
Maaf ya guys lambat lanjutin cerita, gua sedang ada problem jadi gak fokus untuk nulis .
jangan follow dan like ya
******
Di sini mereka berada, mal RK mal terbesar di kota, violet menatap takjub dengan desain mal ini yang beda dengan kebanyakan mal yang ada di antar kota, violet mengangkat kameranya ponselnya ke arah air pancur yang ada di depan mal pas lurus dengan pintu masuk
CEKLIK, vio tersenyum puas dengan hasil gambar yang baru saja dia ambil, dengan segera vio mengaplot ke sosial medianya.
"Ayo" ajak raka, melihat violet sudah selesai dengan kesibukannya sendiri.
Violet melihat raka dengan sedikit melihat ke atas ke wajah raka." ka, kita cari di tempat lain yuk" ajak vio dengan gusar, yang dia pikirkan sekarang adalah harga di mal ini pasti mahal dan akan menguras bersih isi dompetnya.
Raka mengangkat sebelah alisnya bertanya tanya." why?"
vio menyengir menatap wajah raka yang lebih tinggi darinya." mal ini pasti isinya mahal, takut uang aku tidak cukup, kita ke mal biasa ya?" mohon vio pada raka.
Raka menatap malas vio, dia kira kenapa, cuman masalah biaya ternyata. raka menarik tangan vio dan menariknya menuju pintu masuk mal, yang sudah ramai oleh pengunjung. Vio menahan tarikannya" pliss, kita cari tempat lain ya," ucap vio memohon.
"Kita sudah sampai di sini, jadi buat apa cari tempat lain di sini lebih lengkap" jelas raka
"ta-tapi" ucapan vio terpotong "mal ini milikku, jadi ambillah isinya sesukamu, bahkan jika kamu mau malnya pun tidak masalah."
Vio menatap cengo raka, ppfhm vio menutup mulutnya yang menahan tawa. tidak tahan vio melepaskan tawanya, raka menatap vio bingung, setelah vio puas dengan ketawanya, vio memegang perutnya yang sakit akibat tertawa terlalu lama. raka hanya menatap dan fokus dengan tawa vio yang sangat dia suka.
"huuf, raka, aku tahu kau kaya, tapi tolong jangan berhalu dan mengaku ngaku, nanti kalau ketahuan malu jadinya" ucap vio, sambil memegang perutnya yang masih sakit..
"aku gak bercanda baby, this is mine dan satu lagi, jangan tertawa seperti itu di tempat umum"
__ADS_1
Vio menaikkan sebelah alisnya "kenapa?"
"cukup aku yang mendengarnya dan melihat" ucap raka sambil menarik tangan vio ke dalam mal, sudah kesekian kalinya vio menatap takjub tempat ini.
"Selamat datang tuan" ucap salah satu karyawan mal, raka tidak menjawab dan terus berjalan dengan muka datarnya. tangan raka tidak melepas genggamannya yang menggenggam tangan vio, dia tidak ingin vio sampai jatuh ataupun hilang dari jangkauannya. memang posesif.
"kamu mau mencari apa dulu?" tanya raka, yang mulai lelah karena vio hanya jalan tanpa arah tujuan.
"kita ke perlengkapan mandi" jawab vio.
raka memanggil salah satu karyawan yang sedang menata barang di depannya, karyawan itu menunduk hormat pada raka." antar saya ke perlengkapan mandi" ujar raka, yang di anggukan oleh karyawan tersebut.
raka dan vio mengikuti karyawan yang akan membawanya ke tempat perlengkapan mandi. "ini tuan" ucapnya sambil menunjukkan tempat perlengkapan mandi dengan sopan.
vio melihat lorong yang lengkap dengan perlengkapan mandi" terima kasih mbak," ucap vio dengan tulus, karyawan itu tersenyum dan menundukkan kepalanya." sama sama" setelah menjawab ucapan vio, pelayan itu ijin untuk pamit pergi.
"apa, saja yang mau kamu beli?" tanya raka, yang mengikuti gadisnya dari belakang. vio menatap perlengkapan mandi, dan mengambil apa yang dia butuh kan dan memberikannya pada raka, raka menerima dengan senang hati. vio melihat ke arah raka, bukan ke arah rakanya melainkan ke arah belanjaannya yang di pegang raka. karena lupa tidak membawa tas atau keranjang alhasil raka lah yang harus membantu membawanya.
Raka mengikuti vio dengan membawa banyak barang menjadi sorotan, dia berdecak kesal, saat orang orang menatapnya kagum dan terpesona. raka melihat ada karyawan yang sedang melayani pembeli. dengan cepat raka memanggilnya, karyawan itu langsung menghampiri raka. violet yang mendengar raka memanggil seseorang langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke belakang.
"ambil kereta dorong, dan bawakan ini semua" ucap raka sambil memberikan barang pilihan gadisnya pada karyawati. dengan patuh karyawan itu dengan sigap menerima barang yang di serahkan kepadanya.
Raka menyamai langkahnya dengan gadisnya, dan menuju lorong camilan yang sudah terlihat.
vio mengambil semua camilan yang dia suka, dan meletakkannya pada kereta belanja yang di bawa oleh karyawati, raka dan karyawati itu mengikuti langkah vio.
30 menit vio dan raka mengelilingi mal, mereka langsung menuju kasir, raka berada di belakang vio yang menunggu barangnya di total oleh karyawati yang mencuri pandang pada raka membuat mpunya risih.
"ini kakaknya mbk?" tanya karyawati sambil senyum senyum malu,
__ADS_1
vio melihat arah pandangannya perempuan itu ke raka. "iya, dia kakak saya" jawab vio sopan.
raka membulatkan matanya mendengar jawaban kekasihnya yang tidak mengakui dirinya sebagai pacar. "violet" geram raka yang sudah tersulut emosi. yang hanya terdengar dengan vio.
"kalau buat saya boleh gak mbk?" tanya karyawan itu
"stop, lanjutkan kerja atau saya pecat anda dari mal saya" tegur raka yang tidak bisa menahan emosinya lagi.
karyawati itu tertawa yang membuat raka mengernyitkan dahinya" memang anda siapa?"
"saya owner mal ini" jawab raka dengar datar. karyawan itu semakin tertawa " jangan ngaku ngaku masnya" jawabnya
raka mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang." maaf tuan ada apa anda memanggil saya" ucap meneger mal.
"pecat dia sekarang, tanpa honor" ucap raka tegas. meneger itu melihat ke arah orang yang raka maksut dan menganggukkan kepalanya. raka menarik tangan vio dengan membawa belanjaannya. Violet melihat cengo dan melihat ke belakang karyawati tadi sedang menangis diintrogasi oleh menegernya. , violet menatap iba, nanti coba dia bantu bicarakan dengan raka setelah emosi raka reda
"bener raka owner mal mewa ini" batin vio tidak percaya.
sampainya di lobi mobil raka sudah terparkir manis di sana dengan 2 anak buah raka. satu buah raka mengambil barang belanjaan, dan meletakkannya di bagasi dan yang satu lagi membukakan pintu untuk tuan dan nonanya.
violet dan raka masuk ke mobil bagian penumpang, setelah anak buahnya masuk, mobil pun berjalan. ke arah rumah violet.
****
"aku pamit dulu, besok aku antar" ucap raka yang berada di depan rumah vio.
vio mengantarkan raka yang pamit pulang, bukan karena keinginannya. tapi karena bundanya yang memaksa dengan menggunakan dalil dalil menyambut tamu." ah, tidak perlu, besok aku bareng sama temanku" jawab vio
"tidak ada penolakan, jam 06.00 aku jemput" vinal raka sambil masuk ke mobilnya. raka membuka jendela samping pengemudi." ingat jangan berangkat dulu"
__ADS_1
vio dengan malas hanya mengangguk dan melambaikan tangannya. vio langsung masuk rumah, dan raka melajukan mobilnya ke kantor, untuk tanda tangani berkas berkas penting