
"Agh, SIALAN KAU" umpat Seseorang perempuan frustasi sambil mengacaukan semua yang berada di kamarnya.
"Lihat saja, aku akan balas semuanya" ucapnya sambil menatap pantulan dirinya yang kacau.
Perempuan itu mengambil ponselnya dan menekan beberapa nomer, lalu mengangkatnya ke telinga, "cari tahu alasan dia memutuskan pertunangan ini" ucapnya, pada orang yang di seberang
Setelah menelfon orang suruhannya, perempuan itu mengusap wajahnya dengan kasar, "kau pasti akan kembali denganku, kau milikku, siapa pun orang yang mengambil dariku, dia akan celaka, atau lebih bagusnya mati" ucapnya yang di akhiri dengan ketawa yang di terdengar seram, frustasi, sedih dan senang bercampur aduk jadi satu dalam ruangan tersebut.
Perempuan itu menghentikan tawanya saat ponselnya berdering, tanpa berpikir melihat nama yang tertera, ia langsung mengangkatnya.
"Gimana?" tanya perempuan tersebut.
"semua sudah saya kirim ke email anda bos." ucap di seberang
tanpa menjawab, dia mematikan sambungannya dan mengecek email, dahinya berkerut melihat foto seorang perempuan yang berhijab tengah jalan dengan tunangannya.
Dia menggenggam erat ponselnya lalu membanting ponsel tersebut dengan kencang ke arah dinding hingga ponsel tersebut hancur.
"AAAH" Teriaknya, "ternyata kau pengganggunya" ucapnya tajam. "kita akan mulai bermain," ucapnya sambil tersenyum miring.
******
"Kamu mau beli apa?" tanya Raka pada gadis berhijab di sampingnya.
Gadis itu melihat ke sekeliling area, melihat apa yang dia ingin beli. mereka sekarang berada di pasar malam yang berada di kota, hubungan mereka membaik, Raka sudah menjelaskan semuanya kepada Vio, gadis yang dia cinta.
Awalnya Vio kaget, dan marah tentu saja padanya, tapi Raka tidak tinggal diam, dia menjelaskan dengan detal tentang keadaan waktu itu, dan akhirnya vio mengerti, dan mau memaafkan raka.
"Beli jajan itu saja yuk" tunjuk vio ke arah pedagang kaki 5.
"Ayo" ucap raka, sambil mengikuti vio yang berada di depannya.
"Pak, martabak telurnya 5000 pedes ya" ucap vio
vio melihat ke arah raka yang berada di belakangnya, "kamu nggak?" tanya vio.
__ADS_1
"gak, kamu saja" ucap raka, sebenarnya dia sedikit asing dengan makanan itu, melihat cara pembuatannya dan juga bentuknya, sepertinya dia tidak pernah makan makanan itu. jadi dia memutuskan untuk tidak membeli, dan cukup melihat gadisnya saja yang makan.
"ini neng" ucap penjual.
Vio menerima dengan senang," ini pak" ucap vio sambil memberikan uang, belum sampai di tangan penjual, raka langsung mengambilnya. vio menatap raka bingung.
"simpan uang kamu, biar aku yang bayar" ujarnya, lalu mengeluarkan dompet, dan memberikan uang biru ke pada penjual.
"ayo" ucap raka pada vio.
"mas, kembaliannya" ucap pedagang tersebut.
"ambil saja," jawab raka datar.
"terima kasih" ucap orang itu senang.
raka dan vio mencari tempat duduk yang pas untuk mereka menikmati makanan, lebih tepatnya vio, bukan mereka.
"Di sini saja" ujar Vio.
Raka duduk di samping Vio, yang sibuk dengan makanannya. "Kamu mau?" tanya Vio.
"Aku lebih suka lihat kamu dari pada lihat lainnya" jawab Raka. Vio tersenyum malu, sambil merapikan hijabnya yang sedikit berantakan karena tertiup angin.
"Ayo" ucap Vio sambil berdiri dikuti oleh Raka.
"kita balik yuk" Ajak Vio sambil melihat jam yang menunjukkan setengah sembilan di lengannya.
"Ayo" jawab raka
Mereka jalan keluar dari pasar malam yang mulai ramai pengunjung, hingga sampai di luar, Vio di tabrak kencang oleh perempuan yang jalan berlawanan dengannya.
"Au" keluh Vio, Raka langsung melihat keadaan Vio dengan khawatir,
"Kenapa?" tanya raka.
__ADS_1
"shh, tadi ada orang yang tidak sengaja nabrak aku," adu Vio
Raka melihat ke dalam pasar malam, mencari orang yang menabrak Vio dengan kencang, tapi tidak menemukan, kebanyakan orang membuat Ia sulit mencari pelaku tersebut.
"Ya, sudah ayo kita balik" ucap Vio
raka yang masih fokus mencari orang tersebut, langsung mengalihkan tatapannya ke Vio, dan menganggukkan kepalanya, mereka melanjutkan langkahnya menuju mobil raka.
Seseorang di balik tudung topi tersenyum licik.
Raka membukakan pintu untuk Vio, setelah Vio masuk Ia mengeluarkan ponselnya, dan mengirimkan pesan ke orang kepercayaannya. lalu raka langsung masuk ke mobil pengemudi.
"Masih sakit?" tanya Raka
"enggak kok sudah mendingan"
raka menganggukkan kepalanya sebagai respon, Vio tidak sepolos itu, dia tahu jika orang yang menabraknya tadi itu secara sengaja, tapi apa maksud dari itu semua.
Mobil berhenti di depan rumah Vio, "terima kasih, aku masuk dulu ya" ujar Vio
Raka menjawab dengan senyum tulus ke pada Vio," kamu hati hati?" ucap Vio.
"iya, sana kamu masuk" ucap Raka.
Vio keluar dari mobilnya dan melambaikan tangannya pada raka yang tersenyum di dalam melihat dirinya, raka menjalankan mobilnya, wajahnya kembali datar dan tatapannya tajam.
Raka mengambil ponselnya, dan menghubungi orang kepercayaannya tersebut.
"Bagaimana?" tanya Raka
"Maaf bos, kami tidak bisa menemukan apa apa" jawab dari seberang
"Sialan" umat Raka sambil mematikan panggilannya.
Sesampainya di depan mansion, raka langsung keluar dengan wajah datar dan penuh tatapan membunuh, anak buah raka tidak ada yang berani menegur sapa ,bahkan untuk menatapnya saja mereka tidak berani.
__ADS_1
Raka langsung masuk ruang kerjanya. dia melepas jasnya dan melempar asal, Raka langsung duduk di kursi sambil membuka laptopnya, jari raka menari lincah di atas laptop, Raka tersenyum miring setelah mendapat titik terang.
"Mau bermain main denganku" ucap raka menatap tajam layar laptopnya.