HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R&V 40


__ADS_3

HAPPY READING...


*****


Darko mengibas asap yang menghalangi pandangannya. guna melihat siapa yang terkena pelurunya. dari suaranya dia merasa familiar. tapi siapa?


"AGHH" keluh seseorang yang jatuh, "KENAN" panggil darko  sambil mendekat ke tubuh pria yang sudah tidak sadarkan diri.


darko terus  memanggil nama keenan dan memukul pelan pipi keenan,. "BAJINGAN LO RAKA" teriak darko sambil memangku kepala keenan.


sedangkan dari kejauhan raka tersenyum miring. melihat orang yang darko tembak yang tak lain dan tak bukan adalah adiknya sendiri.


raka melihat ke samping saat seseorang menepuk bahunya. "selesaikan?" tanya derren yang berada di samping raka.


"tentu" jawab raka.


derren dan raka mendekat darko yang terus mengguncang tubuh adiknya. "saya turut berduka" ujar raka dengan nada sedih.


darko melihat ke atas, melihat wajah raka yang berpura pura sedih, darko langsung bangkit dan menghajar raka dengan brutal. penglihatannya mulai jelas, karena asap di ruangan ini mulai berkurang.  dengan cekatan raka menangkis semua serangan dari darko.


sedangkan derren hanya menikmati perkelahian sengit mereka, dengan bersandar di pilar yang berada di belakangnya. derren mengeluarkan rokok dan mengambil sebatang lalu di letakkan ke mulutnya. dan membakar ujung batang rokok tersebut. derren menyemburkan  asap rokoknya ke udara sambil melihat pertarungan antara raka dan darko.


"balas ka, nah iya seperti itu," ujar derren heboh, seperti melihat pertandingan ring, dan dia suporternya.


"tendang lagi," ujar derren. lalu menyemburkan asap rokoknya lai dengan membentuk seperti angin ****** beliung, lalu hancur menjadi abstrak.


"ayo darko, lemah banget lo" ujar derren. "nah tendang ka, jangan beri ampun" ujar derren melihat raka yang menendang darko hingga mundur berapa langkah.


"yah, kok jatuh, letoi banget tendangan lo ka  komentar derren

__ADS_1


raka menatap tajam derren yang merendahkan tendangannya. "hehehe," tawa garing derren  sambil menunjukkan angka 2 dengan tangannya kode berdamai, tatapan raka tidak main main, seperti merasa tertusuk oleh belati, begitulah tajamnya.


raka langsung mengalihkan pandangannya ke lawan, dengan senyuman mengejek, "bagaimana?" tanya raka


darko sedikit membungkuk sambil memegang perutnya yang sakit akibat tendangan raka barusan. "saya tidak akan menyerah dan saya akan membalas semuanya, saya akan membalas kematian adik saya" ujar darko dengan suara ter bata bata, karena menahan sakit di tubuhnya.


raka tersenyum sinis, "sebelum anda balas dendam, saya akan membuat anda mati saat ini juga" ujar raka sambil mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke arah darko yang berdiri tidak jauh darinya.


"BAJINGAN" umpat darko.


"PENGAWAL" Teriak darko memanggil anak buahnya,


raka tersenyum miring sambil bersedekap dada, menunggu anak buah darko datang, dan sayangnya itu mustahil.


derren melihat ke  sekeliling, tapi tidak ada yang datang, hanya ada tiupan angin yang masuk dari pintu yang terbuka.


"****" umpat darko yang melihat semua anak buahnya sudah tergeletak, darko melihat ke lantai atas, dan tidak ada anak buahnya, hanya ada anak buah raka.


darko mengarahkan pistolnya ke arah raka. raka yang di todong tidak ada rasa takut, seperti dia tidak takut mati. raka terkekeh melihat tingkah darko,


"LO HARUS MATI BASTRAN" teriak darko sambil melepaskan pelurunya ke arah raka


DOR dan saat itu lah lepasnya peluru membuat darko melayang ke neraka, ketika peluru itu hendak mengenainya, raka dengan gesit langsung menghindar, dan saat itu derren yang merasa badannya lelah dan ingin cepat istirahat di mansion nya langsung melepaskan pelurunya ke arah jantung darko, dan bersamaan dengan itu darko juga melepas pelurunya, dan langsung tumbang saat kena tembakan dari derren. karena pistolnya kedap suara, jadi ketika menembak tidak dapat membuat lawannya menghindar, dan juga kurang fokus sehingga  tidak ada persiapan untuk menghindari peluru dari derren. raka melihat derren yang  meniup ujung pistolnya setelah pas sasarannya.


"ayo cabut, capek gua," ujar derren, sambil memutar kan pistolnya di jari telunjuknya dengan bersiul keluar dari markas darko.


''balik" ujar raka pada anak buahnya, "bawa teman kalian yang tumbang dan segera bawa ke tempat biasa" tambah raka, sambil berjalan keluar dengan tangan yang di masukkan ke saku celananya.


Sesampainya di mansion raka langsung membersihkan dirinya, begitu juga dengan derren, yang langsung balik ke mansion miliknya sendiri.

__ADS_1


20 menit raka selesai dari ritual mandinya, dengan menggunakan bokser dan telanjang dada, raka mengusap rambut kepalanya  dengan handuk mini miliknya.


"dia lagi ngapain ya?" tanya raka entah pada siapa. raka melihat jam yang melingkar di dindingnya yang menunjukkan pukul 2 dini.


raka melemparkan handuknya asal, dan langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur, pandangannya ke atas seakan menerawang jauh "good night my queen heart" ucap raka sebelum menutupkan matanya.


*****


ALLAAHU AKBAR , ALLAHU AKBAR


ASHADU ALLA  ILAAHA ILLALLAH.


ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAH


HAYYA 'ALASHSHALAAH (2x)


HAYYA 'ALALFALAAH. (2x)


ALLAAHUA AKBAR, ALLAAHU AKBAR  (1x)


LAA ILLAHA ILLALLAAH  (1x).


Lantunan adzan bergema di pondok pesantren **  vio yang selesai dengan persiapan sholat subuhnya langsung menuju ke masjid putri. yang sudah di isi dengan ratusan santri. vio meletakkan sajadahnya di shof yang masih kosong, lalu melakukan sholat sunna qobliah terlebih dulu.


"assalamualaikum wr. wb" salam vio sambil menolehkan wajahnya ke arah pundak kanan dan kiri.  setelah itu vio mengusap wajahnya dengan membaca istigfar. lalu mengikuti baca dzikir yang di mulai sebelum melaksanakan sholat fardunya..


"ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR"'


pengurus membacakan iqomah, vio langsung berdiri ,"LA ILAAHA ILLAALLAH" sholat jama'ah subuh pun dilaksanakan.

__ADS_1


__ADS_2