
happy reading...
****
Raka yang sudah siap dengan setelan santainya dan wajah yang cerah berseri seri. langsung turun tangga untuk melaksanakan sarapan sebelum jalan. raka menuruni tangga dengan bersiul dan tangannya di masukkan ke saku celana.
"wihh, ada yang bahagia nih," ucap derren
raka mendatarkan wajahnya dan mendekat ke arah derren yang duduk di meja makan. "bahagia kenapa lo? dapat undian?" tebak asal derrren, sambil memakan roti yang sudah dia oleskan selai di atasnya.
raka tak niat menjawab, dia langsung menarik kursi dan mengambil roti juga selai. apa yang raka lakukan tidak lepas dari penglihatan derren.
"jawab kek, gua berasa bukan orang" ujar derren lagi.
"lu normal?" tanya raka
derren menurunkan rahang bawahnya mendengar pertanyaan raka. "maksudnya?" tanya derren yang memang tidak paham arah jalan bicara raka
"kalau normal, gak seharusnya lu samperin gua terus," jelas raka sambil melahap potongan terakhir rotinya.
"maksud lu, gua belok?" tanya derren
"punya otakkan?" balas raka, sambil meletakkan air gelasnya dan mengusap sisa air yang ada di mulutnya dengan tisu, lalu pergi.
"EH, RAKARAK, GUA MASIH NORMAL YA, ASAL LU TAHU DI LUAR SANA BANYAK CEWEK YANG NGANTRI KE GUA." Teriak derren, kesal, lalu mendengus kesal, membuat para maid raka yang membersihkan sekitar ruangan itu menutup telinganya. Derren langsung beranjak menyusul raka, pelayan rumah raka yang derren lewati langsung menundukkan kepalanya.
raka hanya tersenyum mendengar kekesalan derren sahabatnya. habisnya dia tidak habis pikir, setiap hari sepertinya derren selalu ingin menemuinya, membuat raka ngeri saja.
Raka memasuki mobil yang sudah di siapkan di depan, "silah kan tuan" ujar anak buah raka yang membuka pintu mobil raka.
raka langsung masuk mobilnya, saat anak buah raka langsung menutup pintu. dan membuka pintu pengemudi, untuk mensupir kan tuannya.
"STOP" hadang derren saat mobil raka hendak pergi.
raka membuka kaca mata hitamnya dan berdecak kesal karena menunda waktunya untuk bertemu gadisnya.
raka membuka kaca jendela mobilnya. "minggir" ujar raka
Derren langsung menghampiri raka dengan wajah tidak bersahabat, bukan karena apa guys, derren merasa harga dirinya tersentil.
raka menaikkan sebelah alisnya melihat wajah derren yang merah padam. derren berdecak "tarik ucapan lu tentang gua tadi" ucapnya
"no, sebelum lu membuktikan" tantang raka
derren mengusap wajah sampai kepalanya dengan kasar. "ok, gua buktikan" ujar derren yang kesal dan langsung naik ke mobil yang dia bawa, dan menjalankan dengan kecepatan tinggi.
"jalan" ujar raka pada anak buahnya, raka memakai kembali kaca mata hitamnya dan menutup jendela mobilnya.
Derren membawa mobilnya seperti kesetanan, "brengsek si raka" ujar derren sambil memukul stirnya.
"lihat saja, gua akan buktikan, kalau gua juga bisa punya ke kasih, " ujar derren
"cuih, memangnya dia doang apa yang punya, gua akan membuktikan dan memastikan kalau pacar gua lebih cantik dari gadisnya itu" ujar derren penuh tekad
Kembali ke raka..
raka sudah sampai di pondok pesantren gadisnya, suasana lumayan sepi, dan terdengar di setiap ruangan yang bisa raka pastikan itu sekolahan yang ramai dengan bacaan yang serempak yang raka sendiri tidak tahu apa yang mereka bacakan.
__ADS_1
raka membuka kaca matanya, "gas, kamu cari tahu bagaimana caranya bertemu gadis saya" perintah raka
"baik tuan, " balas bagas, sambil melangkah ke pos, yang di jaga oleh satu satpam.
raka melihat suasana di pesantren, di sini banyak cowok yang berlalu lalang, ada yang bawa gayung beserta perlengkapan mandi, ada yang membawa timba yang berisi tumpukan baju, dan ada yang setelan rapi membawa sebuah buku, dan masuk ke ruangan yang ramai.
"tuan" panggil bagas sambil menunduk hormat
"bagaimana?" tanya raka
"kata satpam kita harus ke kantor yang berada di bagian barat, setelah itu berikan kartu khusus keluarga, nanti kita akan dapat surat, dan kita berikan ke pos perbatasan putri di sana, nanti nona akan di panggil, baru tuan bisa bertemu." jelas bagas.
"ck, ribet, ayo " ujar derren tak habis pikir jika ingin menemui kekasihnya harus ribet seperti ini,
bagas jalan terlebih dulu untuk menjadi petunjuk arah. setelah sampai di kantor, bagas langsung menanyakan ke pada petugas di sana.
"tuan, kartu yang di berikan nona vio" ujar bagas. raka langsung mengambil dompetnya dan memberikan kartu yang vio berikan ke bagas.
raka bagas, "tuan tulis nama nona" ujar bagas
raka langsung menulis nama vio dan memberikannya ke petugas, ok pak ini nanti sampean kasih ke pos di sana" ujarnya sambil menunjuk pos dengan jempolnya. raka dan bagas melihat ke arah yang di tuju.
"baik" ujar raka
"5000 semuanya pak" ucapnya sambil memberikan surat yang sudah di potong.
raka mengeluarkan uang satu lembar warna merah ke pada petugas, petugas tersebut mengambil. raka langsung melangkahkan kakinya,
"pak sebentar, ini kembaliannya" panggil petugas tersebut.
"ambil saja" ujar raka lalu melanjutkan langkahnya
bagas mengikuti raka dari belakang, dengan membawa lembaran yang akan di berikan ke pos putri.
"ini, bisa langsung di panggil" ujar bagas.
"sebentar 5 menit lagi pak, baru di buka" ujar santriwati yang jaga di situ.
raka menghela nafas beratnya. baru kali ini dia harus menunggu, biasanya dia yang di tunggu. raka bolak balik melihat jam rolex yang melingkar di pergelangan tangannya.
"tuan saya cari tempat dulu" ujar bagas.
raka membalas dengan menganggukkan kepalanya, tanpa melihat bagas, dan tetap fokus pada jamnya, yang terasa sangat lambat berjalan.
hingga akhirnya sampai juga 5 menit, pintu gerbang terbuka, di sana sudah banyak santriwati yang akan bertemu dengan keluarganya. nama nama di panggil menggunakan mikrofon, nama yang di panggil langsung keluar.
"VIOLETA A2 HARAP MENDATANGI PERTEMUAN KARENA DI TUNGGU KELUARGANYA" gema panggilan yang di ulang 3 kali.
raka melihat dari dalam, tapi tidak ada gadisnya," ke mana dia?" guman raka
"di ulang nama vio" ujar raka datar.
"ha, " ujar santriwati yang terpesona dengan ketampanan raka
"khem" deheman raka. "panggil violeta " ulang raka.
"ah, ya" ujarnya dengan gugup.
__ADS_1
VIOLETA A2 VIOLETA A2 HARAP MENDATANGI PERTEMUAN KARENA DI TUNGGU KELUARGANYA."
Dilain lokasi, sasa memanggil nama vio dengan hebohnya. "vio, kamu kiriman di pertemuan" ujar sasa
"apa iya?" tanya vio
"iya buruan, kamu sudah di panggil 4 kali" ujar rana yang juga mendengar.
"gak usah bercanda" ujar vio yang masih santai tiduran sambil membaca novel milik temannya yang dia pinjam.
"vio, kamu kiriman di pertemuan" ujar ketua kamar vio yang baru masuk kamar.
vio langsung duduk dan merapikan rambutnya. "benaran mi?" tanya vio memastikan
"di kasuh tahu gak percaya" ujar sasa
"lagian mana mungkin ummi bohong vio" tambah rana
"vio kamu di panggil dari tadi" ujar jesi yang baru saja selesai mandi.
"bersihkan mangkanya punya kuping." ujar jeslin sambil memberi pembersih telinga ke vio.
"sana kamu cepat, kasihan keluargamu yang menunggu" ujar ummi
"iya mi" ujar vio, sambil menutup novelnya dan mengambil hijab ke lemari.
VIOLETA A2 DITUNGGU DI PERTEMUAN gema siaran yang membuat hebo, pasalnya yang menyiarkan bukanlah suara santriwati melainkan suara cowok.
vio yang langsung konek telinganya saat mendengarkan panggilan tersebut. "innalillahi wainna lillahi rojiun" ucap vio sambil cepat menggunakan kerudungnya.
"kenapa vi?" tanya sasa, yang syok
"mati" balas vio sambil mengambil parfum dan menyemprotkan sedikit ke bajunya.
"siapa?" tanya sasa yang tidak paham
"aku" jawab vio yang gelisah
"yang jelas kek vi" ujar rana yang juga ikut gelisah
"itu suara siapa vi?" tanya ummi
"raka mi" ujar vio
membuat ke 4 sahabatnya membulatkan matanya. "serius?" tanya sasa
"gak liat muka aku, panas dingin kayak gini" ujar vio
siapa raka?" tanya ummi vio
"dia sepupu vio, kalau begitu vio ke sana dulu ya mi" pamit vio sambil mencium punggung tangan ketua kamarnya.
"doain aku guys" ujar vio sebelum keluar kamar.
ummi merasa bingung dan melihat ke arah teman dekat vio yang juga panik. "memangnya kenapa?" tanya ummi
sasa menyengir menunjukkan giginya. "sepupu vio galak mi, seram, tapi ganteng" ujar sasa., ummi hanya menganggukkan kepalanya,
__ADS_1
"ya sudah ummi mau balik dulu, assalamualaikum" ucap ummi pamit
anak kamar yang ,mendengar pun menjawab" waalaikum salam"