HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V 37


__ADS_3

HAPPY READING DERADER'S


Jangan lupa vote, like, follow, dan komentarnya...


*****


"good morning" ujar derren kepada dirinya sendiri yang baru saja bangun dari tidurnya. "masih pagi ternyata" ujar derren sambil mengucek matanya dan melakukan peregangan pada ototnya.


"sumpah jam 7" ujar derren kaget sampai membulatkan matanya, lalu mengucek kembali, takutnya dia salah liat.


"kenapa tidak ada yang bangun gua njing" umpat derren langsung lompat dari kasur dan membuka pintunya. pemandangan pertama yang dia lihat di ruang makan, raka yang sudah rapi dengan jasnya sedang menikmati makan paginya.


KREEK suara tarikan kursi dengan kasar, membuat raka melihat ke arah suara sebentar lalu mengabaikan dan melanjut kan makan paginya.


"lu kok gak bangunkan gua?" ujar derren dengan kesal mengambil roti dan selai yang tersedia di atas meja makan. melihat raka membuat perutnya lapar. tanpa sungkan dan malu derren gabung dengan raka untuk makan pagi.


"males" jawab raka santai


"cek" decak derren.


"kantor?" tanya derren sambil melahap roti yang sudah si oleskan selai.


"hm" jawab raka


"lu gak balas asalah kemarin malam?" tanya derren


hanya ada keheningan, derren yang merasa kesal karena di abaikan kembali berdecak" jawab" ujar derren geram.


suut" ujar raka serius. sambil telunjuknya di dekatkan ke bibirnya


"kenapa?" tanya derren yang ikut menunjukkan keseriusannya


"jangan bicara" ujar raka  sedikit berbisik, namun dapat di dengar oleh lawan bicaranya dengan muka serius. derren menaikkan sebelah alisnya belum konek.


"kenapa?" tanya derren dengan ikut  berbisik seperti raka, sambil melihat ke sekeliling


"di bantu setan makannya" ujar raka santai. derren membuka mulutnya dengan dongok,


"gua kantor dulu" ujar raka yang sudah selesai menghabiskan sarapannya. dengan santai raka keluar mansion dengan tangan yang di masukkan ke sakunya.


derren yang baru terkoneksi dengan ucapan raka merasa bingung "hah, itu benar raka?" ujarnya pada dirinya. derren memukul pipinya, takut dia mimpi. "Auu" teriak derren saat merasakan sakit pipinya akibat tamparannya sendiri


"maaf tuan, ada apa? apa anda baik baik saja?" ujar pelayan


"tidak, lanjutkan saja pekerjaanmu" ujar derren yang masih memegang pipi sebelahnya.


"baik tuan, saya permisi" pamit pelayan itu.


"gila, raka kesurupan jin mana, bisa ngomong begitu" ujar derren yang masih bingung dengan ucapan raka yang sangat ajaib menurutnya

__ADS_1


"apa karena terpengaruh  gadis pesantren itu ya? " ucap derren sambil memikirkan


"astaga, gua lupa mau ngasih tahu raka tentang pengkhianat" geram derren yang baru ingat dengan niatnya mendatangi rumah sahabatnya ini. dengan bergegas derren langsung masuk kamarnya untuk siap siap menyusul raka yang mungkin sudah sampai di kantornya.


*****


raka sibuk dengan  komputer dan berkas yang berserakan di mejanya. dengan gesit raka mengetik keyboad dengan mata yang menatap berkas yang di sampingnya.


CEKLEK "hai brother" sapa derren tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


raka melihat ke depan sambil mendengus, lalu kembali lagi pada berkas dan komputernya. "fokus amat lo" ujar derren langsung duduk di sofa yang ada di ruang kerja raka. melihat tidak ada tanggapan dari sang empunya derren langsung mengambil gelas dan sebotol win dan meminumnya dengan santai.


raka tidak peduli dengan apa yang di lakukan sahabatsatya itu. ruangan sepi hanya ada suara balikan kertas dan ketikan keybord ,


''lo sok sibuk banget dah" ujar derren yang mulai merasa bosan


"gua bukan lo, yang pengangguran" jawab raka tanpa melihat derren.


"enak saja lo, gua bukan pengangguran ya, lo gak liat perusahaan gua berdiri tinggi" kesal derren


"perusahaan gua lebih tinggi gua gak sombong" balas raka.


derren mendengus kesal, sepertinya dia akan naik darah setiap kali berbicara dengan mafia satu ini. "nah, itu, kenapa lo gak suruh orang untuk menyelesaikan pekerjaan lo, lo kan punya duit untuk membayar"


"gua bukan lo, yang pemalas" ujar "kata raka.


derren mengelus dadanya ." gua bukannya malas, tapi gua ini baik hati, memberi dan membayar karyawan gua, karena gua tahu mereka membutuhkan duit" ujar derren dengan penuh perasaan.


"kenapa, itu tidak perlu, karena karyawan gua itu bukan tikus" ujar derren membanggakan karyawannya


raka tersenyum mengejek" see again" ujar raka


derren langsung mengecek data perusahaan, untuk membuktikan ucapannya ke raka, setelah dibuka, "bastrand" umpat derren geram, melihat data perusahaannya turun. seperti ada yang tidak beres. derren langsung melacak data perusahaan.


"****" umpat derren sambil melihat raka yang melihat dirinya dengan senyuman mengejek membuat derren langsung naik darah.


"why?" tanya raka degan senyum miringnya


"funk" ujar derren sambil berdiri dan langsung keluar dari ruang raka  BLAM


"funking" umpat raka yang terkejut dengan suara pintu ruangannya yang di tutup kasar oleh derren.


"raka menghubungi asisten pribadinya yang dia percaya mengurus perusahaannya yang di prancis.


"selamat pagi tuan" ujarnya dari seberang.


'bagaimana keadaan di sana?" ujar raka


"semua, baik tuan"

__ADS_1


"kau bisa balik, "


"baik tuan" raka menutup panggilannya.


"saatnya membasmi pengkhianat" ujar raka dengan senyuman dan mata yang menakutkan.


******


derren sudah sampai di depan lobi kantornya, anak buah darren di buat kaget sekaligus takut melihat tuannya yang baru ke luar dari mobil dengan membanting pintu mobilnya. dan jangan lupa dengan wajah yang mengeras dan memerah, di sertai tatapan yang tajam.


"pagi tu_" potong karyawan perempuan yang di lintasi derren, melihat derren yang menatapnya tajam membuat nyalinya ciut, dan langsung menundukkan kepalanya  tanpa  melanjutkan ucapannya.


semua karyawan langsung menunduk takut, derren bergegas ke ruangannya menggunakan liv pribadinya. semua karyawannya yang di lantai bawah berhenti melakukan aktivitasnya dan menundukkan kepalanya. saat pintu liv sudah tertutup, baru mereka bisa bernafas lega.


"tuan kenapa ya?" tanya karyawan perempuan itu pada teman laki laki yang berada di sampingnya. mereka semua berbisik bisik, dan bertanya tanya "ada apa dengan tuannya.


TING bunyi liv membuat mereka menundukkan kepalanya. "SAYA MENGGAJI KALIAN BUKAN UNTUK BERGOSIP, " ujar derren dengan tatapan tajamnya. mereka semua yang sadar dari diamnya, langsung melanjutkan aktivitas masing- masing.


derren langsung keluar kantornya dan masuk mobilnya dengan Leo  yang mengekor di belakangnya dengan menundukkan kepalanya.


Leo langsung masuk ke tempat pengemudi dan menjalankan mobilnya sesuai intruksi dari tuannya.


Leo merasa panas dingin dan ketakutan, AC yang ada di mobil tidak mempan dengan suhu mobilnya yang mencengkeram.


leo memberhentikan mobilnya di depan mansion megah. derren langsung turun dan masuk ke mansion dengan di ikuti oleh Leo. sampai di ruangan yang  gelap derren terus masuk ke dalam di ikuti leo.


leo di buat terkejut saat derren menghidupkan lampunya yang kecil, membuat ruangan yang gelap menjadi remang, dan dapat di lihat isi dari ruangan tersebut.


leo melebarkan matanya dan menutup mulutnya yang terasa mual. derren tersenyum sinis melihat reaksi leo. tak berani bertanya, leo hanya melihat pergerakan tuannya yang berjalan menuju lemar kayu. derren membuka lemari tersebut, dan senyumnya mengembang, saat melihat koleksi barangnya yang setia menemani dirinya dan membantunya memusnahkan tikus tikus yang tidak tahu diri.


derren mengambil belati kecil namun terlihat sangat tajam, leo memundurkan langkahnya saat tuannya mendekatinya dengan mengusap belati tajam tersebut.


ruangan ini menjadi mencengkam hawa menakutkan muncul, membuat bulu kuduk leo berdiri, "tuan, apa yang akan anda lakukan ?" tanya leo dengan memberanikan dirinya.


"saya ingin mencoba apakah belati saya masih tajam atau tidak" jawab derren yang masih menatap siluetan dari belatinya.


leo hanya menganggukkan kepalanya paham, derren melihat ke arah leo yang menganggukkan kepalanya. dengan pelan derren mendekat ke arah leo, yang membuat leo mundur sedikit demi sedikit.


"apa yang akan anda lakukan tuan" ujar leo ketakutan.


"belati ini hanya akan melukai orang yang mengganggu milikku" ujar derren yang terus mendekat ke arah leo.


"maksud anda?" tanya leo


"saya sudah tahu, kau tikus di perusahaanku, benar bukan?" ujar derren.


leo membulatkan matanya, leo terus saja mundur melihat tuannya yang terus mendekatinya. leo melihat ke arah pintu masuk ruangan ini yang terbuka lebar, dengan keberanian yang ada leo langsung lari ke arah pintu tersebut, derren yang bisa menebak dengan gerakan leo, langsung melemparkan belatinya ke leo yang berlari ke pintu keluar ruangan ini.


JLLEB

__ADS_1


TBC


__ADS_2