
HAPPY READING
*****
Suasana halaman pesantren yang tadinya sepi sekarang ramai, banyak santri berhamburan setelah keluar dari kelas mereka masing masing. ada yang ke pasar, ada yang berkumpul seperti vio saat ini yang menunggu jesi yang kelasnya belum keluar.
kegiatan rutin setiap malam minggu sampai malam malam rabu yang di wajibkan para santri. kegiatan ini berupa belajar fashoha dalam membaca al-qur'an.
"ke mana sih jesi, lama banget kelasnya keluar" keluh jeslin sambil bersandar di pohon.
"mungkin sebentar lagi"
"nah tuh kelasnya baru keluar" tunjuk sasa dengan wajahnya yang mengarah ke gedung lantai dua.
"HAII, NUNGGUIN YA" ujar jesi yang berlari sambil melambaikan tangannya ke mereka.
"lama banget sih jes" keluh jeslin dengan muka beteknya.
"ya biasalah ustadzahku kangen sama anak didiknya, jadi pulangnya belakangan" jawab jesi.
"ya sudah ayo, keburu ngantri panjang" ucap vio sambil berjalan menggandeng tangan rana, yang di ikuti oleh mereka dari belakang.
sesampainya di pasar hanya ada 3 toko yang buka, tidak seperti ketika siang hari, "mau bel apa?" tanya vio menghadap ke belakang, ke temannya berada.
"nasi telur, bon cabe sama air gelas 2" ujar jeslin. "kalian apa?" tanyanya lagi melihat temannya.
"sama kan saja, biar enak ngomongnya " jawab rana.
"iya sudah," ujar vio. "sini uangnya, aku yang beli, kalian tunggu saja di sini" ujar vio sambil menerima uang teman temannya yang di berikan ke padanya.
vio langsung menyatu sama santri lain yang mengantri nasi, 5 menit vio mengantri, akhirnya tiba saatnya waktu dirinya.
"mak, nasi telurnya 5 bon cabe 5, kerupuk 5, sama air gelasnya 10, yang 5 kasih yang setengah beku ya mak" ujar vio
"ya," jawab mak yang jualan nasi tersebut, sambil membungkus nasi pesanan vio.
"ini nasinya," ujar maknya sambil memberikan vio keresek putih tanggung yang berisi 5 nasi bungkus.
"bon cabenya 5?" tanya mak.
"ya mak" jawab vio sambil mengambil bon cabe yang mak berikan. vio langsung memasukkannya di dalam keresek putih, yang berisi nasi bungkus.
"apa lagi?" tanya maknya
__ADS_1
"kerupuk 5 sama air 10 yang 5 kasih yang setengah beku ya" ujar vio
"ini kerupuknya" ujar mak itu, vio langsung mengambil dan memasukkannya di dalam keresek nasi.
"ini airnya" ujar mak yang memberikan keresek tanggung putih dengan berisi air 10 biji.
"berapa semuanya mak?" tanya vio
"nasinya 5 jadi 20K, kerupuknya 5= 2500, bon cabe 5 =7500, airnya 5K jadi semuanya 35 RB " ujar mak pedagang nasi.
"ini mak" ujar vio memberikan uang pas ke mak penjual nasinya.
"ya, pas ya" ujar mak
"iya mak, terima kasih" ujar vio lalu sedikit pelan pelan keluar dari perkumpulan santri yang ngantri nasi. setelah berhasil keluar, vio langsung menghampiri temannya, yang sedang bercerita.
"sudah vi?" tanya jesi langsung berdiri, dan mengambil keresek yang berisi air gela. di ikuti yang lain
"sini vi, aku yang bawa nasinya" ujar sasa mengambil alih keresek putih yang di pegang vio.
"ayo" ujar mereka. yang berjalan ke arah asrama.
sesampainya di asrama, jesi meletakkan airnya di tempat tidurnya di ikuti sasa yang meletakkan nasi di sana. mereka meletakkan kitab mereka, dan membuka hijab sambil mengganti baju tidurnya.
"vio mengambil nasi, dan menggiring ke 4 temannya, begitu juga dengan bon cabe dan kerupuknya, setelah mereka dapat semua, mereka mulai makan setelah membaca doa sendiri sendiri.
*****
"Sekarang" ujar raka sambil bangkit dari duduknya, di ikuti oleh derren, yang juga berdiri sambil menyimpan ponselnya di saku jasnya.
raka melangkahkan kakinya ke ruangan, di mana ruangan itu terisi dengan orang yang sudah siap dengan senjatanya.
"kita akan jalan sekarang" ujar raka perintahkan mereka.
"ARE YOU READY?" Ujar raka
"READY" jawab mereka kompak,
"jalan" ujar raka yang jalan terlebih dahulu di ikuti oleh derren dan anak buah raka
di luar markas sudah ramai dengan suara kendaraan, raka dan derren satu mobil dengan derren yang menyetir, di ikuti mobil ke dua yang berisi anak buahnya dan begitu selanjutnya.
mobil derren langsung berjalan terlebih dulu sebagai tuntutan mereka, hingga sampailah mereka di halaman kelompok yang menyerang mansion nya kemarin malam.
__ADS_1
raka dan derren melihat situasi musuh, di gedung itu banyak sekali penjaga yang berjaga sambil bolak balik satu sama lain, raka mengarahkan tangannya untuk maju ke anak buahnya.
DOR DOR DOR terjadilah tembak menembak, raka langsung mendekat, saat musuh melemparkan pelurunya raka langsung sebunyi di belakang pohon, sehingga tembakan mereka melesat.dan mengenai pohon yang menjadi penghalang raka.
dan saat itu raka langsung menembakkan pelurunya dan pas sasaran, setelah aksi tembak menembak, kubu rakalah yang menang, raka dan derren langsung ke luar dari balik pohon dan langsung mendekat ke gedung itu dengan senjata yang tetap mengarah ke depan, guna hati hati saja, siapa tahu masih ada yang akan menyerangnya.
raka terus masuk hingga ke dalam, dan sepi, tidak ada orang yang berjaga. di rumah ini mungkin karena mereka sudah tumbang ., raka langsung memasuki mansion tersebut ke palanya sangat pusing. dan berat, raka yang oleng di tahan oleh derren yang kebetulan ada di sampingnya
"kenapa lo?" tanya derren. raka hanya membalas dengan menggelengkan kepalanya saja..
PROK PROK PROK, suara tepuk tangan membuat raka dan derren langsung berbalik arah, derren dan raka di buat kaget, melihat darko beserta anak buahnya, raka dengan cepat mengubah raut wajahnya yang kaget menjadi santai,
"selamat datang tuan raka yang terhormat" ujar darko. "kenapa, anda diam saja,? anda sudah di kepung" ujar darko.
raka memejamkan matanya sejenak, lalu membuka lagi, dan tatapan itu berubah tajam, raka melihat ke berbagai penjuru yang di kelilingi oleh anak buah darko, lalu raka melihat ke lantai atas, banyak yang mensondorkan pistol ke arahnya.
raka mengeluarkan senyuman devil. menatap lurus ke arah sang ketua mereka yang berdiri dengan tangan di masukan ke saku celananya
"bagaimana tuan raka, saya akan memberi penawaran untuk anda," ujar darko.
raka memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan berdiri dengan santai, tanpa takut sedikit pun, padahal setiap penjuru saling yang siap dengan pistol yang akan menembaknya kapan saja. tapi bagi raka itu bukan hal yang harus di takuti.
"saya akan melepaskan anda, asal anda berlutut di hadapan saya, dan mengakui kekalahan anda " ujar darko dengan sombongnya.
raka terkekeh begitu juga dengan derren, "in your dream" bukan raka yang menjawab melainkan derren yang berdiri santai di samping raka
"baiklah jika tidak mau, dengan senang hati saya akan membuat kalian mendekam di neraka" ujar darko emsi dan di sambung dengan tawa yang sangat lucu bagi raka.
"SIAPKAN SENJATA" Ujar darko
CEKLEK CEKLEK, ruangan itu ramai dengan suara pengaktifan pistol. darko tersenyum puas, lalu memundurkan dirinya
"SEKARANG" Ujar darko, tapi sebelum itu raka dan derren langsung melempai gas air mata yang mereka bawa,. mereka semua tidak bisa melihat keberadaan raka dan derren, karena terhalang oleh kabut asap.
tapi tidak untuk raka dan derren, mereka mengeluarkan pistolnya yang raka rancang agar kedap suara, jadi ketika menembak tidak akan ada suara.
DOR DOR DOR, pasukan raka mau tidak mau menembakkan pistolnya dengan ketika mendengar teman mereka berteriak, saat di tembak raka. tembakkan mereka asal, sehingga banyak yang salah sasaran. mereka tidak bisa melihat apa apa, karena bom asap yang raka dan derren lempar bukan hanya satu.
raka fokuskan titik penembakan ke sasaran, yaitu darko. sedangkan derren terus menembak anak buah darko. dengan ke ahliannya akhirnya orang yang dia cari cari ketemu. darko yang berdiri di samping ruang dengan pistol yang ditodongkan, dan tangan sebelahnya mengibas asap.
"hai bro" sapa raka dari samping kanan darko, darko langsung mengarahkan pistolnya ke arah kanannya, walau tidak terlihat tapi tadi dia jelas mendengar suara lawannya. dengan keyakinan penuh, darko langsung menembak ke arah kanan.
DOR. "AGGH" Teriak seseorang yang kena peluru darko.
__ADS_1
TBC