HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V33


__ADS_3

HAPPY READING.


****


Matahari sudah ada di barat, vio menutup korden kamarnya, dan mengambil ponselnya yang dia letakkan di nakas.


vio mengangkat ponselnya hingga wajahnya, sambil menunggu sambungan dari temannya vio melihat pantulan dirinya yang sudah siap untuk berangkat ke pesantren.


"Assalamualaikum" ucap sasa yang sudah terhubung


"waalaikum salam" jawab vio. "kamu sudah di mana?" tanya vio


"di rumah masih, ini mau otw, kamu sendiri di mana?"


"di rumah, aku juga mau berangkat, oh ya yang lain bagaimana?"


"rana sudah jalan, mungkin bentar lagi sampai tuh anak"


"tumben? biasanya dia paling akhir'


''ya orang tuanya mau ke luar kota, jadi dia di antar dulu"


vio menganggukkan kepalanya paham.


"bentar aku sambung ke rana dulu" ujar sasa


"assalamualaikum" ucap rana yang baru terhubung


"waalaikum salam" jawab vio dan sasa


"kamu di mana ran?" tanya sasa


"di gerbang ini, kalian cepat berangkat, aku sendirian" ujar rana


"hhh, lagian tumben kamu sudah sampai, kerasukan jin mana?" tanya vio


"bukan kerasukan jin, tapi ortu aku, yang dadakan keluar kota" jelas rana "eh, sudah dulu ya, orang tuaku mau balik, mau langsung ke luar kota, kalian cepat berangkat  ke sini, jangan lama lama" ujar rana


"ya, ini sudah mau berangkat."


"ok deh, aku tunggu di sini, assalamualaikum" ucap rana yang langsung terputus dari sambungan.


"ya sudah Sa aku berangkat sekarang saja, kasihan tuh si rana sendiri" ujar vio


"ya sudah, aku juga jalan sekarang. ketemu di sana ya vi assalamualaikum" ucap sasa sebelum memutuskan sambungan


"waalaikum salam" jawab vio.


vio meletakkan ponselnya dan mengece ulang barang bawaannya, takut ada yang tertinggal, kasihan bundanya yang harus bolak balik ke pesantren.


TOK TOK TOK "masuk bun" ucap vio


CEKLEK

__ADS_1


"sudah siap semua?" tanya bunda


"iya, tinggal jalan saja, bunda sendiri bagaimana?" tanya vio


"sudah, oh ya raka ada di depan." ucap bunda


"ha" respon vio kaget.


"kenapa kaget begitu?"


"hehehe, gak papa bun, ya sudah vio keluar" ujar vio sambil menarik tas kopernya yang di ikuti bundanya dari belakang.


"assalamualaikum" ucap vio menyapa raka


"waalaikum salam" jawab raka datar


vio duduk di sofa depan raka dengan menunduk tidak berani melihat raka yang menatap tajam dirinya. merasa tidak nyaman dengan kesunyian di ruang tamunya, vio membuka suara "sudah dari tadi?" tanya vio sambil melihat wajah raka yang masih datar.


"baru" jawab raka singkat. raka sengaja mendiamkan gadisnya ini, agar gadisnya ini merasa bersalah.


"maaf" ucap vio menatap raka lalu menunduk lagi


"buat apa?" tanya raka


"telat ngabarin kamu" ucap vio sambil menunduk


"kamu bicara dengan siapa?' tanya raka


"sudah siap semua" tanya bunda vio yang baru datang membawa tas yang berisi nasi dan lauk pauk untuk vio.


"sudah bunda." jawab vio


"kalau begitu kita berangkat sekarang saja" ujar bunda yang di angguki oleh raka dan vio.


mereka semua keluar dari rumah, bunda mengunci pintunya dan langsung menyusul vio dan raka yang sudah ada di samping mobil.


"ayo" ujar bunda


vio dan raka ikut masuk setelah bunda vio masuk terlebih dulu. anak buah raka mobil jalan dengan kecepatan standar, untuk menjaga ke selamatan tuannya dan nonanya


*****


Dilain tempat derren tersenyum kemenangan karena mendapat kabar dari rekan bisnisnya yang di thailand yang memberi tahu, jika mereka mau ber kerja sama dengan perusahaan miliknya.


"akhirnya," ucap derren menatap ponselnya "gua harus kabari raka ini" ujar derren mengotak ngatik ponselnya lalu mengangkat ponselnya ke telinganya


"raka, gua ada kabar baik" ujar derren antusias


"kabar apa?" tanya raka dari seberang


"Thailand sudah sepakati kerja sama dengan perusahaan gua" ujar derren


"bagus kalau begitu"

__ADS_1


"BTW Thank's, ini semua berkat lo,lo memang Brather gua yang bisa membantu gua" ujar derren


"hmm"


derren melihat ponselnya yang ,masih terhubung dengan sahabatnya itu. "lo di mana?" tanya derren


"nganter vio ke pesantren"


ha' bukannya_"


TUT TUT TUT "Kebiasaan Rakanjing" kesal derren yang belum selesai bicara sudah di matikan


"sabar derren, bagaimana pun dia itu sudah membantu perusahaan lo" ucap derren pada dirinya sendiri


Flasback


"Ka, bagaimana penampilan gua ok kan?" tanya derren yang mulai cosplay jadi cowok alai


raka menatap jengah sahabatnya ini yang terlalu berlebihan. "hm" jawab raka malas.


"ya sudah ayo masuk, gua gak mau ya sampai mereka menunggu lama." ucap derren yang jalan dulu. lalu di ikuti dengan raka 


setelah sampai restoran yang di janjikan derren langsung ke tempat VVIP dengan raka yang menampakkan wajah datarnya, dan herannya membuat kaum hawa terpesona.


gila memang muka triplek jadi incaran para perempuan yang di lewati. begitulah sedatar apa pun wajahnya jika memang terlahir tampan apa lagi mapan sudah pasti banyak yang menginginkan membawa pulang untuk hadia ke orang tua sebagai menantu.


FYP; ini menggunakan bahasa inggris ya reader's, berhubung saya tidak pandai bahasa inggris, jaringan lambat jadi tidak bisa translet. so aku pakai indonya saja ya


"Selamat siang tuan Edwed" ujar deren sambil menjulurkan tangannya " maaf menunggu lama" tambah derren


"tidak, saya juga baru sampai" jawab tuan Edwed


''selamat malam tuan raka" sambut Tuan Edwed yang mengulurkan tangannya ke arah raka.


raka menerima ulurannya" selamat malam' balas raka lalu duduk di kursi yang di sediakan


hidangan datang, dan mereka mulai membicarakan tentang kerja sama yang di ajukan oleh derren. setelah menjelaskan dengan tegas, membuat rekan bisnis tidak ragu dan mau kerja sama.


"baik, kita sudah sepakati ini semua, kalau begitu kita pamit" ujar rekan derren


"ya, terima kasih atas kerja samanya, semoga kerja sama kita lancar dean memberi keuntungan untuk perusahaan kita" ujar derren


"ya, kalau begitu saya pamit, sampai jumpa di pertemuan yang akan datang" 


"ya, sampai jumpa" balas derren.


rekan derren sudah balik, derren melepaskan nafasnya dengan berat sambil melonggarkan dasinya yang terasa mencekik leher derren


"wih, loh hebat banget," puji derren pada raka


"B saja" balas raka


"eh, BTW Thanks ya" ujar derren yang di angguki oleh raka

__ADS_1


__ADS_2