
Happy reading...
"Napa lo?" tanya derren yang baru datang dan langsung duduk di depan raka, yang sedang menatap ponselnya.
raka melihat sekilas ke derren, lalu melihat kembali ponselnya. "bisu lo?" tanya derren melipatkan kakinya ke kaki satu sambil menyedot rokok elektriknya.
"assalamualaikum bunda" ucap raka lembut, sambil mengangkat ponselnya ke arah sejajar dengan telinganya.
derren menaikkan alisnya sebelah, sambil bertanya siapa, tanpa bersuara. raka memberi isyarat ke pada derren untuk diam. derren pun hanya mendengarkan apa yang di bicarakan raka.
"saya mau tanya, bunda kapan besuk vio?" tanya raka.
derren yang paham langsung melingkarkan bola matanya dan kembali duduk dengan bersandar di sofa. "ck bucin" ejek derren, yang mendapat tatapan tajam dari raka.
"kenapa tidak sekarang saja bunda?"
(....)
"ya sudah saya tutup, assalamualaikum" ucap raka menutup panggilannya dan langsung melemparkan ponselnya ke meja.
"anjing" kaget derren mendengar suara lemparan dari ponsel raka.
raka mengusap wajahnya berulang kali, "kenapa lo?" tanya derren
"kangen gua sama vio" ujar raka sambil menyandarkan dirinya di sofa.
"datangi lah" ujar derren santai.
raka membuka matanya dan langsung menatap derren tajam" kalau bisa, tanpa lo suruh, sudah jalan" ujar raka
derren tersenyum remeh" sejak kapan lo tidak bisa melakukan apa yang lo mau?" tanya derren yang tidak habis pikir, pasalnya raka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau, dan itu harus di dapatkan.
raka memijat kepalanya yang sedikit nyeri, "mending lo ke sana itu saran gua."
"tidak semudah itu untuk bertemu vio yang, harus bareng orang tuanya, "balas raka
"kalau tidak bisa, kenapa tidak lo gunakan cara ekstrim saja" ujar derren
"maksud lo?" tanya raka sambil menegakkan duduknya.
"ya lo menyusup saja, mudahkan" ujar derren santai
raka memikirkan apa yang di ucapkan derren, " bisa di coba" ujar raka. " sekarang lo cari tahu di mana asrama vio" ucap raka sebelum naik tangga.
"gua?" tanya derren yang membuat raka menghentikan langkahnya di tangga bagian tengah. "kenapa gua?" tanya derren
raka membalikkan badannya menghadap derren. "kan rencana lo" balas raka santai sambil melanjutkan langkahnya.
"dasar Rakanjing " umpat derren, mendengus sambil keluar dari mansion raka. dengan muka kesalnya.
raka masuk ke ruang kerjanya dan mengerjakan urusan kantor, dan dunia bawa tanah. raka mempunyai 2 pekerjaan, dunia bisnis, dan dunia bawah tanah, tak heran jika banyak yang ingin menjatuhkan raka, apa lagi dari dunia bawah tanahnya yang sangat ter obsesi ingin membunuh dirinya.
TING, raka menghentikan ketikannya dan melihat ke arah ponsel barunya, raka langsung membuka email dar derren. "good" ujar raka menatap ponselnya. raka langsung menyimpan data yang dia buat di laptopnya lalu mematikan dan langsung bergegas ke luar mansion untuk menemui derren
****
"assalamualaikum" ucap mereka yang akan berangkat ke sekolah
__ADS_1
"waalaikum salam" jawab vio.
kamar saat ini sepi hanya ada vio dan 3 temannya yang juga sama mengurus pemberhentian, dan di tambah 3 teman kamarnya yang sakit.
"vi kamu sudah mandi?" tanya leta
"belum, bentar lagi aku mandi" jawab vio
"ya sudah, bareng ya ke kamar mandinya" ujar leta.
"ok"
vio menata bajunya yang baru saja di lipat ke dalam lemari miliknya. vio mengikat rambutnya karena merasa panas setelah melipat bajunya.
"ayo vi?" ujar leta yang sudah siap dengan handuknya yang dia bawa.
"sebentar, aku keringatan" ujar vio sambil berdiri di depan kipas yang di arah ke padanya.
"del, mau ke kamar mandi?" tanya leta ke dela yang sedang sakit.
"gak mbak, " balas dela.
"kenapa? ada yang sakit?" tanya leta
"pusing kepalaku" ujar dela.
"kamu sudah nitip makanan?" tanya vio sambil mengangkat rambut belakangnya.
dela menggelengkan kepalanya. "ya sudah nanti selesai mandi nitip sama mbak," ujar leta.
"ayo vi, nanti yang sakit tampah pingsan karena baumu" canda leta
leta mengikuti dari belakang vio.
"e, tunggu" teriak lala salah satu teman vio yang juga mau berhenti
"tak kira sudah mandi kamu" ujar leta, yang menunggu lala
"belum, tadi ramai, mangkanya aku naik lagi" ujar lala.
30 menuit mereka selesai mandi dan langsung bergegas ke asrama, karena jam 8 kamar mandi asrama di kunci,
"ayo langsung beli makanan" ujar vio sambil meletakkan sandalnya ke rak
"ayo, lapar aku sudah" jawab leta.
"ikut" ujar lala
"ayo buruan gak usah pakai bedak, biar cepat" ujar leta.
"dek, dela" panggil leta sambil menepuk tangannya pelan
"eghh, ada apa mbak?"
"kamu jadi nitip?"
"ya, ini uangnya" ujar dela sambil memberikan uang ke leta.
__ADS_1
leta menerima uang dela, " mau beli apa?" tanya dela
"terserahnya mbak dah" ujar dela.
"ya sudah"
"makasih loh mbak" ucap dela
"ya" balas leta
"ka, ra" kamu sudah nitip makanan?" tanya vio ke ke dua anak kamarnya yang juga sakit
"sudah mbak" jawab mereka
"gak mau nitip apa gitu?" tanya lala
"ndak dah mbak, terima kasih" ujar mereka
"ayo" ucap leta.
vio dan lala mengambil sandal dan langsung menyusul leta yang jalan terlebih dulu.
*****
"Bagaimana?" tanya raka yang langsung duduk di depan bangku kerja derren.
derren memutarkan kursinya, "pasti beres kalai sama gua, li tenang saja" ujar derren santai
"mana?" tanya raka
derren membuka laptopnya lalu mengetik dengan cepat, dan langsung menghadapkan ke raka yang terlihat tidak sabar an
"lo kenapa gak cari sendiri? gua yakin lo pasti bisa mendapatkan info ini dengan cepat?" tanya derren
raka melihat ke arah derren lalu kembali ke arah layar. "ck, serasa ngomong sama tembok gua" ujar derren
"gua cabut" ujar raka setelah mengembalikan laptop derren
"ck, kebiasaan, terima kasih kek, apa kek, main cabut saja" kesal derren sambil membuang rokoknya ke tong sampah
derren keluar dari ruang kerjanya, niatnya malam ini dia mau ke club untuk menenangkan dirinya, yang belakangan ini selalu darah tinggi setiap berhadapan dengan raka yang beruntungnya dia adalah sahabatnya.
derren memasuki club, pertama masuk dia sudah di sambut dengan DJ yang akan memecahkan gendang telinga jika tidak terbiasa. derren langsung duduk di bar sambil menikmati DJ.
"wey, lama tidak kelihatan lo? ke mana saja" sapa penjaga bar
derren tersenyum tipis, "sibuk gua; jawab derren dengan berteriak.
"mau pesan apa?" tanyanya.
"vodka" ujar derren
"siap" ujar penjaga bar, dia mengambil gelas dan menuangkan vodka ke gelas tersebut lalu memberikannya ke derren yang sedang menganggukkan kepalanya mengikuti irama DJ.
derren menerima delas yang di berikan dan langsung meminumnya. " ke mana teman lo?" tanya
"sibuk sama ceweknya" ujar derren sambil terkekeh mengingat raka yang seperti orang gila, karena cinta.
__ADS_1
"mana cewek lo?" tanyanya
"belum ada yang tepat" ujar derren sambil menggoyangkan gelas yang berisi vodka tersebut.