HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
48


__ADS_3

HAPPY READING...


****


"Vi, kamu mau langsung ke kantor ke keamanan?" tanya sasa


"iya" balas vio sambil membenarkan hijabnya di depan cermin, "biar cepat selesai sa, kalau di undur, yang ada tambah lama" ujar vio


"berapa jam?" tanya sasa


"belum tahu" jawab vio sambil menaik turunkan bahunya.


"sini  kalau mau titip makanan, takutnya kamu ke malaman nanti" ujar sasa


"benaran?" tanya vio


"iya, sini uangnya" ujar sasa,


"uh, terima kasih kawan" ujar vio sambil tersenyum dan memberikan uang 10.000 ke sasa.


'iya, sama sama, ini kamu mau beli apa?" tanya sasa


"terserah kamu deh, yang penting kenyang" balas vio sambil mengambil pena dan dua lembar kertas.


"ya, sudah, sana jalan, keburu malam" ujar sasa


"ya, aku jalan sekarang" balas vio.


"makasih ya, aku jalan dulu, assalamualaikum" pamit vio yang di jawab salamnya oleh orang yang mendengar salam vio.


vio mengambil sandal dan langsung ke luar dengan lembaran kosong kertas juga penanya.


"mau ke mana vi?" tanya lala


"ke keamanan la" balas vi "kenapa mau ikut?" tawar vio


"ye, enggaklah, ngapain ajak ajak ke keamanan" balas lala, yang masih menggunakan mukena dan memegang surban nya.


"ya siapa tahu, kamu mau menemani aku di sana" ujar vio


"oh, nggak vi, terima kasih, atas penawarannya" balas lala, yang langsung masuk ke dalam kamarnya.


vio melanjutkan langkahnya menuruni tangga, di sana dia bertemu dengan perkumpulan  temannya yang baru saja turun dari surau. "mau ke mana vi?" tanya jesi


"ke keamanan" balas vio


"saksi lambat pertemuan?" tanya rana


"iya," balas vio lesu.


"kena saksi apa vi?" tanya jesin


"belum tahu, ini aku baru mau ke sana" balas vio "aku jalan dulu  ya, keburu malam" ujar vio yang ,melanjutkan langkahnya menuruni tangga.


"vi' panggil jesi


vio langsung menatap ke atas, ke arah jesi berdiri." kamu sudah titip makanan?" tanya jesi


"sudah, tadi ke sasa" balas vio


"ya, dah, sana, tambah malam nanti kamu kalau lama lama" ujar jeslin


"ya, dah, sana, tambah malam nanti kamu kalau lama lama" ujar jeslin

__ADS_1


"iya" balas vio, sambil melanjutkan langkahnya., sampai di luar vio langsung jalan ke kantor keamanan, "assalamualaikum" ucap vio sebelum masuk ke dalam kantor keamanan, yang ramai dengan santri yang kena saksi pertemuan.


'waalaikumsalam" jawab orang  di dalam yang mendengar salamnya.


"vio, sini" ujar vita, teman sekelas vio


"kamu kena juga?" tanya vio yang sudah duduk di samping vita "iya, " balas vita, yang memberi tahu surat kuning. vio mengambil dan melihat berapa kama vita di pertemuan.


"kamu sebentar ini" ujar vio.


"memang kamu berapa lama?" tanya vita berbisik


vio menunjukkan kartunya ke vita. "astagfirullahal adzim" ucap vita sambil membulatkan matanya melihat lembaran kuning tersebut.


"kama banget vi?" tanya vita menatap vio yang cengengesan


"memang kamu ketemu siapa, kok lambatnya banyak?" tanya vita.


"ketemu abang" balas vio tebak vita


"uh, kataknya kamu saksinya banyak deh vi"


"jangan do'ain begitu.' balas  vio


"VITA ANGRAINI" panggil pengurus keamanan yang bagian menyangsi.


'ya saya " jawab vita.


keamanan itu melihat ke arah vita, "kamu lambat 20 menit ya?" tanya keamanan


"ya mbak" balas vita.


"kamu tulis surat al-fatih 100" ujarnya sambil menulis data di buku keamanan.


"ya mbak" balas vita.


"ya saya" jawab vio


keamanan itu melihat keterangan lambat vio, keamanan itu melihat ke arah vio dengan espresi kagetnya. "kamu lama sekali" tanya keamanan


"ya, mbak, kakak saya baru balik, jadi rindu sama saya" alasan vio


keamanan itu menggelengkan ke palanya. "kamu tulis al - fatih 300 sama ngaji 4 jus" ujar keamanan/


vio membulatkan matanya , "yah tidak bisa di kurangi mbak, ini saya baru loh lambatnya" ujar vio penuh harap.


"mau di tambah vio?" tanya keamanan.


"tidak mbak" jawab vio


"ya sudah kamu cepat selesaikan" ujarnya lalu memanggil santri lainnya. vio dan vita langsung menulis sholawat yang di minta pengurus.


****


"kemari" ujar sang penelpon, tanpa menunggu jawaban dari raka orang di seberang sana sudah dulu mematikan sambungannya.


raka yang sibuk dengan laptopnya hanya menghelakan nafas beratnya. dan merapikan berkas juga menyimpan data yang akan dia lanjutkan nanti.


raka menekan telpon yang ada di mejanya. "lanjutkan tugas saya, saya ada urusan" ujar raka pada sekretarisnya. berhubung asisten pribadinya sudah menjumpai neraka, dan belum ada yang cocok untuk menjadi asisten pribadi raka, alhasil semua tugas raka yang tidak bisa dia kerjakan harus di handel oleh sekretarisnya.


Sesampainya di mansion megah dan besar yang berwarna gold, membuat kesan mewah dan elegan yang terpancar dari luar gerbang. raka langsung di sambut hormat oleh penjaga mansion.


"di mana dia?" tanya raka pada salah satu maid yang sudah lama bekerja di sini.

__ADS_1


"ada di ruangannya tuan" jawab maid tersebut.


"terima kasih" ucap raka pada maid nola. hanya dengan maid nola raka ramah, karena beliau yang merawat dirinya ketika orang tuanya sibuk dengan urusan pekerjaan.


raka langsung menaiki lantai atas, tidak ada yang berubah, semua sama seperti dulu saat dirinya tinggal di mansion ini.


ting, raka keluar dari liv dan langsung masuk ke ruangan tengah, ruang kerja daddynya.


CEKLEK, pintu terbuka membuat sang empu yang fokus dengan kerjanya jadi kaget, setelah di lihat siapa yang membuatnya kaget hingga jantungnya hampir lompat.


"ck, tidak ada sopan sopannya " tegurnya


raka dengan wajah tanpa dosanya langsung masuk dan duduk di sofa. " ada apa?" tanya raka.


"daddy, ada tugas buat kamu" ujar laki laki yang sudah berumur, tapi terlihat gagah.


raka menarik alisnya "bilang saja jika anda membutuhkan bantuan saya" ujar raka formal. memang mereka ketika sudah bicara tentang pekerjaan, akan berbicara formal tidak seperti layaknya anak dan bapak.


"ck" decaknya. "terserah" balasnya


raka tersenyum remeh melihat wajah kesal laki laki yang sangat mirip dengannya hanya beda usia saja. " bantuan apa?" tanya raka


"saya mau menguasai wilayah selatan, milik veron, dan saya butuh bantuanmu" ujarnya sedikit berat dengan kalimat meminta bantuan. pasalnya dia tidak akan pernah mengemis bantuan pada siapa pun termasuk pada putranya yang songongnya beda tipis dengannya.


"apa?" tanya raka


sebelum menjawab pertanyaan putranya, dia menutup laptop dan menatap putranya sungguh sungguh. tidak terlalu berharap, karena dia yakin putranya akan menolak dengan permintaannya ini." veron memintamu untuk jadi tunangan anaknya" ujarnya


yang reflek membuat raka menatap tajam pria yang sangat mirip dengannya namun hanya beda generasi saja. "saya tidak akan melakukan itu"balas raka  menahan emosi.


daddy raka melepas nafas beratnya. "hanya sekali ini, dan itu tidak akan lama." jelasnya.


"jaminannya?" tanya raka


"saham" balas daddy raka santai


"tidak tertarik" ujar raka sambil menyedot rokok untuk mengatur emosinya.


"ok, saya akan turuti permintaanmu" ujar daddy raka.


raka berpikir dan menimang tawaran daddynya."sampai kapan ?" tanya raka


"secepatnya," balas daddy raka


"kenapa tidak bantai saja?" tanya raka yang masih tidak habis dengan daddynya yang berubah menjadi penakut, biasanya juga dia tidak pernah seperti ini.


"ini baru rencana awal. nanti juga daddy akan membantai mereka" ujar daddy raka dengan senyum miringnya. jika orang melihat dia akan panas dingin. tapi itu tidak berlaku untuk raka.


"ok, tapi daddy harus janji untuk mengabulkan semua permintaanku apa pun itu, dan cepatlah selesai urusanmu itu, " ujar raka setelah di pikir pikir tidak masalah, lagian vio juga tidak akan tahu . dan in juga tidak akan lama.


raka berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah pintu, saat raka memegang knop pintu diia berbalik menatap daddynya. "usahakan jangan sampai gadisku balik" peringat raka. lalu keluar dari ruangan itu.


di dalam ruangan daddy raka tersenyum melihat putranya yang bertemu dengan orang yang dia cinta.


TBC..


MAAF YA READER'S LAMA UP DATENYA, KARENA ADA KENDALA, WIFI DI RUMAH GANGGUAN, DAN AKU JUGA SIBUK DENGAN KEWAJIBANKU...


MAAF, SEMOGA KALIAN SUKA.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA...


LOVE YOU 

__ADS_1


__ADS_2