
HAPPY READING READER'S....
**********
"bun, vi mau ijin keluar sama raka hari ini. boleh?" tanya vio yang sudah duduk di kursi meja makan.
bunda vio melihat ke putrinya yang berada di depannya. "boleh, jangan pulang terlalu sore" jawab bunda, sambil memberikan piring yang sudah di isi nasi.
"makasih bunda" ucap vio sambil mengambil piring yang di sodorkan bundanya.
"bunda" panggil vio. "besok lusa vio kembali ke pondok" ucap vio sambil mengambil kua sop buatan bundanya yang sedapnya tiada tara.
"loh, kamu mau lanjutkan di pesantren?" tanya bunda
"tidak bunda" balas vio sambil menggelengkan kepalanya. "memang di suruh kembali dulu, untuk melaksanakan kegiatan oca, "
"ya, sudah kembali saja, ikuti prosedur yang sudah ada, agar ilmu kamu barokah" ujar bunda.
"ya, tapi vio lambat saja mungkin ya bun?" tanya vio membagikan pendapatnya.
"kena[a mau lambat?" tanya bunda.
vio menggeser piringnya ke samping terlebih dahulu. " sepertinya oca dilaksanakan setelah penerimaan santri baru," jawab vio.
"kan masih mungkin, belum pasti vi"
"iya, tapi kalau misalnya benar bagaimana, vio mending di rumah dulu saja, apa lagi pendaftaran kuliah juga mepet" jelas vio.
"itu hanya perkiraan kamu, bagaimana kalau tidak menunggu penutupan santri baru?" tanya bunda.
vio terdiam berfikir." tidak mungkin bunda, pengurus pesantren semua pasti sibuk dengan santri baru." jawab vio.
"kamu tunggu saja kabar selanjutnya." ucap bunda. "sekarang makan makanan kamu" kata bunda yang memulai makannya.
vio menggeser kembali piringnya dan mulai makan setelah selesai membaca doa.
************
"Mau ke mana lo?" tanya derren yang baru sampai di mansion raka.
"keluar" jawab raka
"ke mana?"
"vio"
Raka berjalan ke depan dengan tangan yang di masukkan ke saku celananya. "lo mau ngapain?" tanya raka yang berhenti di hadapan derren.
"cari makan" jawab asal derren.
"oh" jawab raka. sambil melanjutkan langkahnya. "gua cari lo kampret" jesal derren.
"nanti saja, gua sibuk hari ini" balas raka yang tetap berjalan
"ini penting rak" ucap derren memberitahu
"tidak ada yang lebih penting dari vio" ucap raka sedikit teriak, karena jarak mereka sudah lumayan jauh.
derren menyusul raka, "ini ada sangkutannya dengan vio" ucap derren.
raka menghentikan langkahnya saat mendengar nama vio. raka memutar tubuhnya menghadap derren dengan dahi yang bergelombang, derren mendekati raka ."kalau ada vionya langsung berhenti lo, dasar bucin" ejek derren.
"siapa itu bucin" tanya raka yang memang tidak mengerti.
derren memukul jidatnya pelan. "lo tidak tahu bucin?" tanya derren cengo, seorang raka yang terkenal memiliki bisnis yang mendunia berkat otak pintarnya, sekarang tidak tahu apa itu buncin.
"bucin itu lo" jawab derren.
raka semakin menambah lipatan dahinya. "yang jelas kalau bicara" ujar raka.
__ADS_1
"bucin itu kepanjangan dari budak cinta" ujar derren
"baru tahu gua, cinta punya budak," ucap santai raka.
"bukan begitu maksudnya rak" ucap derrenn frustasi.
"terserah lo, gak jelas banget lo," ujar raka mengangkat lengannya untuk melihat jam yang indah melingkar lengannya.
"lo yang gak jelas, dasar katrok" ucap derren
"siapa lagi dia?, pacar lo?" tanya raka
"rak, sepertinya lo baru keluar dari zaman purba ya?" ujar derren
"gak jelas, banget lo der, " ujar raka. "gua sudah telan, gara gara lo gosip bucin sama petrok" ujar raka kesal. "untung teman" raka meninggalkan derren yang masih stay di tempatnya.
"bukan petro tapi , katro bodoh" ujar derren "raka, gua belum kasih tahu informasinya" teriak derre.
"nanti" jawab raka dengan sedikit teriak. "gua mau ke vio dulu, untuk apa yang mau lo bicarakan, kita bicarakan nanti saja." ujar raka.
"ini penting banget ka, nyesel lo nanti gak dengar kabar dari gua" kata derren
raka mengangkat tangannya ke atas, dan menunjukkan jari tengahnya ke derren. derren menarik napas dalam dalam sambil mengelus dadanya yang kesal dengan sahabatnya.
Sesampainya di depan rumah vio. raka langsung keluar dari mobilnya mengambil ponselnyalalu mengirimkan beberapa kata pada sang gadisnya.
"masuk dulu" tawar vio pada raka yang bersandar ke mobilnya.
"sudah siap?" tanya raka.
vio menganggukkan kepalanya." sudah" jawab vio.
"langsung saja" ujar raka.
vio menganggukkan kepalanya, mengunci pintu rumahnya dan meletakkan ke tas kecil yang vio bawa. "baliknya jangan sorean ya" ujar vio. yang sudah ada di depan raka.
"ya" jawab raka, melangkahkan kakinya ke sebelah pengemudi. vio langsung masuk, raka menutu kembali pintunya, dan berputar ke tempat pengemudi.
"kenapa diam?" tanya raka lembut.
"gak , hanya perasaan kamu saja" ujar vio.
keadaan mulai hening kembali, sampai mobil berhenti dan mereka turun dan langsung masuk ke kafe dengan vio yang terlebih dahulu jalan.
mereka duduk di tempat yang sudah raka pesan terlebih dahulu. "kamu mau pesan apa?" tanya raka.
"alpukad jus saja" ucap vio
"makanan?" tanya raka.
vio menggelengkan kepalanya." sudah" ujar vio.
raka menjentikkan jarinya sampai berbunyi, "permisi, ada yang bisa saya bantu?" kata pelayan
"jus alpukad satu sama vanila late hot satu" ujar raka.
"ada lagi?" tanya pelayan tersebut.
"cukup" ujar raka.
"baik, mohon di tunggu sebentar" ujar pelayan itu.
vio mengambil ponselnya dan memainkan permainan kesukaannya raka menatap semua pergerakan dari vio.
merasa terabaikan, raka mengambil ponsel vio secara paksa, dan menyimpannya di kantong celananya.
"apaan sih, sini balikin" ujar vio kesal karena hpnya di ambil tiba tiba.
"aku tidak suka di dua kan sama siapapun, termasuk hp sekalipun" ujar raka.
__ADS_1
vio hanya bisa pasrah, memang pa yang bisa dia lakukan, ini yang dia tidak suka dengan raka, pemaksa, dan mengancam.
"permisi kak, ini pesanannya" ujar pelayan yang baru datang.
"terima kasih mbk" ujar vio sopan.
"ya sama sama, selamat menikmati" ujarnya sebelum pergi.
vio mengaduk minumannya, lalu menyedot jus alpukat dengan sedotan yang di sediakan. raka masih terus menatap vio tajam, raka melihat banyak perubahan dari gadisnya ini, raka tahu kekasihnya ini sedang mendiamkan dirinya, dan itu membuat raka marah.
"kenapa?" tanya vio ke raka yang menatap tajam dirinya.
"kenapa? tanya raka
vio mengernyitkan dahinya. "maksudnya?" tanya vio
"jangan pernah mengabaikan aku sayang, aku tidak mau kau tahu sisi lainku, paham" ujar raka. membuat bulu kuduk vio berdiri.
"i-iya" ujar vio
"mau belanja?" tawar raka.
tanpa pikir panjang vio menganggukkan kepalanya "ke mal saja, aku mau beli camilan" ujar vio.
"ok," jawab raka
15 menit kemudian.
mereka sekarang berada di mal, lantai satu, raka mengikuti langkah vio yang mencari makanan kesukaannya. vio sengaja mengambil camilan banyak sekalian untuk persiapan ke pesantren. setelah lama mengelilingi lemari makanan, vio melihat ke raka yang mendorong satu troli yang berisi penuh makannya.
"sudah" ucap vio.
raka menganggukkan kepalanya, dan berjalan ke kasir, dengan mendorong troli di ikuti vio yang juga mendorong troli berisi penuh makannya.
sesampainya giliran mereka, pelayan itu terkejut dengan belanjaan pelanggannya. setelah selesai mengecek camilan di troli raka pelayan itu memanggil satpam untuk membantu membawakan troli yang berisi banyak makanan.
"ada lagi kakak?" tanya pelayan tersebut.
"ini lagi mbak" ucap vio.
'ini di satukan?" tanya pelayan tersebut ke raka.
"iya" jawab raka.
pelayan itu dengan cepat mengecek camilan setroli, selesai di cek, "apa ada lagi?" tanya pelayan tersebut. raka melihat ke vio, "ada lagi?" tanya raka
vio menggelengkan kepalanya. "cukup" ujar vio.
"berapa?" tanya raka.
"totalnya Rp 4.500.000.000" ucap pelayan itu. membuat pembeli yang mengganti membuka mulut.. raka membuka dompetnya dan memberikan black cardnya. pelayan tersebut di buat kaget, tidak main main, orang kaya ini mah.
selesai membayar raka menuju mobilnya untuk menyimpan belanjaan vio di mobilnya.
"mau beli baju" tawar raka. vio menggelengkan kepalanya.
"ayo" ajak raka. sambil menaril lengan baju vio untuk memasuki mal itu kembali." mau kemana?" tanya vio
"beli baju" ujar raka.
"gak usah ka, bajuku banyak" ucap vio yang masih di tarik.
"tidak ada bantahan" ujar raka
vio hanya bisa pasrah. mengikuti langkah raka hingga sampai ke lantai dua, yang berisi pakaian semua. "pilih" suru raka.
"dengan malas, vio memilah milah baju yang ada di mal itu
TBC
__ADS_1
SALAM KENAL READER'S
'