HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
50


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like vote komentarnya, terima kasih..


suara anda, kepuasan tersendiri untuk saya...


selamat membaca...


*****


Di gedung bintang lima, yang di penuhi dengan manusia dengan setelan jas yang rapi, dan elegan jika di lihat, mereka semua saling bertegur sapa, dan umbar kekayaan. di acara pertemuan perusahaan yang sangat terkenal yang di adakan oleh salah satu perusahaan yang akan mengeluarkan mobil robot yang akan di tunjukan ke dunia.


sebagian orang melihat ke arah mobil yang di pajang di depan dengan tatapan takjub, melihat ke lebihan dan kecanggihan mobil membuat mereka ingin memiliki.


"selamat datang dan selamat malam tuan Andrew" sapa salah satu rekan bisnisnya


"malam" balas Andrew


"wah, siapa ini?" tanya delon salah satu pemilik perusahaan xander melihat ke samping Andrew


yang di lihat hanya diam datar, tidak minat menjawab pertanyaan yang tidak bermutu untuknya. "raka Albert Anderson, sang pewaris" ujar Andrew memperkenalkan raka dengan bangga.


"wow, sepertinya dia duplikatmu tuan Andrew" ujar felix sambil terkekeh


Andrew tersenyum miring menanggapi uapan felix.


"kau beruntung jadi pewaris tunggal tuan raka" ujar delon


raka terkekeh, "bahkan kekuasaan saya lebih dari daddy saya sendiri" ujar raka


"oh ya?" tanya delon dengan tatapan di buat kaget, dan menatap remeh ke pada Andrew yang melihat putranya jengah


"candamu lumayan menghibur" balas delon sambil terkekeh.


raka menaikkan sebelah alisnya, "tidak percaya?" tanya raka, yang merasa di remehkan.


"percaya, memang kau lebih dari daddymu ini, karena semua usaha daddymu juga akan turun ke kau juga, jadi saya percaya" ujar delon.


raka tersenyum remeh, "belum tahu dia, siapa gua" batin raka sambil tersenyum miring


"OK, TES TES, UNTUK PSRS HADIRIN HARAP BERKUMPUL, KARENA ACARA AKAN SEGERAH DI BUKA." ujar perempuan anggun yang berdiri di atas panggung.


"mari kita ke sana" ujar delon ke pada rekannya.


mereka semua berkumpul sambil memerhatikan arah pdepan."baik hadirin, mari kita buka pengeluaran elektronik yang akan kita ke luarkan" ujarnya


"wow," ucap ke banyakan orang yang menatap takjub teknologi yang akan di keluarkan


saat mobil itu memberikan aksinya, para pengusaha di buat cengo dan bertepuk tangan, "luar biasa" ujar delon yang menatap takjub ke depan.


berbeda dengan raka yang memutarkan bola matanya jengah, melihat respond orang yang katanya kaya.


"pasti pemilik perusahaan ini kekayaannya tidak main main" ujar delon yang bisa di dengar oleh raka.

__ADS_1


"jika kau bisa membuat barang sekeren ini, pasti akan naik tahta" ujar delon ke raka.


"BAIK SEKARANG KITA PANGGIL DULU PEMILIK PT KAMI DAN SEKALIGUS PERANCANG MOBIL INI . INI DIA  KITA PANGGIL DAN SAMBUT,  , raka dengan santainya maju "mau ke mana?" tanya Andrew melihat sang putra hendak maju.


"maju" ucap raka datar


delon yang mendengar ucapan raka langsung tertawa sambil menepuk pelan bahu raka. "yang di suruh maju ownernya bukan kau anak muda" ujar delon terkekeh.


raka tersenyum remeh, "INI DIA, PEMILIK PT RA, Mr. Raka Albert" lanjut pembawa acara.


semua lampu mati hanya ada satu sorotan yang terarah ke raka. dengan senyum remeh raka maju membuat delon menganga tidak percaya, bahkan bukan hanya delon saja, ayah dari raka pun tidak percaya anaknya melangkah sejauh ini.


ada rasa bangga dan tidak percaya melihat putranya yang dia besarkan sendiri telah menjadi putra yang dewasa. Andrew menghapus ujung matanya yang berair dan langsung melihat orang yang berdiri di depan seperti melihat dirinya di generasi muda.


sambutan telah di berikan dengan singkat padat dan jelas, seruan tepuk tangan menggema, raka langsung turun dari latar, dan kembali ke samping daddynya, yang langsung mendapatkan tepukkan di bahunya.


"bagaimana tuan delon, masih tidak percaya?" tanya raka dengan sinis.


"wow, sungguh mengejutkan" balas delon


"kalau begitu bisalah kita kerja sama" ujar delon dengan menaikkan alisnya.


raka menaikkan sebelah alisnya. "saya tidak suka kline yang merendahkan pembisinis lainnya, apa lagi dia tidak tahu bagaimana kekuatannya" ujar raka datar. lalu pergi dari acara yang sudah selesai, hanya tinggal makan makan.


delon mendengus dan menggenggam kuat tangannya. "kita lihat nanti" ujar delon sambil menyesap win di gelasnya.


******


"lusa kita akan bertemu dengan kline daddy" ujar Andrew mengingatkan putranya tentang pertemuan dengan salah satu targetnya .


"saya sudah membuat perjanjian, dan ini juga salahmu" ujar Andrew


raka menatap daddynya dengan nyala amarah, "kenapa saya?" tanya raka tidak terima


"andai kau memberi tahuku tentang ke jaya an mu, mungkin ini tidak terjadi" ujar Andrew santai, sambil melihat layar tabletnya.


raka menghela napas beratnya, niatnya ingin menyombongkan diri ke daddynya yang selalu menganggap dirinya bocah, malah jadi begini.


"ok, tapi aku minta daddy cepat gerak, karena aku tidak mau lama lama menghadapi sandiwara tidak jelas, dan tidak menguntungkan untukku" ujar raka.


"hm" balas Andrew


raka melihat ke luar jendela, yang sangat gelap, karena mereka akan sudah memasuki hutan untuk masuk ke mansion. raka mengambil ponselnya  menarik alisnya setelah melihat ada notifikasi dari bunda vio, tanpa pikir panjang raka langsung membuka pesannya.


BUNDA VIO


raka, bunda mau memberi tahu kamu, jika lusa vio akan pulang


raka tersenyum, ada rasa bahagia sendiri membaca pesan yang seperti bicara ke padanya, "lusa" ujar raka


"kenapa?" tanya Andrew yang mendengar ucapan raka

__ADS_1


"tidak" balas raka yang di balas anggukan oleh Andrew.


RAKA


Jam berapa vio pulang bun?"


send


*******


Di pesantren, vio menyiapkan segala urusan OCA yang di majukan di bantu sama teman dekatnya, "berarti besok kamu nginapdi sana?" tanya lala


"iya, sehari semalam, acaranya, dan pelepasan lusa. jadi lusa aku langsung balik" jelas vio


"bunda kamu sudah di kabari?" tanya jesi, sambil memasukkan hijab vio ke koper.


"sudah," balas vio


"Kalau raka, sudah kamu kasih tahu?" tanya ana yang melipat hijab vio


"belum, palingan nanti bunda yang kabari dia" balas vio.


"jam berapa mbak sampean jalan?" tanya reta


"pagi, kumpul di halaman" balas vio


"yah, sebentar lagi mbak recom sudah ya" sedih reta


"walau sudah jadi alumni, status mbak tetap santri kok ret, kata almarhum kyai kan santri selamanya santri, jadi titel mbak masih santri, bedanya, mbak ada di luaran,"


ya, sama saja mbak, mbak gak di sini"


"kata siapa? hati mbak tetap di sini kok" balas vio


"terserah mbak deh" ujar reta membuat vio terkekeh/


"memang menurut kamu, pesantren ini apa sih buat kamu vi?" tanya sasa


"pesantren ini rumah, sekolah buat aku, jujur hidupku yang dulu hitam putih, sekarang bisa berwarna karena tempat ini. dan selamanya ini akan menjadi tempat yang tidak terlupakan" jelas vio mendalam


"EAA, terhura aku" ujar sasa sambil pura pura menghapus air mata.


"iya sih, benar. dulu kita orang asing, setelah berkenalan kita jadi teman" ujar eana


"iya, karena pertemanan kita lama, kita jadi besti" balas jeslin sambil menutup koper vio.


"karena eratnya persahabatan kita. kita sudah seperti saudara ya" vio menanggapi


"benar, semoga, sejauh apa pun kita melangkah, tempat ini akan menjadikan tempat pertemuan kita kembali" ba;as jesi


"jadi sedih aku" ujar sasa

__ADS_1


BERSAMBUNG...


HAPPY READING READER'S!!!


__ADS_2