HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V 18


__ADS_3

HAPPY READING.....


SEKARANG AKU BERUSAHA NGEJAR TARGET. KARENA BELAKANGAN INI AKAN MULAI SIBUK..


TETAP SEMANGAT...


JANGAN LUPA LIKE, FOLLOW, COMENTNYA...


*******


"bagaimana kamu tahu, kalau aku terjebak di keranjang?" tanya vio penasaran.


"kamu sudah makan?" tanya raka, karena itu lebih penting dari pada pertanyaan vio.


vio menatap raka lesu. "kebisaan, aku tanya pasti jawabannya pertanyaan juga"


raka tersenyum tipis, sangat tipis. melihat vio yang menekuk wajahnya, sangat terlihat menggemaskan di mata raka. "pertanyaanku lebih penting, jadi di jawab" ucap raka menunggu jawaban vio.


vio menatap raka" belum, tapi aku sudah beli batagor, nanti aku makan. sekarang jawab pertanyaanku" jawab vio masih kesal dengan raka.


"makan dulu, setelah itu baru aku jawab" ucap raka, sambil berdiri. vio mengernyitkan dahinya melihat raka yang berdiri dari duduk.


karena tidak ada pergerakan raka melihat ke belakang ke arah vio" ayo" ajak raka.


vio ikut berdiri "mau ke mana?" tanya vio


"makan" jawab raka


"ya ini aku mau makan batagor, kamu kenapa berdiri?"


"makan nasi sayang" jawab raka. membuat vio blasing dengan panggilan  sayang yang di ucapkan raka. vio merasa ada kupu kupu yang berterbangan di perutnya. detak jantung vio bekerja sangat cepat.


"khem" deheman sasa..


"kenapa sa?" tanya rana


"keselek durian" jawab asal sasa.


"rana, kamu kepanasan?" tanya jesi yang berhadapan dengan rana.


"enggak" jawab rana. "kenapa?" tanyanya.


"kok merah muka kamu" sindir jesi ke vio.


"berasa aka kupu kupu terbang tapi bukan di kebun" sindir jeslin. mengikuti teman temannya.


vio yang sadar jika temannya menyindir dirinya semakin di buat salah tingkah dan malu. penglihatan raka tak lepas dari vio. "rana, gak usah liatin aku, aku gak akan hilang kok" ucap sasa.


khem raka berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka. "ayo, kita ke kafe dekat sini" ajak raka pada vio.


vio melihat ke raka, lalu melihat temannya. "kalian juga" ucap raka  yang mengerti dengan tatapan vio.


"yee, alhamdulillah rezeki anak soleha begini nih" ucap sasa.


"ish, norak" ejek lia, dan kawan kawannya.


"ustad boleh?" tanya raka. meminta ijin,


"boleh"


mereka semua langsung ke luar dari PM. vio dan kawan kawannya satu mobil dengan raka. dan sisanya dengan ustad. raka yang jalan terlebih dahulu, di ikuti oleh ustad dari belakang.


"jawab dulu" ucap vio, yang masih penasaran.


raka melihat ke sampingnya " aku gak bisa biarin kamu keluar tanpa pengawasanku, jadi aku minta tolong kalau kemana mana, kabari aku" jawab raka.


"jawabannya " tanya vio yang tidak puas, dan tidak menemukan jawabannya.


"aku nyuru anak buahku untuk mengikutimu." jawab raka.


"kenapa tidak memberi tahuku sebelumnya"


"aku takut saja kamu merasa tidak bebas, jika tahu aku mengawasimu."


ponsel raka berdering dengan cepat raka mengaktifkan earphone di telinganya. vio menatap raka dan mengernyitkan dahinya melihat raut wajah raka yan memerah urat di lehernya menonjol, dan tagat yang sangat kuat memegang setir mobil.


"perketat penjagaan. " raka memutuskan panggilan.


"ka" panggil vio sambi mengelus lengan raka. raka menengok ke arah suara, usapan di lengatnya dapat menurunkan emosi yang di tahannya. "ada apa?" tanya vio.

__ADS_1


raka menghembuskan napasnya berat" jangan pernah pergi sendiri, musuhku mulai mengintai kamu" ucap raka.


vio membulatkan matanya kaget, begitu juga dengan teman temannya yang mendengar peringatan dari raka.


"berarti vio dalam bahaya" tanya sasa.


"kenapa aku?" tanya vio.


"karena  kamu kelemahanku. " ucap raka. "kamu tenang saja, aku akan selalu melindungimu" ucap raka menenangkan vio sambil melihat mata vio.


vio menganggukkan kepalanya pean" aku percaya, kamu akan lindungi aku. tapi kalau aku boleh tahu. kenapa kamu punya musuh" tanya vio.


raka terdiam, apa dia harus jujur, kalau dia mafia. tapi raka takut vio akan menjauhinya, dalam kondisi seperti ini, mudah untuk musuh melukainya. "bisnis. aku akan jujur, tapi janji kamu tidak akan pernah pergi dariku?" tanya raka memastikan. baginya kehilangan vio, akan membuat dirinya mati.


"ya" jawab vio tanpa ragu.


raka melihat ke belakang. teman vio cengengesan karena ke tahuan menguping pembicaraannya. vio mengikuti arah pandang raka. "kalian bisa di percaya?" tanya raka.


"bisa" ucap mereka mantap.


raka melihat vio, lalu menatap jalan. "aku pembisnis, besar, cabangku mendunia. di luar negeri, pembisnis bisa menjadi mafia" ucap raka menjeda ucapannya.


"jadi kamu mafia?" tanya vo.


raka menganggukkan kepalanya, dan melihat ke arah vio, yang membulatkan matanya. "astagfirullahal adzim" ucap vio sambil menutup mulutnya.


reaksi vio tidak kalah sama dengan temannya yang di belakang. "jadi maksud kamu ka, vio di incar mafia?" tanya sasa.


"vi, kamu gak boleh ke mana mana, sendiri" ucap sasa khawatir.


"ya, Allah ka. kenapa bisa masuk ke dunia gelap" keluh jesi. yang tidak habis pikir dengan pemikiran raka.


"aku janji, kamu akan aman, anak buahku akan menjagamu dari jauh" ucap raka.


vio menatap jendela, pikirannya ke mana mana, bagaimana bisa dia pacaran dengan mafia yang terkenal kejam, dan jahat. ujian apa lagi ini.


vio melihat ke arah raka " kenapa kamu bisa masuk ke dunia gelap?" tanya vio. dengan air mata yang terus jatuh.


"turunan dari daddy" jawab raka.


"daddy mu mana?" tanya vio


'' di london"


"berhenti, aku mau, tapi tidak mudah." jawab raka.


"kenapa?"


mobil berhenti" kita sudah sampai." ucap raka.


vio melihat sekitar, dan melihat kembali ke raka yang sudah keluar dari mobil. vio melihat ke belakang ke arah teman temannya yang masih tetap di dalam mobil. "jangan bilang ke siapa siapa " ucap vio


"ya, siap" ucap mereka.


"kita keluar sekarang, ustad dan lainnya sudah keluar dari mobil" ucap sasa.


mereka keluar dari mobil raka. "mari" ucap raka. ustad menganggukkan kepalanya.


vio berjalan menyusul raka sambil menarik sasa  agar ikut dengannya. "aku masih menunggu jawabanmu" ucap vio


raka menatap vio. dan menganggukkan kepalanya.


raka masuk ke kafe, banyak pasangan mata memperhatikannya ,, banyak tatapan memuja dari kaum hawa. membuat hati vio panas.


"OMG handsome" kekehan perempuan yang sedang duduk di kafe secara terang terangan.


"mimpi apa semalam"


"fiks, jodohku ini"


"sempurna banget,,,"


"cerah banget sih, kayak masa depanku.."


dan banyak lagi ocehan yang membuat vio telinga vio panas. vio melihat jesi yang mengelus lengannya. "segitu tampannya cowokku?" tanya vio.


"memang tampan kan vi, kamu baru sadar?"


"jangan jangan kamu suka juga ya?" tanya vio sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


"suka, iya pasti, tapi sadar kok kalau punya kamu" jawab jesi cengengesan.


Vio berhenti saat raka menghentikan langkahnya, raka menarik kursi untuk vio " duduk" ucap raka melihat vio, yang masih mematung.


vio mengikuti intruksi raka, raka duduk di samping vio. 1 meja berisi 4 kursi, rana dan sasa gabung dengan mereka. untuk yang lain mencari tempat sendiri.


"mau makan apa?" tanya raka membola balikkan menu.


"terserah kamu, sama kan saja biar gak ribet mbak mbaknya" balas vio.


raka mengangkat tangannya ke arah pelayan. pelayan perempuan tersebut rebutan untuk melayani meja raka. hingga satu perempuan menghampiri, dengan senyum senyum yang membuat raka risi. "nasi goreng spesial 4, jus jeruk 2" raka menjeda dan melihat ke arah teman vio. sasa dan rana yang peka dengan tatapan raka, " jus alpukad 2" sambung sasa. "tambah mineral 4" ucap raka.


pelayan perempuan itu menulis pesanan raka, sambil menatap raka dengan memuja, "ada lagi kakak?" tanya pelayan itu.


"tidak" ucap raka datar.


vio masih tetap diam, tanpa banyak bicara. "kamu kenapa?" tanya raka.


"kamu, kalau ke luar selalu jadi pusat perhatian ya?" tanya vio.


raka menarik alis sebelahnya. "ya,, gitu" jawab raka


"sok kegantengan" cibir vio. raka tersenyum tipis, sangat tipis, sampai tidak ada yang menyadari. raka tidak bodoh, dia tahu jika vio cemburu.


"kamu cemburu?"


vio membulatkan matanya" biasa saja" jawab vio bohong sambil menaik turunkan bahunya.


"permisi, ini pesanannya" ucap pelayan yang berdiri di sebelah raka. membagikan pesanan. saat membagikan pesan ke sasa yang duduk berhadapan dengan vio, pelayan tersebut sengaja menempelkan dirinya  ke raka.


" menyingkir dari saya" bentak raka sambil mendorong tubuh pelayan tersebut. vio yang berada di sampingnya, langsung saja menyanggah tubuh pelayan tersebut, agar tidak jatuh.


vio melihat raka yang membentak pelayan itu, "maaf" ucap pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.


semua mata mengarah padanya. raka memberi tatapan tajam pada pengunjung, sehingga membuat mereka melanjutkan aktivitasnya kembali.


manager kafe datang, mendengar laporan dari bawahannya. "maaf, ada apa ini" tanya manager kafe. melihat raka, manager tersebut menunduk hormat.


"pecat dia, tanpa memberi pesangon" perintah raka.


pelayan tersebut membulatkan matanya,  tidak  hanya pelayan, vio dan temannya juga kaget dengan ucapan raka.


"maafkan pegawai saya tuan, saya akan segera memecat dia" ucap manager tersebut.


pelayan tersebut langsung bersimpuh pada raka.  "maafkan saya tuan, jangan pecat saya, saya masih mau bekerja di sini" ucapnya sambil menangis.


"bekerja, ini yang namanya bekerja? " emosi raka.


vio yang tidak tega langsung membangunkan pelayan yang bersimpuh di depan raka. vio melihat ke raka, dengan tatapan teduh, seakan bicara 'sudah' raka memalingkan wajahnya, yang masih emosi.


vio mengelus lengan raka. sambil tersenyum. "sudah, jangan emosi, aku takut" ucap vio jujur.


raka menghembuskan nafasnya berat untuk meredakan emosinya. "maaf" ucap raka lembut. "tapi dia salah, dan tetap aku pecat" ucap raka.


"apa salahnya?" tanya vio yang memang tidak mengetahui apa yang terjadi.


"dia menempel ke padaku" aduh raka.


vio melihat ke pelayan itu yang tertunduk. terlihat penyesalan di wajahnya "itu  konsuekuensinya  jadi cowok tampan" ucap vio sambil mengelus lengan raka, berusa menenangkan.


"maafkan dia" pinta vio. " jangan pecat dia, beri hukum saja" ucap vio.


"baik, karena kekasih saya yang meminta, saya tidak bisa menolak" ucap raka.


"terima kasih tuan nona" ucap pelayan itu sambil membungkuk. vio tersenyum tulus.


"beri hukuman dia" perintah raka pada manager kafe.


"baik tuan, sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan pegawai di kafe ini, saya akan pastikan ini tidak akan ter ulang kembali" tutur manager tersebut.


raka menganggukkan kepalanya, dan menyuruh mereka pergi. vio kembali duduk, sambil menarik lengan raka agar ikut duduk. mereka menikmati makan malam bersama.


"ka kenapa kamu bilang mau pecat dia, memang apa hak kamu?" tanya vio penasaran. raka melihat vio yang menyuapkan makanan terakhirnya.


"kafe ini milikku" jawab raka enteng.


khuk khuk, raka dengan cepat memberikan minum pada vio. vio menerima dengan cepat, tenggorokannya sakit. "pelan pelan" ujar raka.


"serius?" tanya vio.

__ADS_1


raka menganggukkan kepalanya. vio melihat temannya yang saling memandang satu sama lain." sultan bener " ujar jesi sambil bertepuk tangan dan menggelengkan kepalanya.


TBC


__ADS_2