
**SEKARANG LANJUT KE RENCANA\, TOLONG DUKUNGANNYA READERS\, SEMOGA KALIAN MENIKMATI. TARGET 30 VOTE. COMENANNYA DI TUNGGU\, **
HAPPY READING...
******
seorang dengan tanpa sopannya langsung masuk tanpa mengetuk, dan mendudukkan dirinya di sofa yang berada di ruangan.
pemilik ruangan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah manusia di depannya ini. tanpa bertele tele, dia membenarkan posisinya "bagaimana?" tanya raka. iya dia adalah raka, yang datang ke rumah derren bukan suruhan derren, tapi karena kemauannya sendiri.
Derren tidak mengubis raka, dia masih sibuk menarikan jarinya ke laptopnya. raka berdecak karena tidak mendapatkan respon dari pemilik rumah. "kalau gak penting, lo akan gua tembak sekarang juga" kesal raka.
Derren menatap raka tajam, yang sama sekali tidak berpengaruh ke raka. "sabar" jawab derren kesal.
raka menyandarkan kembali tubuhnya ke sofa, sambil menatap ke sekeliling ruangan. tidak ada yang beda semua sama, sama seperti pertama kali dia ke sini.
"Gadis lo, seperti salah paham dengan rencana kita" ucap derren memberi tahu raka. raka membenarkan posisinya sambil menatap bingung derrren.
"maksud lo?" tanya raka. derren menutup laptopnya dan bergabung duduk dengan raka di sofa. "dia liat lo sama lina di mal, mungkin dia cemburu" jawab derren santai sambil menuangkan win ke gelas dan memberikan ke raka/
raka mengambil win itu dengan senang hati" kenapa lo gak bilang?" tanya raka
"ini gua sudah bilang" ujar derren sambil menyesap minumannya.
raka terdiam. pantas saja, gerak gerik dia berbeda, derren yang melihat sahabatnya ini senyum senyum, berasa merinding." ka lo, gak kerasukan apa gitu?" tanya derren pelan pelan.
derren bukanlah tipe cowok penakut, dia sangat berani apa lagi derren sangat bisa di handalkan jika ada pertarungan dengan kalangan mafia. tapi jika dia harus melawan makhluk yang halus, dia akan angkat tangan. yang ada dia yang di hajar, karena dasarnya mereka itu tembus pandang.
raka membenarkan posisinya. "untuk rencana kita?" tanya raka dengan espresi datarnya.
"mereka sudah masuk dalam perangkap" jawab derren. raka tersenyum miring. "gua harap gadis gua aman" ujar raka menatap ke depan.
Derren menunjukkan tayangan cctv dia pasang di kantor raka. tidak ada yang mengetahuinya, karena cctv itu sangat kecil, jadi tidak ada yang menyadari ke beradaannya.
Raka tersenyum licik saat melihat di layar laptop derren menampilkan laki laki yang sedang menghubungi seseorang dengan sembunyi sembunyi.
"lintang, kerja sama dengan miko, tujuannya membunuh lo." jelas derren "lo harus hati hati ka" peringatan dari derren.
raka menoleh ke arah derren yang berada di sampingnya. "lo tahu siapa gua" ucap raka sombong.
derren memutarkan bola matanya malas. "gua tahu, tapi lo jangan lupa, lo juga manusia, pasti ada saatnya lo itu mati, kalau lo lupa" ucap derren
"ya, ya, ya, thanks lo memang sahabat gua yang bisa di handalkan" ucap raka bangga pada derren.
__ADS_1
"iya lah, gua gitu" sombong derren
Pusat perhatian mereka terarah ke ponsel raka yang berdering. derren yang kepo langsung mendekati raka. raka mengernyitkan dahinya melihat no tidak di kenal menghubunginya.
"angkat" suruh derren. raka pun mengangkat panggilannya.
"HAII, raka, masih ingat saya?" tanya dar sambungan telepon.
"miko, right? " jawab raka yang mengenali suaranya.
Derren mendepetkan dirinya ke raka, ingin mendengarkan obrolan mereka, raka menatap tajam derren yang terus menempelinya."gedein coba" ujar derren tanpa suara
raka menlospeker panggilannya. derren menggeser sedikit duduknya,
"oh, benar, ternyata kau sangat mengingatku" ujarnya
"to the poin" uca raka jengah
"santai , saya ingin memberi tahu anda sesuatu" ucap miko.
raka dan derren terdiam menunggu lanjutan suara miko yang tergantung. "AAAA, TOLONG, RAKA TOLONGIN AKU" Teriak dari seberang.
raka menatap derren yang juga menatapnya. derren menunjukkan isyarat, raka yang tahu apa yang harus dia lakukan.
"HAHAHAHA" Terdengar suara tertawa miko. "temui saya di gudang xxx sendiri, jika anda ingin kekasih murahan anda ini selamat" ucap miko yang langsung memutuskan sambungannya.
"gua akan ke sana" ucap raka langsung pergi.
derren mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya yang dia percaya "kalian awasi vio, pastikan dia aman, jika kalian gagal, nyawa kalian taruhannya" ucap derren, dan langsung mematikan sambungannya.
derren langsung bergegas ke tempat yang di ucapkan miko di telfon. sebelum itu dia pergi ke suatu tempat.
derren masuk ke markas besar, bisa di bilang itu mansion, yang derren beli untuk markas bawahannya.
"kumpul" ucap derren. mereka semua langsung kumpul, melihat tatapan bosnya yang menahan emosi, mereka tidak mau menjadi pelampiasannya.
"saya butuh kelompok C ikut dengan saya, kita akan menyerang, lawan kita bisa di bilang berat. rio, kamu ikut saya" ucap derren, rio langsung mengikuti langkah bosnya. rio adalah ketua dari kelompok C yang derren percaya.
"siapkan pasukan mu, kamu dan kelompokmu akan menyerang setelah mendapat perintah dari saya, paham" ucap derren yang mulai menyusun rencana.
"kalian datang ke gudang xxx dan bersembunyi sampai saya perintahkan kalian untuk menyerang"
"baik" ucap rio tunduk.
__ADS_1
"saya berangkat dulu" raka memukul pelan punda rio. dan langsung pergi setelah mengambil senjata yang dia buat sendiri.
sekedar pemberitahuan kelompok C itu ada sekitar 100 orang ya.!!
*****
Raka langsung mendatangi gudang yang di tuju. gudang ini berada di daerah terpencil, jadi tak heran jika tidak ada yang mengetahui gudang ini, bahkan google maps pun tidak akan tahu.
Tanpa merasa ragu raka langsung memasuki gudang itu dengan waspada, seratus persen raka yakin banyak jebakan licik dari penghuni gudang ini.
raka langsung menghindar saat ada yang akan memukulnya dari belakang. dengan sikatan, raka menangkis tangan orang yang akan memukulnya, dan menendang perut lawan. saat lawan itu terjatuh, pasukan orang datang dan menyerangnya. raka yang sudah lihai dan mahir dalam perkelahian bersikap santai menghadapi 10 orang.
raka melintirkan tangan salah satu dari mereka yang henda menyerangnya hingga berbunyi krak.
setelah mereka semua tumbang. seseorang datang dengan bertepuk tangan. "raka raka, akui kekalahan mu, atau kekasih murahanmu ini aku bunuh" ancam mio.
raka tersenyum sinis, "siapa maksud anda?" tanya raka
Miko mengeluarkan perempuan yang sangat berantakan, dari penampilan, sampai kondisinya, tidak baik. "RAKA, TOLONG AKU" teriak perempuan itu. raka melihat ke lina, dan kembali menatap miko.
"ambil saja, dia tidak berarti untuk saya" ucap raka santai.
miko menggretakkan giginya, semua ototnya muncul karena emosi. "sial" ujarnya.
DOR DOR DOR, Miko melepaskan 3 peluru ke raka, tapi sayang tembakannya meleset semua.
"SERANG" perintahnya.
raka melihat ke semua penjuru yang di kepung. miko merasa jengkel, karena tidak ada sedikit pun ketakutan yang tertera di wajah raka.
"SERANG" perintah miko.
raka menangkis semua pukulan anak buah miko, mungkin sekitar ada 100 orang yang menyerangnya. miko tersenyum kemenangan melihat raka yang mulai kualahan menyerang. "anda pasti habis hari ini" ucapnya.
raka mengambil pistol dan menembak semua anak buah miko. miko melihat anak buahnya banyak yang tumbang, miko mengeluarkan pistolnya dan menembakkan ke raka. raka yang menyadari itu. langsung menghindar sehingga peluru mengenai salah satu anak buah miko.
miko terus terus menembak raka hingga kehabisan peluru. dan itu tidak mengenai sasarannya sama sekali.
"BERHENTI" teriak seorang laki laki,
Raka menghentikan aksinya, miko melihat ke arah suara. senyum bangganya muncul. raka melihat ke arah suara. rahang raka mengeras, wajahnya merah saat melihat ke belakang lintang,
"FUNK, DAMN. ****!" umpat raka.
__ADS_1
TBC