GEA

GEA
pindah


__ADS_3

saat Gea akan masuk sebuah mobil tiba-tiba datang membuat nya berhenti Melihat siapa yang datang.


"Kak Deon"ucapnya setelah melihat Yang Keluar dari mobil adalah Deon.


Deon berhenti sejenak melihat Gea, kemudian berlari ke arah nya dan langsung memeluk nya begitu saja.


Gea terkejut dan hanya bengong tanpa membalas pelukan Deon yang tiba-tiba.


Deon sendiri sebenarnya bingung kenapa ia tiba-tiba ingin memeluk Gea,mungkin ia begitu mengkhawatirkan Gea yang tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa ada kabar sama sekali.


cukup lama Deon memeluk nya hingga membuat Gea menjadi salah tingkah dan langsung berdehem,"ekhem maaf kak Deon"ucapnya.


"maaf,aku begitu senang melihat mu"ucapnya dengan begitu berterus terang membuat Gea sedikit membelalakkan mata bulat nya yang indah.


Deon begitu gemas melihat ekspresi Gea yang terlihat seperti boneka menggemaskan,"Kemana saja kau Selama ini?apakah kau tahu aku mencari mu kemana-mana?"


Gea menjadi gelagapan menjawabnya dan sedikit khawatir karna ia ingat sebelum ia memutuskan untuk mendonorkan Ginjalnya Ia sempat mengirim pesan Pada Deon untuk meminjam uang padanya,"Aku...aku hanya pergi ke tempat ibu ku di desa karna dia sakit keras dan...dan aku baru bisa pulang karena ibu ku di rujuk ke rumah sakit di kota ini"ucapnya dengan meyakinkan.


"Akh benarkah,jadi karena itu kau pergi mendadak sampai lupa mengabari ku"


Gea langsung mengangguk,"benar"ucapnya.


"Jadi...karna itu juga kau mengirim pesan padaku untuk meminjam uang pada saat hari itu?"tanya Deon lagi membuat Gea mengangguk lagi.


"benar"ucapnya.


"maafkan aku,aku tidak cepat membaca pesan mu,lalu apakah kau sekarang masih membutuhkan nya?"tanya Deon dengan rasa bersalah yang tergambar di wajah nya.


Gea menggelengkan kepala nya dengan tersenyum tipis,kemudian berjalan masuk tapi tangan nya langsung di tahan Deon.


"Gea apa kau marah padaku?"tanyanya khawatir.


"akh tidak aku hanya ingin segera masuk saja karna ingin membereskan barang-barang ku"jawabnya cepat dengan menarik tangan nya pelan.


"kau mau pindah?"tanya nya.


"Benar"jawab Gea langsung kemudian dengan cepat masuk.


"akh kalau begitu aku akan membantu mu"Deon ikut masuk mengikuti Gea yang begitu cepat berjalan.


"tidak perlu kak,aku bisa sendiri"ucapnya tapi Deon bukan lah orang yang mudah di hentikan dengan mudah.

__ADS_1


"Barang-barang mu pasti sangat banyak kau akan kelelahan jadi biarkan aku membantu mu"ucapnya dengan tersenyum lebar kemudian langsung masuk mendahului Gea, membuat Gea tak bisa menghentikan nya lagi.


''padahal barang-barang ku hanya sedikit"gumam Gea berbicara kecil sembari ikut masuk.


pada akhirnya Deon membantu Membereskan buku-buku dan peralatan kampus Gea,sedang kan Gea membereskan pakaian-pakaian nya.


karna barang-barang Gea yang memang tidak banyak,sehingga tidak sampai setengah jam semuanya sudah dikemas rapi dan semuanya sudah ada di dalam mobil Deon.


Gea tak percaya akan selesai secepat itu ia sangat berterima kasih banyak pada Deon, mungkin jika ia mengerjakan nya sendiri mungkin akan sampai sore hari Belum selesai belum lagi jahitan Perut nya pasti akan bermasalah.


"kemana kau akan pindah?"tanya Deon sembari duduk di sofa meminum air putih yang di berikan Gea.


"Ibu ku sudah pindah ke kota ini,jadi aku akan tinggal bersama nya dan juga adik ku"jawab Gea kemudian meneguk air putih dan duduk bersebrangan dengan Deon.


Deon tersenyum memperhatikan Gea yang begitu cantik dan manis meskipun tampak lelah dan berkeringatan,"Ada apa dengan ku"gumam nya setelah Sadar dengan pikiran nya.


****


"Kak Gea udah pulang bu"ucap Windi saat melihat Gea yang turun dari mobil yang berhenti di depan rumah mereka.


"ayo bantu dia membawa barang-barang nya masuk"ucap Qanaya berjalan keluar.


"Kak Gea biarkan aku bantu membawanya ke dalam"ucap Windi mengangkat salah satu box yang terlihat berisi buku-buku.


"Terimakasih"ucap Gea dengan tersenyum cerah dengan membawa beberapa juga.


tapi Windi berhenti saat melihat Deon yang turun terlihat dari belakang dengan mengangkat box yang cukup besar.


"Dimana aku akan meletakkan nya?"tanya Deon pada Gea.


"Di sini saja aku akan memasukkan nya nanti"ucap Gea mengarah kan teras rumah.


Deon kemudian mengeluarkan beberapa box lagi dari dalam bagasi nya.


Windi begitu terpana saat pertama kali melihat Deon,"tampan sekali, seperti aktor-aktor yang selama ini ku lihat di televisi tubuh nya tinggi, atletis,wajah rupawan dan setelan jas rapi benar-benar seperti aktor idola ku",gumam nya tak bisa mengalihkan pandangannya dari Deon.


sedangkan Qanaya tampak tidak senang melihat Deon karna cara nya melihat Gea.


"Terimakasih banyak kak Deon"Gea berterima kasih dengan membungkuk berterima kasih dengan ikhlas.


"Sama-sama"jawab Deon Dengan tersenyum tipis.

__ADS_1


"oh iya perkenalkan Dia adalah adik ku dan Ini adalah ibu ku,dan Bu ini adalah kak Deon anak Tante Jihan"Ucap Gea saling memperkenalkan mereka.


"halo Tante saya Deon"ucap Deon menjabat tangan Qanaya dengan sopan.


Qanaya mengangguk dengan tersenyum,"putra Jihan?"gumam nya memperhatikan Deon yang sama sekali tidak mirip dengan Jihan sehingga ia ingat kalau dulu ia menjodohkan Jihan dengan seorang pria dengan pria duda kaya sesuai keinginannya.


"Mari masuk untuk minum"ajak nya.


"tidak usah tante lain kali saja"ucapnya memperhatikan sekilas wajah Qanaya tapi langsung mengalihkan pandangannya.


"kalau begitu saya permisi dulu Tante,Gea"ucap Deon menundukkan kepala sembari tersenyum pada Gea,kemudian tersenyum lebar pada Windi yang ia yakin adalah adik Gea.


Windi membalas dengan membungkuk.


"iya sekali lagi terimakasih kak Deon"ucap Gea pada Deon yang sudah masuk ke dalam mobil nya kemudian di balas dengan klakson mobil sembari melaju pergi.


setelah itu Gea dan Windi memasuki barang-barang Gea yang cukup banyak dengan Qanaya yang duduk di teras rumah karna kedua nya tak membiarkan sang ibu lelah.


"kak Gea apakah pria tadi adalah aktor film?"tanya Windi sembari mengangkat box-box itu.


"hahaha bukan"jawab Gea mendengar Windi yang begitu bersemangat.


"lalu,apakah dia seorang idol?"tanya Windi lagi begitu bersemangat.


"bukan,dia bekerja di perusahaan"ucap Gea.


"wah keren sekali,dia sangat tampan dan rapi apakah orang-orang di kota memang tampan-tampan?"


Gea tampak berfikir kemudian menggelengkan kepalanya,"aku tidak tahu tapi mungkin iya"ucapnya karna ia memang tidak begitu memperhatikan orang-orang apalagi pria.


setelah semuanya di masukkan dan di bereskan,Gea kemudian memberikan beberapa makanan ringan dan cakes yang sengaja ia bawa untuk Windi.


"Wah apakah ini semua untuk ku?!"tanya Windi dengan begitu antusias menerima paper bag besar.


"iya,bukan kah kau yang meminta nya"ucap Gea tertawa kecil melihat ekspresi Windi yang begitu berlebihan.


"terimakasih banyak kak Gea"ucap Windi memeluk Gea dengan erat begitu senang menerima nya dari Gea.


"sama-sama"Ucap Gea kemudian kedua nya duduk bersama sang Ibu yang sedari tadi memperhatikan mereka begitu senang melihat kedua nya seperti itu.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2