HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
54


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap suara perempuan yang dia rindukan saat ini, emosi raka perlahan menurun, raka melihat layar ponselnya memastikan jika yang menghubunginya benar kekasihnya.


"Saya angkat telepon dulu" pamit raka, langsung menjauh dari keramaian. tempat yang menjadi tujuannya rooftop resto.


"Waalaikum salam, kamu sudah di rumah?" tanya raka sambil menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.


"Iya, ini baru sampai. Kamu sendiri di mana?, sudah selesai kerjaannya?"


"Sudah, aku akan segera ke sana, kamu mau titip apa?"


"Hm, apa ya?" jawabvio menggantung, "aku titip kamu hati hati saja" lanjut vio.


"Ok, aku otw ke sana, assalamualaikum" ucap raka lalu mematikan sambungannya.


Raka mempercepat jalannya kembali ke ruangan VVIP, "maaf, saya harus pergi" pamit raka pada daddy dan juga klinenya.


"Kenapa terburu buru?" tanya jacson


"Ada urgen"


"Bagaimana dengan pertunangannya?" tanya jacson


"Kalian atur saja, permisi" pamit raka langsung keluar dari resto. Andrew yang melihat tingkah putranya hanya tersenyum miring,


"Tap-i" ucap mila yang tidak melanjutkan ucapannya karena raka sudah keluar.


"Tidak apa, kalian bisa berdiskusi dengan saya, saya tahu selera putra saya" ujar Andrew


"Baiklah" balas mila dengan lesu


Sesampainya raka di luar resto, mobil hitam berhenti di depan raka, salah satu pengawal yang di hubungi oleh raka langsung keluar  dan membukakan pintu untuk tuannya. raka langsung masuk, mobil berjalan dengan kencang sesuai permintaannya. Jarak resto bintang lima dengan rumah vio sangat jauh memakan waktu satu setenga jam.


Dengan kecepatan di atas rata rata, tiga puluh menit raka sampai di depan rumah vio, pengawal raka langsung membukakan pintu mobilnya. Raka keluar dari mobil, bersamaan dengan itu pintu rumah vio terbuka, vio langsung keluar dengan senyuman manisnya menghampiri raka.


"Sudah selesai pekerjaannya?" tanya vio


Raka tersenyum manis, sambil menganggukkan kepalanya "sudah, bunda di dalam?" tanya vio


"Iya, ayo masuk, bunda sudah siapkan makanan buat kamu" jelas vio sambil masuk ke dalam di ikuti raka. Pengawal raka berdiri di samping mobil tuannya untuk berjaga jaga, takut ada musuh yang mengintai tuannya.


"Assalamualaikum" ucap raka


bunda yang merapikan makanan di meja melihat ke arah suara, "waalaikum salam, ayo sini, kita makan bersama" ujar bunda vio.


Raka menarik kursi untuk vio, vio melihat ke raka, "terima kasih" ucap vio sambil tersenyum tulus.


Raka membalas senyuman vio dan langsung menarik kursi yang berhadapan dengan vio, dia melihat makanan yang menggiurkan di atas meja membuat perutnya lapar.


"Cukup?" tanya vio pada raka.


"Cukup"


Vio mengambil sendok untuk mengambil lauk pauknya, "kamu mau yang mana?" tanya vio


Raka menyebutkan lauk pauknya. "ini" vio memberikan piring yang sudah terisi dengan lauk pauk.


"Terima kasih" ucap raka.


Kelakuan mereka tidak lepas dari pandangan bunda vio yang hanya tersenyum melihat keromantisan kedua pasangan, ''andai ayah ada di sini" gumam pelan bunda vio, yang masih terdengar oleh telinga vio,vio langsung melihat ke arah bundanya yang  menatap ke arah mereka.

__ADS_1


"Sabar bunda," ucap vio sambil mengelus punggung sang ibu, bunda vio langsung melihat ke arah putrinya, "sudah, ayo makan" ucap bunda.


"Bunda sudah memberi tahu ayah, kalau vio sudah di rumah?" tanya vio


"Sudah, kata ayah, kamu di suruh cepat cepat pilih fakultas yang kamu mau, dan jangan lupa belajar" ujar bunda, yang baru mengingat pesan sang suami untuk putrinya.


"Kapan ayah balik?" tanya vio yang sangat merindukan sang ayah, yang sibuk  mengurus bisnisnya di luar negeri,


"Nanti kamu telepon saja ayah kamu, kamu tanya kan sendiri, kapan pulang, sekarang kamu makan dulu."


Vio menganggukkan kepalanya, lalu memakan makanan yang ada di hadapannya dengan hidmat.


"Alhamdulillah" ucap vio bersyukur atas rezeki yang di dapat hari ini.


Vio langsung membantu bundanya membereskan makanan, sedangkan raka di minta untuk tunggu di ruang tamu oleh sang bunda.


"Habis ini, kamu mau kemana?" tanya vio sambil duduk di hadapan raka.


"Gak-" ucapan raka terpotong dengan dering ponselnya, raka mengambil ponselnya, tertera nama daddy, raka melihat ke arah vio. "Sebentar, aku angkat telepon dulu" pamit raka, sambil keluar rumah.


"Ya" balas vio sambil menyenderkan dirinya di sandaran sofa, sambil memejamkan matanya.


Selesai menelpon raka langsung masuk ke rumah vio. vio yang merasa ada orang di dekatnya langsung membuka matanya. "sudah?" tanya vio sambil membenarkan posisi duduknya.


"Ya, hm, aku harus pergi, derren menghubungiku, katanya ada hal yang penting yang akan di bicarakan ke aku"


"oh, ya sudah, kamu bisa pergi, nanti kalau sudah sampai hubungi aku" ucap vio


"Ya" balas


"Sebentar, aku panggil bunda" ucap vio, masuk ke dalam memanggil sang bunda.


"Ada urusan bun," jawab raka


"Ya sudah kamu hati hati, jangan kebut kebutan" pesan bunda.


Raka menyium tangan bunda vio. "assalamualaikum" ucap raka


"waalaikum salam" jawab vio dan bunda


Sesampainya di mansionnya raka langsung bertanya dengan pengawal yang berjaga di depan pintu utama "Derren ada di sini?" tanya raka


"Tidak ada tuan" jawabnya dengan sopan


Raka langsung masuk ke dalam mansionnya, dia membantingkan tubuhnya ke sofa, dia mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Derren


"Dimana?" tanya raka to the poin


"Sabar, ini gua otw" jawab derren santai


Raka langsung mematikan sambungannya, "Maid ana" panggil raka


"Iya tuan"


"Jika ada Derren, suruh dia tunggu saya di sini" pesan raka.


"Baik tuan"


Raka langsung masuk ke liv, sampainya di lantai kamarnya, raka langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket dengan keringat.

__ADS_1


******


"Selamat datang tuan derren," sambut pengawal yang jaga di depan, derren menganggukkan kepalanya, dia langsung masuk ke mantion yang terlihat elegant dengan menggandeng tangan perempuan yang cantik dengan polesan make up yang natural.


"Selamat datang tuan." ucap maid ana


"Kemana tuan mu?" tanya derren


"Tuan masih ada di kamarnya, dan tuan berpesan jika anda datang, anda di minta menunggu di sini" ujar maid ana


"Baiklah, kau boleh pergi"


"Duduk" ujar derren pada risa, risa pun mengikuti intuksi derren


Derren menaikkan kakinya ke kaki sebelahnya, sambil mengeluarkan ponselnya.


"Terima kasih" ucap risa pada maid yang baru saja datang memberikan minuman untuk mereka


"Sama sama" jawab maid dengan senyum tulusnya.


"Gua, di bawah" ujar derren pada orang yang di telepon


"Ck" decak derren lalu memasukkan ponselnya. Derren melihat ke arah risa yang sedang minum jus yang di berikan oleh maid. Derren langsung mengalihkan pandangannya ketika suara liv berbunyi


      Raka menghampiri derren dengan pakaian kasualnya, "hal penting apa yang mau lo tunjukin ke gua?" tanya raka to the poin. Raka berdiri di samping kursi single dengan memasukkan tangannya ke saku celana.


"Santai, duduk dulu" ujar derren, menggiring raka utuk duduk.


"Ck," decak raka.


Setelah derren raka duduk derren pun kembali duduk di tempatnya, sabil menatap raka, raka yang di tatap mengernyitkan dahinya, "kenapa lo ihat gua kayak gitu? sehat lo?" komentar raka


"Ck," derren berdecak. "Sehat lah" balasnya


"Syukurlah" tanggapan raka. "Apa yang mau lo kasih tahu ke gua"


Derren melirik ke arah risa yang menyimak pembicaraan mereka. Raka mengikuti arah pandang derren sebentar, lalu melihat ke arah derren yang tersenyum miring. "why?" tanya raka


"Gimana? pacar gua?" tanya derren sambil melirik risa


Raka menatap datar derren, dengan tatapan tajam. "cepat beritahu gua, berita pentingnya! lo tahu kan, gua tidak suka bertele tele"


Derren melepas berat napasnya. "ini yang mau gua kasih tahu sama lo,"


"To the poin" ucap raka datar


"Dia pacar gua" ucap derren dengan bangga, raka mengernyitkan dahinya sebentar lalu kembali datar.


"Terus?" tanya raka


Derren sangat geram dengan respond sahabatnya, jika saja halal membunuh sahabat sudah pasti dia layangkan belati yang ada di sakunya.


Melihat derren geram risa terkekeh, hingga terdengan oleh derren yang melihatnya, risa langsunsg menghentikan tawanya, dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Ini yang maksud lo penting" ucap raka samber berdecak. "Ganggu" raka langsung kembali masuk ke liv.


"Rak, bagaimana dengan persepakatannya?" tanya derren


Raka membalikkan tubuhnya menghadap derren yang berdiri di tempat."ucapkan saja" raka langsung masuk liv.

__ADS_1


"Yes" sorak derren, "yuk balik" ajaknya sambil menggandeng tangan risa.


__ADS_2