
setelah Hani bercerita dan sedikit tenang mereka kembali ke dalam,tapi mereka kembali keluar karna bunda Hani yang menyuruh mereka untuk membeli makan malam untuk mereka semua.
Mereka kebetulan melewati ruangan dimana Jonathan dan istrinya tadi sempat bertengkar,Gea yang sedikit penasaran berhenti dan melihat ke dalam ruangan yang sedikit terbuka itu.
"Ge?kenapa?",tanya Hani bingung.
Gea melihat tuan jonathan yang berbicara dengan seorang dokter dan terlihat wajah nya frustasi.
"apa yang kalian lakukan di depan ruangan ini?!"tanya seseorang dari belakang mereka membuat keduanya terkejut dan langsung menoleh ke belakang.
"Maafkan saya Tante,saya..."
"Jangan-jangan kalian ingin mencelakai putri saya!!"tanyanya tidak membiarkan Gea menyelesaikan ucapannya.
Gea langsung menggelengkan kepalanya,"bukan Tante saya hanya ingin melihat..."
plak!!!
tamparan keras mendarat di wajah Gea sebelum ia menyelesaikan ucapannya membuat Hani langsung menutup mulut karna terkejut.
"Tante ini apa-apaan kami hanya ingin melihat kedalam bukan berniat hal buruk!"ucap Hani marah.
"kau fikir aku akan percaya pada anak Kumal seperti kalian!!"ucap wanita itu ingin menampar Hani.
"Tania hentikan!!"ucap jonathan yang keluar dari ruangan itu karna mendengar keributan,saat ia melihat Gea ia langsung menghampiri nya dengan wajah khawatir.
"Gea?nak Gea kenapa kamu berada di sini?dan apa yang terjadi pada wajah mu?"tanyanya melihat wajah Gea yang merah.
"tidak apa-apa paman,tapi kami tidak mempunyai niat buruk sama sekali"ucapnya dengan bersungguh-sungguh bahkan ia tak mempedulikan sakit di wajahnya.
"tidak usah ngeles kamu ya,saya tahu kalian punya niat buruk pada putri saya!!"sembur wanita bernama Tania itu istri dari Jonathan.
"Tania tutup mulut mu!"jonathan menekan ucapnya Karna istrinya itu yang tidak mau kalah sama sekali.
"Aku mengenal nya,dia adalah gadis yang baik dia satu kampus dengan Putri kita!!"ucapnya lagi degan suara di tekan.
"maafkan istri paman,dia memang sedikit sensitif dan mudah terpancing amarah karna keadaan putri kami yang sedang tidak baik-baik saja"ucap Jonathan kasihan melihat wajah memar Gea.
"tidak apa-apa paman saya mengerti,saya juga minta maaf karna membuat keributan di sini"ucap Gea meminta maaf lagi.
"kalau begitu kami permisi paman Tante"ucapnya membungkuk kemudian pergi dari sana meninggal kan kedua orang itu.
__ADS_1
"kenapa kau selalu tidak bisa mengendalikan diri mu! menampar orang seenak nya tanpa mendengar penjelasan mereka!!"ucap Jonathan mendelik pada istrinya itu dengan suara tajam dan dalam.
"Aku pikir mereka ingin berniat jahat karna diam-diam melihat kedalam!bukan kah itu memang tidak sopan dan sangat aneh!ya wajar dong aku curiga dan marah terlebih perawakan mereka yang tidak elegan dan mewah karna aku tahu putri ku tidak akan berteman dengan orang-orang dengan kelas menengah!"ucapnya tanpa rasa bersalah sama sekali.
Jonathan tersenyum sinis mendengar nya, istrinya memang selalu seperti itu yang suka merendahkan orang-orang dan menganggap dirinya selalu benar ia dengan kesal pergi dari sana.
"emangnya aku salah apa sih?bukan nya emang wajar mencurigai orang yang tidak di kenal terlebih putri ku yang sekarang tidak baik-baik saja kan sepatutnya orang asing di curigai takut nya punya rencana buruk!!"ucapnya yang masih di dengar oleh Jonathan tapi ia sama sekali tidak mendengar kan nya.
***
di sisi lain Hani mengompres wajah Gea yang merah membengkak.
"dia menampar nya sangat keras!"Ucap Hani kesal.
"itu wajar sih mungkin karna dia terlalu was-was dan khawatir pada putri nya"
"lagian kenapa sih Ge tadi kamu lihat ke dalam?"tanyanya lagi penasaran.
"tidak tahu tadi aku hanya penasaran saja!"jawabnya dengan polos karna memang benar adanya.
"huh lagian kan cuma lihat dari luar tapi dia marah sangat berlebihan sampai langsung menampar orang"sungut Hani lagi.
"ayo kita pergi sekarang bibi pasti sudah menunggu dan mungkin juga sudah lapar"ucapnya membuat Hani menghela nafas dan mengangguk.
***
setelah malam semakin larut Ibu Hani menyuruh mereka pergi karna mengingat besok ketiga nya akan masuk kuliah, awalnya Hani dan Alden menolak mereka ingin menemani di rumah sakit tapi ibunya memaksa pada akhirnya mereka pergi dengan membawa mobil.
setelah sampai di rumah Hani memilih untuk menginap di rumah Gea membuat Alden tidur sendiri di rumah nya tapi ia tidak melarang nya sama sekali.
***
keesokan paginya Gea Hani dan Alden berangkat bersama karna Alden membawa mobil ayahnya ke kampus.
"nanti kita pulang bareng lagi ya kalian jangan kemana-mana tunggu di parkiran"ucap Alden setelah turun dari mobil begitu pun dengan Gea dan Hani.
"hmmm"jawab Hani dengan deheman.
saat berjalan menuju kelas Gea mendapatkan telfon dari nomor yang tak dikenal tapi ia masih mengangkat nya,"halo"sapanya.
"h..hai nak Gea,apakah saya mengganggu mu"tanya wanita di balik telfon.
__ADS_1
"oh tidak nyonya,saya belum masuk kelas tapi mungkin sebentar lagi"jawab Gea sopan.
"Nanti siang kamu juga akan bekerja lagi di kafe itukan?"
"seperti nya tidak nyonya,saya akan bekerja sore hari"jawabnya.
"oh begitu ya,kalau begitu saya menunggu mu sore hari"
"saya tahu nyonya pasti merindukan putri nyonya"ucapnya.
"hahaha iya benar nak, kalau begitu saya tutup telfon nya takut menganggu waktu mu"ucap wanita itu.
"baik nyonya"jawabnya, kemudian telfon itu tertutup begitu saja.
"Siapa Ge?"tanya Hani yang sedari tadi diam saja dan hanya mendengar nya.
"bukan siapa-siapa"jawabnya memasukkan ponselnya kedalam saku.
di tangga mereka bertemu dengan dosen Robert yang khas dengan wajah datar dan dingin Tapi mereka menunduk kan kepala untuk menyapa,karna itu memang sebuah tata Krama di negri itu dengan membungkukkan tubuh atau menundukkan kepala.
"dosen Robert begitu tampan tapi dia sangat dingin dan tampak kejam"bisik Hani setelah sedikit jauh.
"ssst bagaimana jika di dengar"ucap Gea agar Hani tidak melanjutkan ucapannya.
***
di sisi lain Robert duduk bersaman dokter di ruangan nya,karna ia mengundang dokter itu untuk datang ke perusahaan nya.
"waktu putri anda tidak banyak lagi tuan kita harus cepat"ucap dokter itu.
"Tapi bagaimana dok,saya sudah mencocokkan ginjal banyak orang tapi tidak ada yang cocok dengan ginjal putri saya!!jadi apa yang harus saya lakukan bahkan ginjal saya dan istri saya tidak cocok dengan nya bahkan kerabat pun tidak ada yang cocok!!"tanyanya yang memang sudah frustasi.
"apakah tuan tidak punya anak lain, mungkin saja ginjal mereka akan cocok"usul dokter itu.
"tidak ada dok,dia satu-satunya putri saya dia anak tunggal!!"jawabnya dengan cepat dan menjambak rambut nya sendiri tapi beberapa saat ia menghentikan tangannya dan teringat sesuatu.
"tidak!mungkin saja aku tidak hanya memiliki satu anak"ucapnya langsung teringat dengan ucapan Jihan yang mengatakan kalau Qanaya wanita yang terlibat percintaan semalam dengan nya dulu hamil.
"Gea"nama Gea langsung keluar dari mulutnya.
bersambung....
__ADS_1