HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
62


__ADS_3

Perempuan membawa kotak menghampiri tukang ojol yang sedang nongkrong sambil menunggu orderan datang di warung.


"Permisi" ucapnya


"Ya mbak, mau naik ojol" ucap laki laki yang berbaju seragam ojol.


"Nggak" jawabnya, sambil membenarkan tali tasnya yang  turun. "Mau uang gak?" tanya dia.


Tukang ojol itu langsung menegakkan tubuhnya, "Ya mau lah mbak, siapa juga gak mau uang" balasnya dengan antusias.


"Saya kasih Mas uang, asal Mas tolong antarkan kotak ini ke alamat ini" ucapnya, sambil memberikan kotak yang dia pegang.


Mas mas ojol itu menerima dan melihat alamat yang tertera dalam kotak, "Gampang mbak" ucapnya sambil tersenyum.


Dia memberikan uang merah 5 lembar pada tukang ojol tersebut. "Bilang sama yang terima, jika dia bertanya, bilang saja kamu tidak tahu, paham!" ucapnya.


"Beres itu mah" ucapnya sambil mengambil uang yang di berikan oleh perempuan tersebut.


"Kalau, begitu saya permisi" ucapnya, sambil keluar dari warung, dan kembali masuk ke dalam mobilnya.


"Ini masih awal" ucapnya sambil tersenyum licik.


"Vi" panggil bunda sambil mengetuk pintu.


"Ya, bun" jawab Vio sambil membuka pintu kamarnya. "ada apa?" tanya Vio.


"Ini" ucap bunda sambil menjulurkan kotak, vio mengernyitkan dahinya bingung, "apa ini bun?" tanya vio, sambi mengambil kotak yang di berikan oleh bundanya.


"Bunda juga gak tahu, tadi ada ojol yang kirim" ujarnya.


"makasih bun" ucap vio.


"Ya, sudah bunda ke kamar dulu" ucapnya


Vio menutup kembali pintunya saat bundanya sudah masuk kamar. Vio membawa kotak tersebut ke kasur, sambil menatap heran. "dari siapa ya?" tanya Vio, sambil mencari tanda pengirim. "kok gak ada pengirimnya, gak mungkin raka kan?" ujarnya.


"Buka saja deh, siapa tahu nama pengirimnya ada di dalam" ucapnya.


Vio membuka kotak tersebut dengan pelan pelan, hingga kotak tersebut terbuka. "AAAA" teriak Vio sambil menutup matanya setelah melempar kotak tersebut. "Astagfirullah hal adzim" ucap Vio sambil menutup matanya.


"Kenapa Vi?" tanya bunda panik membuka pintu kamar Vio. "Astagfirullahal adzim" ucap bunda sambil menutup mulutnya kaget melihat ada bangkai dan juga foto anaknya yang di coret coret.

__ADS_1


Bunda menghampiri Vio yang gemetar, " ini dari siapa?" tanya bunda sambil mengelus kepala putrinya. memberikan ketenangan.


Vio menggelengkan kepalanya, "Ya sudah, ayo kita ke luar dulu" ujar bunda sambil menuntun Vio keluar kamarnya.


Bunda mendudukkan Vio di ruang tengah, sambil memberikan minum ke pada putrinya yang masih syok. "Sudah?" tanya bunda, Vio menganggukkan kepalanya, bunda mengambil gelas yang berada di tangan Vio, dan memindahkannya ke meja.


"Tenang sayang, semua akan baik baik saja" ucap bunda vio.


Bunda tidak kalah kagetnya, dan pikirannya bertanya tanya, siapa yang melakukan ini semua. setahu dirinya Vo tidak pernah punya musuh, apa yang ngirim musuh Ayahnya' batin bunda.


"Kamu tidur sama bunda ya!" perintahnya. Vio menganggukkan kepalanya pelan. "Ya sudah ayo bunda antar kamu ke kamar bunda" ucapnya sambil menuntun anaknya ke kamar.


"Kamu istirahat dulu, bunda ke dapur sebentar" ucap bunda, yang di anggukan oleh Vio sebagai jawaban.


Sebelum keluar, bunda mengambil ponselnya di nakas. "kalau ada apa apa, panggil bunda" ucapnya, sambil memberikan senyum ketenangan pada putri kesayangannya. Vio menganggukkan kepalanya sambil merebahkan dirinya.


Bunda menutup kembali pintu, tujuannya ke halaman belakang, dia menekan beberapa angka dan mengangkat ponselnya ke telinga.


"Assalamualaikum" ucap bunda panik


"Waalaikum salam" jawab suara bariton di seberang. "tumben bun, nelvon ayah sekarang? ayah si-"


"Vio di teror" ucap bunda panik.


"Barusan, barusan dia dapat kiriman kotak yang di kirim sama ojol, dan isinya bangkai sama foto Vio yang di coret coret" adu bunda. "bunda takut ayah" lirih bunda sambil menangis.


"bunda tenang, ayah akan cari tahu orangnya, ayah akan menyuruh orang untuk jaga di rumah" ucapnya


"Jangan" tolak bunda. "Vio tidak tahu jika ayahnya mafia" lanjutnya.


terdengar suara helaan nafas berat dari seberang. 'Ayah, suruh raka menyuruh anak buahnya untuk jaga jaga di sana" jawabnya. "ayah tutup dulu, bunda hati hati, tenangkan Vio" ujarnya,


"Ayah, gak balik saja, di saat seperti ini kita butuh ayah" ucap bunda.


"Ayah akan atur waktu" balasnya. "love you Assalamualaikum" lanjutnya, sambil menutup sambungannya.


Ia mematikan sambungannya, rahang dan juga tangannya mengeras penuh dengan Amarah, "Bangsat kau raka, gak becus jaga putriku" umpatnya. Avan mengatur nafasnya, dan kembali ke ruang rapat.


Di lain tempat Raka mengumpat, sambil melihat laptopnya. ia tahu apa yang terjadi dengan kekasihnya, walau tidak ada yang mengabarinya, buat raka apa yang tidak bisa, dinding pun bisa bicara karena raka.


"Gua ikutin permainan lo" ujar raka sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Tatapan raka teralihkan dari laptop saat ponselya berdering ada pesan mauk, dengan segera dia mengambil dan membaca pesan yang tertera.


Raka menarik sudut bibirnya. "kau tak perlu khawatir, aku lebih gercep dari pada kau" ucap raka seakan bicara dengan orang yang berada di balik pesan.


Raka menghubungi orang suruhannya yang dia suruh mengawasi pelaku. "apa selanjutnya./" tanya raka


"...."


"PANTAU TERUS" ucap raka tegas.


Merasa kesal dengan rencana yang akan di lakukan oleh pelaku, "Kita lihat, bagaimana ending drai rencana lo" ucap raka.


Keesokan harinya raka menghampiri rumah vio untuk mengajaknya jalan jalan. "Assalamualaikum" ucap raka sambil mengetuk pintu.


"Waalaikum salam" jawab suara bunda dari dalam. "Eh, Raka, masuk" ucapnya.


Raka masuk lalu duduk di sofa ruang tamu, "Vionya ada?" tanya raka


Bunda terdiam, "Vio lagi di kamar bunda, dia banyak pikiran" jawab bunda.


Raka mengernyitkan dahinya. "banyak pikiran kenapa bun?" tanya raka.


"Vio di teror" ujarnya


Raka membulatkan matanya, pura pura kaget" terus bagaimana keadaan Vio?' tanya raka dengan nada yang khawatir, benar benar khawatir.


"Dia, banyak diam" jawab bunda sedih.


"kalau boleh tahu, isi terorannya apa bun?" tanya raka.


"bangkai sama foto Vio yang di coret coret" jawab bunda. "Bunda sudah menghubungi bundanya, dia akan cari waktu untuk balik, untuk sementara, dia akan mengirimkan anak buahnya untuk jaf=ga jaga, tapi bunda cegah" ucap bunda dengan mengecilkan volumenya.


Raka mengernyitkan dahinya, "kenapa?" tanya raka bingung.


"Vio gak tahu jika ayahnya mafia, dan ayah vio meminta kamu untuk menyuruh anak buah k a mu untuk menjaga Vio" ujar bunda lebih pelan.


Raka di buat kaget oleh ucapan bunda vio. "Bun-da tahu, siapa raka?" tanya Raka


bunda vio mengangguk " kamu sama sama suami bunda, bunda tahu dari ayah vio, awalnya bunda kaget dan takut vio kenapa kenapa" ujarnya. "tapi setelah melihat kamu yang sangat mencintai anak bunda, bunda yakin kamu bisa menjaga vio dengan baik, seperti yang di lakukan ayah vio kepada bunda" lanjutnya.


"raka pasti jaga vio dengan baik bun" ucap raka sungguh sungguh.

__ADS_1


"bunda butuh pembuktian, bukan omongan" ujarnya. 'bunda sudah mengalami, jadi kekasih seorang mafia, dan itu sangat berat utuk bunda, karena kekasih seorang mafia juga akan terancam" ujar bunda. " jadi bunda minta jaga baik baik putri bunda" lanjutnya sambil menatap dalam mata raka, yang duduk di depannya.


__ADS_2