
HAPPY READING..
**JANGAN LUPA FOLLOW\, LIKE\, COMEND **
PLEASED TO METT YOU
Semua orang menghentikan kegiatannya saat mobil ALPAD putih berhenti di lapangan kerja bakti. pintu penumpang mobil terbuka menampilkan cowok tampan dengan stelan santai dan tak lupa kaca mata hitam yang menambah kesan kerenannya.
ustad menjumpai pemuda tersebut. sebagai penanggung jawab gotong royong dan juga asli RT di daerah tersebut.
"mohon maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya ustad Rahmad
Raka melihat sekitar, dan pandangannya jatuh pada vio yang memunggunginya, mungkin dia belum mengetahui jika dirinya datang. raka membuka kaca matanya. "saya mencari vio" balas raka datar.
ustad tersenyum ramah "kalau boleh tahu ini siapanya vio?"
"pacar" jawab raka datar.
ustad Rahmad sedikit kaget dengan kejujuran anak muda di depannya ni. biasanya jika ada teman atau pacar ingin bertemu seorang gadis. dia bilang teman atau saudara. tapi laki laki ini jawab dengan jujur.
ustad tersenyum, kagum dengan ke jujurannya.
sasa menyenggol vio yang masih asik dengan dunianya. mencabuti rumput. tanpa sadar dengan keadaan.
"vi" panggil sasa dengan mencolek bahu vio.
vio yang masih fokus hanya berguman sebagai jawaban. "vio" panggil sasa ulang, karena vio masih terus mencabuti rumput di depannya. "lihat ke belakang kamu" suru sasa.
"apa sih sa" tanya vio melihat ke atas menatap sasa yang berdiri di sebelahnya.
sasa melihat vi dan menunjuk arah raka dengan wajahnya. vio langsung melihat arah tunjukan sasa. mata violet membulat saat melihat raka sedang berbincang dengan ustad rahman.
vio berdiri dengan panik. "ngapain sih ke sini" batin vio.
Ustad dan raka melihat dirinya. "violet kemari" panggil ustad.
vio melihat ke arah sasa. sasa menganggukan dan mendorong vio pelan untuk maju. sesampainya di depan ustad dan raka vio hanya bisa menundukkan kepalanya." ya ustad" balas vio.
"ini pacar kamu mau bertemu," ucap ustad. vio langsung mengangkat kepalanya menatap ustad terkejut. "kamu temui dia dulu, tapi ingat jangan macam macam" ingat ustad pada violet. vio menatap raka kesal,
"baik ustad" balas vio. ustad meninggalkan mereka berdua
Vio melihat sekitar yang masih memandang pesona raka. "ayo duduk di sana saja" tunjuk vio ke kursi panjang yang terbuat dari bambu.
raka mengikuti vio dari belakang lalu ikut duduk di sebelah vio.
"untuk yang lain lanjutkan kerja baktinya" tegas ustad rahman. semua santri melanjutkan kegiatannya, walau selalu mencuri curi pandang raka.
"aku akan berusa mendekatinya' ucap lia degan senyum liciknya. menatap benci ke vio. lia melanjutkan kejanya. tapi fokus dia memantau pergerakan raka dan violet.
__ADS_1
"aku sudah bilang jangan ke mari" ucap vio kesal.
raka mengernyitkan dahinya" why?"
vio menatap raka. "gak enak saja, " jawab vio.
"ustad kamu saja tidak masalah"
"ya, tetap saja aku tidak enak. yang lain kerja bakti masak aku duduk"
"biasakan saja" jawab raka santai. melihat muka kesal gadisnya adalah hobi barunya.
"sudah sarapan?" tanya raka yang idak lepas memandang vio.
"sudah, kamu sendiri?" tanya vio yang mengusap keringat di dahinya.
"sudah" jawab raka. "aku bawa makanan banyak, nanti bagikan sama teman teman kamu yang kerja bakti ya" beritahu raka.
"iya" balas vio.
"pinjam ponsel kamu" minta raka.
"di dalam"
"ambil" ucap raka. vio menatap raka kesal, " nanti saja" balas vio.
io berdiri "beneran?" tanya vio menanyakan kepastian. raka menganggukkan kepalnya.
vio masuk ke posko dan mengambil ponselnya. tak lama vio menyerahkan ponselnya dan memberikan ke raka tanpa pikir panjang.
"aku lanjut kerja bakti dulu" pamit vio. raka mengangguk sambil tersenyum tipis.
raka melihat vio yang sudah bergabung dengan temannya. pandangan raka teralih ke ponsel vio. saat menghidupkan ponsel tersebut, muncul muka dirinya. hanya seperti ini sudah membuat kupu kupu berterbangan di perut raka. raka membuka pasword ponsel violet yang sudah di beritahu terlebih dulu oleh pemiliknya.
Vio melanjutkan kegiatannya yang tertunda " vi kenapa di tinggal raka?" tanya sasa.
"gak enak aku, kalian kerja bakti masa aku hanya duduk."
"lagian ini mau selesai vi, mending kau temani raka saja" suru sasa.
"mangkanya, karena hampir selesai, aku mau bantu biar cepat" balas vi yang tetap dengan pendiriannya.
Kerja bakti sudah selesai, waktunya untuk istirahat. vio dan lainnya mencuci tangan dan kaki. vio melihat ke arah raka yang di dekati sama teman teman lia.
"hai, boleh kenalan gak, aku lia, teman vio" ucap lia dengan mengulurkan tangannya.
raka tidak menanggapi pertanyaan cewek di depannya yang berusaha mendekati dirinya. lia yang tidak di respon hannya tersenyum kecut dan menurunkan tangannya.
"kamu benar pacar vio?" tanya reta geng lia.
__ADS_1
raka tidak merespon tetap sibuk melihat ponsel vio tanpa rasa terganggu. sampai dengar suara deheman dari orang yang baru datang.. raka melihat ustad yang berbincang dengan dirinya tadi.
semua cewek yang mendekati raka sedikit mundur saat ustad datang. raka berdiri dan membuka headset blutut yang dia kenakan.
lia dan temannya ternganga dan menatap satu sama lain. vio tersenyum. raka bukan seperti cowok pada umumnya, yang suka jika di ajak kenalan.
ustad tersenyum ramah pada raka. "kegiatan sudah selesai, jika ingin bertemu pacarmu, silahkan tapi jangan di bawa ke mana mana" ujar ustad
raka menganggukkan kepalanya dan menatap vio. vio yang di tatapun segerah menghampirinya. "makan dulu" ucap raka lembut. vio menganggukkan kepalanya.
"saya bawa sedikit makanan untuk kalian," ucap raka ke ustad.
"terima kasih" ucap ustad tulus.
vio memerintahkan sopirnya dengan tatapan, yang di anggukan oleh sopir raka. sopir raka membuka bagasi dan mengeluarkan makanan box. lalu memberikannya pada ustad. ustad rahman menerima dengan senang hati.
"anak anak, ayo makan dulu, ini ada rezeki dari nak raka" panggil ustad. semua santri menuju ustad yang berada di teras posko.
raka menatap vio yang tersenyum melihat ke arah teman temannya,
khem deheman raka mengalihkan penglihatan vio "ayo kamu makan dulu" ucap raka sambil mengambil plastik yang di berikan oleh sopirnya. vio tersenyum, karena memang perutnya lapar. "aku mandi dulu, gerah" ujar vio sambil mengibaskan tangannya ke wajah
raka kembali duduk di kursi bambu "jangan lama lama" ucap raka.
vio mengacungi jempolnya. dan masuk ke dalam posko.
Sambil menunggu gadisnya bersih bersih. Raka melihat data perusahaan dari ponsel miliknya yang sudah terhubung.
Raka mengalihkan tatapannya saat merasa ada yang duduk di samping, dari parfumnya raka sudah mengenal siapa lagi kalau bukan violetnya. raka memasukkan kembali ponselnya dan membuka plastik yang berisi makanan, lalu memberikannya pada vio.
vio menerima dengan senang hati dan snyuman manisnya yang membuat raka tidak bisa tidur jika mengngatnya.
"kamu makan juga" ucap vio
raka menganngukan kepalanya dan membuka makanan yang satu lagi. mereka makan dengan keheningan. karena pada dasarnya makan memang tidak boleh berbicara bukan?
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang menatap mereka dari jauh, dengan seringat di bibirnya. orang itu menghubungi seseorang lewat earphone yang tersambung.
"target bersama dengan pawangnya" ucapnya pada orang yang tersambung di earphonenya.
"baik, saya akan mengawasinya"
Raka menghentikan suapannya saat merasa seperti ada yang mengintai, raka melihta sekeliling, dan penglihatan tajamnya bak elang melihat orang yang sedang mengintai di belakang pohon. raka berdiri, namun orang itu sudah tiada.
vio yang melihat raka tiba tiba berdiri langsung menatapnya. "ada apa?" tanya vio.
raka menggelengkan kepalanya, dan kembali duduk melanjutkan makanannya. penglihatannya tidak mungkin salah, ada yang mengintai dirinya atau gadisnya.
TBC
__ADS_1