HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
47


__ADS_3

HAPPY READING...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN....


"derren memindahkan rambut yang menghalangi wajah targetnya. gua mau lu jadi kekasih gua, milik gua" ujar derren tanpa penolakan.


"gua gak mau" balas perempuan iu, yang berusaha mencari celah, derren yang peka meletakkan tangannya ke mobil, sehingga posisinya perempuan itu di kurung oleh raka.


"sayangnya  ini bukan penawaran  , tapi perintah" ujar derren dengan senyum devilnya. gadis itu menggenggam untung bajunya,


"ikut gua" ujar derren sambil menarik tangan perempuan itu ke arah mobilnya. niatnya ingin menendang kelemahan pria yang tidak di kenal ini, tapi terlambat keburu dia di tarik.


"masuk" ujar derren yang sudah membuka pintu samping pengemudi.


"gak, gua gak mau" ujarnya sambil memberontak


derren melepas napas beratnya. dan menatap tajam gadis di depannya, sehingga membuat dia dia. "masuk atau adik lo gua bunuh" ujar derren asal, pasalnya derren belum sempat mencari tahu tentang gadis yang akan menjadi targetnya ini.


"jangan sentuh keluarga gua" balas gadis di depan derren


derren tersenyum miring, "masuk, dan jadi gadis penurut, maka keluarga lo selamat" ujar derren serius.


gadis itu langsung masuk ke dalam mobil derren, dengan air mata yang terus menghujani pipinya


raka menutup pintuk mobil dan berjalan memutar ke arah pengemudi, lalu masuk, dan memakai sabuk pengamannya, sebelum menjalankan mobilnya, derren melihat gadis di sampingnya yang tak berhenti menangis.


"diam, jangan buang sia sia air mata lo." ujar derren. tanpa menjawab perintah laki laki di sampingnya, dia terus saja menangis.


"ck, pakai sabuk pengaman lo" ujar derren, melihat tidak ada respond, derren membuka sabuk pengaman yang dia pasang dan mencondongkan badannya ke arah gadis di sampingnya,


perempuan itu langsung panik hendak memukul tapi badannya kaku karena ketakutan. dia menahan napasnya saat wajah derren dan dan dirinya sangat dekat.


derren tersenyum kemenangan," napas" ujar derren yang memundurkan badannya sambil menarik sabuk pengaman targetnya.


saat derren menjauhkan dirinya gadis itu langsung bernapas lega, dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela di sampingnya.


derren kembali memasang sabuk pengamannya, dan mulai melajukan mobilnya, ke arah jalan mansionnya..


"kita mau ke mana?" tanya gadis itu yang ketakutan, . tidak ada jawaban dari empunya membuat pikiran dia ke mana mana.


"gua mau pulang," ujarnya lagi.


"kita pulang" ujar derren.


"lo mau antar gua pulang?" tanyanya penuh harap.


derren menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "tapi ini bukan jalan ke rumah gua, lo mau bawa gua ke mana?" tanyanya ketakutan, setelah melihat jalan yang sangat jauh dari jalan rumahnya.


"gua antar pulang tapi bukan ke rumah lo" ujar derren santai

__ADS_1


"lo mau bawa gua ke mana?" tanyanya dengan khawatir. air matanya turun tanpa di perintah


"ke rumah gua, lo sekarang pacar gua, jadi lo harus tinggal sama gua" balas derren


"gak, gua gak mau" ujarnya sambil melepas sabuk pengaman miliknya dan membuka pintu, tapi sayangnya derren sudah mengunci pintu.


"berhenti, buka pintunya, pliss turunkan gua di sini, gua gak mau ikut lo" ujarnya sambil meronta memukul bahu derren


"diam, apa susahnya lo turuti kemauan gua, untung lo tidak gua bunuh" ujar derren tajam


"gak, gua mau turun" ujarnya yang terus memukul bahu derren


merasa terganggu, derren langsung memukul titik leher belakangnya, hingga dia pingsan. deren menghela napas kasarnya sambil melihat ke arah gadis yang pingsan di sampingnya.


tangan derren yang sebelah merapikan rambut targetnya  yang berantakan, dan menghapus jejak air mata di pipi gadisnya." coba nurut, pasti tidak akan begini" ujar derren yang masih terus mengelus pipi gadisnya. "cantik" ujar derren dengan senyuman tulusnya. derren memfokuskan setirnya, dan menancap gas dengan kecepatan tinggi. tak butuh berapa lama, derren sudah sampai di mansion megah miliknya,


derren membuka pintu, anak buahnya langsung menundukkan kepalanya, derren memutar langkahnya ke arah penumpang, dan menggendong gadisnya yang masih pingsan, hal itu tidak lepas dari lirikkan anak buahnya, yang menatap heran pada tuannya.


derren langsung membawa gadisnya masuk, dan langsung memasuki liv untuk sampai ke lantai kamarnya.


ting, liv terbuka derren langsung keluar dan memberikan sidi jari pintu langsung terbuka otomatis, derren masuk ke dalam, dan langsung membaringkan gadisnya ke ranjang king bednya, derren merapikan rambut nakal yang menghalangi wajah cantik gadisnya." cantik" gumam derren, sambil mengelus pipi halus gadisnya.


"istirahat ya, gua tinggal dulu." ujar derren sambil mengusap kepala targetnya sebelum pergi.


derren menutup pintu kamarnya yang otomatis akan mengunci dengan sendirinya dan langsung masuk ke ruang kerjanya. sebelum itu derren memerintahkan maidnya menyiapkan makanan untuk gadisnya ketika sudah terbangun.


Derren sibuk dengan komputer yang ada di hadapannya. "Clarisa putri " gumam derren membaca nama yang tertera di komputernya. derren menghisap rokok yang ada di jepitan jarinya sambil menatap isi layar komputernya. "anak dari brama," ujar derren dengan senyum miringnya. jika dia seperti itu, pasti ada sesuatu yang akan terjadi, alias dia memiliki ide licik.


derren menyandarkan dirinya ke sandaran kursi yang dia duduki, sambil menikmati putaran kursi dengan menghisap rokok yang dia hisap lalu menyemburkan ke udara.


derren menghadap ke jendela ruang kerjanya, yang dia buka ketika dia baru masuk ruangan. angin semilir menerpa wajah tampannya.


****


"eghuh shh" ringis seorang gadis sambil memegang kepalanya yang nyeri.


dia mengatur pencahayaan yang masuk ke matanya dengan mengerjapkan matanya berulang kali, dia melihat ke sekelilingnya, langsung bangun " di mana ini?" tanyanya


melihat tempat asing dan aroma cowok, membuat dia ingat kejadian beberapa jam yang lalu. Clarisa langsung bangkit sambil memegang kepalanya yang berdenyut akibat langsung bangun.


"Au" keluhnya  Clarisa membuka pintu, tapi sayangnya pintu terkunci, Clarisa menggedor pintu sekuat tenaganya.


"HAI, SIAPAPUN DI LUAR BUKA PINTUNYA" ujar Clarisa sambil mengedor pintu


"HAI, KELUARIN GUA" teriaknya lagi.


"APA ADA ORANG?" tanyanya, karena tidak mendengar balasan dari luar.


Clarisa  melihat keseluruhan ruangan, dan langsung menuju ke arah jendela, Clarisa mencoba membuka tapi sayangnya tidak bisa.

__ADS_1


CEKLEK Clarisa langsung melihat ke arah pintu " maaf nona, ini makanan anda" ujar seorang perempuan yang lebih tua dari Clarisa.dan membawa nampan berisi makanan.


"lo siapa?" tanya risa


"perkenalkan saya Eli Maid di sini" balasnya dengan senyuman  "saya di perintah untuk mengantar makanan untuk anda, jika anda sudah sadar" ujarnya lagi.


risa menghampiri maid tersebut dan memegang tangan maid yang " pilss, bantu saya keluar dari  sini" minta risa dengan terisak.


"maaf nona, bukan saya tidak mau, tapi saya tidak berani melanggar perintah tuan derren" balas maid itu yang merasa kasihan dengan risa.


FYI; untuk nama Clarisa aku sebut Risa saja ya reader's, supaya tidak terlalu panjang.


 "saya mohon , bantu saya" ujar risa sekali lagi.


"mendingan anda makan terlebih dahulu nona" ujar Eli.


risa menggelengkan kepalanya. "saya mohon bantu saya bi" minta risa sambil menyatuhkan tangannya memohon ke bi Eli.


CEKLEK pintu terbuka bi Eli langsung membungkuk hormat ke tuannya. derren menatap datar mereka, dia tahu apa yang gadisnya minta pada maidnya.


"sudah kau beri makanannya?" tanya derren menatap bi Eli.


"sudah tuan," balasnya


"pergi" ujar derren yang melihat makanan di nakas.


"baik" ujar bi eli sambil membungkuk hormat.


"bi, bibi" panggil risa  yang tidak mau bibi itu meninggalkannya.


"derren menatap risa datar, dan menghampiri risa yang terus saja memundurkan langkahnya. "makan" ucap derren saat risa mentok sampai bednya.


"gak, gua mau balik" ujar risa.


"lu akan tinggal sama gua" ujar derren


"plis, gua minta sama lu, lepasikan gua" ujar risa


derren tersenyum sinis, "mau balik?" tanya derren yang langsung di anggukan oleh risa.


"makan dulu" ujar derren


"gua gak mau makan, kalau lo gak pulangkan gua ke orang tua gua" ujar risa.


derren melepas napas beratnya. "ok, makan setelah itu gua akan mengembalikan lo" ujar derren.


"janji?" tanya risa


derren menganggukkan kepalanya. risa langsung mengambil makanan yang ada di nampan, dan memakannya dengan lahap. hal itu tidak  lepas dari penglihatan derren. yang tersenyum menatap risa yang pipinya penuh dengan makanan, sehingga membuat pipinya terlihat cuby

__ADS_1


TBC


__ADS_2