
Sore tadi vio di ajak bundanya untuk ikut kumpul di rumah teman bundanya, walau sebenarnya dia sudah menolak untuk tetap di rumah, tapi bundanya bersi keras mengajak vio, alasannya, takut vio bosan sendiri di rumah,
Sepulang mereka dari rumah teman bundanya, merela berhenti di Mall untuk membeli persediaan dapur yang habis.
"Vi, kamu kalau mau beli beli, ambil saja, bunda mau cari bahan dapur dulu di ujung." ujar bunda sambil mendorong kereta belanja.
Vio mengintari setiap lorong, untuk melihat lihat, apa ada yang cocok kepadanya, hingga sampai di bagian rak khusus parfum, vio mengambil salah satu parfum yang tertulis faster, lalu menciumnya. "hmm" gumam vio sambil mencium aroma parfum yang sangat segar, vio meletak kannya kembali, dan mengambil parfum lainnya.
"Hm, yang ini enak" vio melihat ke nama parfum yang baru saja di coba, "ambil ini saja deh" lanjutnya, lalu melanjutkan jalannya sambil mencari bundanya.
"mana sih bunda?" vio melihat ke sana kemari, mencari bundanya yang tidak terlihat, "kok gak ada" ucap vio.
Vio mengambil ponselnya dan menghubungi no bundanya. "Assalamualaikum, bun" ucap vio
"Waalaikum salam, kenapa vi?"
"Bunda dimana?"
"Bunda di bagian sayuran, kenapa?, kamu sudah lihat lihatnya?" tanya bunda vio
"Ya, sudah vi ke sana, assalamualaikum" ucap vio, lalu memutuskan panggilannya.
Vio memasukkan ponselnya dan langsung menuju tempat sayuran."Bunda" panggil vio
"Kamu beli apa?" tanya bunda ,sambil melihat putrinya
Vio menunjukkan parfum yang di pilih, "vi, titip ini ya bun" ucap vio sambil meletakkan parfumnya di keranjang belanja yang di bawa bundanya. "vi, mau lihat lihat boneka di atas, nanti bunda kalau sudah, telepon vi ya" ucap vio
"Ya sudah sana, bunda mau lanjut belanja dulu."
Vio langsung naik ke lantai atas, vi langsung mencari tempat tujuannya, boneka! " permisi mbak, saya mau tanya, bagian boneka di mana ya?" tanya vio pada karyawan yang sedang mengecek barang.
"Di sebelah sana dek" tunjuknya, vio mengikuti arah tunjuk mbak mbak tersebut.
"Terima kasih mbak" ucap vio, lalu langsung ke arah yang di tunjukkan
"Huaaa, lucu sekali" gemas vio sambil meremas boneka di depannya.
Vio melihat lihat boneka yang sangat menggemaskan di tata rapi di rak, hingga pandangan nya tertuju pada boneka "Cooky," histeris vio, sambil mengambil boneka tersebut dan memeluknya.
"Kamu ngapain di sini?" tanya vio yang masih memeluknya.
"Ini lagi chimmy," ujar vio mengambil boneka yang di panggil chimmy olehnya.
Vio mengambil ponselnya yang bergetar, "Assalamualaikum bun" ucap vio
__ADS_1
"Waalaikum salam, bunda sudah selesai, kamu di mana?" tanya bunda
Vio menjempit coocky dan juga chimmy di lengannya. "vi, ada di tempat boneka, bunda ke sini dulu, vi gak bisa turun" ujar vio
"Kenapa?"
"Vi, bawa chimmy sama cooky, jadi gak boleh turun" ujar vio, sambil mencari tata, RJ, Koya, Mang, shooky, di rak lainnya.
"Siapa cooky, sama chimmy?" tanya bunda
"Ada bun, bunda ke atas saja, nanti vio kasih tahu" ucap vio
"Ya sudah bunda ke atas, ini" ucap bunda vio
"Ke mana ya mereka?" gumam vio
"Vi, bunda ada di kasir, kamu ada di sebelah mana?" tanya bunda vio
"Bunda tunggu sana, vi yang ke sana" ujar vio sambil memutuskan panggilannya.
Vio langsung pergi dari tempat boneka dan otw ke kasir untuk menemui bundanya. "huu, gemas sekali sih kalian" ujar vio sambil melihat ke arah boneka yang di berada di pelukannya. Ke asikan dengan boneka. vio tidak melihat jalan hingga dia tertabrak dengan seseorang perempuan, boneka yang di bawa vio jatuh,
"Hati hati dong kalau jalan" ucap sinis perempuan yang bertabrakan dengan vio.
"Hei, jaga pandangan anda, jangan ngelihatin calon tunangan saya seperti itu" tegurnya.
Vio melihat ke arah perempuan itu "Maaf, saya tidak sengaja" ucap vio, lalu mengambil dua boneka besar yang masih terjeletak di lantai.
"Sekali lagi ,saya minta maaf, permisi" ucap vio lalu meninggalkan mereka
"Ayo sayang," tarik mila pada lengan raka yang masih melihat ke arah wanita hijab itu.
Raka mengikuti tarikan mila, tangan raka menggenggam kuat di dalam saku untuk melampiaskan kemarahannya. Dia sudah menyakiti gadisnya, bisa dia lihat dari mata gadisnya ada kekecewaan di sana.
"Kamu pilih pilih dulu,saya mau nelfon kantor" raka melepaskan tangan mila yang menggantung di lengannya.
Ook, jangan lama lama" ucap mila dengan senyuman manisnya
tanpa menjawab raka langsung mencari gadisnya ke setiap tempat di lantai atas. "Aghh," kesal raka. raka mengambil ponselnya dan menghubungi nomer vio, tapi tidak ada jawaban.
"Sialan" umpatnya.
Raka kembali menghubungi seseorang. "cepat selesaikan semuanya, saya tidak mau tahu!!." ucap raka dengan penekanan, raka langsung mematikan panggilannya, dan lanjut mencari kekasihnya.
Vio menghampiri bundanya yang berdiri di dekat kasir. "Bunda" panggil vio dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Hei, mana cooky, chimmy yang kamu bilang tadi?" tanya bunda sambil melihat ke arah belakang putrinya.
"Ini" jawab vio sambil menunjukkan ke dua boneka yang dia bawa.
"Hmm, bunda kira teman kamu ke sini" ujar bunda
"Hehe, ayo bun cepat bayar, vi ingin cepat pulang" ujar vio, menarik tangan bundanya ke arah kasir yang kekbetulan kosong
"Kenapa terburu buru?" tanya bunda
"Gak, papa, vio capek, ingin cepat istirahat" balas vio sambil melihat ke arah belakang.
bunda vio yang merasa ada yang tidak beres dengan putrinya mengikuti arah pandang vio. tapi tidak ada yang mencurigakan
"Bunda" panggil vio
"Eh, iya, jadi berapa?" tanya bunda vio
"200K bu" kata kasir, bunda vio mengeluarkan uang dua ratus ribu ke pada penjaga kasir
"Terima kasih bu" ucapnya
"Ya sama sama" balas bunda vio.
"Ayo bun, aku sudah pesan taksi, taksinya sudah di depan" ujar vio sambil menarik tangan bundanya.
"Kamu kenapa sih vi, kok jadi aneh begini"
"Gak papa,"
Sesampainya di bawah, bunda vio mengambil barang belanjaannya yang barusan di titipkan ke penjaga barang, "Sini, bun vi bantu" ujar vio sambil mengambil satu kantong kresek dari tangan bundanya.
Mereka keluar dari Mall, vio menuju taksi yang parkir di depan. "atas nama vio ya?" tanya vio memastikan
"Iya, mbak" jawab sopir taksi.
"Mas, tolong buka kan pintu bagasinya ya" uap vio
Sopir taksi itu pun membantu vio dan memasukkan barang belanjaan vio ke dalam." makasih mas" ucap vio
"ya, sama sama" balasnya
Vio dan bunda langsung masuk ke dalam taksi, taksi pun berjalan, vio melepas nafas leganya, sambil melihat ke arah Mall. " Kamu kenapa sih, vi? bunda perhatiin kamu kayak gelisa gitu"
"gak papa bun" balas vio sambil menunjukkan senyumannya.
__ADS_1