HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V 31


__ADS_3

Happy reading...


Kali ini menceritakan di balik keselamatan lintang, dan siapa pengkhianat raka yang sesungguhnya..


*****


"Bagas" panggil raka dengan wajah yang mengeras.


"iya tuan" balas bagas menghampiri tuannya dengan tunduk.


"siapkan sebagian pasukan B sekarang" perintah raka.


bagas menganggukkan kepalanya." siap tuan" jawab bagas  tegas sambil melangkah ke ruangannya untuk menghubungi pasukan B.


"saya sudah mengumpulkan pasukan B, sesuai dengan perintah" ujar bagas 


"davit mana?" tanya raka yang tidak melihat salah satu anak buahnya itu.


"saya tuan" ujar davit yang kebetulan melintasi ruangan raka, dan mendengar namanya di sebut.


"saya ada tugas untuk kalian. saya akan mendatangi gedung tua di *** dan saya minta kalian dan pasukan B yang sudah di siapkan menyusul ke sana." ujar raka


"kalau boleh tahu anda akan bertemu dengan siapa?" tanya davit


"dengan musuh saya. "


"apa tidak sebaiknya kita berangkat bersama tuan," ucap bagas.


"tidak, saya akan sendiri ke sana. kalian nyusul dan cari tempat persembunyian. karena saya yakin mereka pasti main licik" ujar raka menatap tajam ke depan.


"jangan keluar tanpa perintah saya, paham?"


"siap tuan" jawab mereka 


raka keluar dari markas dan menaiki mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan penuh.


bagas dan davit saling tatap dan menganggukkan kepalanya. "berangkat sekarang?" tanya davit pada bagas.


"ya." jawab bagas. "tapi saya ke belakang dulu" ujar bagas yang di angguki oleh davit. senyum sinis terukir di wajahnya. 


Selesai membuang hajat, ponsel bagas berdering, tanpa menunggu lama bagas mengangkat panggilannya. 


" halo bos" ucap bagas..


"apa kau tahu, raka akan ke gedung tua?" tanya derren


bagas menjelaskan tentang misinya kali ini ke derren, sahabat tuannya


"baik, aku akan menyusul." panggilan terputus. bagas langsung keluar dari toilet.


dilain tempat davit menghubungi seseorang di balkon sambil menunggu bagas yang masih sibuk dengan hajatnya.


"ada berita apa?" tanya dari seberang


"dia otw ke bangun tua itu." ucap davit 

__ADS_1


"sendiri?" tanya di seberang


"tidak, kami 50 orang  akan menyusul dia, dan akan ikut menyerang saat di perintah" ujar davit 


"kau tidak berkhianat ke padaku kan?" 


"tidak, bos saya hanya anda bos lintang" ujar davit


"bagus. terus cari tahu kabar tentang dia"


"baik" jawab davit dengan senyuman seringainya.


 "davit" panggil bagas yang ada di ambang pintu. davit terkejut tentu saja, dia takut bagas mendengar pembicaraannya. 


"ya" jawab davit berusaha sesantai mungkin.


"ayo, ngapain kau di sini?" tanya bagas 


"kau sudah selesai?" tanya davit tanpa menjawab pertanyaan bagas.


"ya, ayo kita jalan" ujar bagas, tanpa curiga.


"ah, iya ayo" jawab davit sambil mengikuti bagas dari belakang.


TKP


" bagaimana, apa kita keluar sekarang" tanya davit pada bagas yang berada di sampingnya.


mereka sudah sampai dan menempatkan diri di persembunyian sesuai dengan misi awal, "jangan, tuan belum memberi kode apa pun" jawab bagas


berbeda lagi dengan davit yang susah menelan ludahnya sendiri. tidak membayangkan bagaimana nasibnya ketika dia ketahuan sebagai pengkhianat.


"ayo" ujar bagas.


lamunan davit pecah saat bagas menepuk pundaknya. dengan cepat davit memfokuskan dirinya, davit ikut menghajar lawan dengan sekali serang langsung tumbang. karena davit menendang di bagian titik kelemahan lawan. sehingga mudah baginya untuk menghajar 5 orang sekaligus. begitu juga dengan bagas. setelah semua tumbang saat itu datang lintang davit tersenyum tipis melihat bosnya berhasil membawa gadis raka.


namun rasa bangga itu luntur saat melihat ternyata yang di bawa bosnya bukanlah gadis dari raka.


karena emosi pertempuran berlanjut dan yang membuat davit kaget saat derren dan anak buahnya juga ikut menyerang. dan itu tidak diketahui oleh davit.


perkelahian selesai, dan pemenang di pegang oleh kubu derren dan raka. "KITA BALIK'' ujar raka


mereka semua kembali ke mobil mereka. saat davit hendak masuk, davit masih sempat untuk melihat ke adaan bosnya yang terpapar di tanah dengan darah yang terus keluar.


"akhirnya kita menang, mereka itu tidak liat liat, siapa lawan yang mereka hadapi" ujar bagas, yang duduk di samping davit yang mengemudi.


"iya" ujar davit dengan aktingnya.


"santai saja bro, " ujar bagas saat mobil yang di kendarai davit semakin kencang, seperti terburu buru.


"lebih cepat lebih baik, bukan begitu" balas davit.


"memang kau ada kepentingan lain, sampai harus kebut kebut begini?" tanya bagas


"tidak, hanya saja aku ingin cepat sampai" bohong davit. karena sejujurnya dirinya sangat ingin cepat mengantarkan bagas, dan kembali untuk menolong bosnya yang sekarat.

__ADS_1


bagas hanya menganggukkan kepalanya paham. mobil berhenti saat sudah sampai dii markas. bagas langsung turun dari mobilnya. pintu kaca davit buka.


"aku langsung pergi, ada yang harus aku kerjakan" ujar davit pada bagas.


"ok, hati hati" ujar bagas 


davit menganggukkan kepalanya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. tujuannya ke tempat pertempuran.


bagas hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil melangkah masuk markas setelah melihat mobil yang di kendarai davit tidak terlihat.


"mau ke mana dia?" tanya derren yang melihat semuanya.


"ada urusan katanya bos" jawab bagas sopan


derren menganggukkan kepalanya lalu masuk ke markas, derren mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada anak buahnya untuk mengikuti davit, anak buah raka yang di percaya oleh raka.


Sampainya di tempat kejadian, davit langsung keluar dari mobilnya dan melangkah menuju bosnya yang dalam keadaan tidak sadarkan diri. dengan penuh tenaga, davit memapah lintang ke dalam mobilnya dan membawa ke rumah sakit. 


"bertahan bos" ujar davit yang tidak di dengar oleh lintang. davit mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga sampai di rumah sakit.


"dok tolong bawa bos saya" ujar davit


"baik" kata dokter tersebut. hingga sampai ke ruangan.


"selamatkan dia" ujar davit


"baik, kami akan melakukan semaksimal mungkin, anda mohon mengisi administrasi pasien terlebih dulu" ujar dokter tersebut.


raka menganggukkan kepalanya, dan langsung ke bagian administrasi. "bak saya mau daftarkan bos saya" ujar davit.


"baik pak, atas nama siapa?" tanya bagian administrasi


raka terdiam sejenak\, "atas nama ***" ujar davit menggunakan nama palsu\, karena dia tahu kalau raka akan mencari bosnya.


karena panik sampai sampai davit tidak menyadari jika sedang di ikuti dengan anak buah derren. dia mengeluarkan smirknya dan lalu pergi untuk melaporkan apa yang terjadi


TBC


maaf ya readers, kemarin tidak up, soalnya ada something yang harus di kerjakan..


maaf ya, semoga kalian suka dengan cerita ini..


jangan lupa vote, like komennya..


salam kenal dari author R&V 



RAKA



LINTANG


__ADS_1


DERREN


__ADS_2