GEA

GEA
Qanaya bekerja


__ADS_3

Ke esokan harinya Qanaya bersiap untuk pergi bekerja.


"Ibu kak Gea mungkin akan sedih jika ibu bekerja",ucap Windi.


"tidak apa-apa,lagipula Ibu harus bekerja untuk kebutuhan kita,dan sementara waktu jangan memberitahu Gea dulu"ucap Qanaya meyakinkan Windi.


saat keduanya berbicara sebuah mobil tiba-tiba datang dan dari dalam mobil itu turun seorang pria berpakaian rapi,"Selamat pagi nyonya,saya adalah supir taxi untuk Nyonya muda Gea apakah sekarang ia sudah masuk kampus?"tanya supir taxi itu dengan sopan.


"maaf sebelumnya,sebenarnya putri saya melakukan studi di kota lain selama sebulan ini"ucap Qanaya.


"akh baiklah terimakasih nyonya,saya pergi dulu"ucap pria itu kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.


sebenarnya pria itu bukanlah orang yang sama lagi,karna Gerald sedang pergi keluar negeri untuk melakukan beberapa pekerjaan yang harus ditangani nya sendiri.


Qanaya semakin dibuat curiga, bagaimana bisa ada supir taxi seperti seorang supir seorang CEO terlebih dengan mobil mewahnya,tapi ia mengesampingkan nya karna ia harus berangkat bekerja.


"sudahlah kalau begitu Ibu pergi dulu,jaga rumah baik-baik jangan pergi kemana-mana"


"haish... baiklah Bu hati-hati di jalan"ucap Windi tidak bisa menghalangi.


***


"kau datang begitu awal"ucap Anna si wanita tua pemiliknya toko kue.


"aku begitu bersemangat,jadi apa yang harus ku kerjakan?"tanya Qanaya dengan senyum yang menghiasi wajah nya.


"Baiklah karna itu keinginan mu,kau hanya perlu mengantar-ngantarkan kue ke meja-meja pelanggan"


"Baiklah,jadi jam berapa kita akan buka?",tanya Qanaya melihat sekitar yang masih sepi.


Anna melihat jam dinding,"sekarang"ucapnya kemudian membalikkan BUKA pada gantungan di pintu.


"Selamat bekerja"ucapnya berbalik melihat Qanaya.


"terimakasih nyonya Anna"

__ADS_1


orang-orang mulai berdatangan untuk sekedar membeli dan pergi atau duduk di sana untuk makan cake.


Qanaya melayani pelanggan dengan begitu baik sehingga membuat semua orang disana nyaman dan senang dengan pelayanan yang mereka dapat,dan itu membuat Anna senang dan memujinya.


hingga pagi berganti ke sore bahkan hampir larut malam,Qanaya akhirnya bisa berhenti bekerja karna toko itu sudah tutup dan tak ada lagi ada orang yang datang.


"Kau pasti sangat lelah"Anna datang dengan membawakan teh dan kue meletakkan di depan Qanaya.


"Terimakasih"ucap Qanya meminum teh itu.


"Aku rasa kau juga sangat lelah,kenapa kau masih bekerja kurasa dengan menambahkan beberapa pegawai lagi tidak akan rugi dan kau bisa beristirahat"


"aku memang mempunyai dua pekerja tapi beberapa waktu yang lalu juga di bantu oleh anak-anak ku tapi sekarang satu-persatu sudah mempunyai keluarga dan mulai sibuk dengan keluarga masing-masing, mereka meminta ku untuk menutup toko ini dan beristirahat di masa tua ku tapi rasanya aku Belum tega menutup nya"Ucap wanita tua itu mulai curhat.


"Aku tidak ingin mempunyai banyak pegawai karna alasan pribadi"tambah nya lagi.


"ohh begitu"ucap Qanaya mengangguk paham, memang sangat sulit apalagi toko kue itu sudah menjadi bisnis wanita tua di depannya itu sejak muda dulu.


"Ibu juga pasti kesepian Qaren pasti sudah mempunyai keluarga dan jauh pergi sedangkan Robert aku yakin dia pasti sangat Jarang dirumah"gumam nya jadi kepikiran sang ibu.


"Akh aku harus pergi sekarang,putri ku sendiri dirumah aku harus pergi nyonya Anna"ucap Qanaya teringat Windi hanya sendirian dirumah.


"ada apa nyonya Anna?"


wanita tua itu memberikan amplop berisi uang kepada Qanaya,"ambillah"


"tapi aku baru sehari bekerja disini dan kurasa aku tidak boleh menerima ini"ucap Qanaya.


"kumohon jangan tolak aku hanya ingin memberikan nya padamu"ucap Anna memohon.


"aish baiklah kalau begitu terimakasih banyak"ucap Qanaya kemudian memeluk Anna.


***


sedangkan di restoran Bintang lima,Meja bulat dengan di penuh hidangan mewah dikelilingi oleh lima orang dengan suasana yang tidak baik karna Jonathan yang belum datang juga ditambah permasalahan mereka saat ini.

__ADS_1


"jadi nyonya tuan besar Wilson dan Nyonya besar Wilson,bagaimana menurut kalian dengan tindakan putra kalian yang secara tiba-tiba ingin menceraikan putriku dengan alasan yang tidak jelas?!"ucap wanita yang terlihat cukup tua namun masih begitu cantik dan elegan.


Ya dia adalah Yasmine Peruz istri dari Jackson Peruz pemilik perusahaan otomotif salah satu perusahaan terbaik di negara itu, mereka adalah kedua orang tua Tania.


Kedua orang tua Jonathan begitu tak percaya melihat surat cerai yang sudah di tandatangani oleh putra mereka,"bagaimana mungkin kami tidak tau apa-apa mengenai ini"ucap Marie ibu Jonathan menutup mulut tak percaya melihat surat cerai itu.


"Putri saya sudah mengabdi pada keluarga Wilson selama 18 tahun dan tiba-tiba diceraikan tanpa ada alasan yang jelas"ucap Yasmine lagi.


"Bagaimana mungkin Jonathan ingin menceraikan Tania tanpa sepengetahuan kita pa?"tanya Marie pada suaminya dengan ekspresi yang masih tak percaya.


"mungkin saja ada masalah yang begitu serius di antara kalian sehingga Jonathan memutuskan untuk bercerai,jika tidak Jonathan juga tidak mungkin sebodoh itu tiba-tiba ingin bercerai dan lagipula pengadilan tidak akan setuju jika alasan perceraian tidak jelas"ucap pria tua Ayah dari Jonathan.


seketika Tania bungkam begitu pun dengan kedua orang tuanya.


"Pria tua ini,kenapa berfikir begitu realistis sekali"gumam Tania tidak senang dan sedikit gugup.


"tunggu sampai Jonathan datang,aku akan bertanya padanya jika memang alasannya masuk akal aku akan setuju dengan keputusan nya tapi jika alasannya tidak masuk akal dia tidak boleh menceraikan mu"tambah pria tua itu lagi.


"maaf sedikit terlambat"ucap Jonathan baru saja tiba dan duduk di samping Tania.


"Jonathan jelaskan pada papa"pria tua itu memberikan surat cerai yang sudah ditandangani oleh Jonathan.


Jonathan menerima surat cerai itu,"...benar aku memang sudah menggugat cerai Tania tapi aku mempunyai alasan yang kuat"ucap Jonathan berbicara dengan tenang.


"Benarkah?coba katakan apa alasan kau menceraikan putri kami?!"tanya Yasmine dengan suara yang dalam.


"Kalian yakin tidak akan malu mendengar nya?!"tanya Jonathan dengan tersenyum sinis.


"Tuan Jackson apakah anda tidak malu mempunyai seorang putri yang haus akan pria?bahkan satu pria tidak cukup untuk nya sehingga mencari pria liar di luar sana memberikan mereka fasilitas"


"Jangan asal bicara Jonathan!apa kau tidak tahu cara bicara dengan baik dan benar!kau harus memberikan bukti jangan memberikan omong kosong!"ucap Jackson dengan tak senang mendengar ucapan Jonathan.


"untung saja aku sudah membersihkan semuanya tanpa ada sedikit pun bukti,dengan ini Jonathan tidak akan


dengan mudah menceraikan ku karna tidak ada alasan yang tepat dan kedua orang tua ini pasti akan menolaknya dengan tegas dengan alasan nama baik keluarga"*Gumam Tania dengan senyum licik.

__ADS_1


"hanya aku yang boleh menjadi menantu keluarga Wilson!hanya aku yang berhak atas semua harta keluarga Wilson"ucap nya lagi dengan begitu tenang tidak takut dengan Jonathan yang tampak mencari-cari sesuatu di dalam laptop nya.


bersambung.......


__ADS_2