
HAPPY READING READER'S....
TERIMA KASIH, UNTUK YANG BACA, LIKE, FOLLOW..
*****
"gua dengar, lo memiliki kekasih, apa benar Ka?" tanya lintang sahabat raka.
raka mengernyitkan dahinya. "kata siapa lo?" tanya raka.
mereka sekarang berada di ruang kerja raka. lintang yang baru datang dari luar kota langsung menemui sahabatnya yang dari SMA.
"gua, dengar dari orang orang yang pernah melihat lo" jawab lintang. "eh, katanya dia berhijab ya?, kenalin ke gua dong Ka" ucap lintang.
Raka memutar mutarkan kursinya ke kanan ke kiri. menatap lintang yang duduk di kursi depannya. "buat apa? tanya raka. "dia tidak penting buat gua." sambung raka.
lintang menaikkan sebelah alisnya. "terus, kenapa lo sering jalan sama dia?" tanya lintang.
raka tersenyum miring. dia tahu jika lintang sedang mengorek tentang dirinya, "mainan, entar juga gua tinggal" jawab raka santai.
"percaya sih gua, mana mungkin tipe lo dia" ucap lintang sambil menganggukkan kepalanya menatap raka.
TOK TOK TOK "masuk" ucap raka.
pintu di buka oleh sekretaris baru raka. lintang melihat ke arah pintu lebih tepatnya ke arah sekretaris raka yang seksi di mata laki laki. lintang terus menatap sampai sekretaris raka menghampiri raka dengan senyum menggoda.
"ini ada berkas yang harus di revisi" ucap lina.
tanpa persetujuan raka, lina langsung duduk di pangkuan raka. lina tidak memperdulikan orang lain yang duduk di kursi depan raka.
"wow, Ka, siapa perempuan ini, tidak biasanya lo diam saja jika ada perempuan menyentuh lo?" tanya lintang.
"orang lain?" tanya lina. "maaf tuan, saya bukan orang lain, saya kekasih raka. ya kan sayang?" lina menjawab pertanyaan lintang,
raka menatap lina intens, "ya" jawab raka sambil membenarkan rambut lina yang menghalangi wajahnya.
"ya, sih. kalau ini gua percaya sama lo, lagian mana mungkin lo memiliki kekasih yang aneh kaya perempuan yang tertutup itu" ujar lintang.
"siapa?" tanya lina.menatap raka.
"gak penting" jawab raka.
"bro, gua gak mau ganggu lo, jadi gua pamit dulu ya. kalian have fun saja." ucap lintang sambil merapikan jasnya yang sedikit kusut.
"iya, thanks sudah mengerti" jawab raka. lintang langsung keluar dari ruangan raka.
raka tersenyum miring melihat kepergian lintang. rencananya berhasil. raka mendorong sekretarisnya.
"auu" teriak lina. "kamu kenapa kasar sih sayang?" tanya lina.
"saya mau kerja, dan kamu kembali ke ruangan " ucap raka tegas.
lina yang mendengar kata formal raka, tidak bisa menolak, karena bagaimana pun dia tahu jika raka berbicara formal, itu berarti serius. dia tidak mau membuat raka marah, lina langsung keluar, tanpa mengeluarkan sekata pun.
Di atap yang sama namun berbeda tempat seseorang sedang mengindap ngidap sambil melihat sekitar, serasa aman orang tersebut mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang di seberang sana.
"saya akan menemui anda, ada yang harus sampaikan mengenai raka" ucapnya sambil bersik.
(......)
"baik saja akan segerah ke sana" dia memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya, lalu keluar dari gedung besar itu.
*****
Di pagi yang cerah, seorang gadis masih asik dengan tidurnya yang di selimuti selimut tebal. tanpa peduli dengan mentari yang memunculkan dirinya. sehingga suara ketukan pintu kamar membuat dia harus membuka selimutnya sampai leher.
"vio, sayang," panggil suara perempuan dari luar. yang sudah vio tebak, pasti bundanya.
"hemm, masuk bunda" ucap vio yang masih memejamkan matanya.
CEKLEK, pintu terbuka, vio membalikkan badannya ketika merasa ada pergerakan dari kasur yang dia tiduri. "ada apa bun?" tanya vio tanpa membuka matanya.
"tumben bangunnya siang, biasanya selesai sholat subuh tidak tidur lagi" tanya bunda sambil mengelus rambut vio lembut, membuat vio nyaman, ingin tidur kembali.
"vi halangan bun. " jawab vio, dengan suara khas bangun tidur.
bunda meneliti wajah putri semata wayangnya, mata putrinya yang masih terpejam terdapat lingkaran hitam, walau tidak tebal, tapi cukup terlihat.
"vi, kenapa kelopak mata kamu hitam, kamu bergadang?" tanya bunda vio.
vio membuka matanya, menyesuaikan cahaya dari sinar matahari yang memasuki kamarnya. "hitam banget bun?" tanya vio. "vi semalam susah tidur" beritahu vio.
"kenapa? ada yang kamu pikirkan?" tanya bunda.
vio menggelengkan kepalanya "tidak ada bun, karena belum ngantuk saja" jawab vio berbohong. pasalnya dugaan bundanya benar, vio memikirkan kejadian di mall, saat dirinya melihat raka dengan seorang perempuan. vio juga bingung, kenapa dia bisa memikirkan dia sampai sulit untuk tidur semalam. padahal ini yang di harapkan dirinya, raka menjauhinya.
__ADS_1
"ya, sudah kamu cepat mandi, setelah itu sarapan. ada raka di bawah, kita sarapan bareng" ucap bunda.
vio langsung mendudukkan dirinya. "raka ke sini?" tanya vio.
bunda menganggukkan kepalanya, "iya," jawab bunda.
"sudah tadi bunda?" tanya vio
"baru sampai, mangkanya kamu cepat bersh bersih, setelah itu kita sarapan bareng" ucap bunda yang sudah berdiri, "bunda keluar dulu" pamit bunda sambil mengelus kepala vio.
Vio turun dari kasurnya, melangkahkan kakinya ke meja rias, menyisir rambutnya lalu mengikat. setelah rapi, vio mengambil baju ganti dan langsung masuk kamar mandi,
10 menit vio selesai dengan rutinitas mandinya, tanpa memakai bedak di wajahnya, vio mengambil hijab dan memakainya, lalu langsung menuju ruang makan.
"Pagi" sapa vio melihat ke arah bundanya.
"sini, kita sarapan bareng" ucap bunda.
vio melihat ke arah raka . tidak ada rasa bersalah, atau apa pun itu, yang ada hanya muka datarnya saja yang menatap dirinya.
"sudah lama?" tanya vio membuka obrolan terlebih dahulu.
"baru" jawab raka datar.
vio menganggukkan kepalanya. "kamu sibuk ya,?" tanya vio, sambil mengambil isi piring yang di sediakan oleh bundanya.
"lumayan" jawab raka.
bunda vio mengambilkan makanan untuk raka. vio tidak bertanya lebih lanjut, nanti saja dia tanyakan. sekarang waktunya makan, dan makan itu tidak boleh bicara bukan.
Di sini mereka sekarang, menikmati secangkir teh belakang rumah. mereka saling sibuk denan kegiatan masing masing, vio yang sibuk menatap halaman rumahnya dengan meminum teh sedikit demi sedikit, karena masih panas. gak mungkin dia sekaligus minum dalam keadaan panas, yang ada lidahnya akan terbakar.
sedangkan raka masih sibuk dengan ponselnya, yang entah sedang melihat apa di ponselnya.
"ka" panggil vio sambil menolehkan kepalanya ke raka, yang duduk di sampingnya dengan di batasi meja bundar.
raka tetap menggeser layar ponselnya , "hm" responnya tanpa melihat ke suara pemanggil.
"belakangan ini kamu ke mana?" tanya vio
raka menoleh ke vio yang masih menatapnya." kerja" jawab raka jujur apa adanya, toh memang benar dia kerja. "kenapa?" tanya raka.
"gak papa, hanya bertanya saja" balas vio. vio memutuskan pandangannya ke raka., dan langsung melihat ke depan.
"kangen ya?" tanya raka,
"oh, aku kira kangen "ujar raka.
"gak, aku malah senang kamu sibuk, sibuk saja terus, siapa tahu dengan begitu bisa melupakan aku, dan aku gak perlu merasa terancam" ucap vio. yang tidak sepenuhnya jujur, padahal baru semalam dia terganggu sampai tidak bisa tidur karena melihat raka dengan cewek lain. vio memang tertekan dengan raka, semenjak mengenalnya raka selalu mengancam jika vio menolak, walau hanya dengan tatapan tajam, tapi itu seperti ancaman nyata.
"gak akan" balas raka. "aku komitmen orangnya, sekali satu ya satu" sambung raka.
"komitmen, apaan kemarin saja dia melihat raka dengan cewek, mulut laki laki memang tidak ada bedanya" sewot vio dalam hati
"iyain biar cepat" ucap vio.
raka mengernyitkan dahinya hingga bergelombang, merasa ada yang berbeda dengan gadisnya ini. tak mau ambil pusing raka membiarkan saja.
raka terus menatap vio, tujuannya ke sini karena dia merindukan gadisnya ini. beberapa hari ini dia sibuk dengan kantor dan untuk sementara harus menjauhi gadisnya sampai keadaan aman. vio merasa di lihat raka langsung menolehkan kepalanya ke raka.
"kenapa?" tanya vio. raka menggelengkan kepalanya.
vio menghembuskan napas panjangnya, jengah dengan raka, yang memang cuek dari lahir, dia merasa sedang duduk sendiri, karena tidak ada topik yang harus mereka bahas.
"aku kangen sama kamu" ucap raka memecahkan keheningan.
"hm" jawab vio
vio bingung, apa dia harus bertanya tentang kejadian di mal, tapi jika dia bertanya raka menyangka dirinya cemburu. gak gak gak, "vio menggelengkan kepalanya.
"kenapa?" tanya raka yang melihat vio menggelengkan kepalanya.
"pegel" jawab vio asal
"ya sudah, kamu istirahat saya mau balik" pamit raka sambil melihat ponselnya yang bergetar.
"hm" jawab vio. raka bangkit dari duduknya dan menuju ke depan yang di ikuti oleh vio dari belakang.
vio melihat punggung raka saat raka mengangkat ponselnya yang berbunyi." baik saya akan segera kesana" ucap raka, lalu memasukkan kembali ponselnya.
"bunda, raka pamit balik dulu" ijin raka pada bunda vio.
"ok buru buru.?"
"iya raka ada janji sama orang" jawab raka jujur.
__ADS_1
"oh, ya sudah, kamu hati hati ya" ujar bunda.
"assalamualaikum" pamit raka.
"waalaikum salam"jawab buda vio
vio mengantar raka sampai depan rumahnya, "aku pergi dulu" pamit raka. "assalamualaikum" ucapnya.terburu buru.
"waalaikum salam" jawab vio yang melihat mobil raka melaju kencang. "palingan juga ke temu ceweknya" beo vio , dengan muka yang di tekuk.
vio langsung duduk di ruang keluarga, menonton film sponsbob. pikiran vio terus terarah ke raka, banya pertanyaan yag muncul, ingin sekali dia bertanya, tapi
TOK TOK TOK lamunan vio buyar mendengar seseorang mengetuk pintunya. gak mungkin raka kembali kan?
"siapa vi?" tanya bunda.
"gak tahu bun, ini mau vi liat" jawab vio
vio langsung ke membuka pintu depan, menampilkan perempuan yang umurnya sekitar 40 an.
"assalamualaikum" ucap ibu ibu tersebut.
"waalaikum salam" jawab vio sambil melebarkan pintunya.
"maaf, cari siapa?" tanya vio sopan.
"ini benar rumah neng violet?" tanya ibu ibu itu.
"iya, benar" jawab vio
"siapa vi?" tanya bunda yang berada di belakang vio. vio menggeser tubuhnya agar bundanya bisa melihat siapa yang datang.
"cari siapa buk?" tanya bunda vio.
"saya di panggil ke sini, katanya di suruh mijat kekasih orang itu." jelas ibu ibu itu.
"siapa nama orang yang mau di pijat?" tanya bunda vio
"namanya violet" jawab ibu ibu itu. bunda melihat ke vio. "kamu panggil tukang pijat?" tanya bunda ke vio yang berada di belakangnya.
vio menggelengkan kepalanya" tidak, vi gak ada panggil tukang pijat" balas vio.
"yang panggil ibu siapa?" tanya bunda vio
"saya di suruh sama, laki laki, yang namanya arka, "ucap ibu itu tidak yakin "oh raka" ujar ibu itu setelah ingat ke nama pemuda yang menyuruh memijat kekasihnya dengan imbalan uang 10 lembar uang merah.
"raka" beo bunda cengok.
ponsel bunda berdering, menampilkan nama raka, tak menunggu lama, bunda langsung mengangkat panggilan itu.
"assalamualaikum bunda" ucap raka
"waalaikum salam" jawabnya.
"vio ada di rumah? soalnya raka nelpon tidak di angkat" jelas raka.
"oh hp vio ada di taman, vionya lagi di depan" jelas bunda melihat vio.
"raka kirim tukang pijat, sudah sampai"?" tanya raka
"ya, sudah. ini kamu yang pesan?"
"ya bun, vio tadi bilang lagi pegel, jadi raka panggil tukang urut"
"oh, terima kasih ya"
"ya bun, kalau gitu raka tutup ya,"
"eh, kamu di mana?" tanya bunda yang mendengar ke bisingan dari seberang
"ada di jalan, ini mau ketemuan sama orang"
"ya sudah hati hati, assalamualaikum"
panggilan terputus. "masuk buk" ucap bunda mempersilahkan ibu itu duduk di ruang tamu. "ini raka yang kirim, kamu bilang kamu pegel pegel" ujar bunda.
"neng mau di pijat di mana?" tanya ibu itu.
"di kamar tamu saja buk, mari" ajak vio ke kamar tamu.
"bunda buatkan minum dulu ya" ucap bunda yang di angguki oleh vio
vio mulai di pijat oleh ibu ibu itu, vio tidak menyangka padahal tadi dia hanya beralasan ke raka.
TBC..
__ADS_1
MAAF YA GUYS, CERITANYA GAK JELAS, AKU BINGUNG BAGAIMANA CARA MELETAKKAN ALURNYA, YANG JELAS BAGIAN DI ATAS ITU AKU MAU NGASIH PENJELASAN TENTANG RENCANA MEREKA, TAPI SETELAH DI PIKIR LAGI AKAN AKU JELASKAN DI PART SELANJUTNYA...