HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R & V 6


__ADS_3

Maaf ya guys, kemarin gak up date, belakangan ini sibuk, tapi sekarang gua mau up , jangan lupa baca, comen dan like ok


HAPPY READING, I hope you like  to story me


****


Raka menghembuskan nafasnya kasar, dia mengambil ponslnya yang berada di dalam jasnnya  senyumannya terbit saat dia menghidupkan ponselnya, yang menampilkan foto seorang perempuan yang cantik dengan hijabnya. Raka langsung mengusap layarnya ke atas, dan terbukalah kunci, raka   mencari kontak gadisnya dan menekan gambar vidio pada panggilan lalu raka menjajarkan mukanya pada ponsel.


"Assalamualaikum" ucap vio, dari seberang sana yang menggunakan mukena.


"waalaikum salam" jawab raka, tersenyum tulus.


Raka jadi suka tersenyum ketika bersama vio, jangankan bertemu hanya memikirkannya saja, membuat pipinya berkendut.


"Ada apa?" tanya Vio.


"Kangen" jawab raka, sambil mengganti posisinya jadi tiduran di sofa.


Di layar vio hanya mengalihkan penglihatannya." sudah ketemu tadi, masa rindu " Ujar vio yang menahan malu.


"inginnya bareng terus" ucap raka, yang mulai menjadi jadi.


pipi Vio memerah blasing, raka yang melihat itu langsung tertawa, " kamu malu" tanya raka dengan ketawanya yang mulai mereda.


"tidak, mana ada" ngelak vio, gugup dan salah tingkah


"masa sih, tapi kok pipi kamu merah gitu ya?" tanya raka menggoda vio


"vio memegang pipinya" enggak mana, gak ada kok" jawabnya.


"kenapa, salting gitu' tanya raka.


"tau ah, mana ada, aku mau lanjut ngaji, Assalamualaikum" ucap violet sambil memutuskan sambungannya.


Vio memegang jantungnya yang berdetak kencang, dan memegang pipinya yang panas, "Astagfirullah hal azim, kenapa jantungku berdetak sangat cepat?" tanya vio pada dirinya.


"Apa aku mulai menyukai raka?"


"ah, tapi tidak mungkin, baru 3 hari masa iya aku suka sama dia" elak vio, pada dirinya. Vio mengambil Al-Qur'an yang dia letakkan di nakas, dan mulai melanjutkan bacaan ayat yang sempat tertunda tadi.


Di lain tempat, raka melangkahkan kakinya ke toilet, rasa lelahnya hilang saat melihat dan mendengar suara gadisnya, beban dalam hidupnya seakan lenyap di bawa angin, apa lagi saat dia melihat gadisnya blasing, dan salting karenanya sungguh menyenangkan untuknya, dan mungkin akan menjadi salah satu hobi barunya." you forever mine" ucap raka yang masuk ke kamar mandi melakukan ritual mandinya.


20 menit raka keluar dari kamar mandi dengan kaos polos putih dan celana pendek berwarna hitam. raka mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil menuju sofa, setelah kering raka melempar handuk kecilnya ke sofa yang berada di sebelahnya.


Raka mengambil tas, yang berada di sofa dan mengeluarkan laptop dan berkas berkas kantor miliknya, dia membuka laptopnya dan mengetik kerjanya di sana. Raka melihat ke arah jam yang terpajang manis di nakas, jam masih menunjukkan pukul 19, raka memulai mengerjakan tugas kantornya yang tidak pernah ada habisnya.


****


Vio menuju ruang keluarga, setelah dia selesai makan malam bersama keluarganya,"Vi, tadi ke mana saja?" tanya bunda.


"ke syafz queen kafe, sama mampir ke GM bun" jawab vio.

__ADS_1


"oh, sama siapa saja?" tanya bunda


"sama jesi, jeslin, rana sasa dan raka, tapi waktu ke GM hanya berempat "


"raka?" tanya bunda sambil mengernyitkan dahinya bingung.


"teman baru vio, dan sekarang sudah jadi pacar vio" jawab vio jujur sambil menundukkan kepalanya saat memberi tahu jika raka adalah pacarnya.


"pacar? are you kidding me?"


"ya bener, vi tidak bohong" ucap vi


Bunda yang mencari kebohongan pada putrinya, namun tidak melihat adanya  kebohongan" sejak kapan?" tanya bunda yang masih belum rela jika putrinya harus memiliki kekasih.


"kemarin" jawabnya dengan muka yang semakin menunduk.


Bunda yang melihat vi, merasa ketakutan akhirnya mengelus kepala vi yang di baluti hijab dengan sayang.


"kemarin bukannya vi baru keluar?" tanya bunda yang tidak paham.


Violet memberanikan diri menatap bundanya. " vi baru kenal, saat di supermarket, dan dia langsung cap vi miliknya, vi juga tidak tahu bagaimana dia tahu no hp vi" jelas violet.


"apa dia teman dari teman kamu?"


vi menggelengkan kepalanya," vi tidak tahu bunda, tapi vi rasa dia bukan salah satu teman vi,"


"kenapa kamu seyakin itu?"


bunda mengusap lembut kepala putri bungsunya ini." selagi dia tidak macam macam bunda gak melarang kalian pacaran, tapi vi harus ingat batasan"


"ya bunda" jawab violet.


mereka kembali menikmati film yang di tayangkan di RCTI pemainnya arya saloka dan amanda manopo yang di temani dengan camilan yang di bawakan oleh bik ijah.


Ting vio yang serius melihat film langsung melihat ke arah ponselnya yang bunyi, Grub cecan soleha itu yang tertera dalam layar ponselnya, violet mengambil ponselnya lalu membuka chat grub dari anak kamarnya.


rana


vio where are you"


lisa


ngapain nyari si vio, japri aja


rana


sewot amat


Lisa


ganggu

__ADS_1


vio


what?


tak berangsung lama rana menghubungi vio. vio melihat ke bundanya, "bun vi mau angkat telfon dulu ya" pamit vi pada bundanya, yang  di jawab dengan anggukan pelan oleh bundanya tanpa melepas fokusnya pada film drama yang di buat di indonesia, yang alur ceritanya seperti drakor.


"kamu di antar sampai rumahkan sama sopirnya raka?"


"ya, dia baik banget ya vi, beruntung kamu bisa dapat dia"


"ada apa nelfon aku?"


"besok kita ikut sholawat bhenning yuk, itu majlis sholawat yang terkenal"


"di mana?"


"di kota "


"ok, jam berapa?"


"hm, kita berangkat ba'da azhar gimana?"


"boleh deh, yang lain ikut?"


"iya"


"ya sudah, kalian nanti kumpull di rumah aku saja, kita bareng ke sana"


"ok, ya sudah aku tutup Assalamualaikum"


"waalaikum salam"


violet masuk ke dalam rumahnya lagi, lanjut melanjutkan nonton dengan bundanya.


"dari siapa vi?"


"rana, besok vi mau mintak ijin sama bunda, mau ikutan sholawat di kota, bareng sama jesi sasa jeslin sama rana, boleh?"


"jam berapa?"


"kata rana, ba'da azhar kita berangkat, soalnya acaranya mulai ba'da isya' "


"boleh, tapi kamu jangan lupa sholatnya, besok bawa mukena" ujar bunda


"ok"


"bun vi ke kamar dulu ya, ngantuk"


"iya, selamat malam sayang"


"malam bunda" jawab violet,

__ADS_1


violet masuk ke dalam kamarnya meletakkan ponselnya di nakas, dan masuk kamar mandi untuk bersih bersih dan ambil wudhuk sebelum tidur. violet membuka hijabnya lalu membaringkan dirinya sambil memeluk boneka beruang yang besar hadiah dari ayahnya yang sedang bekerja di negara orang. violet membaca do'a sebelum tidur, kebiasaan yang tidak bisa di hilangkan


__ADS_2