
"Assalamualaikum" ucap rana dan lainnya bersamaan, saat masuk ke posko
"waalaikum salam" buk asih keluar dari rumah yang berada di samping posko santri.
lisa dan lainnya mencium punggung tangan buk asih dengan takdim. " ibuk belum tidur?" tanya sasa.
"belum ngantuk ibuk, kalian sendiri bagaimana jalan jalannya?" tanya buk asih.
"senang buk, di depan banyak juga yang jualan makanan" balas lia.
buk asih senyum melihat respond bahagia dari para santri yang mengerjakan kegiatan dari pesanten di mana dia juga belajar.
"Ya, sudah kalian istirahat, pasti capek" ujar buk asih perhatian.
memang benar jarak posko dengan jalan di depan lumayan jauh, tapi karena jalannya bersama dan di bumbui dengan candaan jadi tidak terasa jika jauh. yang terasa saat sudah sampai posko. kaki kita terasa pegal sekali.
"ya, buk. kita pamit ke dalam dulu ya?" pamit sasa mewakili teman temannya.
"ya sudah, jangan lupa langsung di kunci pintunya," pesan buk asih.
"ya buk, kita masuk dulu. assalamualaikum"
"waalaikum salam"
mereka memasuki posko. jesi yang masuk terakhir langsung mengunci pintu, seperti apa yang di perintahkan oleh buk asih.
mereka masuk ke kamar dengan membawa kantong kresek yang berisi jajan belian mereka. beda dengan jeslin yang membawa tiga kantong kresek hitam yang tanggung. jeslin langsung menuju ke tempat vio yang tidur dengan posisi miring.
"vi, bangun" ucap jeslin sambil meletakkan kreseknya di dekat vio. karena tidak ada pergerakan dari vio, jeslin menggoyang badan vio pelan, sampai vio membuka matanya.
"kalian baru sampai" tanya vio dengan suara khas bangun tidurnya.
"iya" jawab jeslin. vio mendudukkan posisinya sambil mengikat rambut yang dia gerai sebelum tidur. vio menunggu temannya sangat lama, alhasil dia tertidur.
"lin, banyak banget belanjaan kamu?" tanya vio yang langsung melihat ke arah kresek hitam.
jeslin yang mengganti bajunya dengan baju tidur melihat ke arah vio. "itu punya kamu" jawab jeslin.
vio mengernyitkan dahinya. "sa, kamu belikan aku apa?" tanya vio yang menatap jsa sedang membuka makanannya.
"gak aku belikan, ini uangnya"
jeslin yang sudah mengganti pakaian langsung gabung "ini makanan dari raka, tadi kita ketemu dia, dan nitip ini buat kamu" jelas jeslin.
Vio membuka kresek hitam satu persatu. matanya membulat saat banyak camilan kering di kresek hitam yang di sodorkan jeslin.vio tersenyum ternyata raka seperhatian ini sama dia. tahu saja kalau vio ingin ngemil.
Vio melihat ke arah jeslin "bagaimana bisa bertemu kalian?" tanya vio penasaran. pasalnya raka juga tadi vidio call dengan dirinya. dan di pastikan ada di sebuah rumah bukan di luar.
FLASHBACK
"Sumpah, anak didik aku yang namanya gio, bandelnya minta ampun. aku minta contohnya idhar. jawabannya apa coba?" ucap sasa " I love you" lanjut sasa, sambil geleng kepala. "setelah di tanya. kok itu jawabannya, kataku, terus dia si gio itu jawab lagi. idhar artinya jelas, sama seperti kata I love you yang jelas untuk kakak" teman sasa yang mendengar cerita sasa tertawa.
"kamu, baper gak di gitukan?" kekeh jesi.
__ADS_1
"ya kali, baper sama bocah"
semua teman sasa tertawa melihat espresi wajah sasa yang kesal. "gak cuman dia loh guys, rata rata semua. aku jadi bingung bagaimana cara mengajar mereka" keluh sasa sambil memijat sebelah kepalanya.
"mohon bersabar, ini ujian" kekeh rana sambil menepuk sebelah pundak sasa. memperhatinkan.
KHEM. deheman laki laki memberhentikan cerita mereka.
"eh, raka, ngapain di sini?" tanya rana.
raka mencari vio di sekeliling mereka, tapi tidak terlihat. "vio mana?" tanya raka dengan muka datar.
"vio di posko. gak ikut dia"
"sudah makan dia?"
"sudah, dia juga nitip camilan sama kita" beritahu sasa.
"saya titip ini kasih dia ya" ujar raka menyodorkan tiga kresek hitam pada jeslin, yang memang berada di dekat raka.
"siap" respond jeslin.
"thanks" ujar raka sebelum meninggalkan mereka.
"Dia siapa, cakep banget" tanya lia yang terpesona dengan ketampanannya raka.
jeslin melihat lia menatap kepergian raka yang tak lepas dari penglihatannya "pacarnya vio, " jawab jeslin.
"ganteng banget, bisalah kalau di tikung" ucap lia tanpa sadar.
"canda" jawab lia lia melihat ke arah mobil raka yang mulai hilang dari pandangannya. senyuman miring jelas di wajahnya.
"ini neng pesanannya" ujar ibu ibu yang menjual tahu tek.
mereka mengambil satu persatu pesanannya "terima kasih buk" ucap mereka.
"ya sama sama"
"kalau begitu kita pamit assalamualaikum"
"waalaikum salam"
FLASHBACK ON
"begitu ceritanya vi," ucap jeslin. vio membagikan makanan yang dikirim raka ke teman temannya.
"tapi dia VC sama aku, posisinya di villa"
"mungkin waktu sudah balik kali" sambung sasa.
"maybe" vio menaikkan turunkan bahunya
"makasih vi" ucap mereka. setelah vio membagikan makanannya.
__ADS_1
"sama sama" jawab vio senyum tulusnya.
"cowokmu kok bisa di sini vi?" tanya lea.
vio melihat ke arah lea."oh, iya, dia yang mengantar aku, sasa, rana, jesi sama jeslin ke sini" jawab vio
"kok gak balik?" lea mengernyitkan dahinya
ya, nunggu sampai vio balik juga lah" jawab sasa mewakili vio.
"dia diam di mana?"
"kamu kenapa jadi kepo banget sih li?" tanya jesi merasa terganggu dengan pertanyaan lia. pasalnya lia itu bukan teman dekat kita.
"kenapa kamu yang sewot, vio saja tidak masalah"
"sudah sudah" ucap vio jadi menengah, jika tidak pasti akan terus berlanjut.
"vi kamu harus hati hati sama dia, dia itu punya niat terselubung" ucap sasa melihat gerak gerik dan tatapan memuja lia ke raka.
vio menggelengkan kepalanya menatap teman temannya seakan mengucapkan semua akan baik baik saja. vio melihat ke lia yang tersenyum miring, siapa yang tidak tahu dia, dia adalah orang yang paling tidak menyukainya, tanpa sebab.
waktu mulai malam, vio dan temannya bersiap siap untuk istirahat, besok pagi ada kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan,
*******
"Siapa gadis ini?" tanya miko
"dia adalah perempuan yang dekat dengan raka, bisa di bilang dia kekasihnya" kata jojo orang kepercayaan miko.
miko memutar kursinya menghadap jojo, dengan senyum mengerikan "kita bisa buat dia senjata, di mana dia sekarang?"
"dia berada di desa terpencil, sedang melakukan kegiatan yang di perintahkan pesantrennya"
"pesantren?" miko mengernyitkan dahinya hingga bergelombang.
"gadis itu seorang santriwati di pesantren *** dan saat ini masih melaksanakan tugas dari pesantrennya. raka juga berada di daerah tersebut menemani gadisnya."
Miko tersenyum sinis. "seleranya tidak sesuai dengan kekuatannya " jeda miko "dia sudah di bodohi dengan cinta rupanya" ucap miko."kita kasih waktu sebentar untuknya, dan setelah itu kita ambil gadisnya. pasti dia akan melakukan apapun yang akan saya minta, termasuk menyerah" tawa mengerikan mengisi ruangan yang luas tersebut.
"perintahkan anak buahmu untuk mengawasi perempuan ini. setelah waktu yang pas, baru kita akan menculik dia"
perintah miko.
"baik tuan" jawab jojo " kalau begitu saya permisi dulu" pamitnya.
raka menganggukkan kepalanya, jojo membungkuk hormat sebelum meninggalkan ruangan.
miko menyandarkan dirinya sambil memandang foto vio "maybe, dia cocok jadi bonekaku, " ucapnya pada diri sendiri.
miko tertawa saat membayangkan wajah tak berdaya raka yang bersimpuh pada dirinya.
TBC
__ADS_1
SALAM KENAL