HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
49


__ADS_3

HAPPY READING..


Jangan lupa jejak kalian...


****


Di pesantren vio bercanda tawa dengan temannya di kamar, mereka saling melempar lelucon yang membuat orang tertawa hingga perut sakit.


"sudah sudah, perutku kram" ujar jesi yang berusaha meredah  kan tawanya sambil memegang perutnya.


mereka semua meredakan tawanya, "huhuhu" suara tarik napas jesi


"kenapa kamu, mau lahiran?" tanya sasa


"lahiran, nikah saja belum" balas jesi siapa tahu" ujar sasa


"kita main TOD yuk" usul rana.


mereka semua melihat ke arah rana, "ayo, tapi kalian ikut semua ya" ujar sasa yang semangat.


"ok" balas mereka "siapa takut" tambah jesi.


"pakai ini saja" ujar jeslin memberi pena yang ada di sampingnya.


"gas, yuk mulai" ujar sasa semangat


"pena di putar, mereka semua fokus menatap pena yang masih berputar, "yah, " ujar sasa lesu melihat ujung pena mengarah ke padanya. dan itu tentu saja membuat temannya bernafas lega dan bahagia.


""pilih apa?" tanya jesi.


"karena gua orangnya suka tantangan jadi gua pilih jujur saja" pilih sasa


"katanya suka tantangan, tapi kok pilih jujur" ucap jesi tidak terima, karena dia sudah menyiapkan tantangan untuk kawannya ini.


"jujur itu termasuk tantangan juga tahu" ujar sasa membela dirinya.


"iya in saja biar cepat" ujar jeslin yang menatap jengah ke sasa dan jesi yang berdebat.


"ok siapa yang akan kasih pertanyaan?" tanya vio


mereka semua saling pandang satu sama lain. "aku saja" ujar rana


rana melihat ke arah sasa. "sebutkan  hal memalukan di hidup lo, satu saja" ujar rana


"memangnya aku sering memalukan, sorry tidak ya" ujar sasa, tidak terima


"ayo, ceritakan" ujarjesi yang kepo.

__ADS_1


"hal memalukan dalam hidup aku sih, " ujar sasa sambil mengingat ingat


"buruan" ujar jeslin


"ye sebentar aku ingat ingat dulu" balas sasa


"kalau di ingat ingat, pasti banyak hal yang memalukan dalam hidup kamu ya" tanya rana


"ya, tidak begitu juga, aku ingat ingat karena aku lupa kapan hal memalukan itu terjadi" sanggah sasa


"lupa atau bingung mau cerita yang mana?" ejek jeslin sambil tertawa.


"suut diam kamu, ini aku sudah ingat" balas sasa hal yang memalukan, saat aku salah gandeng orang, niatnya mau gandeng jesi waktu itu, eh tanpa melihat aku malah tarik tangan orang lain, mana dia tidak berkotak lagi" ujar sasa mengingat ke jadian yang membuatnya malu.


"ngotak, memang dia ayam apa?" tanya jeslin sambil terkekeh


"iya aku ingat, pas kita jam istirahat, sasa ajak aku beli beli, pas kita ambil sandal, sasa tiba tiba tarik orang yang tidak di kenal," ujar jesi sambil tertawa, mengingat ke jadian itu,


"sala kamu, kenapa tidak panggil aku, mala ikut in dari belakang, pakai ketawa lagi" kesal sasa mengingat kejadian yang lalu.


"salahmu, suruh siapa tidak menunggu dan tidak lihat lihat, untung yang di tarik gak marah" ujar jesi sambil ketawa mengingat wajah malu sasa pada saat itu.


"aku juga pernah kayak begitu, tapi yang aku tarik langsung menghentikan aku, " ujar rana


"malu gak?" tanya sasa


"B saja sih" ujar rana santai,, lebih tepatnya pura pura santai. padahal saat itu dia di tertawai oleh temannya.


"sudah yuk lanjut lagi" ujar vio menghentikan perdebatan mereka.


sasa mengambil pena dan memutar pena tersebut, pena terus berputar secara lambat "YAA, VIO" ujar mereka kompak saat ujung pena mengarah ke vio


vio memutar bola matanya malas, "santai saja, tidak perlu seheboh itu" ujar vio sok santai.


"pilih apa?" tanya jesi yang semangat


vio berpikir, "berhubung sasa memilih jujur, jadi aku  pilih" ujar vio menggantung ,"jujur" lanjut vio


"yah," keluh mereka.


"lah kenapa?" tanya vio melihat temannya tidak semangat lagi.


"padahal sudah niat mau ngerjain" ujar jesi


memang teman biadab, sukanya di atas kesengsaraan temannya. "ayo siapa yang kasih pertanyaan" ujar vio


"aku saja" balas sasa.

__ADS_1


vio melihat ke arah sasa, "kamu cinta tidak ke raka?" tanya sasa yang penasaran dari duku, tapi tidak berani bertanya.


"tidak tahu" balas vio


"itu bukan jawaban" ujar rana tidak terima dengan ke jujuran vio


"lah, memang tidak tahu, "balas vio


"bagai mana perasaan kamu sat raka dekat dengan perempuan lain?" tanya jesi


vio diam dan mengingat ingat perasaanya yang di rasakan saat melihat raka bersama perempuan." B saja" jawab vio ragu.


mereka terus melanjutkan permainan, hingga suara panggilan berjama' ah berkumandang.


*******


Derren memasuki kamarnya, pemandangan pertama yang dia adalah seorang perempuan yang terus saja menangis, derren mendekat, tidak ada pergerakan dari gadis yang meriku membelakanginya.


"lo siap siap, sopir gua akan mengantar lo balik" ujar derrenperempuan itu langsung menghadap ke sang suara dengan mata sembabnya. "beneran?" tanyanya oenuh harap/


derren memanggutkan kepalanya, "sekarang lo siap siap, lalu turun ke bawah, dan pakai baju ini" ujar derren melempar paper boks ke arah gadis itu


"risa mengambil dan melihat isi tas tersebut. lalu memandang derren yang berdiri di hadapannya dengan tangan di masukkan ke sakunya.


"gua keluar dulu, lo cepat bersihkan tubuh lo" ujar derren datar. lalu keluar kamarnya. risa yang melihat punggung derren hilang di balik pintu, langsung bergegas ke kamar mandi yang ada di kamar tersebut.


setelah siap, dan rapi dengan gaun biru, yang derren bagikan ke padanya, risa menatap dirinya di cermin yang menampilkan dirinya yang sangat anggun, dan cantik dengan menggunakan gaun ini.


tanpa menunggu lama, risa langsung membuka pintu, awal pintu yang sering terkunci, sekarang pintu itu bisa terbuka, risa langsung menuruni anak tangga ,untuk menemui derren yang akan memerintahkan sopirnya mengantar dirinya. risa turun dari tangga dan langsung menghampiri derren yang sedang santai di ruang tengah.


"gua mau pulang sekarang" ujar risa sambil menundukkan kepalanya.


"derren melihat ke arah suara.  matanya terkunci ke arah risa berdiri. " cantik" batin derren sambil menahan senyumannya.


"khem" deheman derren menetralkan dirinya. derren kembali menatap risa yang masih menunduk " ikut gua" ujar derren sambil berjalan ke arah teras, risa mengikuti dari belakang tanpa membantah, jangan sampai derren berubah keputusannya dan menahannya lagi.


sesampainya di terasm di sana sudah sedia mobil beserta sopirnya yang siap mengantar risa pulang, "antar dia dengan selamat" ujar derren


"baik tuan' balas sopir itu patuh.


derren menghadap risa yang berada di belakangnya. "masuk" ujar derren datar.


risa langsung masuk ke dalam mobil yang sudah di buka pintunya oleh anak buah derren. risa membuka jendela dan menatap derren yang berdiri di teras menatap dirinya. "terima kasih" ujar risa tulus sambil tersenyum, derren menganggukkan kepalanya dengan espresi datar, .


"jalan" perintah raka. mobil pun jalan, derren terus melihat mobil itu hingga tak terlihat, derren menghembuskan nafas beratnya lalu kembali masuk ke dalam mansionnya.


TBC

__ADS_1


MAAF JIKA ADA SALAH PENGEJAAN..


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA...


__ADS_2