HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
57


__ADS_3

Digedung mewah dan ternama di Indonesia, di penuhi dengan ribuan pembisnis seluruh dunia, bahkan banyak media yang berdatangan dari berbagai station televisi untuk serta dalam acara pertunangan dua keluarga yang berpengaruh besar di dunia bisnis.


"Gak nyangka gua, lo ngelindungi siapa, tunangannya sama siapa?, tapi selamatya, semoga lancar ke depannya" ujar Derren, yang berada di ruangan raka.


Raka yang sudah siap dengan setelan jas navi enggan turun ke bawah, dia lebih memilih berdiri di depan jendela dengan tanganyang di masukkan ke saku celananya, dia menatap lurus ke luar. Derren mendekati sahabatnya, "sebenarnya apa sih yang gua gak tahu?" tanya derren, sambil memegang bahu raka.


"Pertunangan gua hanya sebatas bisnis, kalau bukan daddy yang meminta, gua juga gak mungkin mau" balas raka dengan datar.


"Wait,bisnis? lo gak bercanda?" tanya derren sambil berdiri di hadapan raka, "lo, kira gua percaya? gua tahu lo dan bokap lo itu siapa!," ucap derrensambil terkekeh.


"Bokap gua ingin memiliki beberapa wilayah yang di kuasai oleh jacson"


"Kenapagak lo bantu, secara lo kan baru mengeluarkan barang baru yang habis dalam waktu 5 hari?apa itu tidak cukup?" tanya derren


"Gua sudah bilang itu sama daddy," balas raka, "tapi, daddy punya rencana lain" sambung raka sambil menaik turunkan bahunya.


"Vio tahu?" tanya derren, raka menganggukkan kepalanya. "Serius?" tanya derren kaget


"Hm" jawab raka


"kok bisa?" tanya derren


Raka melihat ke arah derren, "kita tidak sengaja bertemu di Mall,dia dan mila tidak sengaja bertabrakkan" jawabnya


"mila? siapa?" tanya derren


"putri jacson"


TOKTOK TOK CEKLEK.Pintu terbuka, sosok andrew jyang berwibawa langsung masuk tanpa persetujuan dari putranya. "acara akan di mulai, kamu siap?"tanya andrew menatap putra semata wayangnya.


"Om, om gak sakitkan?" tanya derren, andrew yang di tanya mengernyitkan dahinya.


"Maksud kau apa?" tanya andrew datar.


"Ya, begini ya om, kenapa om tega nyuru sahabat saya ini untuk bertunangan dengan si mila mila itu?"tanya derren


"kau masih bocah, jadi tidak akan paham" jawab andrew


Derren membulatkan matanya "bocah bocah, saya sudah gedek om"bantah derren tidak terima.


"kalau kau sudah besar, pasti paham"


"Ayo"ucap andrew pada putranya, raka mengikuti langkah daddynya keluar ruangan, tidak dengan derren yang masih mematung memikirkan perkataan andrew. "bagaimana gua paham, kan dia tidak jelasin ke gua, profesor pun


tidak akan paham jika tidak di jelaskan, dasar aneh" kata derren,

__ADS_1


"BAIK,HADIRIN SEKALIAN, MARI KITA SAMBUT KE DATANGAN KELUARGA PRIA, HUU" Ujar pembawa acara.


Semuaorang melihat ke arah pintu, Andrew dan raka menjadi sorotan saat mereka jalan di red carpit untuk menaiki panggung, banyak lampu yang berkedip ke arah bapak anak yang sangat mirip ibarat pinang belah jadi dua,


"Ck," decak derren yang berada di barisan undangan paling depan. "gak bapak, gak anak, sama sama muka triplek" kata derren sambil memegang tangan risa.


"Suut" siul derren saat raka melewatinya, raka melirik ke arah derren begitu juga daddynya yang mendengar siulan derren yang memberi abah abah untuk senyum pada mereka,raka dan andrew menatap tajam derren


Derren langsung mundur saat dua singa menatap tajam ke arahnya. "mampus" ucap derren pada dirinya sambil bergidik ngeri.


Risa hanya menggeleng geleng kepala meihat kelakuan pacar terpaksanya itu. "lo" risa langsung menutup mulutnya yang mendapat tatapan tajam dari derren  " maksutku, kamu tidak bisa diam apa?" tanya risa, yang jengah dengan sifat derren yang absrut.


   BAIK HADIRIN SEKARANG KITA SAMBUT KELUARGA DARI Mr. JACSON HARAP MAJU KE PANGGUNG" Ucapnya, suara tepuk tangan memeriah kan ke datangan Mr jacson dengan putrinya yang memakai gaun navi yang terlihat simple dan elegan, mila tak melunturkan senyumnya sampai panggung,


Mila mengarahkan tangannya ke raka untuk membantunya menaik panggung. mau tak mau raka pun mengurkan tangannya untuk membatu mila. kejadian itu tak lepas dari sorotan media, banyak dari mereka yang mengambil bahkan merecord kejadian.


Mila tersenyum ke arah raka, lalu melepaskan genggaman tangannya dengan raka, lebih tepatnya raka yang melepaskan, "makasih" uap mila


"Hm" balas raka datar.


Acaradi mulai sesuai prosedur, hingga sampai saat pemasangan cincin dan menyambut tamu tamu yang berdatangan. hingga akhir acara, semua tamu pamit, hanya tertinggal keluarga inti di gedung tersebut.. mila yang takmelepaskan pelukannya pada lengan raka, dengan senyumnya dia menghampiri sang ayah.


"are you happy baby?" tanya jacson


"yes,thank's dad," ucap mila sambil menatap laki laki yang dia peluk lengannya, raka tidak membalas tatapan mila. dia menatap ke arah daddynya yang juga melihat ke arahnya.


Jacsonmelihat  ke andrew yang bertanya, "ini, saya sudah menanda tangani surat tersebut" ujar jacson sambil memberikan ke rekan bisnisnya yang juga menjadi besannya saat ini.


Andrew mengambil dan melihat isi berkas yang di berikan oleh jacson ke padanya. "andrew mengalihkan pandangannya ke raka yang menunggu jawabannya. Andrew memberi kode dari tatapannya, raka menarik bibirnya ke samping sebagai respon, tidak ada yang lihat karena tarikan itu sangan tipis.


"Baiklah, sekarang kita pulang. istirahat," uacap jacson. "ayo sayang" ajaknya pada mila


Mila semakin mengeratkan pelukannya pada lengan raka, " aku pulang bareng raka saja dad" cemberut mila


Jacson melepas napas beratnya menghadapi putrinya yang tidak pernah mau mengerti, "kau lihat,  tunanganmu lelah, dia juga butuh istirahat" jelasjacson, mila melihat ke wajah raka, alu kembali ke daddynya."Ayo, kita pulang" tarik jacson pada tangan mia. mau tak mau mila melepaskan tangannya pada raka dengan kesal.


"Saya dengan putri saya pamit pulang" pamit jacson pada Andrew


Andrew menerima uluran tangan kinenya yang sekarang menjadi bisan, "hati hati" ujar andrew


"Ya, kalian juga hati hati."


Jacsondan mila keluar dari gedung, tersisa Andrew, raka dan pembersih gedung.


"thank's son" ucap andrew sambil memukul pelan pnggung putranya.

__ADS_1


"Cepat selesaikan rencanamu, karna kau gadis saya marah sama saya"


Andrew mengernyitkan dahinya, bukan karena tidak tahu dengan kekasih anaknya, tapi kenapa mereka marahan,"why?" tanya andrew


"He knows" jawab raka datar


"Kau sudah menjelaskannya?" tanya andrew


"belum, nanti aku urus" balas raka sambil jalan keluar gedung, di ikuti dengan Andrew dari belakangnya


*************


Viomengecek ponselnya, lalu meletakkan lagi, dari pagi vio menunggu kabar dari raka, namun sampai sekarang tidak ada pesan dari raka yang masuk diponselnya.


Bunda yang memerhatikan putrinya  dari pagi yang terlihat geliisah, dia pun menghampiri vio yang berada di taman belakang rumah.


"Vi" panggilnya smbil duduk di kursi depan vio


"Ya, kenapa bun?" tanya vio


"Kamu ada masalah?" tanya bunda


Vio mengernyitkan dahinya, "tidak, kenapa?"


"Bunda perhatikan dari tadi kamu gelisah, memang apa yang kamu pikirkan/" tanya bunda


"Vi, tidak memikirkan apa apa bun,"


bunda vio menganggukkan kepalanya pelan, "oh ya vi, kemarin kamu pulang jam berapa dari taman?" tanya bunda


"Jam, 9 bun"


"Kok bunda gak denger suara pintu ya?"


"mungkin bunda sudah tidur"


"Ya, mungkin, soalnya bunda capek banget vi, ini bunda mau pergi ke tukang pijat" ucapnya, "kamu mau ikut?" tanyanya


"gak deh bun, vi pingin santai di rumah"


"Ya sudah kalau begitu, bundajalan dulu ya" pamit bunda


"Ya, hati hati" oesan vio sambil mencium punggung tangan bundanya.


"assalamualaikum" ucap bunda

__ADS_1


"waalaikum salam"balas vio


Vio mengambil ponselnya lagi, tapi tidak ada pesan dari orang yang di harapkannya. vio memutuskan untuk istirahat di kamarnya.


__ADS_2