HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V 30


__ADS_3

HAPPY READING...


JANGAN LUPA VOTE, COMEN, LIKE NYA.


******


"bagaimana dia bisa tahu?" batin seseorang yang kaget dengan informasi derren, tapi secepat mungkin dia mengganti raut wajahnya seperti biasa saja.


seringai derren keluar melihat keterkejutan sahabatnya. "ada seseorang yang menolong dia" jawab derren, sambil meniupkan asap rokoknya ke udara.


"siapa?" tanya raka


Derren menatap lingkaran asap yang dia buat ke udara. setelah lingkaran asap itu menjadi tidak beraturan derren melihat ke arah sahabatnya yang menunggu jawaban darinya. derren memberikan seringai an  ke raka.


"mending kita langsung ke bawah tanah saja" ujar derren


raka mengikuti derren yang berjalan terlebih dahulu dengan santainya derren memasukkan tangannya ke kantong celana selututnya sambil bersiul menuju ruang bawa tanah.


sesampainya di pintu utama bawa tanah derren menempelkan sidik jarinya, pintu ruang bawa tanah ini sangat rahasia, tidak sembarang orang yang bisa masuk, hanya derren dan raka yang leluasa masuk, dan untuk penjaga hanya menjaga di luar pintu saja.


pintu terbuka otomatis, dan lampu hidup bersamaan dengan pintu yang terbuka. raka masuk ke dalam, dan menyuruh bagas dan davit untuk mengikutinya, mereka pun masuk ke ruangan yang di kelilingi dengan senjata yang sangat berbahaya dan langkah di kalangan mafia.


persenjataan ini di buat khusus oleh raka dan derren, mereka merancang sendiri dan tidak di perjual beli kan, mungkin ada sebagian yang dia buat di perjual belikan, dan pastinya itu ilegal, tapi tidak sama dengan senjata yang ada di sini.


bagas dan davit terpesona dengan isi ruang bawah tanah tuannya. raka dan derren sudah duduk di kursi mereka sendiri. bagas dan davit masih setia berdiri di samping tuannya.


"mau langsung ke dalam?" tanya derren.


"terserah" ujar raka.


"kuy" ajak derren ke raka. derren membuka pintu yang ada di dalam ruangan itu, raka dan anak buahnya mengikuti dari belakang. setelah masuk, pandangan berbeda drastis, anak buah raka di buat menganga bukan karena kagum atau terpesona, melainkan sebaliknya.


ruangan yang minim cahaya, dan bau anyir menyebar di ruangan, inilah yang di namakan ruang penyiksaan untuk orang yang berkhianat dan musuh raka yang selalu mengganggu miliknya, mereka memiliki tempat khusus dari raka, bagaimana baik bukan raka?


derren menghidupkan satu lampu yang remang yang berada di sampingnya. seseorang merasa terusik dengan cahaya, akhirnya dia membuka matanya dengan mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya.


laki laki tersebut meringis, setelah merasakan tubuhnya yang perih dan nyeri di sekujur tubuhnya. "selamat datang Mr joy" ucap raka mengawali pembicaraan dan penyiksaannya.


"tuan raka" ucapnya kaget melihat tuannya yang berdiri tegak di depannya. bukan rahasia umum lagi, jika berurusan dengan raka pasti nyawa akan melayang, dan itu yang membuat joy ketakutan. dia menyesal karena mengkhianati tuannya yang memberikan kepercayaan penuh terhadap dirinya.

__ADS_1


andai dia tidak tergoda untuk kerja sama dengan musuh tuannya, mungkin dia masih bisa bernafas lega dan berkumpul dengan keluarganya. tapi apa boleh buat nasi sudah jadi bubur, joy hanya bisa berandai andai, tapi semua tidak akan mengganti semuanya.


''kenapa anda bisa ada di sini tuan joy?" tanya raka pura pura bingung.


"maafkan saya tuan, saya salah, saya khilaf" ujar joy penuh penyesalan.


raka mengelilingi joy yang lemas tidak berdaya. "kenapa?" tanya raka "kenapa kamu mengkhianati saya, saya sudah percaya penuh ke anda untuk membantu saya memegang perusahaan saya yang di singapur, tapi kenapa, kebaikan saya anda balas dengan pengkhianatan"


joy semakin bersalah, tuannya memang baik ke padanya, dia yang membantu dirinya untuk mencari pekerjaan yang menghasilkan uang banyak untuk keluarganya.


dulu joy hanya seorang preman lebih tepatnya ketua preman yang selalu meminta uang pedagang kecil, tapi sejak dia melihat mobil raka, dia menghadang dan meminta harta yang raka bawa, namun karena joy tidak mengetahuinya, joy melawan raka yang tidak sebanding dengannya. alhasil joy kalah, dan saat itu raka menawarkan kerja an untuk joy. melihat skill joy yang lumayan membuat raka ingin menjadikan joy sebagai anak buahnya.


raka mempercayai joy yang sudah di latih khusus dengan anak buah raka, dan joy juga di latih untuk menjalankan perusahaan, hingga tiba saat perusahaan raka yang di singapur sedikit goyah, dan saat itu raka memerintahkan joy untuk di singapur. tidak butuh berbulan bulan, selama dua minggu joy sudah bisa mengimbangi perusahaan tuannya di sana.


"kau tahu, saya benci pengkhianat ?" tanya raka.


derren dengan santainya bersandar di meja yang berada di ruangan tersebut sambil menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.


"maaf tuan" ujar joy. tidak ada kata lain selain maaf yang joy keluarkan, "saya siap menerima konsekuensinya" ujar joy lagi.


raka menganggukkan kepalanya, sambil bersedekap tangan menatap joy yang menundukkan kepalanya. "apa saja yang telah kau perbuat degan musuhku?" tanya raka


"tidak ada ampun untuk orang seperti mu, di bayar berapa kau sampai mau berkhianat ke padaku?" tanya raka yang mulai emosi.


"habisin saja rak" ujar derren, yang setia menunggu atraksi raka di mulai.


"maaf tuan, dia mengancam saya melalui keluarga saya, saya tidak ada pilihan lain" jawab joy.


CENTAR, AKHH raka memukulkan cambuk yang dia ambil di nakas dekatnya, dan memukulkan ke joy yang masih setia menunduk.


"ini untuk balasan mu " ujar raka penuh emosi. raka terus mencambuk sampai kulit joy sobek darah keluar dari bekas cambukkan raka.


joy hanya bisa pasrah, jika memang ini waktunya dia untuk pindah alam. joy menahan sakit di sekujur tubuhnya.


melihat luka dan darah di badan joy, raka menghentikan aksinya. dia menatap derren, derren yang paham pun memberikan ember berisi air jeruk


raka mengisi dayung tersebut penuh dengan air jeruk dan menyiramkan ke tubuh raka. AKHHH teriak joy merasakan perih di sekujur tubuhnya. air mata joy jatuh, bukan karena rasa sakit di tubuhnya, melainkan rasa penyesalan yang dia buat, dan wajah keluarganya yang terbayang di hadapannya.


derren tersenyum puas, beda dengan anak buah raka yang ikut ngilu melihat aksi tuannya, salah satu dari mereka ada yang ketakutan, melihat penyiksaan raka yang tidak kenal ampun.

__ADS_1


raka terus menyirami joy dengan air jeruk hingga air tersebut habis. joy meringkuk lemas, akibat teriak kesakitan.


"joy, saya tidak akan membunuh mu" ujar raka


"bunuh saja rak, pengkhianat kek dia tidak pantas hidup di dunia. hanya menjadi hama" ujar derren yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari raka.


joy melihat ke arah raka dengan lemasnya. "saya siap menanggung apa pun tuan, saya salah " ucap joy ter bata bata.


"saya kasih kamu kesempatan, kamu harus imbangi perusahaan di singapur, bagaimana pun caranya" ujar raka


"dan saya harap kamu tidak berkhianat lagi ke saya, jika sampai itu terjadi bukan hanya kau, tapi semua keluargamu saya bantai, paham?" tanya raka.


"paham tuan, terima kasih, dan maaf saya sudah mengecewakan anda." ujar joy, ter bata bata.


raka mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"segerah ke ruang penyiksaan " ujar raka.


ruang penyiksaan ini ada dua pintu, satu pintu melalui ruang bawah tanah tepat persenjataan, dan yang ke dua yang tembus ke halaman belakang. tapi khusus ruang senjata semua dibutuhkan sidik jari raka atau derren saja.


"permisi tuan" ujar seseorang yang baru datang


"bawa dan obati dia" ujar raka.


"baik tuan" balasnya.


raka menatap derren yang masih setia bersandar di meja. "kita balik" ujar raka.


derren dan anak buah raka  melangkah ke luar mengikuti raka yang jalan terlebih dahulu. sesampainya di ruang tengah raka menyandarkan dirinya di ikuti derren.


"kenapa lo melepaskan dia  begitu saja ?" tanya derren yang tidak habis pikir dengan pikiran raka


"gua percaya dia tidak ada niatan khianati gua, lu sendiri dengarkan dia di ancam, jadi tidak ada salahnya bukan" balas raka


"lo kenapa pucat begitu?" tanya derren pada salah satu anak buah raka yang berdiri di belakang raka.


"tidak apa tuan, hanya kaget saja" balasnya.


"hati hati lo, lo khianati raka, sama saja lo pamit good bye dunia" ujar derren sambil mengeluarkan smirknya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2