HAK PATEN MILIK MAFIA

HAK PATEN MILIK MAFIA
BAB R & V 7


__ADS_3

Mohon di maklumi ya kawan, kalau ceritanya tidak seseai dengan harapan, karena ini baru belajar untuk membuat, mohon di comen agar saya bisa lebiih baik lagi buatnya, maybe salah satu kalian yang baca sudah ada yang profesional..


*****


POV VIOLET


violet membuka dan merapikan mukena yang AKU gunakan untuk solat duha  aku mengambil mushaf Al-Qur'an setelah menggunakan hijab, aku membaca surat surah AL-naml dengan menggunakan tartil yang di ajarkan di pondok pesantren.


"shodaqollahul azim" tutup ayat sambil mencium mushaf dan meletakkannya di nakas, aku melihat ponselku yang menyala dan tertera nama grub pondok. aku mengambil dan melihat pesan yang muncul satu persatu.


Ummi


Assalamualaikum ada pengumuman dari pesantren 3 hari lagi kita ada acara SKN di daerah masing masing, maklumat sudah turun dan untuk ketua per daerah akan di tunjuk oleh kyai. kalian siapkan kebutuhan kalian, jaga kesehatan


RINI


Waalaikum salam mi, kira kira kita berapa hari di sana?


Ummi


Insyaallah 5 hari


Anda


Waalaikum salam. kegiatan kita sama seperti tahun lalu mi?


Ummi


iya vi, tapi untuk ketua per kelompok daerah akan di ganti, insyaAllah besok pemberitahuannya


Anda


ok, vio paham, terima kasih mi


Aku keluar dari chat grub lalu turun ke bawah mencari bunda, untuk laporkan informasi yang di gelar pesantren. aku melihat ke kanan kiri mencari keberadaan bunda yang tidak terlihat, aku menuju kamarnya, tapi kosong, aku mencari ke halaman belakang, bibirku tersenyum saat melihat bunda sedang menanam bunga di taman.


"bunda" panggilku


"eh vi, ada apa sayang"


"bun, kegiatan SKN 3 hari lagi"


"di daerah mana vi?" tanya bunda sambil memberi pupuk pada tanamannya yang dia tanam.


"besok baru di kasih tahu, soalnya ketuanya di ganti bunda" jawab vi sambil menyiram tanaman yang sudah bunda tanam.


"perlengkapan kamu, ada?" tanya bunda yang mengambil bunga yang ada di keranjang yang akan di tanam lagi.

__ADS_1


"hmm, ada yang gak ada bun" jawabku sambil menggali tanah


"besok kamu beli perlengkapan kamu, jangan sampai ada yang tertinggal, vitamin kamu juga harus beli" ujar bunda


"ya, besok vi beli sama sasa"


"Alhamdulillah sudah selesai" ujar vi sambil menarik hijabnya ke yang sedikit ke depan dengan lengannya.


aku menata semua perlengkapan berkebun bunda dan meletakkannya di tempat semula, bunda menyiram semua tanaman bunga yang lain.


****


violet sedang menikmati tontonan kartun yang di tonton di ruang televisi. dengan di temani camilan keripik kesukaannya.  yang di pangku di pangkuannya.


"vi, ada pacar kamu di depan" ucap bunda yang menghampiri violet.


"jangan bercanda bun, masih pagi ini" jawab vi yang tetap dengan fokusnya ke film kartun upin ipin


"bunda gak bercanda" ujar bunda vi.


"gak percaya, bunda saja tidak tahu wajah pacar vi" jawab vi yang melihat bundanya masih berdiri di samping sofa yang dia duduki lalu mengalihkan lagi pandangannya ke film.


"ya sudah jika kamu tidak percaya"


"bunda, jangan bercanda, bercanda bunda gak lucu, kalau memang bunda benar, coba bawa ke sini" ujar vi menantang, karena memang dasarnya dia tidak percaya. bukan hanya sekarang bundanya jailin vi, tapi sudah dua kali, dan vi tidak akan percaya untuk yang ke tiga kalinya.


Violet terus fokus dengan film dan keripiknya sampai dia melihat bundanya duduk di sofa sebelah yang sendiri, vi melihat bunda dengan senyum mengejek.


"mana raka, katanya ke sini?" tanya vi dengan senyuman kemenangan. "sudahlah bunda, jangan prank vio, untuk saat ini, bunda gagal prank vio" sambung vio sambil mengambil kripik yang ada di dalam toples yang dia pangku.


Khem, violet berhenti mengunyah saat mendengar deheman laki laki, vio langsung melihat ke arah suara. vio membulatkan matanya.


khuk khuk khuk dengan spontan, raka mengambil jus jeruk yang ada di meja dan memberikannya ke pada vio, vio mengambil dan meminum, raka mengelus punggung vio perhatian


"pelan pelan kalau makan" tegur raka dengan wajah khawatir melihat muka vio memerah.


vio meletakkan jus jeruknya di meja." gara gara kamu" balas vio tidak terima.


"loh, kok aku, yang makan kamu" ucap bingung raka.


"kalau kamu ke sini ngabarin aku dulu, gak gini jadinya"


"itu kualat, karena kamu tidak percaya sama bunda" sambung bunda.


violet mengembungkan pipinya." biasanya bunda jail, jadi vi gak percaya" elak vi


"ya, sudah kalian ngobrol saja dulu, bunda mau ke belakang, minta bi ijah buatkan minum untuk raka" bunda berdiri dari duduknya,

__ADS_1


"terima kasih tante" ucap raka sopan.


bunda menjawab dengan senyuman ramahnya.


"ada apa kamu ke sini?" tanya vio sambil menyantap kripik kesukaannya.


"kangen" jawab raka sambil memandang wajah violet.


"alasan, baru kemarin, masa sudah kangen"


"kalau memang itu yang aku rasakan"


"terserah" balas vi, vio melanjutkan tontonannya sambil memakan kripik kesukaannya itu dengan fokus, raka melihat film yang di tonton oleh gadisnya,


"bocah" batin raka sambil senyum saat melihat kartun yang di tonton gadisnya ini, raka kembali melihat wajah violet.


"maaf den, ini minumannya" ujar bik ijah sambil meletakkan gelas yang berisi jus jeruk.


raka melihatnya dengan muka datar dan kembali memerhatikan violet yang tertawa melihat kartun bocah botak itu, dengan ide yang bagus, raka mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa foto violet, sebagai koleksi album miliknya. violet yang tidak sadar hanya tetap fokus dengan tontonannya. raka segera menyimpan ponselnya kembali.


"raka, kamu besok sibuk gak?" tanya bunda yang duduk di sofa sigle.


"kenapa tante?" tanya raka ramah,


"besok kalau gak sibuk kamu temanin vi beli perlengkapan SKN mau?" tanya bunda vi.


Violet menatap bundanya" tidak, bunda jangan merepotkan dia" rengek vi " vi bareng sama sasa besok" ucapnya lagi.


raka menatap violet yang memelas pada bundanya gemes itu salah satu yang pas untuk mengomentari ekspresi vio.


"besok, kamu sibukkan, pasti lah" tanya vi pada raka yang dia jawab sendiri.


"tuhkan bun, dia ini sibuk, vi bareng sasa saja"


"saya biasa tante, besok saya free"  jawab raka. yang langsung mendapat pelototan dari violet


bunda violet tersenyum " ya sudah, tante titip vi ke kamu ya" ucap bunda.


Violet hanya menunduk pasrah, bundanya ini keterlaluan, dulu saja dia tidak boleh pacaran, boro boro pacaran, kenalan sama cowok saja, ceramahnya minta ampun. "apa jangan jangan bundanya di guna guna raka ya" pikir vio terbang ke mana mana.


****


Sampai sini dulu ya guys, cerita, sambung esok lagi,,


salam kenal dariku untuk yang baca, jangan lupa kritik, karena yang namanya belajar pasti ada salah.


see you

__ADS_1


TBC


__ADS_2