GEA

GEA
rumah sakit


__ADS_3

"maafkan saya nyonya,saya masih harus bekerja"ucapnya sopan membuat wanita paruh baya itu tersadar dan langsung melepaskan tangannya.


"maafkan saya menganggu waktu bekerja mu,tapi bolehkah saya meminta nomor telfon Kamu nak?kamu benar-benar mirip dengan putriku sehingga membuat ku merasakan kehadiran nya saat pertama kali melihat mu", ucapnya dengan wajah memohon.


Gea sedikit ragu tapi kemudian memberikan nomor telepon nya setelah itu ia langsung pergi untuk kembali bekerja.


wanita tua itu tak mengalihkan pandangannya dari Gea yang berjalan menjauh,ia teringat bagaimana putrinya yang berjalan pergi dengan menenteng koper dan tas nya tapi ia sama sekali tidak menahan kepergian nya.


seketika tubuhnya melemas dan langsung duduk di kursi nya menangis lagi,setiap saat setelah hari itu ia selalu berharap kalau putrinya kembali namun begitu cepat waktu sudah berjalan 18 tahun tapi putrinya tak pernah kembali lagi.


tak berapa lama seorang pria tampan memakai kacamata dengan setelan rapi masuk ke kafe itu dan menghampiri wanita tua itu.


"Mama"ucapnya terkejut melihat wanita tua itu menangis.


"Robert"wanita tua itu langsung memeluk putra bungsunya itu.


"mama kenapa?",tanyanya khawatir.


"Mama sangat merindukan Qanaya"ucapnya membuat pria tampan itu mendesah,satu bulan yang lalu sang mama sudah tidak pernah mengatakan hal itu lagi tapi kenapa sekarang tiba-tiba lagi.


"kita pulang sekarang ya ma"ucapnya membuat wanita tua itu mengangguk,ia kemudian membayar pesanan sang mama dan pergi dari sana.


Gea mengalihkan pandangannya ke meja wanita tua tadi tapi ia tidak melihat siapapun lagi di sana,"aku sangat ingin ibu juga merindukan ku,tapi itu mana mungkin"gumam nya tersenyum sedih.


"Gea kenapa kau diam saja?masih banyak pesanan yang masih kau antar cepat lah"ucap seorang pegawai itu membuat Gea tersadar dan langsung mengangguk.


"baiklah"ucapnya dengan cepat pergi mengantar kan pesanan.


...


"Robert kau tidak berhenti mencari kakak mu kan?"


Pria tampan itu diam,tiga tahun yang lalu ia sudah berhenti mencari keberadaan kakaknya karna setiap kali ia mendapat jejak kakaknya setiap kali pula jejak itu hilang dan tak membuahkan hasil hingga ia menyerah bukan karna ia tidak mencintai atau tidak menginginkan kakak nya lagi tapi ia sudah lelah selama 15 tahun mencari tak ada hasil pun bahkan orang-orang yang ia suruh dan membatu nya mencari keberadaan sang kakak mengatakan kalau kakak nya mungkin bunuh diri saat pergi dari rumah meskipun ia selalu menolak percaya tapi lama-kelamaan ia menjadi percaya dengan itu.


tapi ia tidak ingin mengatakan pada sang mama,karna ia khawatir kalau mama nya itu akan drop.

__ADS_1


"Ma bisakah kita berhenti mencari kakak? mungkin saja dia sudah tidak ada di dunia ini"ucapnya untuk kesekian kali.


wanita tua itu menangis dan menggelengkan kepalanya,"tidak Robert,mama yakin kalau Qanaya Putri ku masih hidup"ucapnya meyakinkan.


"tapi buktinya sekeras apapun aku mencari nya aku tidak pernah menemukan nya!!"ucapnya dengan suara yang mulai meninggi karna ia sudah lelah dengan keyakinan mama nya yang selalu seperti itu.


"apakah dulu saat mengusir kakak mama pernah memikirkan hal ini!!?"ucapnya mulai tidak sabar dan langsung berjalan keluar dari rumah itu.


dulu selama 5 tahun kepergian kakaknya ia pindah dari kediaman besar Zenith,karna ia sangat marah dan membenci kedua orang tuanya saat mengetahui kakaknya di usir dari rumah saat itu ia sedang melakukan studi nya di luar negeri.


sedangkan wanita yang tua itu berjalan masuk ke kamarnya dan duduk di atas kasur nya mengambil foto wanita yang sangat cantik anggun dengan tersenyum manis ia memeluk foto itu dan menangis menyesali semuanya,memang benar yang di katakan putranya dulu ia tidak memikirkan hal ini


"aku benar-benar mama yang bodoh,di saat itu Putri ku pasti sedang hancur seharusnya aku berada di sisinya saat-saat ia sedang down dengan kondisi seperti itu tapi aku malah ikut mengusirnya"ucapnya semakin menangis saat memikirkan apa yang di katakan Putranya jika putrinya itu sudah tak lagi ada di dunia yang sama dengan mereka membuat nya semakin menangis.


"saat itu usia mu masih 20 tahun dan sekarang usia mama sudah 59 tahun seharusnya usia mu sekarang sudah 38 tahun kan"ucapnya kini menyentuh wajah foto wanita cantik itu dengan air mata yang terus menetes.


"mama yakin kalau kau masih hidup tapi Jika memang kau tidak ada lagi di dunia ini mama ingin segera pergi dan menemui mu"ucapnya tak berhenti menangis.


***


sesampainya di rumah ia Segera masuk kedalam baru saja ia akan mengunci gerbang tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata itu panggilan dari Hani ia langsung mengangkat nya.


"halo Ge,aku sekarang ada di rumah sakit kamu boleh datang gak?"


"kamu sakit?"tanya Gea cukup terkejut.


"akh tidak bukan aku tapi ayah ku,kakak ku akan ke rumah sakit sebentar lagi dan ia harus membawa selimut dan beberapa kebutuhan bunda selama beberapa hari di rumah sakit dan aku yakin dia kesusahan karna membawa motor"terdengar suara Hani yang parau.


"baiklah baiklah"jawabnya cepat kemudian memutuskan telfon dan masuk ke rumah nya kemudian mengganti pakaian nya.


setelah selesai ia keluar dan mengunci gerbang rumah nya,dan berlari ke rumah Hani yang tepat di samping rumahnya,karna gebang nya yang tidak terkunci ia langsung masuk.


di saat bersamaan Alden keluar dan tertegun melihat Gea sudah ada di depan rumahnya"Mm...Hani pasti meminta mu untuk membantu ku membawakan barang-barang ini ke rumah sakit?",tanya nya sedikit canggung.


"benar,katanya om sakit dan kau mungkin kesusahan membawa barang jadi meminta tolong pada ku"jawabnya.

__ADS_1


"terimakasih"ucapnya kemudian menutup pintunya dan mendorong motor keluar gerbang setelah itu membawa keluar barang-barang yang ia akan bawa juga di bantu oleh Gea kemudian ia mengunci gerbang,setelah itu ia memberikan helm pada Gea.


Gea menerima nya dan langsung memakainya,tapi ia tidak tahu mengunci helm besar itu membuat Alden yang melihat nya tertawa dan membantu nya.


"terimakasih"ucapnya kemudian naik ke motor besar merek Ferrari itu sedikit merasa kesulitan.


***


"bunda"


"Alden,Gea kau ikut kemari?",tanya bunda Hani,Gea mengangguk dengan tersenyum meletakkan beberapa barang ia mengikuti Alden.


"terimakasih"ucap wanita itu tampak matanya sangat merah begitu pun dengan mata Hani.


"Bunda aku akan keluar bersama Gea sebentar"ucap Hani pamit pada bundanya, setelah mendapat ijin dari sang bunda ia keluar bersama Gea.


mereka duduk di kursi didepan ruang rawat itu,Hani menceritakan penyakit Ayah nya sambil menangis membuat Gea tidak tega dan memeluk Hani.


"paman pasti akan sembuh kau harus optimis"ucapnya menenangkan Hani.


Tapi tiba-tiba ia melihat sepasang suami istri yang tidak jauh dari tempat mereka sekarang.


"bukan kah paman itu?"gumam nya memperhatikan pria paruh baya itu memeluk istri nya yang menangis.


"Pa apa yang harus kita lakukan sekarang? dimana kita akan mendapatkan pendonor ginjal yang cocok untuk putri kita?"


"tenanglah jangan menangis terus,kau harus optimis kita pasti akan mendapatkan ginjal yang cocok"ucap pria itu.


"tapi dimana pa?kapan kita bisa mendapatkan nya sedang kan Annie tidak bisa bertahan lebih lama lagi!!",ucap wanita itu marah.


"bisakah kau tenang dan tidak terus mendesak ku!!aku juga khawatir pada putri ku dan aku selalu berusaha untuk mencari pendonor yang cocok!!kau pikir aku tidak mencari nya selama ini!"


keduanya malah berdebat.


Gea tidak sengaja mendengar nya dan bukan niatnya untuk menguping,"ibu itu sangat khawatir pada putrinya karna itu dia terbawa marah, orang-orang sangat beruntung mempunyai keluarga dan ibu yang sangat menyayangi mereka"gumam nya tersenyum.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2