beberapa hari yang lalu membuat saham perusahaan keluarga nya tiba-tiba anjlok dan citra keluarga Wilson hampir saja hancur,untung saja Ayahnya dengan cepat mengurus semua nya dan menghapus semua video-video yang tersebar dimana ia membuat keributan di toko itu melabrak wanita yang merusak keharmonisan keluarga nya.
Ia di peringatkan untuk tidak pernah melakukan nya lagi.
Syella mengepal tangannya,ia begitu marah pada ayahnya yang berselingkuh dan menceraikan ibunya, sehingga ia jadi begitu benci Gea yang merupakan Putri Qanaya yang ia tahu selingkuhan Ayah nya.
"aku tidak akan melepaskan kalian berdua yang menyebabkan keluarga ku hancur"gumam nya.
***
Di belahan dunia lain seorang pria dengan wajah tampan dan tubuh sempurna duduk di kursi kebesaran nya tersenyum tipis melihat ponselnya.
"Sebenarnya apa kelebihan gadis ini,kenapa aku bisa menyentuhnya nya tanpa memberikan alergi"ucapnya masih tersenyum melihat foto seorang gadis dengan wajah cantiknya tertidur pulas.
"mungkin karna dia adalah jodoh mu",tiba-tiba seorang pria dengan tubuh tinggi dan tegap juga tampan dan terlihat begitu maskulin dengan wajah yang hampir dipenuhi rambut-rambut kecil yang tampak Belum lama di cukur.
pria itu bahkan terlihat seksi dengan tubuh besarnya yang berotot ditutupi dengan setelan jas rapinya,jelas pria itu begitu suka olahraga sehingga mempunyai tubuh yang akan mengguncang setiap wanita yang melihat nya yang tampan dengan tubuh sempurna.
"kenapa kau bisa berada di sini?siapa yang mengijinkan mu masuk?"tanya Pria yang tak lain adalah Gerald,ia mematikan ponselnya dan meletakkan di depannya kemudian mengangkat kakinya menumpukkan dengan kaki sebelah sehingga ia terlihat begitu berkuasa.
"kurang ajar semakin hari kau sama sekali tidak tahu sopan pada orang tua"ucap pria itu tidak senang.
"biarkan aku melihat foto gadis itu"ucapnya ingin mengambil ponsel Gerald tapi Gerald dengan cekatan menyimpan ponselnya.
"aku tidak mengijinkan mu Melihatnya ataupun mencari tahu tentang nya!jika tidak jangan harap aku menganggap mu seorang ayah lagi"ucap Gerald dengan begitu tak berperasaan.
__ADS_1
"Anak sialan!! lagipula aku tidak ada niat mencari tahu tentang nya"ucap pria yang tak lain ternyata Ayah kandung Gerald.
Sama sekali tidak terlihat seperti ayah dan anak,keduanya terlihat seperti saudara.
"berapa usianya?"
"18 tahun"
"mm begitu muda itu sangat bagus"
"apanya yang bagus?"
"gadis yang jauh lebih muda sangat menarik untuk dijadikan istri, terlebih usianya akan jauh lebih lama sehingga tidak akan membuat mu patah hati"
Gerald tertawa sinis mendengar ucapan Ayah nya itu.
"ngomong-ngomong kapan kau akan kembali?"tanya sang ayah bertanya seperti seorang teman.
di sisi lain Gea yang sedang belajar di kantin tiba-tiba di datangi oleh Alden dengan membawa buku-buku nya juga.
mereka memang sudah cukup dekat karna selalu pulang bersama saat malam hari.
"kenapa kau belajar di sini?"tanya Gea terkejut.
"aku melihat mu belajar di sini,jadi...ku pikir belajar di sini cukup menyenangkan"jawab Alden tersenyum Canggung karna Gea yang menatapnya dengan begitu serius.
Gea tersenyum kecil kemudian kembali melanjutkan bacaannya.
Alden juga mulai membuka laptopnya dan belajar begitu serius, sesekali keduanya berbicara mengenai sesuatu yang tidak di mengerti.
__ADS_1
Alden mengangkat pandangan nya diam-diam melihat Gea yang begitu serius membuat nya tersenyum tipis.
hingga kelas berakhir membuat Gea bergegas memasukkan semua buku-buku nya,"aku akan masuk kelas aku pergi dulu"ucapnya setelah selesai memasukkan semuanya ke dalam tas.
"akh... begitu ya kalau begitu pergilah aku juga akan masuk kelas selanjutnya"ucap Alden menatap Gea dengan tersenyum.
Gea kemudian bergegas pergi dengan terburu-buru.
Alden memperhatikan nya dan tersenyum lagi,ia kemudian langsung bergegas juga untuk segera masuk kelas.
***
di perusahaan Wilson Jonathan sedang berhadapan dengan kedua orang tuanya dengan ekspresi yang terlihat resah,marah dan khawatir dengan kondisi keluarga mereka saat ini.
"Kenapa kau tidak pernah kembali lagi ke rumah seminggu ini?"tanya Teresa sang mama yang sekarang duduk bersampingan dengan suaminya.
"aku banyak pekerjaan di kantor tidak sempat pulang ke rumah"jawab Jonathan dengan santainya.
"Jonathan Mama dengan papa sudah memutuskan kalau kau akan menikah lagi untuk menghindari rumor-rumor yang tidak jelas di luar sana"ucap Teresa lagi membuat Jonathan terkejut dan langsung menatap kedua orang tuanya itu dengan tatapan tak percaya.
"aku belum mempunyai niat untuk menikah lagi"ucapnya langsung saat kedua orang tuanya itu berekspresi biasa saja dengan tatapan keterkejutan nya.
"kau tidak bisa menolak,karna nama keluarga Wilson sekarang banyak di perbincangkan di luar sana karna video yang beredar itu!papa tidak mau tahu pokoknya kau harus menikah untuk memperbaiki nama baik keluarga Wilson itu juga akan membantah rumor itu hingga orang-orang tidak akan percaya kalau kau mempunyai simpnan"ucap tuan besar Wilson berusaha memberi pengertian pada Jonathan namun juga sebenarnya memaksa.
Wilson terdiam mendengar ucapan sang papa meskipun sebenarnya ia begitu marah karna kedua orang tuanya itu yang begitu menjaga nama baik keluarga sehingga,selalu memaksa nya menuruti semua keinginan mereka tanpa memikirkan kebahagiaan dan keinginan nya sejak kecil.
Teresa yang melihat putranya itu diam mendekati nya dan duduk di sebelah nya,"Jonathan sebenarnya mama sudah pernah bertemu dengan wanita simpanan mu itu, kepribadian nya sangat buruk sama sekali tidak tahu sopan santun, mama sama sekali tidak suka melihat nya!mulutnya begitu lancang sama sekali tidak ada keeleganan dalam dirinya tidak berkelas sama sekali bahkan dia terlihat tidak berpendidikan"Ucap Teresa mengusap punggung putranya itu lembut.
Jonathan mengepal tangan nya,ia sudah cukup Sabar selama ini yang selalu menuruti permintaan kedua orang tuanya dan selalu mendengar kan ucapan mereka sehingga ia lupa apa yang ia inginkan dalam hidup nya.
__ADS_1
bersambung...