
HAPPY READING...
*****
"Akh,, raka mencoba menghubungi vio kembali, panggilan pertama sibuk, raka mencoba ke nomer lainnya dan beruntungnya no itu langsung terhubung.
TUT TUT TUT," sialan, kemana penjaganya lama banget. " keluh raka
"assalamualaikum" ucap di seberang.
"vio A2" ucap raka to the poin.
"baik, sebentar saya panggil" ujarnya
VIO A2 INTERLOKAL, VIO A2 INTERLOKAL" Suara speker menggema yang terdengar oleh raka.
vio yang baru saja mau ke kamar mandi untuk bersih bersih sebelum tidur, langsung berlari ke arah wartel.
"mbak vioA2 INTERLOKAL?" tanya vio memastikan.
"iya dek, sebelah sana" balasnya.
vio langsung mengambil ganggang telepon yang terbalik. "assalamualaikum" ucap vio
"waalaikum salam" jawab raa
"ada apa lagi?" tanya vio
suasana wartel tidak sebegitu raai, tidak seperti pertama awal buka. sekarang jam menunjukkan pukul 10 kurang dan sebentar lagi wartel dan para penjual di toko akan tutup begitu juga santri, yang wajib istirahat.
"lusa, aku mungkin aku tidak bisa jemput kamu" ujar raka
"kenapa?" tanya vio, entah tapi vio sangat tidak suka dengan informasi raka, seperti ada yang menjanggal dalam hatinya.
"lusa aku sibuk, tapi nani jika urusanku selesai, aku akan ke rumah mu" ujarnya
"hm, iya. kamu sudah kabari bunda jika tidak datang,?" tanya vio "soalnya bunda bilang akan ke sini bareng sama kamu" tambah vio
"nanti aku kabari." balasnya
"hm, ka aku mau tanya sesuatu boleh?"
"tanya apa?"
"hm, tapi kamu jujur, dan jangan tersinggung ya?"
"hm" balas raka
vio memelintir kan tali telepon, dia bingung apakah bertanya atau cuek saja, tapi dari lubuk hati terdalamnya dia sangat penasaran
jika tidak bertanya maka akan di hantui dengan rasa penasaran, dan pikirnya akan mengambil keputusannya sendiri, yang mengakibatkan suuzon pada orang.
"tanya apa?" tanya raka dari seberang
vio membuang napas berat, "kamu pernah gak membunuh orang?" tanya vio memlankan suaranya, takut orang yang ada di dekatnya mendengar.
"kenapa?" tanya raka
__ADS_1
"nggak papa, aku hanya penasaran saja, di kamarku ada novel tentang mafia, dan di sana di ceritakan jika mafia itu kejam , suka membunuh. menjual barang ilegal, dan banyak lagi keburukannya" ujar vio menjelaskan
"oh" balas raka.
"jadi?" tanya vio
"sering" jawab raka santai
vio membulatkan matanya, jantungnya berdecak sangat kencang mendengar pengakuan raka. "ka-kamu serius?" tanya vio
"hm" balasnya santai
genggaman ganggang telepon yang di pegang vio bergetar, vio merasa badannya lemas tak bertenaga. "se-sejak ka-pan?" tanya vio
"sejak SMA" jawabnya
"kenapa?" tanya vio, yang ingin tahu alasan semua kelakuan raka
"panjang ceritanya, yang jelas, aku tidak akan melukai apa lagi membunuhmu, jadi jangan pernah takut dengan ku," ujar raka. ''dan jangan pernah membantah, apa lagi ada niatan untuk tinggalkan aku,kalau sampai itu terjadi, kamu tahu apa yang akan aku lakukan?" tanya raka
"e-enggak, me-memang a- apa?" tanya vio
"aku tidak segan segan membunuh orang terdekatmu, dan siapa pun yang membantumu lari dari ku" ucap raka
"paham?" tanya raka
vio mengangguk, "pa-ham" balas vio
"aku tidak akan meninggalkan mu, asal kamu mau berubah jangan membunuh lagi bisa?" tanya vio
vio menelan ludah dengan berat mendengar tuturan raka. "tapi kamu tidak mungkin selamanya seperti ini, banyak mudorotnya jika kamu terus main di dunia mafia kamu" ujar vio
"tahu apa kamu?" tanya raka tegas.
"ka" panggil vio dengan lembut. "aku memang tidak tahu masalah mafia mafia kamu, tapi yang aku tahu dari internet, setiap mafia pasti punya yang namanya musuh, bagaimana jika sassaran mereka ke aku? bukan aku yang akan ninggalin kamu. tapi musuh kamu yang nantinya akan membuatmu kehilangan ku" ujar vio
"itu tidak akan terjadi, sebelum mereka menyentuh mu, aku pastikan mereka akan mati terlebih dahulu di tangan ku" balas raka dengan emosi.
"iya jika itu masih dalam keberuntunganmu, jika tidak?, kamu tidak mungkin ada di samping aku 24 jam" jelas vio
raka terdiam tidak ada sahutan dari seberang
"vio ayo mau tutup" ujar penjaga
"iya mbak sebentar." balas vio
"ka, waktunya habis, wartel mau tutup. pikirkan baik baik, apa yang aku ucapkan." ujar vio
hening..
vio membuang napas dengan beratnya. "aku sudah memutuskan untuk membuka hatiku untuk mu, jadi insyaallah aku tidak akan meninggalkan mu, kecuali kamu yang memintanya, dan takdir Allah" ucap vio
hening tidak ada respond dari seberang.
"halo, ka, kamu masih di sana? " tanya vio memastikan.
"hm" gumam raka
__ADS_1
"ya sudah, aku tutup as.."
"tunggu" potong raka
"kamu benar sudah menerimaku, dan semua sifatku?, kamu yakin? bukan karena kamu takut?" tanya raka
"tidak," jawab vio sambil melepas nafasnya hingga terdengar lepas." semua orang tidak ada yang sempurna, dan insyaallah aku bisa menerimamu, jadi aku harap, kamu mau berubah, aku tutup dulu. assalamualaikum" lanjut vio. tanpa mendengar jawaban dari seberang, vio langsung menutup panggilannya.
jantungnya berdetak sangat cepat, mendengar fakta sesungguhnya. "Vio, kamu tidak papa?" tanya penjaga wartel
"ah, iya mbak, tidak papa kok" jawab vio sambil tersenyum
"oh, soalnya wajahmu pucet" kata pengurus.
"oh, tidak mbak saya baik baik saja. kalau begitu saya balik dulu. makasih ya mbak. assalamualaikum" pamit vio. lalu keluar dari wartel. vio memakai sandalnya dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sebelum tidur.
"kamu interlokal lagi vi?" tanya jesi yang sedang menggosok wajahnya dengan sabun
"iya" balas vio sambil membuka hijab nya dan menggantungkannya di paku.
"raka?" tanya nya
"iya" balas vio sambil mencuci mukanya. dan menggosok dengan sabun.
"apa katanya?"
"hanya ngabarin, kalau dia tidak bisa ikut jemput"
"kenapa?"
"sibuk"
vio membilas wajahnya lalu mengambil sikat gigi dan odol.
"jam berapa kamu pulang?" tanya jesi yang sudah selesai dengan ritual bersih bersihnya
"belum tahu apa kata bunda" balas vio
selesai mengambil wudhuk vio kembali ke kamar dengan jesi. "mau sholat hajat?" tanya jesi
"iya,"balas vio
"ikut " ucap jesi
"ayo."
******
raka tersenyum bahagia, wajahnya berseri seri, sangking bahagianya raka sampai susah untuk menghirup oksigen di dunia ini. ucapan vio selalu terdengar di telinga raka, kejadian tadi terus berputar tanpa di perintah.
"aku tidak janji, tapi aku akan berusaha untuk mu" ucap raka seakan ada vio di depannya.
"setiap mafia pasti punya yang namanya musuh, bagaimana jika sassaran mereka ke aku? bukan aku yang akan ninggalin kamu. tapi musuh kamu yang nantinya akan membuatmu kehilangan ku" ujar vio"iya jika itu masih dalam keberuntunganmu, jika tidak?, kamu tidak mungkin ada di samping aku 24 jam" jelas vio
ucapan vio terus berulang ulang. raka menguatkan genggamannya "aku akan segera menghabiskan musuhku, sebelum dia menyentuh mu baby" ujar raka..
TBC
__ADS_1