
HAPPY READING READER'S...
GUY'S MINTA BANTUANNYA DONK, AKU INGIN MEMBERI FOTO UNTUK VIO, TAPI MASIH BELUM DAPAT YANG PAS, MUNGKIN DARI KALIAN ADA YANG PUNYA.. BISA DI BAGIKAN KE AKU...
******
**"**BERHENTI" teriak seorang laki laki\,
Raka menghentikan aksinya, miko melihat ke arah suara. senyum bangganya muncul. raka melihat ke arah suara. rahang raka mengeras, wajahnya merah saat melihat ke belakang lintang,
"FUNK, DAMN. ****!" umpat raka.
Raka maju mendekati lintang yang berkacak pinggang." berhenti atau gadis ini gua bunuh" ancam lintang.
raka menghentikan langkahnya, dia tidak boleh gegabah melihat perempuan berhijab yang kepalanya di tutup kain hitam. "oh, ternyata lo hianatin gua?" tanya raka menyorot tajam lintang.
suara tawa lintang menggema, lintang menepuk tangannya dua kali. seketika keluar anak buahnya mengepung raka. raka melihat ke sekeliling, sekitar ada 200 orang yang mengepungnya.
"selain penghianat, ternyata lo pengecut ya? sama kaya patner lo. sama sama pengecut" ucap raka tenang tapi terkesan tajam.
"apa maksud anda?" tanya miko yang tidak terima hendak menghajar raka, namun di tahan oleh lintang.
raka tersenyum miring, membuat lintang naik darah. pasalnya lintang tidak melihat sedikit pun ketakutan di wajahnya. padahal dia sudah mengepung raka dan gadisnya sudah jadi sandra. tapi tetap tidak membuat raka goyah.
"anda pikir saya bodoh,? tidak. saya tidak bodoh seperti kalian" ucap raka tenang.
"apa maksud lo?" tanya lintang. " lo jangan macam macam, gadis kesayangan lo ada di gua" ucapnya lagi.
raka menarik alisnya sebelah. "saya tahu gadis saya, dan yang anda sandra itu bukan gadis saya" ucap raka tenang sambil memasukkan tangannya ke saku celana.
lintang dan miko saling berpandang, dan melihat ke anak buahnya yang memegang gadis itu. "buka" ucap lintang pada anak buahnya.
anak buah lintang membuka kain hitam yang menutupi kepala gadis itu. raka tersenyum sinis melihat kenyataannya. beda dengan lintang dan miko yang di penuhi emosi.
"BANGS*AT" umpat lintang. "SIAPA YANG KALIAN BAWA BODOH?" emosi lintang pada anak buahnya yang di suruh menculik gadis raka.
"maaf tuan, " ucap mereka menundukkan kepalanya takut.
__ADS_1
lintang menghajar anak buahnya yang tidak becus, hanya di suruh hal sepele saja tidak bisa. lintang terus menghajar anak buahnya sampai tidak sadarkan diri.
"sudahlah, kalian hirup udara sebanyak mungkin, karena sebentar lagi, kalian akan pindah alam" ucap raka tajam.
"jangan berinisiatif sendiri anda" kekeh miko.
"kita buktikan" ucap raka raka menembakkan pistol ke langit, dan saat itu pasukannya keluar, raka tidak bodoh, dia tahu jika musuhnya licik, sebelum ke tempat lokasi raka sudah menyusun rencana dan membawa anak buah kepercayaannya 50 orang, dan di tambah lagi dengan anak buah derren 100 orang yang sudah terlatih. aksi tempur berjalan dengan sangat cepat. raka menghajar miko, dan derren menghajar lintang.
"gua gak tahu apa alasan lo hianatin raka, tapi yang perlu lo tahu" ucap derren sambil menyerang lintang." gua kecewa sama lo" lanjutnya, sambil menendang perut lintang, hingga lintang jatuh tersungkur ke bawah, dengan darah yang keluar dari mulutnya. akibat kerasnya tendangan derren.
lintang mengusap darah yang ke luar dari mulutnya sambil menahan sakit " lo, yang bodoh, mau saja jadi budak raka" jawab lintang sambil terbatuk batuk.
derren berjongkok mendekati lintang. " gua gak pernah merasa di perbudak, dan asal lo tahu, raka yang sudah menyelamatkan nyawa gua, dan apa salah jika gua membantu dia hmm?" tanya derren
lintang menendang derren, dan berusaha untuk berdiri dengan sekuat tenaga. deren yang tidak siap terjungkal ke belakang sambil menatap lintang yang mendekatinya.
"jika gua tidak bisa membunuh raka, maka lo bisa jadi penggantinya" ucap lintang, sambil memukul derren yang berada di bawahnya. derren dengan posisi di bawah kukungan lintang sulit untuk menangkis pukulan lintang ke padanya.
melihat ada cela, derren langsung menendang lintang sampai lintang terbentur aspal, darah mengalir dari kepala lintang. pusing itu yang lintang rasakan saat ini.
derren melihat sekeliling, anak buah lintang sudah tak sadarkan diri, dan bagian dari raka dan derren banyak yang tidak tumbang.
sebelum ke raka, derren melihat ke bawahnya, lebih tepatnya ke lintang yang sudah tidak sadarkan diri, bisa di pastikan jka lambat pertolongan lintang juga akan menyusul miko.
"are you ok?" tanya raka, yang melihat derren menghampirinya.
"I'm good" jawab derren.
"KALIAN SEMUA, BANTU TEMAN KALIAN, KITA TINGGALKAN TEMPAT INI" Teriak derren,
"SIAP TUAN" jawab mereka yang masih sadar.
raka dan derren masuk ke satu mobil dan menancapkan gasnya ke markas derren. kenapa tidak ke markas raka. jawabannya mudah, karena lokasi lebih dekat ke markas derren dari pada ke markas miliknya.
Mobil berhenti, raka dan derren masuk ke markas, semua anak buah derren dan raka saling mengenal satu sama lain, dan di markas derren raka juga punya ruangan untuknya begitu juga sebaliknya. "gua ke kamar gua dulu" pamit raka sambil menepuk bahu derren pelan."obatin luka lo, jangan lupa" ucap raka, sebelum masuk ke ruangannya.
"lo juga" ucap derren.
__ADS_1
Sekedar info. raka mempunyai rumah sakit khusus untuk anak buahnya dan juga derren, jadi anak buah mereka langsung mereka bawa ke rumah sakit milik raka...
*****
Vio melihat ke luar melalui jendela kamarnya, merasa di perhatikan, semenjak dia keluar ke supermarket sampai kembali ke rumah dia selalu merasa ada yang mengikuti, bukan mau su'uzon tapi memang benar ada orang yang mengikutinya. buktinya sekarang, vo melihat orang yang mengikutinya itu sedang berada di sekitar komplek rumahnya. dengan pakaian hitam, seperti seorang mata mata.
vio tetap melihat ke arah mereka, yang sedang berbicara lewat earphone yang terpasang. vio berusaha mendengar, tapi nihil, tidak ada sedikit pun yang dia dengar. merasa penasaran, vio akhirnya memberanikan dirinya untuk keluar, dan bertanya.
Vio membuka pintu, tatapan mereka tak lepas dari pergerakan vio dan sekitarnya. "permisi " ucap vo.
salah satu dari mereka yang dihampiri vio, menundukkan kepalanya hormat. vio mengernyitkan dahinya.
"ada yang bisa saya bantu?" tanyanya sambil menunduk.
"saya, mau bertanya, ada keperluan apa om di sini?" tanya vio sopan
yang di tanya vio tetap menunduk tanpa menjawa." maaf om, soalnya saya merasa om seperti mengawasi saya, buka saya ke PD an tapi saya melihat om mengikuti saya dari supermarket" jelas vio.
"Maaf, ini perintah dari tuan saya untuk menjaga nona, mendingan nona kembali ke dalam" jawabnya.
"tuan siapa?" tanya vio bingung.
"tuan derren"
"derren, saya tidak kenal, mungkin om salah orang" ucap vio.
"tidak nona, mending sekarang anda masuk. sampai keadaan aman."
"saya tidak paham om" ucap vio keras kepala.
"akan ada orang yang akan menculik anda" jawab om itu.
vio membulatkan matanya. "benarkah?" tanya vio memastikan
"benar nona" balas om itu.
"ya sudah saya masuk dulu, om hati hati" ujar vio sebelum lari ke dalam rumah, dan mengunci semua rumah.
__ADS_1
MAAF GUYS JIKA TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN KALIAN, AKU TIDAK AHLI DALAM PEPERANGAN, JADI AKSI AKSINYA TIDAK DI PERJELASKAN SEMUA,,,
TBC