HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
46


__ADS_3

HAPPY READING...


****


Raka turun dari mobilnya sambil bersiul memasuki mansion. anak buah raka yang berjaga di pintu utama menatap bosnya heran, karena ini baru pertamanya mereka melihat bosnya sebahagia ini.


"bos kenapa?" tanya salah satu pengawal dengan berbisik ke bagas yang mendekatinya.


"habis bertemu nona" balas bagas yang ikut bergabung menjaga pintu utama di mansion raka


"sebesar itu pengaruh nona vio, saya yakin dia bisa merubah sifat bos yang galak, dan sadis" ujar salah satu anak buah raka penuh harap.


hari ini kejadian langkah untuk seorang raka yang menampakkan raut bahagianya. walau mereka pernah melihat espresi puas  dari bosnya yang berhasil menyelesaikan misinya, tapi tidak pernah sesenang ini.


"dari mana lo?" tanya derren yang duduk di ruang tengah.


"apel, memang lu?" ejek raka


"ck, awas saja gua buktikan ke lu" ujar derren sambil meminum win yang ada di depannya.


raka hanya menganggukkan kepalanya dan ikut dudu di hadapan derren


"BTW, bagaimana kabar david?" tanya derren


"jadi santapan leo" balas raka santai sambil menyesap win yang tadi di tuang oleh derren


"sudah lu bunuh?" tanya derren kaget


"hm" balas raka


"kenapa tidak bilang gua?"


raka menaikkan sebelah alisnya. "kenapa?" tanya raka terheran heran


"ya, gua kan bisa bantu" balas derren

__ADS_1


raka menatap derren malas, "mending lu urusi pegawai lu yang korup" ujar raka.


"ck, sudah mati dia, terlalu lemah" ujar derren


"pulang sono" usir raka sambil menuju ke tangga.


derren membulatkan matanya. "lu ngusir gua?" tanya derren


"lu gak " ujar raka sambil memegang telinga dan menunjuk otaknya. sambil menaik tangga.


"kurang ajar lu" ujar derren sambil melempar belati ke arah raka, lalu pergi


"gak kena" ujar raka sambil menatap sinis sahabatnya yang melangkah ke pintu utama dengan raut kesalnya.


****


derren keluar dengan wajah yang keras, anak buah raka menunduk tidak berani menatap sahabat bosnya yang sedang tidak bagus suasana hatinya. bisa bisa mereka yang jadi samsak, sifat derren tidak beda jauh dengan bos mereka.


derren membuka pintu mobil dan menutup dengan kasar, langsung menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi.. "songong banget itu anak, awas saja, gua akan buktikan jika gua bisa dapat cewek yang lebih dari Rakanjing, aghh" teriah derren frustasi.


Derren melaksanakan aksinya, dia berhenti di salah satu fakultas yang terkenal di Indonesia. dia melihat sekeliling kampus lebih tepatnya melihat ke kaum hawa yang akan dia jadikan kekasihnya yang tentunya harus lebih cantik dari milik raka.


derren menghidupkan mobilnya saat melihat targetnya menaiki mobil yang sepertinya mobil miliknya, mobil itu berjalan meninggalkan halaman universitas, derren langsung mengikuti targetnya. hingga melewati daerah yang lumayan sepi, derren terus mengikuti dari jarak jauh.


mobil targetnya berhenti, derren langsung menghentikan mobilnya jarak mereka sekitar 5 meter. derren mengernyitkan alisnya melihat mobil targetnya berhenti.


"ngapain tuh orang berhenti?" tanya derren


derren terus memerhatikan dari jauh, hingga dia melihat preman mengetuk keras kaca mobil targetnya, derren tetap menatap tanpa kedip, hingga teman preman itu juga menghantam kaca mobil, mungkin karena di lapisi dengan kaca anti peluru sehingga kaca sulit pecah.


derren meretak kan giginya saat melihat salah satu dari preman itu berhasil  merusak pintu kunci mobil targetnya.


dan menarik target derren keluar dengan paksa. pasalnya dia yang berusaha menolak.


"bangsat, mati lu" ucap derren sambil mendekatkan mobilnya, saat melihat preman itu menampar targetnya hingga tersungkur ke aspal.

__ADS_1


derren langsung turun dari mobilnya dan menghampiri preman yang tertawa, dengan penuh emosi, derren langsung memberi bogeman hingga salah satu preman itu tersungkur dan ujung bibirnya mengeluarkan darah segar.


"sialan" umpatnya sambil membersihkan darah yang ada di ujung bibirnya.


preman yang lain menghentikan tawanya dan mendekat ke arah derren" siapa lo, tidak usah ikut campur urusan kita" ujarnya


derren terkekeh, "kalau lo sakitin dia, urusan lo sama gua" balas derren.


"mending lo cabut, sebelum babak belur" ujar salah satu preman


"kita buktikan" ujar derren setelah membantu targetnya berdiri dan menyembunyikan di belakang dirnya.


"serang" ucap salah satu preman itu


derren dengan lihai menangkis serangan dari mereka, saat lengah, derren langsung menendang perut preman yang hendak mendekatinya, dan derren berputar dan memukul lawan yang di belakangnya. hingga mereka tumbang.


'cabut" ujar ketua dari preman itu. mereka semua lari dengan terjatuh jatuh karena tubuhnya sakit.


derren langsung lihat ke belakang ke arah targetnya. lalu mendekat ke arahnya." lo baik baik saja?" tanya derren


perempuan itu melihat ke arah derren dengan tatapan takut, mungkin masih syok dengan kejadian tadi.


"gua baik baik saja" balasnya. "terima kasih, lo sudah bantu gua. gua gak tahu apa jadinya jika lo gak nolongin gua" ujar derren.


derren mengangkat bibirnya sebelah ke atas. "ini semua tidak gratis " ucap derren


perempuan itu memundurkan 1 langkah memberi jarak, "maksud lo apa?" tanyanya yang terlihat was was. dia merasa tidak aman jika berdekatan dengan orang yang baru saja menolongnya.


derren melangkah maju mendekati perempuan itu yang juga mundur di setiap langkah maju derren, hingga sampai mentok ke mobil perempuan itu, derren terus melangkahkan kakinya dengan seringainya.


"lo mau apa?" tanya dia ketakutan.


"derren memindahkan rambut yang menghalangi wajah targetnya. gua mau lu jadi kekasih gua, milik gua" ujar derren tanpa penolakan.


"gua gak mau" balas perempuan iu, yang berusaha mencari celah, derren yang peka meletakkan tangannya ke mobil, sehingga posisinya perempuan itu di kurung oleh raka.

__ADS_1


"sayangnya  ini bukan penawaran  , tapi perintah" ujar derren


TBC


__ADS_2