
HAPPY READING...
****
Mereka sudah memasuk gapura yang bertulis nama pesantren vio. suasana ramai, banyak kendaraan yang keluar dan masuk, sudah di pastikan kebanyakan santri kembali tepat waktu. mungkin ada sebagian yang lambat tapi tidak sebanyak yang tepat waktu, dan mana lagi ada santri baru yang daftar.
setelah dengan kesabaran penuh, akhirnya sampai juga di depan gerbang putri. vio langsung turun terlebih dahulu, di ikuti dengan raka dan bundanya.
vio melihat sekitar, menarik napas dalam dalam dan mengeluarkan dengan santai. vio melihat sekitar. di sini, tempat yang mengajarkan banyak hal, di sini tempat dia belajar, dan tempat ini yang memberikan warna dalam hidup vio. di sini penjara sucinya.
"vio" panggil seseorang
vio melihat ke arah orang yang memanggil namanya. "hai," balas vi sambil melambaikan tangannya.
"assalamualaikum" ucap vio sambil menerima pelukan dari sahabatnya di sekolah agamanya.
"waalaikum salam" jawab ulya
"kangenn" ucap ulya antusias
"sama, aku kira akan besuk kamu, eh ternyata aku balik " kekeh vio
"ya, tapi kan hanya sementara kamu di sini, nanti juga kamu balik lagi." ujar ulya
"ya, tenang saja, aku pasti main ke sini nanti"
"iya ke sini, tapi pasti lama, biasanya kan anak luaran itu sibuk apa lagi anak kuliah an , pasti sibuk" ucap ulya dengan raut sedih.
"aku pasti akan meluangkan waktuku kok, kamu tenang saja" balas vio
"janji ya?"
"ya"
"vi" panggil rana
vio langsung melihat ke arah suara, " hai" balas vio
"barang kamu sudah di dalam?" tanya vio
"ya, sudah masuk lemari" balas rana,
"assalamualaikum tante" ucap rana sambil mencium punggung tangan bunda vio
"tante, bagaimana di jalan tan,?" tanya Rana menyapa bunda vio
"macet banget, apa lagi pas masuk gapura" jawab bunda vio. "di mana orang tua kamu?" tanya bunda vio.
"sudah balik tante, " jawab rana.
__ADS_1
"oh, ya sudah, kalau begitu, ayo kita masuk dulu" ujar bunda.
"raka kamu tunggu di sini, bunda sama vio mau simpan barang vio dulu" ujar bunda sebelum masuk ke gerbang.
yang di angguki oleh raka. vio melihat ke arah raka, pandangan mereka sempat papasan, vio memberikan senyuman kecil, tapi tidak dengan raka yang tetap mendatarkan wajahnya.
vio menarik kopernya, yang di bantu rana yang membawa kardus vio.
"subhanaallah, tampan banget dia" ujar salah satu santri wati yang berdiri di dekat gerbang
"mana- mana? " tanya temannya
"itu loh" ujarnya sambil menunjuk ke luar gerbang.
vio yang penasaran dengan yang mereka bicarakan vio langsung melihat ke arah yang di tunjuk mereka, mata vio membulat lalu kembali melihat ke santri wati yang semakin banyak berkumpul menatap dengan memuji ketampanan raka.
"vi ayo" ujar rana
"ha, ah iya, ayo" ujar vio yang di tarik oleh rana.
"ran, mereka kayaknya lagi bicarakan raka deh" ujar vio ke rana.
********
Selesai meletakkan barang, vio, bunda dan rana langsung kembali ke luar, " cepat dikit vi, kasihan raka, dia kan baru pertama kemari" ucap bunda sambil berjalan terlebih dahulu sambil menarik tangan vio.
"sabar bunda, lagian tidak akan hilang juga" balas vio
"mantu kesayangan banget kayaknya vi" bisik rana sambil terkekeh. vio menanggapi dengan wajah kesalnya.
sesampainya di gerbang mereka berhenti, karena ter halangan oleh para santri yang berkumpul di gerbang, vio melihat ke rana yang juga melihat dirinya.
"kok kumpul di sini, memang ada apa?" tanya bunda vio melihat anaknya di belakang dirinya.
"vi juga tidak tahu bun" jawab vio
"permisi" ujar rana yang berjalan terlebih dulu untuk memberi jalan ke bunda vio. mereka semua memberi jalan, vio dan bundanya langsung menghampiri raka yang berdiri di dekat mobilnya.
"lama?" tanya bunda
"tidak terlalu" balas raka
AAA terdengar teriakan dari dalam gerbang, yang membuat vio rana dan bundanya melihat ke belakang. setelah tahu jawabannya, bunda langsung menatap raka.
"ya sudah vi, bunda mau langsung pamit, kasihan raka, takut ada kerja an" ujar bunda.
"ya, hati hati" balas vio, sambil menyalami bundanya
"vio" panggil sasa, jesi dan jeslin yang baru datang dengan membawa barang barangnya.
__ADS_1
'' kok datangnya pas bareng?" tanya rana
"iya, kita ketemu di jalan" balas mereka
"assalamualaikum tante" ujar jeslin, menyalami tangan bunda vio yang di ikuti oleh lainnya.
"waalaikum salam, orang tua kalian ke mana?" tanya bunda vio.
"langsung balik tan, biar tidak kemalaman, di luar macetnya nauzubillahimindalik" balas sasa
"tante, tidak masuk dulu?" tanya jesi
"sudah, sambil ketemu ketua kamar kalian tadi, ini tante mau balik" jelas bunda vio
"kok cepat tan, ?" jeslin menanggapi.
"iya kasihan raka, takut ada kerja an yang mau di urus" kata bunda
"vi, kalau gitu bunda pamit dulu, kamu hati hati di sini, jaga kesehatan" ujar bunda, mengingatkan putrinya.
"ya bunda juga, hati hati, jangan terlalu lelah, istirahat yang cukup, jaga kesehatan" ujar vio sambil menyalimi angan bundanya,
"ya, bunda tinggal ya" ujar bunda vio sambil mencium kening vio dengan mata berkaca kaca.
"ya" balas vio dengan senyuman. ini yang tidak vio suka, setiap bundanya mau balik ke rumah pasti berkaca kaca, yang membuat vio tidak kuat menahan air matanya.
bunda vio membuka pintu mobil dan langsung masuk, raka mendekat ke vio dengan muka yang tidak berubah tetap datar mengalahkan jalan aspal.
"nanti malam aku ke sini" ujar raka berbisik ke vio
vio langsung melihat ke raka. "tidak bisa, nanti malam aku tidak bisa" balas vio sambil memberi jarak antara dirinya dan raka.
"bisa di atur" ujar raka, sambil mengelus kepala vio yang di tutupi hijab, vio langsung menghindar mengingat dia bukan mahramnya.
Raka langsung memutar mobilnya dan masuk ke pintu depan yang ada di sebelah pengemudi. vio melihat mobil raka yang jalan sampai keluar dari pintu masuk pengunjung.
"cie" senggol sasa ke lengan vio
"bagaimana keadaanmu jantung mu vi?" tanya jesi
"kalian apa apa an sih, yuk masuk" ucap vio sambil berjalan terlebih dahulu meninggalkan temannya yang masih tetap menggoda dirinya.
"eh, tunggu vi" panggil sasa
"ada yang berbunga bunga tapi bukan kebun nih" ledek jeslin yang di ikuti tawa mereka.
"vi, itu kakak kamu tampan sekali, bisa dong kenalkan ke aku" ujar salah satu santriwati yang setia berdiri di gerbang, vio menjawab dengan senyuman sopan dan langsung pamit ke mereka..
TBC
__ADS_1
SALAM KENA..