HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V 36


__ADS_3

happy reading reader's


****


Mereka jalan dengan santai menuju gerbang putri, "makasih ka" ucap vio yang menundukkan kepalanya.


"buat?" tanya raka dengan menarik alisnya ke atas


vio menenteng plastik yang dia bawa. "ini, dan semuanya" ujar vio


"sudah kewajibanku memenuhi kebutuhan kamu" ujar raka


vio sedikit melihat ke atas untuk menatap wajah raka. yang sayangnya sangat tampan apa lagi malam hari. "ye, aku bukan istri kamu yang harus kamu memenuhi kebutuhan aku" ujar vio


"kode" ujar raka sambil mendehemkan suaranya.


vio mengernyitkan dahinya. "kode apa?" tanya vio


"mau aku nikahi" ujar raka santai sambil memasukkan tangannya ke saku celananya, yang menambah karisma seorang raka.


vio membulatkan matanya " kamu apa an sih, gak ada ya" ujar vio sambil memukul lengan kekar raka.


"tanpa persetujuan mu, kamu akan menjadi istriku, jadi siapkan dirimu, dan belajarlah untuk menjadi istri yang baik" ujar raka


"halu" ucap vio


"tidak, itu akan terjadi, kamu tahu aku siapa, dan apa yang aku mau harus aku miliki, "


vio membulatkan matanya. "tapi aku bukan barang yang bisa kamu miliki dengan cara apa pun" ujar vio yang mulai terbakar emosi.


raka menghentikan langkahnya saat vio berhenti. "kamu seperti singga sana ku, yang harus aku miliki dan perjuangkan" ujar raka


vio menarik napas dan membuangnya pelan untuk mengendalikan emosinya, dan tak lupa beristigfar di dalam hatinya agar setan yang menghantuinya hilang dari dirinya. "jika takdir menyatukan kita, maka kita bersatu, tapi jika tidak, kamu tidak boleh memaksa" ujar vio


"bukankah takdir bisa di rubah?" ujar raka, " itu ada kan di dalam kitab yang kamu pelajari?" tambah raka. mengingat buku yang dia baca. semenjak mengenal vio,  raka membaca buku yang di pelajari di pesantren, tidak tahu apa alasannya, yang jelas apa yang gadisnya suka dia juga suka.


"kamu tahu dari mana?" tanya vio menatap raka penasaran.


"aku baca buku yang kamu baca waktu aku ke rumah kamu" balas raka


UNTUK SANTRIWATI HARAP MEMASUKI GERBANG, JIKA TERLAMBAT DARI JAM 10 AKAN DI KENAKAN SAKSI, suara mikrofon menggema.


"aku harus balik" pamit vio


"besok aku ke sini lagi" ujar raka


"tidak bisa, besok sudah aktif, dan aku tidak boleh keluar dari gerbang ini" ujar vio


"kalau aku kangen bagaimana?"


"ya, tunggu aku selesai tugas" ujar vio tenang

__ADS_1


mendengar jawaban vio rahang raka mengeras. vio yang menyadari itu terpaksa harus mengelus lengan raka yang memakai jas.


"kalau bunda ke sini, kamu ikut saja" ujar vio


"kapan?" tanya raka


"sebulan sekali " jawab vio


"aku tidak janji, tapi aku akan menemui kamu dengan caraku" ujar raka


"jangan aneh aneh" pesan vio " kalau begitu aku balik dulu, assalamualaikum, hati hati di jalan" ucapnya dan langsung memasuki gerbang.


"waalaikum salam" jawab raka dengan menatap punggung gadisnya hingga tidak terlihat.


raka langsung masuk ke mobilnya yang sudah di bukakan oleh sopir pribadinya. berbeda dengan vio yang langsung berkumpul dengan temannya yang menunggunya sejak tadi


"bagaimana vi?" tanya sasa


"dia marah,? kamu di apa kan sana dia?" tanya jesi tidak sabaran


"aku tidak papa, alhamdulillah dia tidak marah" ucap vio


"alhamdulillah kalau begitu, kita dari tadi sudah panik sama kamu vi, "ujar jeslin


"ya, sampai tidak bisa membayangkan jika pacarmu itu marah seperti apa" sambung sasa


"iya apa lagi dia kan" ucap rana yang sengaja memotong kalimatnya "mafia" lanjutnya dengan sedikit mengecilkan suaranya,


mereka saling melihat ke sekeliling "hei jangan bahas mafia, nanti ada yang mendengar" ujar vio


"sudah, ayo kita balik ke kamar" ujar sasa


"iya, ayo sudah malam, besok kita juga harus sekolah" ucap rana


" iya ayo" ucap vio


mereka berjalan dengan saling merangkul dan di isi dengan canda an satu sama lain yang membuat mereka tertawa, hingga sampai ke asrama


*****


Raka yang baru sampai di mansion langsung masuk ke dalam. saat ia hendak naik ke atas menuju kamarnya  derren langsung memanggilnya, raka yang melihat derren duduk di sofanya, tidak jadi naik dan menghampiri sahabatnya.


"sejak kapan lo ada di sini?" tanya raka


"sore" jawab derren


raka menganggukkan kepalanya dan lanjut berjalan ke arah tangga untuk menuju ke kamarnya.


"mau ke mana lo?" cegah derren


"kamar" jawab raka

__ADS_1


"gua dari tadi nunggu lo, mala lo tinggal" kesal derren


"besok saja, gua lelah" ujar raka


"dasar rakanjing" umpat derren


"GUA DENGER" teriak raka yang sudah sampai unjung atas


"GUA NGINEP " UCAP DERREN.


tanpa menunggu jawaban, derren langsung melangkahkan kakinya ke kamar yang biasa dia tempatijika dirinya menginap. derren langsung merebahkah dirinya di kasur.


"memang benar ya, gratis an itu enak" ucap derren lalu tidur terlelap.


DOR DOR derren yang terlelap langsung bangun dari tidurnya dan mengangkat senjatanya. "ahhg sial, " umpat derren memegang kepalanya yang nyeri .


derren langsung keluar kamar dan menghiraukan nyeri di kepalanya, dia berjanji siapa yang buat kekacauan malam ini dia akan mati.


derren berjalan ke depan yang sudah terdapat raka di sana dengan senjatanya. "siapa sih ganggu saja" ucap derren setelah sampai di samping raka


"anak buah darko" balas raka


"****, tidak ada kapok kapoknya tuh orang" ujar derren


DOR DOR DOR derren langsung kaget dan melihat ke arah yang di tembak raka, di belakang ohon yang gelap tumbang anak buah darko


derren menatap takjub ke sahabatnya. raka terus saja menembakkan pistolnya ke berbagai arah.


"jangan melamun bego, gunakan senjata lo" bentak raka


"ba-baik" ujar derren lalu kembali fokus menembak musuh yang bersembunyi


 selama satu jam raka dan anak buahnya bergulat senjata, hingga "selesai" ujar raka sambil meniupkan pistolnya.


"wih, keren sekali gua malam ini" ujar derren bangga menatap ratusan orang yang tumbang. dan itu musuhnya.


raka menatap sebentar sahabatnya dan langsung masuk ke dalam. derren melihat ke raka .' kaku banget" ujar derren sebelum ikut masuk ke mansion raka.


"apa rencana lo" ujar derren menatap raka yang sedang minum


"bersihkan" jawab raka yang meletakkan gelasnya ke meja


"gua ikut" ujar derren. raka menaikkan alisnya sebelah


"untuk apa?" tanya raka


"ya, dia sudah mengganggu malam tidurku" jawab derren


"terserah" balas raka lalu meninggalkan derren yang masih duduk di sana


"ke biasa an sekali itu anak main pergi saja, senang banget kayaknya ninggalin gua" ujar derren. sambil menuangkan air ke gelas yang dia ambil, lalu meminumnya.

__ADS_1


TBC


salam kenal semua...


__ADS_2