HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
58


__ADS_3

HAPPY READING!!!!


Vio sibuk bergulat dengan peralatan dapur, melihat iklam pembuatan brownis kukus di ponselnya membuat vio ingin memakan makanan coklat tersebut, selesai belanja kebutuhan kue, vio langsung mengganti bajunya dan memakai celemek,  dia memutar kembali tayangan pembuatan kue, vio meletakkan ponselnya di samping bar lalu menjeda tayangan tersebut."Ambil baskom, mixer, telur, bubuk coklat" ucap vio sambil mengambil satu persatu barang yang di butuhkan.


"Buat apa vi?" tanya bunda yang tiba tiba ada di belakangnya


"Astagfirullah" ucap vio kaget, vio berbalik ke arah bundanya, "bunda, ngagetin vio saja" rengek vio


"Hehe, maaf, kamu kelihatannya sibuk banget, buat apa?" bunda vio melihat barang yang ada di atas meja makan, "Kamu buat kue?" tanya bunda


"Hehe, iya bun, vi tadi lihat ini jadi pingin" ujar vio sambil menunjukkan tutorial pembuatan kue


"Mu bunda bantu" tawarnya


"Boleh" jawab vio semangat


Bunda memasang celemeknya, "bunda dulu senang sekali kalau buat kue, apa lagi buat kue ke sukaan bunda" ucap bunda.


"Kue kesukaan bunda apa?" tanya vio sambil menuangkan gula ke baskom


"brownis lava coklat"


"Dari namanya, seperytinya enak, ajari vi dong bun"


"Ok, besok kita buat" ujar bunda, sambil menghidupkan mixer.


Vio menyiapkan tempat untuk peletakan adonan, dan memanaskan air yang di beri sarangan untuk mengukus adonan.


"Vi, bagaimana sama kuliah kamu? hasil tesnya sudah keluar?"tanya bunda sambil memutar baskom yang berisi adonan, "ayah kamu selalu bertanya" lanjutnya


"Belum bun, insyaallah besok keluar, doa kan ya bun" ucap vio


"Pasti" jawab bunda


"Ayah, kapan balik?" tanya vio


"Gak lama lagi" jawab bunda sambil memindahkan adonan yang baru selesai di mixer ke cetakan.


"Selalu jawabannya begitu" vio mengerucutkan mulutnya.


"Kenapa, gak kamu telpon saja? tayakan sendiri pada ayahmu"


"Kalau bisa, udah pasti vi telpon, lagian ayah kenapa ambil kerjaan di negara yang selisih waktunya jauh sama kita" keluh vio


"Ya, mau bagaimana lagi vi, mungkin rezekinya di sana"


Vio memindahkan adonan yang sudah di tata rapi di dalam cetakan ke panci untuk di kukus sampai matang.


"Oh ya vi, belakangan ini raka kok gak pernah kelihatan?" tanya bunda sambil mencuci perabotan yang sudah di pakai.


Vio yang merapikan meja makan menghentikan kerjaannya, "oh, raka sibuk bun belakangan ini" jawab vio,

__ADS_1


"Hmm, pantas bunda tidak pernah lihat dia, tapi kamu tetap menukar kabar dengannya kan,? nanti sampai kan salam bunda padanya ya"


"InsyaAllah bun" jawab vio, sambil melanjutkan mengelap meja makan yang kotor.


"Ya sudah vi, bunda ke kamar dulu, 30 menit lagi kamu matikan kompornya, terus pindah bronisnya ke piring" ujar bunda


"Iya bun" bunda vio langsung ke luar dari dapur, vio melihat ke arah jarum panjang jam, sambil menunggu matangnya brownis kukus vio memainkan ponselnya, sekedar melihat lihat sosial medianya sebagai hiburan agar tidak bosan.


     Di waktu dan tempat yang berbeda raka sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk di meja kerjanya, setelah selesai pertunangan, keesokan harinya raka memutuskan  langsung terbang ke Itali  sekalian mengecek perusahaan yang ada di sana,


TOK TOK TOK, Pintu terbuka, orang ke percayaan raka yang di tugaskan untuk menghendel kantornya masuk, "Excus me sir, is there anything I can help you with?" tanyanya sambil menunduk hormat.


"Please" Alvin langsung duduk di depan raka


"Working with ALBA grub, have you taken care of that?" tanya raka, sambil menyandarkan dirinya di sandaran kursi.


"They postponed the previous planned meeting" jawab alvin " and tomorrow's determination sir" lanjutnya


"Tomorrow" ulang raka sambil berpikir, "I will come to meet him, and you accompany me" ucap raka dnegan tegas


"Ya, sir" jawabnya. "if so excuse me sir" pamitnya, raka menganggukkan kepalanya. Alvin pun keluar dari ruangan, raka kembali mengecek berkas dari beberapa perusahaan yang bekerja sama dengannya.


"Avan company," ucap membaca salah satu berkas perusahaan yang memiliki pengaruh tinggi di negara ini.


"asaeperti tidak asing nama ini" raka memejamkan matanya untuk mengingat nama yang sangat familiar. Raka membuka matanya, sambl tersenyum miring, "I remember, he is my future father in law" gumam raka.


"Aku akan menemuinya" ujarnya.


   Keesokan harinya raka dan alvin menuju ke tempat pertemuan, yang sudah di atur oleh kline, dengan di kawal oleh 20 bodigad yang menggunakan 5 mobil untuk mengikuti tuannya"Have you prepared everything?" tanya raka


"There" tunjuk alvin yang melihat rekannya, mereka pun langsung menghampirinya.


Excuse me, sorry to have kept you waiting so long" ucap alvin sambil menjabat tangan rekannya.


"Oh no, we also just arrived" jawabnya


"Introduce, he is the owner of our company" ucap alvin


"Hallo, nice to meet you Mr raka" sambutnya sambil mengulurkan tangannya.


raka menerima uluran tangan rekan kerjanya, "glad to work with you, Mr Glen"


"Please "Ucapnya


Raka dan alvin lasungsung duduk, dan mulai berdiskusi tentang ke lanjutan kerja sama antar company yang mereka jalankan. Satu jam mereka berdiskusi dan hasilnya sesuai keinginan raka,


"Senang berkerja sama dengan anda" ujarnya menggunakan bahasa inggris


Raka berdiri di ikuti oleh mereka, raka mengulurkan tangannya pada rekannya, "semoga kerja sama kita sukses" ucap raka, Glen menerima jabatan raka. "kalau begitu saya permisi, ada pertemuan penting yang tidak bisa saya tinggal" ujar raka


"Sayang sekali, padahal saya berharap bisa ngopi santai dengan anda" ucap Glen

__ADS_1


"Mungkin bisa lain waktu"


"Baiklah, saya bisa mengerti anda"


"Permisi" pamitnya di ikuti Alvin dari belakangnya.


Sesampainya di depan mobil yang berjejer Raka memasang kaa mata hitamnya, "Al, kau balik ke kantor, saya ada urusan" ujar raka


"Apa perlu saya menemani anda tuan?" tawar alvin


"Tidak perlu, kau jaga di kantor saja"


Alvin menunduk hormat, raka langsung masuk ke mobilnya, 2 mobil bodigad mengikutinya dari belakang, sedangkan yang lainnya, sudah raka perintah untuk mengawal alvin ke kantor. Alvin bukan sekedar orang kepercayaannya yang dia minta untuk mengurus perusahaannya di sini, tapi dia juga salah satu kepercayaan raka di dunia bawah tanahnya, jika di indonesia ada derren yang selalu membantunya, sama halnya di sini, alvin lah yang selalu menjadi perisainya.


Kemahiran dalam berkelahi dan bersenjata alvin tidak perlu di ragukan lagi, bahkan dia bisa menumbangkan orang 100 dengan tangan kosong. Alvin sudah terlatih sejak dulu oleh raka, jadi banyak dari musuh raka yang juga mengincarnya, dan   derren untuk memusnakan raka.


30 Menit raka sampai di perusahaan besar ke 2 di Itali, yang pertamanya di menangkan olehnya. Raka langsung masuk ke dalam dengan di ikuti 2 bodigatnya,


UNTUK BAHASANYA DI SINI MENGGUNAKAN BAHASA ITALI YA GUYS, TAPI AKU TULIS INDONYA SAJA!!


"Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu karyawan


"Bos kalian ada?" tanya raka


"Apa, anda ada buat janji tuan?"


"Mr Raka" datang orang kepercayaan Avan, yang mendekatinya. karyawan yang di samping raka menunduk hormat, dan langsung melanjutkan kerjanya setelah di beri aba aba.


Raka menerima uluran jabatan Felix "Kapan anda balik ke Itali?" tanya Felix


"4 hari yang lalu, Mr Avan ada?"


"Ada, beliau ada di ruangannya" jawab Felix


"Bisa kau mengantarkan saya ke sana?"


"Sebentar saya hunungi beliau terlebih dahulu" Felix langsung menghubungi bosnya yang berada di ruangannya.


"Silahkan"  Felix  mengantar raka ke ruangan avan setelah mendapatkan ijin oleh bosnya.


Raka beserta bodigatnya mengikuti Felix yang menunjukkan jalan di depannya, dengan tangan di masukkan ke saku dan kaca mata hitam yang bersandar sempurna di hidung raka, membuat aura pesona raka menghipnotis setiap wanita yang dia lalui


"Silahkan" Felix mengetuk pintu yang ada di depannya, setelah ada jawaan, baru dia membuka pintu tersebut.


"Mr," panggil Felix yang sudah masuk ke dalam di ikuti oleh raka.


Avan memutar kursi yang membelakangi pintu, sehingga tatapan raka dan avan terkunci, "Felix, tinggalkan saya berdua dengannya " ujar avan yang tak memutuskan pandangannya ke raka.


"Baik Mr, "Avan menunduk hormat lalu keluar dari ruangan.begitu juga dengan bodigat raka yang  berjaga di depan pintu, dan di ruangan tersebut tinggal mereka berdua. Raka mendekati Avan yang menatapnya tajam penuh amarah.


Avan mendengus, "Bajingan" umpat Avan tersenyum sinis ke Raka yang menatapnya datar.

__ADS_1


Raka melepas napas beratnya. "Maaf" ucap raka


Avan tertawa sumbang, "Sejak kapan seorang Raka, king mafia meminta maaf" ejek avan


__ADS_2