GEA

GEA
bekerja di perusahaan


__ADS_3

"jika ada orang yang masih cocok aku tidak ingin melakukan nya,aku akan mencari pendonor lain"


Tania tertawa sinis,"jadi kau masih akan menunda kesembuhan Syella putri kita?"tanyanya menahan amarah.


"benar!"jawabnya tegas.


"hah? tunggu sampai Syella mati kau baru akan menyes..."


"tutup mulut mu Tania!!kenapa kau tidak bisa bicara dengan baik?aku akan berusaha mencari pendonor yang tepat"geramnya dan langsung berlalu pergi dari sana.


"aku tidak mau tahu putri ku harus segera sembuh!!!! secepatnya!!!!"teriaknya dengan sangat keras membuat telinga Jonathan penuh dan langsung menutup pintu.


Ia menangis tersedu-sedu dan ambruk dengan tak berdaya,"bagaimana dengan nasib putriku!"isak nya sambil berteriak.


***


di kampus Gea sudah selesai dengan kelasnya,ia memang hanya mempunyai tiga kelas hari ini sampai jam satu siang.


Hani sudah pulang bersama Alden karna mereka langsung pergi ke rumah sakit, sedang kan Gea duduk di kursi depan gerbang kampus menunggu orang yang akan menjemput nya bekerja sesuai yang di katakan Jihan.


karna ragu akan ada yang menjemput nya ia menelfon Jihan untuk memastikan lagi.


baru saja ia akan menelfon,Jihan sudah lebih dulu mengirimkan nya pesan.#Gea,anak Tante yang akan menjemput mu kebetulan dia bekerja di tempat kau bekerja#


Baru saja ia selesai membacanya sebuah mobil berhenti di depannya,saat kaca nya di turunkan benar saja itu adalah Deon putra Jihan.


"hai gadis kecil masuklah aku menjemputmu untuk bekerja"ucapnya dengan mengedipkan mata.


Gea menghela nafas panjang sembari berdiri kemudian masuk kedalam mobil setelah membuka nya."terimakasih"ucapnya.


"tidak perlu berterimakasih aku menjemputmu untuk bekerja bukan untuk shopping"kekeh Deon membuat Gea tersenyum kaku pasalnya ia memang bukan gadis yang mudah tertawa.


"kau sudah siap?"tanyanya membuat Gea mengangguk.

__ADS_1


"Kenapa kau dan ibuku begitu dekat dia bahkan sangat menyayangi mu?"


"Mungkin karna ibu ku dan Tante Jihan bersahabat dulu"jawab nya.


"ooh begitu"Deon mengangguk kemudian memperhatikan wajah Gea dari spion gadis itu melihat ke luar,wajah cantik nya begitu menenangkan hati namun jika melihat matanya akan membuat hati Serasa beku karna tatapan nya yang begitu dingin namun juga sangat tajam.


"pikiran gadis kecil ini sangat sulit untuk di tebak,terlihat seperti gadis yang ramah dan ceria tapi sebenarnya bukan.dia adalah gadis dingin namun terkesan pendiam dan polos"gumam nya mendeskripsikan sosok Gea.


tak berapa lama mobil itu sampai di gedung perusahaan yang sangat tinggi dan besar,saat turun Gea begitu takjub dan sangat terpukau ini adalah pertama kalinya ia melihat gedung yang begitu tinggi dan besar selama ini ia hanya melihat gedung-gedung tinggi dari televisi rumah.


"Apakah aku akan bekerja di sini?"tanyanya pada Deon yang baru saja turun.


"benar,ayo aku memberitahu apa pekerjaan nya mu",ajaknya tersenyum khas dirinya.


Gea mengangguk dan mengikuti dari belakang,ia tak berhenti kagum saat melihat megahnya dalam perusahaan itu.


"ini adalah kantor cabang dari Perusahaan Luther,ada sekitar dua ribu karyawan di kantor cabang ini"


"jurusan mu IT bukan?"


"hari ini aku sendiri yang akan menginterview mu,untuk mengetahui kau Cocok bekerja di bidang apa"


"baik"jawab Gea hanya menurut saja mengikuti Deon ke ruang interview.


karyawan-karyawan di Perusahaan itu memperhatikan nya karna datang bersama kaki tangan CEO.


Gea tidak begitu memperdulikan tatapan mereka,ia hanya terus berjalan mengikuti Deon tanpa terganggu dengan pandangan orang-orang yang ia lewati.


***


"Halo siapa ini?!"


Runtuh, pertahanan Jihan runtuh saat mendengar suara itu ia menutup mulut nya dengan kuat agar suara tangis nya tak terdengar.

__ADS_1


hatinya bercampur aduk antara sesak sedih takut rasa bersalah semua menyatu membuat nya kesulitan berbicara.


"Jika tidak bicara aku akan menutup telfonnya"


setelah mengatakan itu seseorang di balik telfon itu langsung menutup panggil.


Jihan membuka tangannya dari mulutnya dan menangis sejadinya,ia tak bisa menahan nya lagi akhirnya setelah hampir 19 tahun ia kembali mendengar suara Sahabat nya.


ia benar-benar menangis sejadinya tubuhnya yang bersandar pada dinding merosot hingga duduk di lantai."Qanaya maafkan aku maafkan aku"isak nya.


sebenarnya ia tak sanggup berbicara pada Qanaya karna rasa bersalah yang menghantuinya selama ini,sejak kejadian itu dan menghilang nya Qanaya ia seperti orang Gila karna rasa bersalah bahkan ia sempat depresi sampai 2 tahun.


sampai sekarang ia tak bisa memaafkan dirinya sendiri,ia takut pada Qanaya apakah ia masih pantas di maafkan.


...


di perusahaan setelah 1 jam Gea keluar dari ruang interview,Deon ternyata begitu profesional dia begitu tegas dan serius jika berada di perusahaan sama sekali berbeda dengan biasanya yang bersifat genit dan suka bercanda.


Setelah menyeleksi Gea,Deon memutuskan untuk menempatkan Gea di bidang keamanan data perusahaan,namun ia menempatkan nya seperti mahasiswi magang hanya membantu-bantu saja di bidang itu.


Meskipun begitu Gea tidak masalah ia tahu kemampuan nya jadi ia tidak protes sama sekali,tapi ia akan memperdalam ilmu nya hingga ia bisa bekerja menjadi karyawan seperti biasa bukan hanya sekedar membantu-bantu saja.


"jangan berkecil hati,belajarlah lagi lagipula kau masih begitu muda apalagi baru masuk kuliah bukan?"ucap Deon untuk menyemangati Gea.


Gea tersenyum dan mengangguk.


"Kau bisa bekerja setelah kau selesai kampus,aku akan mengutus seseorang untuk mengantar jemput mu"ucapnya begitu terpesona dengan senyum Gea.


"terimakasih pak"ucap Gea membuat Deon terkejut.


"kenapa kau memanggilku pak?apa aku sudah setua itu?"tanyanya dengan memicingkan mata.


"tidak,bukankah jika di perusahaan sebaiknya memanggil pak agar lebih sopan dan formal pak"ucapnya dengan serius membuat Deon yang mendengar nya menghela nafas.

__ADS_1


"ya baiklah terserah mu saja,pergi lah bekerja sekarang"ucapnya kemudian menyuruh seorang karyawan mengantar kan Gea ke tempatnya bekerja di bidang keamanan data perusahaan.


bersambung...


__ADS_2