HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V 20


__ADS_3

HA**PPY READING...**


******


"assalamualaikum" ucap rana sambil mengetuk pintu coklat.


"waalaikum salam" jawab suara dari dalam.


pintu terbuka, "eh, kalian, masuk" ucap vio sambil membuka lebar pintu rumahnya. "duduk dulu, kalian kok gak ngabarin kalau mau ke sini?" tanya vio. vio duduk di kursi tunggal.


"hee, ini si rana dadakan ngajak kita ke kafe, kamu ikut juga ya?" jawab sasa.


"ok, aku pamit ke bunda dulu ya" kata vio.


"siapa vi?" tanya bunda yang baru keluar dari dapur.


"teman vio" jawab vio.


"assalamualaikum tante" ucap mereka, sambil mencium punggung tangan bunda vio.


''waalaikum salam" jawab bunda dengan senyum.


"kalian mau keluar?" tanya bunda vio.


"iya tante, kita mau mengajak vio ke kafe, biasa cerita cerita, bolehkan tante?" tanya jesi.


"oh, boleh, vi kamu siap siap dulu sana. " suruh bunda.


"iya, bun. aku ganti baju dulu ya" pamit vi.


vio langsung masuk ke kamar, mengganti baju dan mengambil tas dan ponselnya. vio sempat menghidupkan ponselnya. "kamu ke mana ka, kok gak ada kabar?" guman vio, melihat pesannya yang tidak di baca.


sudah satu minggu semenjak mengantar vio dari posko, raka tidak ada kabar sampai saat ini. membuat vio bingung, setiap mengirim chat, tidak pernah di buka. vio selalu mempositifkan pikirannya. dia percaya raka tidak mungkin menduakannya seperti di film film, jika cowoknya tidak ada kabar, tahu tahunya ketahuan selingkuh.


"sesibuk itu ya kamu ka, sampai tidak mengabari aku" ucap vio sedih.


"vio" panggil bunda


"iya bunda" vio langsung memasukkan ponsel dan dompetnya ke dalam ransel. "ayo" ajak vio ke temannya.


"bunda vi pamit ya" ucap vi sambil mencium tangan bunda.


"iya, hati hati ya" pesan bunda sambil mengantar ke luar.


"iya, bun" ucap vio sambil naik ke sepeda rana.


"assalamualaikum" ucap mereka.


"waalaikum salam" jawab bunda vio.


Mereka melajukan dengan kecepatan normal, vio menatap depan dengan pandangan kosong. pikirannya hanya di isi dengan nama raka. ke asikan melamun vio tidak sadar jika sepeda sudah berhenti di kafe, langganannya.

__ADS_1


"kamu kenapa vi, dari tadi bengong terus?" tanya rana.


"enggak, siapa yang bengong" ngeles vio. "yuk masuk" ajak vio


mereka memasuki kafe langganan mereka, pengunjung di kafe ini tidak terlalu ramai, mungkin karena jam pulang sekolah belum tiba. mereka langsung duduk di tempat biasa mereka nongkrong.


"mbak" panggi sasa


perempuan dengan seragam pelayan menghampiri mereka. "selamat datang, mau pesan apa kakak" sambut lembut.


"kalian mau makan?" tanya rana, yang memegang buku menunya.


"masih kenyang, camilan dulu saja, " jawab sasa.


"jus coklat 2, grape jus 1 sama durian jus 2, makanannya stik dulu saja 5 . sudah" pesan rana. yang memang sudah tahu dengan selera teman temannya.


"baik, silah kan di tunggu kakak" ucap pelayan.


rana menyikut sasa yang duduk di sampingnya, sasa melihat ke rana yang memberi kode ke arah vio yang menatap ke luar, jesi dan jeslin mengikuti pandangan mereka. "vi" panggil jesi, sambil menyikut dengan lengannya.


vio menoleh ke arah jesi. "apa?" tanya vio.


"kenapa sih, melamun mulu, kalau ada masalah cerita vi" ucap jesi


vio membenarkan duduknya mengahadap mereka, "aku ke pikiran sama raka, dia tidak ada kabar dari pas kita pulang dari posko." cerita vio.


"vi, vi raka itu bukan orang sembarang, dia pasti sibuk," sasa menanggapi cerita vio.


vio menghela napasnya, "gak biasanya sa. dia itu sesibuk apa pun, dia pasti kabarin aku"


"pasti numpuk tuh kerjaannya" sambung rana.


"sudah lah, kamu sabar saja, pasti kalau kerjanya selesai nanti dia kabari kamu, " ucap jeslin


"permisi, ini pesanannya" ucap pelayan


"makasih mbak" ucap sasa mewakili mereka.


"iya, sama, sama" jawab pelayan itu dengan tersenyum ramah. "silahkan di nikmati kakak" ujarnya sebelum pergi.


vio meminum grape jusnya, rasa segar membasahi tenggorokannya yang tadi mengering. "apa, mungkin ya raka, selingkuh" beo vio. sambil mencolek stiknya ke saos dan memakannya.


"jangan pesimis, aku sih yakin raka tidak begitu" jawab rana.


"iya, vi, dia itu terlihat cinta banget sama kamu, mana mungkin dia selingkuh" ujar jesi yang di angguki oleh lainnya.


*******


Selesai makan makan siang, mereka pergi ke mall, bukan untuk cari baju atau lainnya, tapi mereka ke suermarket yang berada di mall. tujuan mereka 1 camilan.  vio dan rana bareng mencari makanan, setelah dapat semua camilan ke sukaannya rana dan vio langsung mencari yang lain.


vio dan rana mengantri di bagian kasir, dengan jesi, jeslin dan sasa yang berdiri di samping vio dan rana. kebiasaan mereka jika belanja, pasti akan di jadikan satu, nanti baru di bagikan belanjaannya dengan hitungan tagihannya.

__ADS_1


sambil mengantri. vio menajamkan penglihatannya saat melihat laki laki dengan setelan jas yang mirip dengan raka dari belakang. laki laki tersebut tidak sendiri melainkan dengan cewek seksi di sampingnya.


"sa, itu raka bukan?" tanya vio ke sasa, untuk memastikan. sasa melihat arah tunjuk tangan vio. yang di ikuti dengan yang lain. "eh iya itu kayak raka, tapi sama siapa?" tanya sasa.


"sa kamu gantikan dulu, aku mau memastikan dulu" ucap vio langsung mengikuti cowok itu.


"vi, nanti kembali lagi" ucap jesi. vio melihat ke arah jesi dan menganggukkan kepalanya.


"benar raka, bukan sih?" tanya jeslin.


jesi yang mendengar pertanyaan jeslin hanya menaik turunkan bahunya.


Vio terus berlari mengikuti cowok yang mirip dengan raka. vio berhenti saat cowok itu berhenti di pinggir jalan dengan perempuan. vio menutup mulutnya kaget saat cowok itu masuk ke mobil. yang membuat vio kaget, cowok itu benar raka. vio bisa lihat dengan jelas, raka merangkul perempuan lain. sia dia? vio bertanya tanya. mobil itu melaju, vio masih setia menatap mobil itu hingga tak terlihat.


vio menghapus air matanya yang jatuh, "vi, seharusnya kamu senang, karena raka melepaskanmu, dan kamu tidak merasa takut lagi. bukannya ini yang kamu mau" ucap vio pada dirinya sendiri.


vio kembali memasuki mal, menemui temannya, yang mungkin menunggu dirinya. " vio " teriak sasa.


vio yang melihat sasa sudah di luar, langsung menghampirinya. " bagaimana?" tanya sasa,


vio melihat temannya yang menunggu jawabannya. "tidak tahu" jawab vio bohong. vio tidak mungkin memberi tahu teman temannya. biarlah dia yang tahu.


"kok gak tahu vi" senggol sasa


"aku kehilangan jejak" ucap vio sambil menaik turunkan bahunya.


"ya sudahlah, aku yakin dia bukan raka" ucap jesi.


"iya, mungkin hanya mirip saja" tambah rana.


"ya sudah yuk kita balik, keburu sore nanti" ajak jeslin yang menarik menggandeng tangan vio. vio mengikuti jeslin, pikiran vio terus melayang ke raka.


"vi" panggil jeslin. vio melihat ke arah jeslin" ha' ada apa?" tanya vio.


"kamu melamun?" tanya jeslin sambil memberikan helm ke vio.


"gak kok" jawab vio yang menerima helm jeslin.


"kamu, bareng aku, mereka mau langsung balik, rumah kita kan searah" jelas jeslin.


"oh, iya" ucap vio sambil memasang helm.


"vi, ini belanjaanmu sama jeslin" sasa menyodorkan plastik berukuran sedang ke vio.


"kalian, langsung balik?" tanya vio.


"ya, sudah sore juga" jawab jesi.


"ya sudah, hati hati" pesan vio.


"siap, kamu juga, hati hati" ucap sasa.

__ADS_1


vio mengancungkan jempolnya ke arah jesi, sasa, dan rana. mereka berpencar, sasa lurus, jesi dan rana ke kanan, dan jeslin ke kiri.


TBC


__ADS_2