HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V 24


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA..


******


Raka keluar dari ruangannya yang bisa di bilang kamarnya di markas derren, merasa tenggorokannya kering, dia melangkahkan kaki ke pantri.raka menuang air putih ke gelas yang sudah disediakan.keadaan markas derren lumayan sepi, hanya ada sebagian yang beralu lalang, tidak seperti biasanya.


DRRRT raka melihat ke sampingnya."pada ke mana anak buah lo, tumben sepi?"tanya raka.


derren mengambil gelas dan menuangkan air putih yang ada di dalamnya.derren dengan wajah yang bengkak, bukan karena kena pukul tapi karena ngantuk ke bantal dan kasurnya.


"mereka ke area balap mungkin" jawab derren sambil meletakkan gelas yang sudah kosong.


raka menaikkan alisnya sebagai respond." bagaimana ceritanya bisa ada di sana?"tanya raka.


"inisiatif saja. ketika lo ke markas lo, gua juga ke markas untuk siapin pasukan gua, gua mengambil beberapa dari mereka untuk menjaga gadis lo" ucap derren."mangkanya jadi jangan ceroboh, coba kalau gua gak nyuruh anak buah gua jaga vio lo, pasti saat ini lo ketemu" ucap derren bangga.


"bagaimana keadaannya?"tanya raka


"baik, dia aman, anak buah gua masih stay di sana" jawab derren."perasaan  gua gak pernah meleset, gua yakin vio yang akan jadi incaran mereka, ternyata benar" jelas derren


raka yang ,asih memegang gelas sampai pecah karena melampiaskan emosinya."lo tenang saja, dia baik saja, anak buah gua pandai memanipulasi, jadi yang lintang bawa, bukan gadis lo, " kekeh derren melihat respon sahabatnya,


tangan raka di banjiri darah, tapi tidak ada sedikit pun kesakitan di wajahnya." bagaimana dengan lintang?"tanya raka.


deren menaik turunkan bahunya."gak tahu gua, tapi gua pastikan terlambat sedikit nyawanya melayang" ujar derren santai."terkadang gua bingung, buat apa lintang hiatin kita?" tanya derren sambil kepalanya.


"gua, gak tahu, ini pelajaran buat kita. selalu waspada, orang yang kita percaya bisa menjadi bom buat kita" ujar raka.


dia tersenyum miring dan pergi


******

__ADS_1


Vio memainkan ponselnya di teras rumah, sambil menunggu bundanya balik.t


FLASHBACK ON


TOK TOK TOK, vio yang masih syok tidak berani membuka pintu yang di ketuk oleh seseorang di luar sana yang belum vio ketahui. gimana mau tahu, dia tidak berani keluar dari kamarnya. "duh, siapa sih, buka gak ya" ucap vio bingung."tapi kalau di buka, ternyata orang yang mau menculiknya gimana?"tanya vio pada dirinya.


vio mondar mandir tidak jelas pikirannya hanya mengira ngira hal buruk yang terjadi. "tapi kalau yang ketuk tamunya" beo vio lagi.


"aggh, mending aku liat saja dari jendela, jika tidak kenal, aku tidak perlu membukakan pintu."tutur vio."bismillahirrohmanirrohim" ucap vio sebelum membuka pintu kamarya.vio mengendap ngendap di tembok rumahnya, hingga sampai di ruang tamu. vio memberanikan diri untuk mengintip dari jendela yang tertutup korden.


"kenapa gak panggil sih" kesal vio. ternyata yang tadi itu orang yang menjaganya. dengan kesal vio membuka pintunya.


"maaf nona saya mengganggu waktu anda, saya hanya mau menyampaikan, jika anda sudah aman. saja di minta tuan untuk mengawasi anda tapi dari jarak jauh, jadi saya izin pamit" sambil menunduk.


"saya sudah aman?"tanya vio. "alhamdulillah" ucap vio lega. "makasih ya om, sudah jaga saya "ucap vio tulus.


"sudah saya nona, kalau begitu saya ijin pamit" ujar om om itu.


FLASHBACK MATI


"assalamualaikum" ucap bunda vio.


vio mengangkat sambil tersenyum " waalaikum salam" jawab vio sambil mencium punggung tangan bundanya.


"kamu kok di luar?" tanya bunda


"cari angin bun, sambil menunggu bunda" jawab vio cengengesan


"ya sudah, ayo masuk bunda bawa makanan buat kita" ucap bunda sambil merangkul vio masuk ke dalam rumahnya.


"bunda bawa apa?" tanya vio yang mengunci pintu rumahnya.

__ADS_1


"tebak, bunda bawak apa?"


"hm, samyang?"jawab vio menebak.


"bunda bawa kentaki ke sukaan kamu" ucap bunda. bunda meletakkan kresek yang dia pegang di atas meja makan." kamu jangan seringan makan samyang, ga baik" ucap bunda.


"hehe,iya bun gak sering kok" jawab vio.


"ya, sudah bunda ambil dulu" ucap bunda vio sambil meletakkan tas kerja.


"tidak perlu bunda" jengah vio.ke vio seolah bertanya." biar vi saja, bunda mandi ganti baju, biar vi mempersiapkan melihat ini" ucap vio.


"kamu bisa?" tanya bunda


"bisa, sudah sana bunda bersih bersih dulu, setelah itu kita makan" suruh vio.


"ok, bunda mau bersih bersih dulu" ucap bunda vio, sambil mengambil kembali tasnya, dan langsung masuk ke kamarnya.


vio langsung ke dapur, mengambil nasi, dan mengisi air untuk persiapan makan dengan bundanya. tak butuh lama, bunda vio sudah kembali, dengan wajah yang frees dari sebelumnya.


"ayo makan bun" ucap vio sambil meletakkan ponselnya


Mereka makan dengan menikmati hingga isi piring di mereka habis tak tersisa. "Alhamdulillah" ucap mereka penuh syukur.


selesai makan vio membantu bundanya merapikan tempat makan. "vi, bunda istirahat dulu ya" pamit bunda vio.


vio menganggukkan kepalanya" iya bun" jawab vio sambil senyum


pintu kamar bunda tertutup, vio duduk di ruang tengah sambil bermain ponselnya. TING, vio melihat nontifikasi di ponselnya.


RAKA

__ADS_1


TBC


__ADS_2