HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
60


__ADS_3

HAPPY READING!!!


*****


Andrew menatap putranya yang baru saja masuk ruangan kerjanya. Raka menaikkan satu alisnya melihat ke arah Andrew yang tidak membuka suara juga.


"To the poin" ujar Raka yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan, dengan bersandar di sofa dan  menaikkan satu kakinya ke kaki lainnya.


Andrew menatap jengah putranya itu, lalu menghampirinya, "Daady berhasil mengambil alih semuanya, Daddy rasa kamu sudah mendengar kabarnya, jadi kamu bisa putuskan hubunganmu dengan putri Jacson.


"Selamat Dad" ucap Raka tulus, "tapi Daddy harus hati hati, jangan lengah, karena kemungkinan besar mereka akan balas dendam dengan semua yang Daddy lakukan" Ujarnya


"Kau tidak perlu khawatir, semua sudah Daddy urus, dan kau bisa kembali ke Indonesia"Ucap Andrew


"Hmm" gumam Raka. "Daddy tetap di sini?" tanya Raka


"Ya, ada yang harus Daddy urus, kau kembali saja dulu, Daddy akan menyusul nanti" jawabnya.


"Dad, di sini bahaya, mending Daddy ikut balik besok ke Indo" ucap Raka khawatir.


Musuh di luar indonesia lebih banyak, dan itu semua dari kalangan mafia, banyak dari mereka yang ingin memperebutkan jabatannya, dan mereka akan meakukan berbagai cara untuk mendapatkannya, termasuk membunuh orang yang menjadi kelemahannya. Raka hanya takut  jika musuh musuhnya mengetahui Dddynya ada di Itali, dan kemungkinan besar mereka akan menyerang tanpa sepengetahuan darinya, walau Raka tahu jika Daddynya mantan king mafia yang tak terkalahkan, tapi itu dulu, dan sekarang usia Daddynya semakin tua begitu juga dengan kekuatannya, sudah tidak kuat seperti dulu.


"Daddy yakin tidak ikut balik denganku besok ke indo?" tanya Raka


"Tidak, kau saja,masih ada yang harus Daddy selesaikan di sini." jawabnya


Raka menatap jengah Daddynya yang keras kepala, dan selalu menginginkan apa yang dia mau, tanpa memikir resiko yang akan di lalui. "Kalau itu keputusan Daddy, ok, hati hati, jika butuh bantuan, kabari aku" Ujar Raka sambil melepas nafas lelahnya,beribu kali pun raka membujuk semua hasilnya akan sia sia, Raka bangkit dari duduknya, lalu melangkah keluar ruangan besar Daddynya. yang tak lepas dari pandangan Andrew yang menarik ujung bibirnya melihat punggung putranya.


Sambil melangkah ke luar, Raka menghubungi orang ke percayaannya, untuk mengirimkan anak buahnya, sebagai mata mata Andrew.


Walau dingin dan cuek Raka tidak setega itu untuk melepas Daddynya, hanya dia keluarganya, dan Raka tidak akan biarkan  siapa pun melukai Daddynya, ia telah gagal melindungi mommynya, karena saat itu ia masih kecil tidak tahu apa apa, tapi tidak untuk sekarang, ia akan menjaga Daddynya dari jauh.


Keesokan paginya Raka sudah di bandara, Ia memutuskan untuk berangkat pagi menggunakan jet pribadinya yang sudah di pastikan ke amanannya oleh Alvin sendiri. Sebelum ke bandra, Ia menyempatkan waktunya untuk menemui Daddynya sebelum terbang ke Indo, sambil memastikan pilihan Daddynya untuk tetap stay di Itali.


"Bagaimana?"tanya Raka pada Alvin yang berada di sampingnya.

__ADS_1


Raka menggunakan setelan jas hitam dan menggunakan kaca mata yang cocok bersandar di hidungnya, menambah ke tampanan seorang Raka.


"Aman, semua sudah saya cek keseluruhan" jawabnya


Raka menganggukkan kepalanya sebagai respond, "pastikan tidak ada yang mengikuti saya, dan awasi Daddy saya" perintahnya


"Siap Mr" tegas Alvin


Seorang pilot turun dari jet pengemudi, menghampiri Raka dengan menundukkan kepalanya, " Mr, semua sudah siap" lapornya


Raka menganggukkankepalanya pelan, seorang pilot itu pun pamit kembali ke jet pengemudi, Raka menatap Alvin, "Jangan lengah, kabari saya apa pun yang terjadi" ujarnya


"Baik" Jawab Alvin


Raka mulai menaiki jet pribadinya, pintu jet otomatis tertutup ketika Ia sudah berada di dalam, Jet pun mulai berjalan, Alvin mengamati sekelilingnya, untuk menjaga ke amanan tuannya.


"Aman?" tanya Alvin pada bawahannya yang tersambung dengan earphone miliknya.


"Aman" jawab dari seberang


Di jet Raka mengecek berkas berkas perusahaan di indonesia  yang di kirim oleh sekretarisnya melalui email pribadi miliknya. Raka melepas nafas lelah, Ia melepas kaca mata baca yang Ia gunakan, lalu memijat pangkal hidungnya, kepalanya nyeri melihat berkas yang harus dia teliti dan tanda tangani setelah sampai di Indo,



Anggap saja Raka ya guys menggunakan setelan jas.


"Maaf Mr, apa anda butuh sesuatu?" tanya pramugari yang menghampiri Raka.


" Kopi late 1"minta  Raka


"Baik, Mr, saya akan mengambilkannya untuk anda"balasnya, lalu kembali ke belakang.


Raka kembali memijatkan kepalanya yang berdenyut , Ia meletakkan taptop di samping tempat duduknya yang kosong, lalu memejamkan matanya,


"Permisi tuan, ini kopi late pesanan anda" ujar pramugari yang membawa pesanan Raka,

__ADS_1


Raka membuka matanya, dan mengeluarkan meja dari tempat duduknya, dengan cekatan pramugari tersebut meletakkan pesanan Raka di atas meja, lalu pamit untuk kembali ke belakang.


Pramugari di sini pilihan\, Raka tidak menerima pramugari yang mempunyai ke lebihan lebih\, yang di maksut kelebihan lebih adalah memiliki profesi sebagai ja*lan*.


Raka menyesap kopi yang masih panas, sambil menikmati rasa yang di berikan kopi tersebut.


    Sesampainya di bandara Soekarno Hatta, Raka langsung turun dari jet pribadinya, dengan menggunakan kaca mata hitam miliknya, di sana anak buah Raka mengawalnya dari pintu jet yang di turuni Raka, puluhan orang berpakaian menyeluruh di bandara untuk menjaga ke amanan bosnya.


Raka menjadi pusat perhatian penumpang pesawat yang ada di daerah tersebut, banyak dari mereka menatap takjub dirinya.


"SubhanaAllah, tampan sekali" bisik wanita hijab yang berdiri mematung menatap Raka.


"Gila sih ini, pasti bukan orang sembarangan" ucap perempuan ke temannya


"Iya, lihat saja, pengawalnya banyak begitu" sambung teman satunya


"Fix, pasti orang penting ini mah,"


"Ya, tuhan jadikan dia jodohku" ucap harapan perempuan tersebut.


 Raka tidak mengubis bisikan mereka, dia tetap melanjutkan langkahnya ke luar bandara, di mana tempat mobilnya terparkir. Pintu mobil penumpang terbuka, Raka langsung masuk, mobil pun jalan di ikuti oleh puluhan mobil anak buah Raka lainnya. Hingga sampai di mantion, Anak buah Raka yang berjaga di rumah, langsung mengampiri mobil tuannya, dan membukakan pintu untuk Raka.


Raka langsung keluar, mereka semua menunduk hormat, Raka memasuki mantion dan langsung ke kamarnya untuk membersihkan dirinya sebelum berangkat ke  kantor.


"Permisi tuan, ini makanan Anda" Ujar Bik Sari, kepala Maid, dan juga orang yang merawatnya dari kecil.


Raka yang terlihat lebih segar menghampiri Bik Sari yang berada di meja makan. "Bik, suruh Maid buat kopi late" pinta Raka.


Bik sari memanggil Maid yang berada tidak jauh darinya, Maid tersebut menghampiri Bik Sari. "Buatkan kopi late, untuk tuan" ujarnya, Maid tersebut menganggukkan kepalanya dan langsung ke belakang untuk membuatkan kopi tuannya.


"Mau makan apa, biar Bibi ambilkan" tanya Bik


Raka mengucapkan makana yang akan dia makan, Bik Sari pun mengambilkannya, dan meletakkan ke piring Raka.


"Selamat makan" ucapnya, yang di balas anggukan oleh Raka

__ADS_1


Bik sari menuangkan air mineral ke dalam gelas dan mendekatkan air tersebut ke arah Raka, lalu pamit pergi ke belakang, untuk mengurus hal lainnya.


__ADS_2